Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Besar Dari Ibu Suri
Di tengah pesta setelah selesainya acara berburu. Xuan Hao dipanggil Ibu Suri untuk bergabung dengannya, dimana saat ini wanita itu sedang didampingi Putri Agung dan Putri Yan Yueling.
“Setelah apa yang terjadi hari ini akan banyak hal baik yang datang padamu, tapi bahaya juga akan semakin sering mendatangimu.” Ibu Suri memberikan sebuah nasehat kepada Xuan Hao.
“Nasehat Ibu Suri cucu ini akan selalu mengingatnya,” ucap Xuan Hao.
“Sebentar lagi kamu akan menikah ke Kekaisaran Yang Zhao. Tempat itu sangat berbahaya, bahkan Putri Yan Yueling beberapa kali hampir kehilangan nyawa akibat berebut pengaruh di istana. Nantinya, mau tidak mau kau pasti juga akan terlibat, tapi ingatlah untuk senantiasa mementingkan keselamatan dirimu dan orang-orang yang memang pantas kamu lindungi!” Nasehat lainnya diberikan Ibu Suri, sampai akhirnya wanita itu membisikkan sesuatu~
“Di Kota Youming yang dekat dengan Kota Kekaisaran Yan Zhou, di tempat itu aku memiliki lima belas ribu prajurit, dan mereka sepenuhnya akan aku berikan padamu!”
Usai berbisik, Ibu Suri menyerahkan sebuah lencana pada Xuan Hao. “Dengan lencana ini mereka akan setia mengikutimu!” ucapnya lirih.
“Nenek, bukannya ini terlalu berlebihan?” Xuan Hao bermaksud menolak pemberian Ibu Suri, tapi wanita itu sangat keras kepala, dan sekali ia memutuskan sesuatu, selamanya ia tak akan menarik kembali keputusannya.
Pada akhirnya lima belas ribu prajurit yang selama ini berhasil menguasai Kota Youming di balik bayang-bayang, mereka semua menjadi milik Xuan Hao, dan jika ditambah prajurit pemberian Pangeran Xuan Lie, kini Xuan Hao memiliki prajurit setara dengan apa yang dimiliki Putra Mahkota Xuan Haoran.
“Sekarang kamu bisa pergi jalan-jalan menikmati suasana pesta bersama Putri Yan Yueling," ucap Ibu Suri yang secara tidak langsung menyuruh dua orang itu pergi.
Xuan Hao sendiri setelah bertanya apa Putri Yan Yueling keberatan jalan-jalan dengannya. Begitu tau sang Putri tidak keberatan, ia langsung saja membawanya jalan-jalan di perkemahan, melihat serunya pesta yang sedang berlangsung.
“Putri, apa Putri yakin ingin menikah denganku?” tanya Xuan Hao sambil mereka berdua jalan beriringan menikmati suasana malam.
“Di dunia ini aku bahkan yakin tidak ada pria yang lebih baik dari Pangeran,” jawab Putri Yan Yueling yakin.
Xuan Hao tersenyum kecil. “Dikarenakan Putri beranggapan seperti itu, aku Xuan Hao pasti akan menjadi suami terbaik bagi Putri, tapi kelak di masa depan aku tidak bisa berjanji untuk hanya memiliki seorang istri!” ucap Xuan Hao secara terang-terangan.
“Tidak masalah, asalkan kamu bijak memilih siapa wanita yang kelak akan kamu nikahi!” balas Putri Yan Yueling.
“Aku hanya akan menikahi wanita yang memang pantas aku nikahi, dan kamu adalah salah satunya!” ungkap Xuan Hao.
Putri Yan Yueling mengangguk kecil sembari tersenyum. “Semakin banyak saudari, semakin ringan tugasku sebagai istrimu!” ujarnya yang membuat Xuan Hao tersenyum kecil.
Baru juga tersenyum, cepat Xuan Hao menggerakkan tangannya, menangkap sebuah anak panah yang tertuju ke arah Putri Yan Yueling.
Sementara itu dari aroma yang tercium, Xuan Hao bisa mencium aroma racun dari anak panah di tangannya, dan setelah diperhatikan lebih teliti, ia menemukan racun itu dioleskan di mata anak panah yang tajam dan mematikan.
“Mereka tidak mengincarku, tapi jelas mereka ini menginginkan sesuatu yang buruk terjadi padamu!” ungkap Xuan Hao sambil melihat sekeliling, dan akhirnya ia menemukan sekelompok orang yang salah satunya baru saja melakukan penyerangan.
