NovelToon NovelToon
Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ren!

Aksa tersengat listrik saat bermain game peternakan di komputernya, dan tiba-tiba saja ia mendapatkan sebuah sistem yang bernama Sistem Game Peternakan.

Ternyata fungsi sistem ini adalah untuk bisa memasuki dunia game peternakan yang Aksa mainkan di komputernya dan Aksa juga menemukan bahwa dia bisa membawa sesuatu dari game ke kenyataan.

Menggunakan sistem yang baru di dapatkan, Aksa memutuskan untuk menjadi seorang peternak yang hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ren!, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melunasi Hutang Keluarga dan Mulai Membangun

Malam hari, setelah keluarga lima orang makan malam, Aksa memanggil kedua orang tuanya karena ia akan membahas sesuatu yang serius.

Aji dan Ani yang melihat ekspresi serius Aksa saling memandang, mereka berpikir kalau ada sesuatu yang mengkhawatirkan dan mereka juga berpikir kalau ini terkait dengan bisnis yang Aksa lakukan.

Elvira dan Elvina berada di tangga, mereka menjulurkan kepalanya dari balik tembok untuk mengamati dan mendengarkan pembicaraan kakaknya dan kedua orang tua.

"Ayah, Ibu. Berapa hutang yang dimiliki oleh keluarga?" Aksa langsung mengajukan pertanyaan yang ia inginkan tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

"Nak, ada apa? Jika kamu butuh uang, ibu masih memiliki tabungan di sini." Ani berkata dengan nada khawatir karena ia berpikir kalau bisnis Aksa gagal.

"Ya, bicarakan saja kepada kami. Tidak apa-apa jika itu gagal, anggap saja itu pelajaran," angguk Aji.

"Ah? Apa maksud Ayah dan Ibu?" Aksa tercengang karena ia belum berbicara namun kedua orang tuanya malah berpikir kalau bisnisnya gagal.

Bahkan Elvira dan Elvina yang sedang menguping mencoba untuk tidak tertawa karena mereka tahu Aksa ingin membahas apa dengan kedua orang tuanya.

"Tidak? Bukankah bisnismu gagal?" tanya Ani dengan nada curiga.

Aksa merentangkan tangannya dan berkata dengan nada tak berdaya, "Tentu saja tidak, Bu. Aku ingin membicarakan sesuatu yang lain dan ini adalah sesuatu yang membahagiakan."

Aji dan Ani menghela napas lega dan menepuk dada mereka setelah mendengar kalau bisnis Aksa tidak gagal dan dia ingin membicarakan sesuatu yang membahagiakan.

"Jadi, Ayah, Ibu, berapa hutang kita?" tanya Aksa lagi.

Ani berdiri dan pergi ke kamarnya, lalu saat ia kembali, ia membawa sebuah buku panjang dan menyerahkannya kepada Aksa.

Aksa tahu kalau itu adalah buku yang mencatat hutang-hutang keluarga, ia mengambil buku itu dan membukanya. Lalu ia tercengang dengan jumlah hutang yang dimiliki oleh keluarga mereka.

Karena total hutang keluarga mereka adalah 20 juta dan Aksa tercengang karena tidak mungkin ada orang yang akan meminjamkan uang begitu banyak kepada keluarganya yang miskin yang tidak memiliki jaminan.

"Ayah, Ibu, bagaimana bisa hutang kita ada banyak? Maksudku, bukankah kita tidak memiliki jaminan untuk berhutang banyak uang?" tanya Aksa dengan nada bingung.

Namun sebelum kedua orang tuan Aksa menjawab, Aksa menyadari sesuatu. "Jangan bilang, jaminannya adalah rumah ini?"

Aji dan Ani mengangguk dengan berat. Mereka juga tahu kalau keluarga mereka tidak memiliki sesuatu yang berharga sebagai jaminan kecuali rumah mereka.

"Ya, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang hanya rumah ini yang berharga." Aksa mengeluarkan ponselnya dan mentransfer uang sebesar 30 juta ke rekening ayahnya.

Aji mendengar suara notifikasi ponsel, ia menyalakan ponselnya dan melihat kalau ada notifikasi dari bank kalau ada orang yang mentransfer uang yang sangat banyak

"Apa!?" Aji berteriak dengan keras yang membuat Ani menatapnya dengan marah.

Lalu setelah Aji memperlihatkan notifikasi dari bank di ponselnya kepada Ani, reaksi Ani bahkan lebih keras dibandingkan dengan Aji.

"Nak, dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini!? Kamu tidak melakukan sesuatu yang ilegal bukan?" Ani segera bertanya kepada Aksa dengan nada cemas karena mengira kalau putranya melakukan sesuatu yang ilegal.

Aji juga mengangguk dan bertanya kepada Aksa, "Nak, apakah organ dalam tubuhmu masih lengkap? Tidak ada yang kurang bukan?"

Aksa merasa hangat di hatinya mendengar pertanyaan dari ibunya namun ia tidak bisa berkata-kata dengan pertanyaan konyol dari ayahnya yang mengira kalau ia menjual organ dalam dengan harga mahal.

Kemudian Aksa segera menjelaskan kalau dirinya mendapatkan uang sebanyak itu dari menjual ikan arwana super red sebelumnya dengan harga 35 juta rupiah.

Orang tua Aksa terkejut setengah mati karena harga satu ikan bisa semahal itu. Mereka berdua adalah orang yang sudah tua, jadi wajar saja bila mereka tidak mengetahui hal-hal seperti itu.

Aksa juga mengetahui kalau hutang keluarga digunakan untuk biaya kuliah Alvan, biaya sekolah Elvira dan Elvina, dan hutang pembayaran motor.

Keluarga mereka memiliki satu motor dan itu digunakan oleh orang tua Aksa untuk pergi bekerja. Aksa dan adik-adiknya biasa menggunakan sepeda sebagai transportasi.

Dan karena sekarang hutang sudah diselesaikan, kedua orang tua Aksa mulai bertanya kepada dirinya kapan ia akan menikah dan Aksa hanya bisa terdiam karena usianya masih tergolong muda namun sudah ditanyai tentang pernikahan.

...----------------...

"Pak Aksa, silakan tanda tangan di dokumen ini." Bayu menyerahkan sebuah dokumen kepada Aksa.

"Ya." Aksa mengambil pena dan menandatangani dokumen itu.

Dokumen itu adalah bukti kalau Aksa dan pemerintah melakukan kerja sama dan nantinya pemerintah akan memberikan VGF kepada Aksa untuk membangun infrastruktur.

Setelah menandatangani dokumen, Aksa segera memberitahu rencana pembangunan tempat wisata peternakan dan menjelaskan area-area yang akan dibangun.

"Taman bunga? Itu ide yang bagus. Pengunjung akan tertarik dengan penampilan bunga saat masuk dari gerbang masuk," angguk Bayu yang menyetujui rencana Aksa untuk membangun taman bunga.

Mungkin kurang tepat jika taman bunga karena apa yang ingin Aksa buat adalah lautan bunga seluas 2 hektare atau setara dengan 2 km².

Aksa juga sudah memutuskan kalau ia akan menanam bunga matahari karena bunga itu cocok dengan nuansa peternakan.

Setelah itu Aksa dan Bayu pergi ke lahan kosong milik Aksa bersama dengan beberapa orang dari biro pariwisata untuk mensurvei lokasi karena mereka akan langsung memulai pembangunan.

...----------------...

"Pak Aksa, Bisakah Anda melihat desain pembangunan ini?" Seorang pria paruh baya menghampiri Aksa dan menyerahkan sebuah kertas desain.

Pria paruh baya itu bernama Dito, ia adalah orang dari perusahaan konstruksi yang diperkenalkan oleh Bayu dan dipekerjakan oleh Aksa untuk membantu mendesain dan membangun infrastruktur di sini.

"Baiklah, biarkan saya melihatnya dulu." Aksa mengangguk dan mulai melihat desain pembangunan.

Karena ia akan membangun tempat wisata peternakan, maka desainnya tidak boleh yang modern dan harus benar-benar melambangkan sebuah peternakan. Oleh karena itu Aksa meminta kepada Bayu untuk diperkenalkan kepada seorang ahli desain.

Aksa melihat desain yang dibuat oleh Dito dengan tatapan penuh minat karena desain Dito sangatlah bagus. Desainnya berciri khas Indonesia dan tidak terlalu modern namun tidak terlalu tradisional juga.

Desainnya juga di dominasi dengan kayu, dan hanya menggunakan beton serta semen sebagai pondasi saja. Jadi pengunjung bisa merasakan kalau peternakan ini sangatlah bagus.

"Pak Dito, desain Anda sangatlah hebat. Langsung saja bangun sesuai dengan desain Anda." Aksa puas dengan desain Dito dan langsung mengaplikasikannya.

Dito tersenyum dan mengangguk, "Terima kasih, Pak. Baiklah, saya akan langsung berkoordinasi dengan tim saya."

Setelah menyelesaikan semua urusan, Aksa kembali ke rumah untuk beristirahat. Namun sebelum itu, ia masuk ke dalam peternakan game untuk mengambil telur ayam dan susu murni.

Ayam Aksa kini sudah mencapai 100 ekor dan sapi perahnya juga sudah ada 20 ekor berkat poin miliknya yang sudah sangat banyak.

Namun level Aksa masih tetap di level tiga, dan tidak ada perubahan lain. Selama waktu luang, Aksa juga mencoba untuk memancing di kolam keberuntungan namun yang ia dapatkan hanyalah ikan biasa tanpa atribut tambahan.

"Sistem, bisakah tumbuhan di tanam di sini?" tanya Aksa kepada Sistem.

Aksa berencana untuk menanam bunga matahari di sini agar bunga matahari bisa memiliki atribut yang pasti akan menguntungkan untuk tempat wisata peternakannya.

Namun, saat Aksa berharap kalau ia bisa menanam bunga matahari di peternakan game, sistem memberikan jawaban yang membuat Aksa kecewa.

[Tidak.]

"Yah, wajar saja karena ini adalah peternakan. Tapi Sistem, bisakah aku membawa tupai dan hewan kecil lainnya ke sini? Kau tahu bukan kalau di lautan bunga aku akan melepaskan beberapa hewan kecil," kata Aksa.

[Bisa. Selama ini adalah hewan dan bukan tumbuhan, maka bisa di bawa ke dalam peternakan game dan menghasilkan atribut.]

Aksa tersenyum gembira karena ia berhasil. Setelah mendapatkan jawaban yang pasti, Aksa keluar dari peternakan game dan menyalakan komputernya untuk membeli hewan-hewan kecil.

Aksa berencana untuk membeli banyak tupai dan hewan kecil lainnya lalu memasukan mereka semua ke dalam peternakan game untuk berkembang biak karena hewan yang masuk tidak akan mendapatkan atribut namun hewan yang lahir bisa.

Sistem juga menjelaskan hewan dari dunia nyata yang dimasukkan ke dalam peternakan game sedikit berbeda dengan hewan yang dibeli di toko sistem.

Itu artinya hewan dari dunia nyata bisa mati di sana dan juga bisa berkembang biak. Lalu bagaimana bisa Aksa akan memberi mereka makan? Karena laju waktu yang berbeda.

Itu mudah, Sistem menjelaskan kalau Aksa bisa membeli mesin pakan otomatis untuk hewan-hewannya. Jadi Aksa hanya tinggal memasukkan makanan ke dalam mesin dan mesin itu akan mengeluarkan makanan sesuai dengan waktu yang telah diatur.

Aksa sangat berterima kasih kepada Sistem dewa ini karena segala urusannya dipermudah oleh Sistem. Meskipun Aksa terkadang tidak bisa berkata-kata karena Sistem ini sedikit menyebalkan.

Tupai adalah salah satu hewan eksotis yang bisa dipelihara di rumah. Jadi Aksa bisa membeli tupai di situs penjualan hewan resmi dan setelah membayar uang muka, diperkirakan akan datang dua hari lagi karena Aksa menggunakan pengiriman super cepat.

"Sekarang, mari kita tunggu sampai pembangunan selesai," pikir Aksa.

1
Anonim
sagu atau satu nih 🤔
Utuh Gelapung
lu bingung gw lbh bingung..othor tamat paud yg gini deh.😄
Memyr 67
𝖺𝗓𝖺𝗆 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗈𝗏𝖾 𝗈𝗇 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖺𝗓𝖺𝗆 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁𝖺𝗇 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖺𝗄𝗌𝖺 𝗃𝖺𝗇𝗃𝗂 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌, 𝗆𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗅𝗂 𝗆𝗈𝗍𝗈𝗋
Memyr 67
𝖺𝗓𝖺𝗆 𝗅𝖺𝗀𝗂?
Memyr 67
𝗅𝖺 𝗄𝗈𝗄? 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗓𝖺𝗆
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺 𝗌𝗁𝖺𝗎𝗇 𝗍𝗁𝖾 𝗌𝗁𝖾𝖾𝗉. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗆𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖺𝗇? 𝖻𝗈𝗅𝖺𝗄 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗄𝖾 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖺𝗇
Memyr 67
𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗌𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 40 𝖳𝖤𝖫𝖴𝖱, 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 40 𝖳𝖤𝖫𝖴𝖱 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝗈𝗍𝖺𝗅 𝗃𝖺𝖽𝗂 800 𝖳𝖤𝖫𝖴𝖱?
Manusia Biasa: mungkin maksudnya 40 tyar
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗌𝖾𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆𝗇𝗒𝖺 𝗉𝖾𝗆𝖻𝖾𝗅𝗂 𝗉𝖾𝗋𝗍𝖺𝗆𝖺 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗅𝗂 7 𝗍𝗋𝖺𝗒, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝖽𝗂𝗄𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗀𝗋𝖺𝗍𝗂𝗌 𝗌𝖺𝗍𝗎, 𝗁𝖺𝗋𝗎𝗌𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖺𝗇 8 𝗍𝗋𝖺𝗒? 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖽𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺, 𝗍𝗈𝗍𝖺𝗅 𝗒𝗀 𝗍𝖾𝗋𝗃𝗎𝖺𝗅 6 𝗍𝗋𝖺𝗒.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝗈𝗆𝗉𝗎𝗍𝖾𝗋 𝗐𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗄𝖺𝗌 𝖽𝖺𝗇 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗍𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗍.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂 𝗃𝗎𝗅𝗂𝖺𝗇?
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!