[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab8
Setelah berkeliling taman, akhirnya mereka berempat memutuskan untuk duduk dan beristirahat disebuah bangku taman itu, mereka beristirahat sambil menatap pengunjung lain! ada yang berolahraga sama keluarga, pacar, teman dan juga sendiri.
" Mak." Panggil Nana
" Hmmm, kenapa." Jawab Devi dan menatap ke arah Nana begitu juga dengan Lee, sedang Dede tetap fokus menatap pengunjung, karena Dede sudah apa yang akan Nana bicarakan.
"Gilang dan keluarganya melamar aku Mak." Ucap Nana meremas jari jarinya.
" Terus perasaan kamu gimana." Devi menatap Nana.
" Aku nggak tau Mak, aku bingung." Ucap Nana
" Bingung kenapa?"
" Aku baru kenal sama dia, kita jadian juga baru hitungan hari, aku takut dia cuma mainin aku." Ucap Nana mengutarakan kegundahaan nya.
" Nana, jika dia ingin mempermainkan kamu, dia nggak akan, ngajak kamu nikah apalagi keluarganya yang minta kan?" Tanya Devi
" Iya Mak, tapi aku belum siap, aku belum tau dia orangnya seperti apa, aku takut buat salah atau aku takut tidak bisa menjadi istri yang sempurna buat dia."
Devi tersenyum " Kalau untuk mengenal kalian bisa mengenal setelah menikah, setiap orang pasti berbuat salah karena kita manusia bukan malaikat! dan tidak ada yang sempurna di dunia kecuali Allah, nikah itu ibadah, untuk saling menyempurnakan. kalau kamu masih ragu, sholat lah minta petunjuk sama Allah, oke." Ucap Devi, tersenyum kepada Nana.
" Iya Mak, kalau kak Lee gimana?" Tanya Nana
" Aku setuju sama mak." Jawab Lee
" Makasih ya mak aku sayang sama mak." Ucap Nana tulus.
" Mak juga sayang sama kalian." Ucap Devi merangkul ke tiganya, merekapun saling berpelukan dengan sayangnya.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Setelah pulang dari taman, Devi langsung membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk pergi.
" Mak hari ini mau ke sana lagi" tanya Lee
" Iya Lee , udah 2 minggu Mak nggak ke sana "
" Pulangnya jam berapa Mak! mau aku temani nggak?"
"Nggak usah Lee Mak sendiri aja! Mak usahain sore Mak udah disini ,! jawab Devi.
" Eh Nana sama Dede mana? ucapnya lagi.
" Lagi keluar Mak sama mbak Lela, katanya mereka mau ke pasar! jawab Lee
" Ya udah nanti kamu salam aja ke mereka, kalau Mak ada urusan sebentar, ya udah Mak pergi dulu ya! taksinya udah datang tuh!" ucap Devi keluar dari kamarnya di ikuti Lee.
Devi membuka pintu taksi dan duduk di kursi belakang, setelah menutup pintu, pak Supri melajukan taksi dengan perlahan meninggalkan kontrakannya.
" Aku nggak akan membiarkan kamu terus seperti ini Mak, akan aku pastikan sebelum aku menikah nanti , kamu sudah resmi menjadi istri seseorang" batin Lee, maniknya terus menatap taksi yang di tumpangi Devi sampai menghilang dari pandanganya.
" Kak Lee ngapain berdiri disini?" tanya Dede yang baru saja datang bersama Mbak Lela dan Nana
" Kalian udah datang? bukanya kalian mau ke pasar ya ? ko cepat banget" ucap Lee tersadar dari lamunannya
" Kita nggak jadi ke pasar, soalnya kita udah dapat buah buahan nya, di supermarket depan sana, jadi nggak perlu jauh jauh ke pasar Lee" jawab Mbak Lela.
" Oh syukur deh kalau gitu" seru Lee.
" Terus ngapain kamu berdiri sendiri disini, Mak mana " tanya Nana.
" Mak barusan pergi, katanya ada urusan sebentar,! ntar sore juga balik" jawab Lee
" Ya udah kita masuk! " seru Mbak Lela dan di iya kan ketiganya, mereka pun masuk, menyiapkan buah buahan yang di beli, untuk di jadikan rujak, sesuai awal rencana mereka.