“Aku hanyalah Putri yang diabaikan, bahkan aku bisa datang sampai ke tempat ini, itu semua tidak lepas dari kebaikan Putri Agung dan Ibu Suri, dimana mereka secara langsung mengirimkan undangan padaku, bahkan undangan itu jelas disertai sebuah ancaman yang bernada tegas, dan karena ancaman itulah aku bisa sampai di tempat ini!” ungkap Putri Yan Yueling.
“Di tengah kehidupan yang tidak mudah dan masih saja ada yang menginginkan nyawaku. Dalam situasi seperti saat ini apa Pangeran masih ingin menikah denganku dan tinggal di Kekaisaran Yan Zhou?” tanya Putri Yan Yueling.
“Dengan bekal yang sejak awal sudah aku miliki, ditambah dengan apa yang baru diserahkan Ibu Suri padaku. Kalau aku ingin, seharusnya bukan hal sulit bagiku menguasai Kekaisaran Yan Zhou. Sayangnya aku tidak menginginkan hal itu, tapi jika kelak di masa depan begitu aku menikah denganmu masih ada pihak yang mengincar nyawamu, yakinlah aku tidak akan membiarkan orang itu berumur panjang!” ucap Xuan Hao, dan hanya dari ucapan itu ia menegaskan tak akan mundur dari pernikahan yang telah ditentukan.
Di sisi Putri Yan Yueling, ia sangat puas dengan ucapan Xuan Hao, dan ia merasa tak salah memilih calon suami.
Tetapi kebersamaan mereka tak bisa berlangsung lebih lama sebab malam semakin larut, dan mereka harus berpisah saat Putri Yan Yueling diantarkan Xuan Hao ke tenda yang menjadi tempat tinggalnya.
Hanya beberapa langkah setelah meninggalkan tenga yang ditempati sang putri, muncul dua orang pria berlutut di hadapan Xuan Hao.
“Mo Qi dan kamu Mo Shan, kalian berdua aku tugaskan menjaga Putri Yan Yueling sampai tiba hari pernikahanku dengannya! Itu nanti kalian akan ikut dengannya saat pulang Ke Kekaisaran Yan Zhou!” perintah Xuan Hao.
“Kami akan menjaga nyawa sang Putri sekalipun harus berkorban nyawa!" ucap keduanya bersamaan.
“Masing-masing dari kalian akan aku bekali dua pendamping!” ucap Xuan Hao, lalu ia menyuruh keduanya kembali ke posisi semula.
Sementara itu, begitu Xuan Hao tiba di tenda yang menjadi tempat tinggalnya, di tempat itu sudah menunggunya Gu Shan dan Wei Yan, dimana mereka telah berhasil menangkap kelompok kecil pembunuh bayaran yang mengincar nyawa Putri Yan Yueling.
“Sudah tau siapa yang menyuruh mereka?” tanya Xuan Hao.
“Pangeran, mereka prajurit pengawal Putri Agung Yan Ruoxue!” jawab Gu Shan.
“Bunuh mereka semua dan kirim kepalanya ke tempat wanita itu!” perintah Xuan Hao.
“Baik, Pangeran!” ucap keduanya, lalu mereka menyeret pergi orang-orang yang akan dikirim kembali ke tempat Putri Agung Yan Ruoxue, tapi hanya bagian kepala mereka yang akan dikirim ke tempat itu.
Xuan Hao sendiri setelah memastikan semuanya aman, ia segera istirahat karena mulai mengantuk, dimana di tenda sebelah para pelayannya juga telah istirahat.
Sebelum kedua matanya benar-benar terpejam. Xuan Hao telah memikirkan bagaimana caranya bisa melindungi Putri Yan Yueling dalam perjalan kembali, sekaligus melindungi wanita itu sebelum tiba hari pernikahan.
Cepat berpikir, Xuan Hao berhasil menemukan caranya, yaitu ia akan menempatkan Mu An dan Mu Yi di sisi Putri Yan Yueling, dimana selain bisa menjadi pelayan, keduanya juga bisa menjadi pengawal tambahan jika terjadi kejadian buruk di jalan.
“Dengan kemampuan hampir setara seorang Jenderal, keduanya adalah pelindung yang tepat bagi Putri Yan Yueling,” gumam Xuan Hao, dan tak lama kemudian ia akhirnya tertidur pulas.