NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:44.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04

Mobil yang di tumpangi Alisya dan Mateo, berhenti di depan sekolah paud. Maya lalu menoleh ke belakang melihat dua bocah itu duduk dengan raut wajah yang tenang. Tetapi, Maya tahu di dalam hati kedua bocah itu pasti menyimpan sesuatu yang sangat besar, rasa ingin tahu tentang Daddy mereka pasti masih membuat mereka ingin mengetahui siapa sosok pria itu.

"Kalian berdua jangan nakal di sekolah, nanti Mommy Tata marah." Maya berkata sembari turun dan membuka pintu untuk kedua anak itu.

"Alah, Mommy tiap hari juga marah," cetus Mateo.

"Mayah-mayah telus, nanti cepat tua. Ndak jadi dapat Daddy balu," ujar Alisya polos, Maya mengerutkan keningnya.

"Tunggu," Maya menghentikan kedua anak itu yang hendak meninggalkan mobil dan berlalu masuk ke halaman paud.

"Apa lagi, Bibi Maya. Aku mau masuk," kata Mateo, sembari mendongak menatap wanita yang tinggi itu yang kini berdiri sembari berkacak pinggang di depan keduanya.

"Kalian nggak lagi berpikir mau mencari Daddy untuk Mommy kalian kan?" tanya Maya serius, kedua bocah itu saling berpandangan satu sama lain.

"Ya nggak lah! Yang butuh Daddy itu, kami bukan Mommy! Kalau untuk Mommy itu cari suami," Ujar Mateo.

"Hah?!" kejut Maya.

"Ya ampun, anak ini..." Maya sampai memukul jidatnya.

'Entah gen siapa yang ada dalam diri dua bocah ini. Selain sulit di atur dan keras kepala mereka juga pintar-pintar,' Maya memejamkan matanya sejenak.

"Bibi Maya, jangan sibuk jagain kami aja. Bibi Maya udah bisa menikah, nanti keburu tua," Mateo kembali berkata.

"Eh, kamu!" Maya nampak geram tetapi tak bisa melakukan apapun.

"Kami masuk dulu, bye Bibi Maya," ucap Alisya dan melambaikan tangan ke arah Maya sebelum berlalu pergi. Sedangkan, Mateo dia hanya mengangguk saja dan Maya yang melihat kedua bocah itu berlalu masuk ke halaman sekolah menghela napas.

"Baru hari pertama sekolah mereka sudah seberani itu. Nggak kebayang besarnya seperti apa." Gumam Maya. Memang benar hari pertama sekolah, tetapi semua keperluan mereka telah Maya urus jauh sebelum mereka pindah ke Hongkong, dan guru di dalam sekolah itu juga sudah menunggu mereka, jadi Maya tidak perlu takut untuk hal itu.

Sementara itu, Tara Devika Halim, baru saja turun dari sebuah taxi. Dia menatap gedung pencakar langit yang puluhan tingkat itu. De Luca Group, yang dipimpin oleh Kenzo Roman De Luca.

Saat Tara masuk ke lobi, beberapa orang di sana melihat ke arahnya. Ada beberapa satpam membuka pintu lobi, Tara menunduk sopan sembari mengucapkan terima kasih, pada mereka.

Lalu, Tara berjalan ke arah resepsionis dan bertanya, "Permisi, saya Tara Devika Halim. Saya ada panggilan interview pagi ini. Maaf, di mana ruangan interview untuk pengacara baru ya?"

"Silakan tunggu sebentar, Pak Digo akan segera turun."

"Baik, terima kasih."

Setelah mendengar itu, Tara lalu berjalan ke arah kursi tunggu di sana. Dia duduk sembari menunggu Digo, asisten Kenzo turun ke lobi.

Tak lama kemudian, sosok yang tinggi dengan tubuh yang tegak berjalan ke arah lobi, kaca mata bening bertengger di hidungnya. Penampilannya cukup menarik, tubuhnya atletis.

"Nona Tara Devika Halim?" sapa Digo, wanita yang disebut namanya menoleh dan mendongakkan kepala, lalu menatap Digo dengan senyum kaku.

"Benar, saya sendiri." Sahut Tara, ucapannya cukup formal, cocok disebut sebagai pengacara handal.

"Mari, ikut saya!" tegas dan berwibawa. Digo berbalik, Tara bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mengikuti Digo hingga ke sebuah pintu lift yang perlahan terbuka saat mereka tiba di sana.

Di dalam lift tak ada yang berbicara, baik Digo maupun Tara. Namun, ada beberapa pertanyaan yang terus muncul di benak Digo, setelah melihat Tara secara langsung.

"Ehem! Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Digo tiba-tiba memecahkan keheningan di antara keduanya.

