Belle Ursula yang waktu itu masih pelajar di sekolah menegah atas kelas dua belas di sukai oleh Lettu Harrel Jitro karena kecantikan dan kelincahan Belle di lapangan voli. Pertemuan itu, membuat Harrel berusaha mendekati Belle yang masih duduk di kelas dua belas. Mereka perpacaran. Ketika Belle lulus seleksi kuliah di fakultas kedokteran pada salah satu universitas negeri di Jogja. Cinta mereka di uji waktu dan jarak. Apakah cinta pertama Belle akan abadi??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal
Lapangan voli indoor di Kodam tujuh belas Cendrawasih sangat ramai. Karena hari ini merupakan babak final pertandingan Pangdam Cup Cendrawasih di gelar. Di tim voli putri akan bertemu Club Bahari dan Club Kowad. Tim bahari putri bukan hanya terdiri dari Korps Wanita angkatan Laut namun juga ada warga sipil yang sering berlatih di club itu.
Belle Ursula dengan baju nomor punggung dua puluh satu adalah seorang pelajar di salah satu sekolah negeri yang ada di kota Jayapura dengan tinggi badannya seratus tujuh puluh lima centimeter memudahkan dia bergabung dalam club voli ini. Posisinya dalam permainan bola voli ini adalah opposite hitter sisi kiri yang sering disebut penyerang utama atau spiker.
Penampilan permainannya ini mendapat pujian dari penonton yang menikmati olah raga ini. Keuntungan postur tubuh dan kelincahan serta cerdik di lapangan membuat Belle sering mengumpulkan point dari spiker dia yang mematikan. Juga bloknya yang bagus. Penampilan Belle bersama tim bahari putri membawa mereka memenangkan pertandingan denga point tiga lawan dua bagi kemenangan tim putri bahari mengalahkan tuan rumah Kowad. Dan terpilih menjadi pemain putri terbaik mendapat piala dan juga uang pembinaan dari pangdam tujuh belas.
Penampilan Belle Ursula, menjadi perhatian Lettu Harrell Hugo Tandean perwira lulusan Akademi Bersenjata Republik Indonesia. Pemuda yang berdarah Minahasa Ambon ini juga seorang yang memiliki posisi sama dengan Belle dalam olah raga voli ini. Selesai bertanding, Hugo meminta lettingnya untuk mencari informasi tentang Belle.
Akhirnya siang ini, Lettu Harrell Hugo Tandean dengan menggunakan motor datang menjemput Belle Ursula, perempuan Toraja Ambon. Di guru piket Hugo sudah melapor bahwa dia akan menjemput siswi bernama Belle Ursula.
Belle yang biasa pulang sekolah menggunakan angkutan umum. Kaget karena ada yang menjemputnya. Sedangkan satu sekolah sudah heboh kedatangan perwira lulusan akademi militer itu. Karena sudah di tunggu guru piket, Belle pun kedepan.
"Maaf kak....."
"Harrell Hugo Tandean. Hugo"
"Maaf kak Hugo, saya ngak minta di jemput."
"Saya mau jemput kamu. Saya janji ngak nakal. Please, saya malu jika kamu menolak."
Belle yang tidak tegaan, akhirnya menyetujui di bonceng oleh Hugo dengan motor besarnya. Hugo melayani Belle dengan membantu mengenakan helm. Dan Hugo pun berhasil menjemput Belle dan mengantarnya sampai kerumah.
"Terima kasih ya... Sudah ngak buat aku malu." Belle hanya tersenyum. Sebelum naik kemotor itu. Sesuai janji Hugo bahwa dia tidak nakal. Dan yang mengherankan Belle, Lettu Hugo tahu rumahnya.
"Terima kasih kak Hugo. Tetapi kakak tahu rumah saya dari??"
"Semua orang disekitar Kodam ini kenal dengan Belle Ursula. Jadi tidak susah untuk mengetahui alamat kamu."
Terus terang senyuman seorang Lettu Harrell Hugo Tandean sangat manis dan mematikan. Belle yang tidak perna pacaran ini merasakan getaran yang berbeda. Baru Hugo lah laki - laki yang berani menjemput dan mengantarnya.
"Saya bisa meminta nomor kontak kamu??" Dengan senyuman manisnya, yang menurut Belle bisa membuat para wanita luluh di hadapannya. Akhirnya Belle pun memberi nomor kontaknya dan mereka saling bertukar nomor kontak telepon.
Sudah satu minggu mereka berkomunikasi. Dan sudah tiga kali Hugo menjemput dia. Jika dia tidak menjemput karena ada tugas yang harus dia lakukan. Komunikasi seminggu dia tahu, bahwa Lettu Harrell Hugo Tandean adalah laki - laki berdarah Minahasa Ambon. Pantas senyumannya manis. Dan terus terang setiap kali Hugo menjemput Belle, sampai dirumah jantungnya berdetak tidak beraturan.
"Tentara siapa yang sering antar kamu pulang sekolah sayang??"
"Mama lihat??"
"Iya. Mama ngak boleh tahu??"
" Namanya Harrell Hugo Tandean ma, dia Lettu. Dinas di Kodam. Mungkin papa kenal?? Kan papa pegawai negeri sipil di situ."
Belle Ursula lahir sebagai anak tunggal dari pasangan suami istri. Alex Allo dan Ibu Lusi de fretes seorang guru sekolah dasar. Keingintahuan mamanya membuat Belle memberitahukan Hugo. Dan tanpa sepengetahuannya Hugo datang bertamu ke rumah Belle pada malam minggu. Belle tinggal di asrama kodam. Yang herannya dia bermain voli di club bahari punya angkatan laut.
"Kenapa kamu tidak bergabung dengan tim voli putri di kompleks ini."
"Aku main voli di bahari, karena guru olah ragaku pelatih di bahari. Jadi aku dibawa kesana kak."
Hugo bermain di rumah Belle sampai jam sembilan malam. Malah sempat makan malam bersama Belle dan orangtuanya.
"Hugo tentara di kodam pak??"
"Iya lulusan terbaik akademi militer."
"Kamu pacaran dengan dia nak."
"Ngak, hanya berteman. Kalau pacaran itu harus ada pembahasan yang menanyakan kamu mau jadi pacarku kan ma?"
Mama dan papanya hanya tersenyum. Belle berbeda dengan gadis - gadis di kompleks ini. Prioritas utamanya adalah sekolah meraih cita - citanya sebagai seorang dokter.
Disekolah Belle Ursula Allo ini juga mempunyai prestasi akademik yang bagus. Dia selalu mendapat rengking disekolah. Jadi prestasinya dibidang akademis maupun non akademis. Dia cantik, pintar dandan, tubuhnya bagus. Namun dia tidak perna memamerkan dirinya, prestasinya atau apapun yang dia capai. Itu semua hanya menjadi pujian orangtua bagi dirinya. Dan menurut Belle itu cukup.
Biasanya setiap pagi dia akan kesekolah bersama mamanya menggunakan motor. Pulang sekolah dia naik angkutan umum. Setelah di jemput Hugo seminggu yang lalu, Belle menjadi buah bibir anak - anak di asrama. Dan saat itu Belle meminta untuk tidak sering menjemputnya.
Sampai suatu ketika di malam minggu, Hugo meminta ijin dari mama dan papa mengajak Belle nonton di mall. Pada kesempatan itu, Hugo menyatakan perasaannya kepada Belle. Bukan dia tidak tahu atau tidak mengerti. Namun ini kali pertama, ada yang menyatakan cinta kepadanya.
"Bell, maukah kamu menjadi pacarku??"
"Kak, kamu orang pertama yang menyatakan cintanya kepadaku."
"Kamu belum perna pacaran?? Perempuan secantik kamu??"
"Ngak perna."
"Serius Bell."
"Iya."
"Jadi apa kamu mau menjadi pacarku??"
"Aku suka sama kakak. Suka senyumnya. Suka perhatiannya. Aku terima tetapi ngak mau ada yang tahu, apalagi satu asrama. Aku ngak mau jadi buah bibir orang - orang satu kompleks."
"Kamu malu pacaran dengan saya."
"Ngak kak. Bukan begitu maksudnya. Aku ngak mau sama seperti anak - anak kompleks. Kakak kan idola cewek - cewek di kompleks. Bahkan anak perwira juga suka sama kakak. Benarkan??"
"Tetapi aku maunya sama kamu. Oke kita pacaran tetapi diam - diam saja. Orangtua kamu bolehkan tahu kalau kita pacaran??"
"Boleh, nanti pasti Belle cerita sama mama dan papa."
Introvert juga. Hanya mama dan papanya yang dia percaya. Akhirnya Harrell Hugo Tandean tahu sifat seorang Belle. Malam ini mereka resmi pacaran. Hugo mengandeng tangan Belle yang dingin. Hugo tersenyum. Dia adalah cinta pertama bagi Belle Ursula Allo. Sedangkan bagi Belle adalah cinta ke sepuluh atau dua puluh bagi seorang Harrell Hugo Tandean.