[DALAM TAHAP REVISI]
Ketika kebahagiaan dan impian yang di inginkan berubah menjadi kenyataan yang menyakitkan ditambah lagi nasib yang buruk menimpa.
Seorang gadis cantik jelita dan pintar bernama Elisabeth harus mengalaminya. Terlahir sebagai gadis yang tak sempat merasakan kebahagiaan seorang remaja.
Apa yang akan Elisabeth lakukan dalam menghadapi semua penderitaan hidupnya? Apakah ada yang menemani gadis itu dalam deritanya?
Jika ada yang menemaninya, siapakah dia?
●Instagram (for business) @authorqueenj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08 | Kelewatan
Suasana runyam, Elisabeth menatap tajam ibunya yang masih terdiam setelah kata-katanya dilontarkan. Semua penderitaannya sudah cukup menghiasi kehidupannya, bukan, mengotori kehidupannya.
"Kau berani berkata seperti itu dan menjadikannya alasan? Kau kira hanya wajahmu yang dapat kami hajar?" sahut Lorraine. Sesuatu menepuk bahunya, suaminya menghentikan aksinya.
"Sudah cukup, tinggalkan saja dia di ruang bawah tanah dan beri makan. Jangan sampai ia tampak tidak sedap dipandang sampai hari pernikahannya datang," pinta Andre hingga para pelayan membawa Elisabeth pergi dari sana.
Gadis itu menghabiskan hari-harinya di ruang bawah tanah, tidak ingin makan bahkan hanya minum lima teguk sehari. Ia menjadi begitu kurus dan pucat pasi, kakak laki-lakinya terkejut ketika melihatnya.
"Wah ... wah ... Apa yang terjadi pada adik perempuanku ini? Apakah kau pantas menikahi pria keluarga ternama hanya dengan wajah seperti itu?" cibir Erick seraya memutari tempat di mana Elisabeth dirantai dengan keji.
Elisabeth menengadahkan wajahnya dan meludahi wajah kakak laki-lakinya itu, dirinya bermaksud memancing emosi pria itu secara sengaja agar ada cara bagi dirinya untuk keluar dari ruangan terkutuk ini.
Cuih!
Erick terkejut, ia sontak mengusap wajahnya dan menatap tajam adik perempuannya itu. "Apa maksudmu meludahiku, hah? Apa kurang pelajaran yang kau terima?!"
"Iya, memang kurang. Memangnya kau puas jika hanya melihatku mati kelaparan saja di sini?" sahut gadis itu memancing api. Erick menatapnya tak main, ia mengangkat kedua tangannya.
Memang tak ada larangan yang dikatakan oleh Lorraine dan Andre untuk tidak menyentuh Elisabeth sama sekali, namun Erick bergerak terlalu jauh. Ia menendang bahkan menginjak kaki saudara perempuannya itu. Elisabeth hanya bisa menahan sakit dan melindungi organ vitalnya karna dirinya harus tetap hidup dan memikirkan cara untuk bebas.
Buak!
Beruntungnya, suara pukulan tersebut terdengar hingga ke ruangan atas, mengundang beberapa orang untuk datang dan melihat apa yang terjadi di bawah.
"Lihat! Nona muda diserang oleh tuan muda!" pekik salah satu pelayan hingga terdengar oleh Lorraine dan Andre yang sedang menikmati kemewahan di siang hari.
Semuanya menuruni anak tangga yang mengarah ke ruangan sempit itu, tubuh bagian luar Elisabeth sudah babak belur termasuk kepalanya dan sedikit bagian wajahnya. Erick terkejut dengan tindakannya sendiri hingga kedua orang tuanya datang dan menatap segalanya.
"Astaga, apa yang kau lakukan?!" seru Andre menghampiri putranya yang tengah syok itu.
Lorraine menghampiri Elisabeth dan memeriksa denyut nadi gadis yang sedang pingsan itu, terasa begitu lemah.
"Apa yang kau lakukan sudah kelewatan batas, Erick! Dia akan segera menikah dan kau membuatnya menjadi seperti ini!" pekik wanita itu hingga menarik putranya. Elisabeth dibawa oleh beberapa pelayan untuk dirawat ke atas.
...♡♡♡...
Langit berganti menjadi gelap, gadis itu membuka kedua matanya yang sulit terbuka karna sedikit lebam di atasnya. "Oh, aku masih hidup," gumam gadis itu sebelum menegakkan tubuhnya yang kaku.
Ototnya semua terasa seperti putus, begitu sakit dan lemas. Ia terkejut ketika berada di dalam kamarnya sendiri, sontak berdiri dan melihat kepada dirinya sendiri.
Syut. Ada sesuatu angin yang membawanya melihat ke arah pintu, bayangan tinggi tengah menatapnya dari jauh, mengulurkan tangannya dan menunggu dari sana.
"K–kau siapa?" tanya gadis itu seraya berjalan perlahan untuk mendekat. Semakin dekat hingga bayangan tersebut tampak lebih nyata.
dah mkanan tiap hari ini haha
gadis umur 16 thn hrus menikah dgn cpat