Taksi yang di tumpangi Devi masuk ke halaman rumah sakit jiwa, tempat yang selalu ia kunjungi di waktu senggangnya,
Devi membuka pintu taksi sebelum keluar dari taksi, dengan perlahan ia menyusuri halaman rumah sakit itu , sapaan dan senyum selalu ia berikan kepada perawat ketika berpapasan dengannya.
" Assalamualaikum." ucapnya ketika tiba di sebuah ruangan, dimana seorang wanita separuh bayah tengah duduk , satu tangannya yang di ikatkan dengan sehelai kain berwarna putih pada besi tempat tidurnya.
" Ibu apa kabar" ucap Devi sambil berjongkok mencium kedua tangan wanita yang di panggil ibu itu,! Devi menyandarkan kepala ke pangkuannya, " Ibu kapan sembuh," ucapnya
"Aku minta maaf bu ,walaupun aku sadar aku tidak pantas untuk di maafkan sama ibu! keegoisan aku yang telah membuat ibu seperti ini, jika aku bisa memutar waktu kembali, aku tidak akan pernah mau hadir di hidup kalian bu! maafkan aku, maaf, maafkan keegoisan dan sifat aku yang dulu bu, aku sayang sama ibu, maaf, maaf bu , maaf" Devi memejamkan kedua matanya di iringi cairan bening yang keluar dari kedua sudut matanya,!
Setelah mengeluarkan unek-uneknya di pangkuan wanita itu, Devi bangun dan duduk di sampingnya, dengan telaten membersihkan tubuh wanita itu, menganti pakainya , menyisir rambut dan menyuapinya makan,.
Tidak ada penolakan dari wanita itu tatapannya kosong dan hanya menatap satu arah, jika ia histeris dan meraung raung maka Devi akan memeluknya, mencoba memberikan ketenangan kepada wanita itu, tidak peduli akan pukulan dan cakaran yang di berikan wanita itu ke tubuhnya, bagi Devi inilah hukuman yang pantas ia terima walaupun tak sebanding dengan luka yang wanita itu rasakan, setidaknya sedikit mengurangi rasa bersalahnya.
...🍁🍁🍁🍁🍁...
Devi berjalan keluar dari ruangan itu setelah memastikan wanita itu telah terlelap, ia berjalan menuju ruang dokter yang menangani wanita itu, sampainya di depan ruangan dokter Devi langsung mengetuk pintunya.
Tok...tok...tok
Pintu di buka oleh seorang perawat dan mempersilahkan Devi untuk masuk, perawat itu meninggalkan Devi bersama dokter." Selamat siang permisi dok!" ucap Devi setelah berada di depan meja kerja dokter itu.
" Hai Dev, nggak usah formal gitu,! " ucap dokter muda itu, ya dia adalah dokter yang menanggani wanita yang di panggil ibu tadi!.
Namanya Dr. Anwar septian Sp.Kj, umurnya 28 tahun memiliki seorang putri berusia 8 bulan dan istrinya berprofesi sebagai seorang guru di sebuah Taman kanak-kanak
Skip ya...
" Gimana kabar kamu, tumben 2 minggu ini nggak datang? tanya lagi.
" Biasa An aku sibuk, kebetulan di perusahan lagi banyak kerjaan, jadi belum sempat kesini!" jawab Devi
" Terus gimana perkembangan Ibu?" ucapnya lagi.
" Aku minta maaf karena belum ada kemajuan lagi selama 2 minggu ini, menurut perawat, ibu masih sering histeris dan ingin mengakhiri hidupnya,! sekali lagi maaf Dev!" ucap dokter Anwar.
" Nggak papa An, kamu udah berusaha yang terbaik ko! terima kasih ya An sudah mau berusaha yang terbaik untuk ibu" ucap Devi.
" Apa sih Dev itu udah tugas aku! dokter Anwar tersenyum simpul " Dev ada satu hal yang harus kamu tau,! " ucapnya ragu.
.
.
.
.
.
Bersambung.
🍁 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍😘😘
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina