NovelToon NovelToon
Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Istri Yang Diremehkan: Dokter Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter Genius / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Di mata keluarga suaminya, Arunika hanyalah istri biasa. Perempuan lembut yang dianggap tak punya ambisi, tak punya pencapaian, dan terlalu diam untuk dibanggakan. Setiap hari ia diremehkan, dibanding-bandingkan, bahkan nyaris tak dianggap ada dalam rumah tangganya sendiri.

Suaminya, seorang pengusaha ambisius yang haus pengakuan, tak pernah benar-benar melihat siapa wanita yang berdiri di sampingnya. Ia mengira Arunika hanya bergantung pada namanya. Padahal, tanpa seorang pun tahu, Arunika menyimpan identitas yang tak pernah ia pamerkan.

Di balik jas laboratorium dan sorot mata tenangnya, Arunika adalah dokter jenius, ahli bedah berbakat yang namanya disegani di dunia medis internasional. Tangannya telah menyelamatkan banyak nyawa.

Keputusan-keputusannya menjadi penentu hidup dan mati seseorang. Namun ia memilih tetap rendah hati, menyembunyikan kejeniusannya demi menjaga rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati yang sayangnya disia-siakan oleh suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 3.

Undangan itu eksklusif.

Pertemuan tertutup antara jajaran investor proyek Pusat Jantung Terpadu dan beberapa perusahaan konstruksi besar, termasuk perusahaan milik keluarga Wijaya.

Simon berdiri di depan cermin, merapikan dasinya. “Aku bawa Riana,” ucapnya datar saat melihat Arunika duduk membaca di sofa.

Arunika mengangkat wajahnya. “Bukankah dia hanya dokter? Kenapa harus ikut?”

“Dia juga sekretaris proyek sekarang, dia lebih mengerti dunia medis daripada kamu.” Ucap Simon sinis.

Kalimat pahit itu sengaja dilempar, Arunika mengangkat bahu lalu kembali menunduk membalik halaman buku yang ia baca.

Satu jam kemudian, di ballroom VIP Rumah Sakit Cakrawala, pertemuan berlangsung formal. Investor utama belum menunjukkan diri, semua komunikasi dilakukan melalui perwakilan dan layar presentasi.

Riana berdiri di samping Simon, membisikkan beberapa istilah medis seolah-olah ia penasihat utama.

Beberapa direktur melirik mereka dengan samar.

“Saya dengar kepala tim bedah proyek ini sangat selektif,” ujar salah satu investor.

Simon tersenyum percaya diri. “Kami siap bekerja sama dengan siapa pun, bahkan dengan dokter jenius itu.”

Di lantai atas gedung yang sama, ruang simulasi operasi sedang aktif. Arunika berdiri dengan scrub biru tua, masker tergantung di lehernya. Tatapannya fokus pada layar 3D anatomi jantung.

“Ulangi skenario ruptur aorta,” perintahnya tegas.

Tim mengikuti tanpa ragu.

Angkasa Wiratama berdiri di sudut ruangan, mengamati tanpa mengganggu. Ia baru pertama kali bertemu langsung dengan wanita yang selama ini hanya ia kenal lewat surel profesional.

Begitu simulasi berakhir, Angkasa melangkah mendekati Arunika. “Halo, akhirnya kita bertemu langsung.”

Ia mengulurkan tangan dengan senyum ramah, Arunika sempat terdiam beberapa detik sebelum akhirnya menyambut uluran tangan pria itu. “Saya juga, senang bertemu dengan Anda.”

“Kamu tidak pernah hadir dalam pertemuan investor,” ucap Angkasa.

“Karena mereka hanya perlu hasil, bukan wajah saya,” jawab Arunika singkat.

Angkasa tersenyum tipis. “Perusahaan Wijaya sedang berusaha mendekati proyek ini.”

“Tolak secara halus.” Jawab Arunika tegas.

“Penolakanmu terdengar pribadi.” Mata Angkasa menyipit.

“Tentu saja ini profesional.” Arunika bicara dengan nada tenang, namun ada kilat dingin di matanya.

Angkasa termasuk pribadi dengan naluri yang tajam. Di balik nada tenang Arunika, ia dapat menangkap tekanan—sebuah getar kebencian yang terselip rapi. Namun ia memilih untuk tidak mengusiknya lebih jauh.

“Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Izinkan saya mentraktir Anda, Dokter,” tawarnya ringan.

Sebenarnya, Arunika tidak terbiasa menjalin interaksi di luar kepentingan pekerjaan. Ia menjaga batas dengan tegas. Namun mengingat kerja sama yang akan terjalin dengan perusahaan Angkasa, akhirnya ia mengangguk pelan.

“Baik.”

Disaat bersamaan, Simon berjalan menuju lift eksekutif. Namun karena lift khusus sedang digunakan, resepsionis memintanya menunggu dan menggunakan lift umum.

Simon mengembuskan napas panjang, menahan kesal, namun tetap menurut. Pintu lift terbuka di lantai dua belas. Beberapa dokter melangkah keluar lebih dulu. Lalu… seorang wanita masuk ke lift lain bersama seorang pria.

Arunika?

Wanita itu berdiri berdampingan dengan Angkasa. Pintu lift perlahan menutup, memutus pandangan Simon sebelum ia sempat memastikan lebih jelas.

Ia menggeleng pelan, menepis pikirannya sendiri. Tidak mungkin Arunika berada di gedung Rumah Sakit Cakrawala.

*****

Di meja makan, Nyonya Mirna memandang Arunika dengan tatapan menyelidik.

“Kamu akhir-akhir ini sering keluar malam.”

“Kadang-kadang,” jawab Arunika.

“Perempuan yang terlalu banyak kegiatan di luar rumah sering lupa tanggung jawab,” sindir Nyonya Mirna.

Simon menimpali tanpa menoleh, “Tidak mungkin juga ada yang mencarinya untuk pekerjaan penting,” nada suaranya seperti biasa, meremehkan Arunika.

Riana yang duduk di samping Simon tersenyum samar. “Sekarang dunia kerja keras sekali, Tante. Tidak semua orang mampu bersaing.”

Arunika hanya diam menatap piringnya, heningnya bukan kelemahan... itu perhitungan.

Esoknya...

Perusahaan Wijaya tiba-tiba kehilangan dua klien medis besar dalam seminggu, kontrak dialihkan ke perusahaan pesaing yang terafiliasi dengan investor proyek pusat jantung.

Simon mulai curiga ada yang membocorkan strategi internal. Ia memeriksa email staf, memanggil manajer, bahkan menyelidiki direksinya sendiri.

Tidak ada kebocoran.

Yang tidak ia tahu, keputusan itu bukan sabotase.

Itu seleksi.

Angkasa secara sistematis memutus kerja sama dengan perusahaan yang memiliki reputasi etika buruk dalam pengelolaan fasilitas kesehatan. Dan laporan itu berasal dari audit independen. Audit yang diminta Arunika… dengan identitas anonim.

Namun dalam hal pribadi, hubungan Simon dan Riana makin terang-terangan. Di setiap jamuan, Riana diperkenalkan sebagai “sekretaris pribadi”. Namun tangan yang terlalu sering bersentuhan, tatapan yang terlalu lama bertahan membuat para tamu berbisik. Foto-foto mereka mulai beredar di media sosial kalangan bisnis.

Nyonya Mirna pura-pura tidak melihat, dia bicara pada putranya. “Selama citra keluarga tidak rusak, Mama tidak peduli.”

Arunika mendengar kalimat itu dengan jelas. Malamnya, ia membuka brankas kecil di ruangannya.

Map cokelat itu kini lengkap. Dokumen perceraian, bukti transfer dana pribadi, sertifikat apartemen, hingga kontrak profesional jangka panjang dengan proyek pusat jantung. Namun ia belum menandatangani gugatan, karena ia menunggu momen yang tepat.

___

Riana menerima tawaran mendadak dari pihak investor proyek pusat jantung—undangan wawancara tertutup untuk posisi tim medis inti. Ia datang dengan penuh percaya diri, namun wawancara itu berlangsung singkat. Pertanyaannya tajam, teknis, dan mendalam. Riana mulai berkeringat.

Seorang Panelis bertanya, “Jika terjadi diseksi aorta tipe A intraoperatif, apa langkah pertama Anda?”

Riana terdiam beberapa detik terlalu lama, saat menjawab bahan jawabannya tidak meyakinkan.

Dua hari kemudian, surat penolakan resmi dikirim ke perusahaan Wijaya.

Simon murka. “Mereka mempermainkan kita!”

Riana menggigit bibir. “Mungkin… mereka sudah punya kandidat.”

Memang sudah.

Dan kandidat itu sedang berdiri di ruang operasi, menyelamatkan pasien gagal jantung stadium akhir dengan prosedur yang belum banyak dilakukan di negara itu. Operasi tersebut direkam untuk jurnal internasional, nama operator tetap dirahasiakan. Namun dunia medis mulai berbisik... Dokter jenius itu nyata.

Orang-orang menanti kemunculan sosok Dokter Jenius dengan penuh antusias. Namun di rumah, justru hinaan terhadap Arunika kian terang-terangan.

“Kamu seharusnya belajar dari Riana,” ujar Nyonya Mirna suatu malam. “Perempuan harus punya nilai jual.”

Simon menambahkan tanpa ragu, “Setidaknya Riana bisa berdiri sejajar denganku.”

Arunika akhirnya menatap suaminya, tatapannya tenang. “Sejajar?” ulangnya pelan.

“Ya, bukan hanya menjadi beban.”

Arunika tersenyum, bukan senyum terluka. Melainkan senyum seseorang yang sudah selesai menoleransi. “Kalau begitu… mungkin sudah waktunya kamu berdiri dengan orang yang kamu anggap sejajar.”

Simon tak menangkap makna tersembunyi di balik kalimat itu. Padahal, di antara kata-kata yang diucapkan Arunika dengan tenang… terselip arti sebuah perpisahan.

Seminggu kemudian, sebuah pengumuman besar muncul di media nasional.

“Pusat Jantung Terpadu Akan Mengumumkan Kepala Tim Bedah dalam Gala Medis Eksklusif.”

Acara pengumuman di Gala Medis itu akan dihadiri seluruh investor, perusahaan mitra, dan tokoh bisnis kesehatan—termasuk Simon.

Dan untuk pertama kalinya… Arunika menerima undangan resmi atas namanya sendiri. Namun bukan sebagai istri siapa pun, melainkan sebagai tamu kehormatan rahasia. Identitasnya masih tersembunyi, tetapi panggungnya… sudah disiapkan.

1
Mundri Astuti
masa ga bisa bedain si arunika, mana yg tulus dan mana yg modus, kan kamu pernah sama Simon yg modus itu
Aditya hp/ bunda Lia: bener ...
total 1 replies
Tiara Bella
wow ternyata Kenzo jg menyadar klu selama ini angkasa memburu dia
merry
knp gk ksh tau knp gk mau rujuk sm Simon selain di anggp tek berguna blg ajj Simon selingkh dgn doktr riana 🤣🤣🤣🤣
Titien Prawiro
Diperlakukan Arunika.
Titien Prawiro
Malunya diseluruh dunia diperlukan Arunika, dulu dihina gk punya pekerjaan
Aditya hp/ bunda Lia
si Mirna dasar gak tau malu ...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan terlalu pede Arunika ntar kalo ternyata cinta itu datang gimana?
Tiara Bella
bagus Arunika Simon sm ibunya mending di gituin biar kapok....
Rere💫: Wkwkwk yesss 🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Emak yakin kali ini kau yang menang Arunika yang selalu waspada ,dan jangan lengah terus selidiki,pasti bisa.Kejahatan akan kalah oleh kebaikan
sunaryati jarum
Nanti kau akan berakhir ditangan orang,- orang yang orang tua atau kerabatnya kau bunuh Kenzo,jangan jumawa
Muft Smoker
Masih byk Teka teki siih ,,
terkadang yg terlalu baik yg Manis tu yg lebih berbahaya ,,
km harus lebih hati2 arunika ,,
musuh jaman sekarang byk yg cosplay jd org baik ,,
org yg peduli ,,
tu yg lebih bahaya dr pda org yg terang2an emnk gx suka sama qta ,,
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tandang aling aling langsung usir
vj'z tri
lah dia dalang nya Mpok /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tiara Bella
ternyata angkasa udh tw tentang Kenzo ini ya plot twist bngt...Vero sadar dong km cm sodara angkat....
Tiara Bella
oh ternyata begono ....
merry
pdhll orgtua vero msh hdp cm di twnn sm Kenzo
Muft Smoker
duuh udh tbc aj niih kak ,,
dtggu next ny yx kak ,,
☺️☺️
Rere💫: okeoke
total 1 replies
sunaryati jarum
Kenzo mungkin akan hancur oleh obat buatannya sendiri,dan Angkasa jika kau berjanji akan melindungi Arunika,itu benar.Untuk jangan menyalahkan Arunika,itu salah kamu sendiri yang abai padanya selama ini
Rere💫: Simon kak yg abai, Angkasa itu bukan suaminya yg abai🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Secara tidak langsung ibu Angkasa yang diracun sebagai uji coba obat penawar racun berbahaya buatan Arunika sendiri.Membuatmu makin dikenal.Kau saja bisa lepas dari niat jahat pemberi racun dan kecelakaan ,semoga selanjutnya selalu selamat
sunaryati jarum
Semoga semua teka- teki yang menghantui Arunika segera terkuak dan Arunika selalu selamat dari semua tindak kejahatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!