Ada pertemuan yang terjadi karena kebetulan.
Ada pula pertemuan yang telah direncanakan jauh sebelum kedua insan itu saling mengenal.
Aluna tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan berubah sejak malam ketika ia bertemu seorang pria asing bernama Niel.
Di balik sosok pria yang tampak tenang itu, tersimpan rahasia yang mampu mengubah hidup banyak orang.
Namun, Niel bukan satu-satunya yang menyimpan masa lalu.
Ketika satu demi satu kebenaran terungkap, keduanya menyadari bahwa mereka bukan sekadar dipertemukan oleh takdir.
Mereka adalah bagian dari Permainan Takdir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nama Yang Hilang
Keheningan masih memenuhi perpustakaan.
Tidak ada yang bergerak.
Semua orang seakan masih mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.
Pria asing itu datang.
Melawan para penyandera.
Lalu pergi begitu saja.
Namun yang paling membuat Niel tidak tenang...
adalah cara pria itu melihat Aluna.
Bukan seperti melihat orang asing.
Melainkan seperti melihat seseorang yang sudah lama hilang.
"Niel..."
Suara Aluna memecah keheningan.
Pria itu menoleh.
"Kamu tahu siapa dia?"
Pertanyaan itu sederhana.
Tapi Niel tahu...
jawabannya tidak akan pernah sederhana.
"Aku tidak tahu."
Aluna menatapnya lama.
"Kamu bohong."
Niel terdiam.
Karena untuk pertama kalinya...
Aluna bisa membaca dirinya.
"Kamu selalu melakukan itu."
"Apa?"
"Menyembunyikan sesuatu dariku."
Tatapan Aluna mulai berubah.
Bukan marah.
Tetapi kecewa.
Dan itu jauh lebih menyakitkan bagi Niel.
"Aku hanya ingin melindungimu."
"Tapi siapa yang melindungi aku dari semua rahasia yang kamu simpan?"
Kalimat itu membuat Niel tidak mampu menjawab.
Karena Aluna benar.
Selama ini ia selalu berpikir menjauhkan Aluna dari masalah adalah cara terbaik.
Tapi tanpa sadar...
ia justru membuat Aluna berdiri sendirian di tengah semua kebingungan.
__________________________________________
Di luar gedung.
Darren akhirnya masuk bersama beberapa anggota tim.
Melihat kondisi perpustakaan yang berantakan, ekspresinya langsung berubah.
"Tuan!"
Ia berjalan cepat menghampiri Niel.
"Anda tidak terluka?"
Niel menggeleng.
"Tidak."
Darren menghela napas lega.
Namun ketika melihat Aluna...
ekspresinya berubah sedikit.
Seperti seseorang yang baru menyadari sesuatu.
Aluna menangkap perubahan itu.
"Kamu juga tahu sesuatu?"
Darren terdiam.
"Nona..."
"Jangan panggil aku begitu."
Suara Aluna terdengar pelan.
"Aku ingin tahu."
Darren menunduk.
Namun sebelum ia menjawab...
Niel berkata,
"Jangan sekarang."
Aluna langsung menatapnya.
"Lagi?"
"Niel..."
"Aku sudah cukup lama tidak tahu apa-apa tentang hidupku sendiri."
Suasana mendadak sunyi.
"Aku tidak tahu kenapa orang-orang itu mengejarmu."
"Aku tidak tahu kenapa mereka mengenalku."
"Aku bahkan tidak tahu kenapa pria tadi melihatku seperti aku seseorang yang penting."
Aluna menarik napas.
"Lalu kamu masih ingin aku percaya begitu saja?"
Niel terdiam.
Karena tidak ada satu pun kata yang bisa membantah itu.
___________________________________________
Malam semakin larut.
Setelah semua sandera dievakuasi, perpustakaan akhirnya kosong.
Tetapi bagi Niel...
masalah baru saja dimulai.
Di dalam mobil, Darren duduk di depan sambil melihat layar tablet.
"Tuan."
"Ada sesuatu yang harus Anda lihat."
Niel menatap layar tersebut.
Sebuah rekaman kamera keamanan muncul.
Rekaman lama.
Sangat lama.
Tanggalnya membuat Niel membeku.
"Ini..."
Darren mengangguk.
"Kami menemukan arsip yang tersembunyi di sistem lama perpustakaan."
Layar menunjukkan seorang anak perempuan kecil.
Berdiri di depan sebuah gedung.
Di sampingnya...
seorang anak laki-laki.
Niel langsung mengenali dirinya sendiri.
Napasnya tertahan.
"Tidak mungkin..."
Darren menatapnya.
"Anak perempuan itu..."
"Niel."
"Lihat wajahnya."
Perlahan gambar diperbesar.
Dan dunia Niel seperti berhenti.
Karena anak perempuan kecil itu...
adalah Aluna.
Namun yang membuatnya lebih terkejut...
adalah tulisan di bawah rekaman tersebut.
SUBJEK A-07: BERHASIL DITEMUKAN.
PROYEK TAKDIR.
Niel mengepalkan tangannya.
"Siapa yang membuat ini?"
Darren tidak langsung menjawab.
Karena jawaban itu bahkan membuatnya sendiri takut.
"Orang yang sama..."
"yang dulu menghancurkan hidup Anda."
Niel menatap layar.
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...
masa lalu yang ia kubur...
Kembali muncul.
Dan kali ini...
Aluna ada tepat di tengahnya.
Bersambung....