"Maaf, saya rasa tidak. Karena, saya baru kembali dari Hongkong," jawab Tara masih mempertahankan profesionalitasnya di depan Digo. Meskipun Tara sendiri merasa seperti ada sesuatu tetapi dia sendiri tidak tahu apa itu.

Pintu lift terbuka, keduanya keluar dan mereka telah tiba di lantai atas ruangan Kenzo. Harusnya di interview di ruangan khusus interview pekerjaan, tetapi entah kenapa Kenzo memintanya di ruangannya sendiri.

Tok!

Tok!

Tok!

"Masuk,"

Pintu terbuka, dan Digo masuk lebih dulu.

"Tuan, kandidat yang lolos seleksi pengacara kemarin sudah tiba di sini,"

"Suruh dia masuk," ucap Kenzo tanpa menoleh ke arah Digo yang berdiri di depan pintu ruangan.

"Nona Tara Devika Halim, silakan masuk."

Tara mengangguk dan tersenyum sopan, lalu masuk ke dalam ruangan yang dingin itu, suasananya cukup aman dan nyaman, Kenzo yang mendengar langkah kaki itu menoleh dan menatap wanita yang berdiri tak jauh dari tempat meja kerjanya berada.

"Selamat pagi, Tuan." Sapa Tara sopan sembari menunduk sedikit. Tatapan Kenzo beralih dari ujung rambut hingga ujung kaki, tatapannya seakan menelusuri semua yang ada pada wanita itu. Tara yang ditatap begitu seakan merasa risih.

'Apa cuma firasat ku saja? Katanya pewaris perusahaan itu tak tertarik pada wanita tetapi kenapa tatapannya cukup mesum?' batin Tara.

"Nama, dan pengalaman kerja kamu tidak perlu saya tanya lagi. Karena sudah dipastikan kalau kamu lolos seleksi itu artinya kamu layak untuk kerja di sini."

Kata-kata Kenzo membuat Tara tertegun, terlalu dingin dan kaku.

"Tetapi, satu hal yang harus Kamu tahu, di sini membutuhkan skil, dan kepintaran dalam menganalisa apapun terkait semua tentang perusahaan. Kami tidak mengutamakan penampilan, tetapi kami membutuhkan seseorang yang bisa menghadapi berbagai macam permasalahan dan cepat menyelesaikan setiap ada permasalahan yang ada," lanjut Kenzo tepat, dan tenang. Hal itu membuat Tara sedikit gugup. Namun, dia kembali mencoba membuat dirinya tenang.

Kenzo berdiri dari tempat duduknya dan berjalan beberapa langkah ke hadapan Tara. Lalu, kembali menatap wanita itu dengan seksama seakan menilai apa yang dia pikirkan tidak pernah salah.

'Benar ini wajah wanita pada enam tahun lalu?' batin Kenzo, pria yang tergolong genius ini, mungkin akan sulit melupakan kejadian pada enam tahun yang lalu. Namun, rasa penasarannya masih membuatnya untuk bersabar menunggu untuk mengetahui apa tujuan Tara kembali datang melamar pekerjaan di perusahaannya.

"Saya Kenzo Roman De Luca," ucap Kenzo mengulurkan tangan ke arah Tara, hal itu membuat kening Digo berkerut dan kedua mata ikut melebar. Hal yang cukup jarang di lihat oleh dirinya saat menemani Kenzo dalam pertemuan apapun.

"Em, Tara Devika Halim. Senang bertemu dengan Anda, Tuan Kenzo." Ucap Tara sedikit gugup saat menjabat tangan pria dengan wajah tegas dan dingin itu.

"Jangan biarkan saya mengetahui apapun tentang kamu lebih dari sekedar seorang karyawan," kata Kenzo kemudian lalu berbalik dan kembali ke mejanya. Tara yang mendengar itu lalu menoleh pada asisten Kenzo seakan bertanya apa maksud dari pertanyaan itu. Tetapi, Digo hanya menghela napas dan mengangkat bahunya, tak ada jawaban.

'Aneh, dasar orang aneh.' gumam Tara sedikit kesal.

"Digo, antar Nona Tara ke ruangannya." Titah Kenzo.

"Baik, Tuan. Permisi,"

Kenzo hanya mengangguk, dan Digo mengajak Tara untuk melihat ruangan kerjanya.

1
Enny Suhartini
cerita nya sat set asik
Teh Euis Tea
Kenzo udah suami istri msh aj ketus sm Tara, dari sekarang belajar lemah lembut sm ibunya anak2mu, ntar ga di kasih ehem ehem loh ken 🤭🤭🤭🤭🤭
Lisa Halik
semangat thor..gift menyusul
Lisa Halik
daddy kenzo😍😍😍😍
mimief
wkwkwkkw
diumumkan begitu aja
anugerah apa bencana yaaa?😱🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Mungkin kenzo mau minta panggilan khusus dari kamu tara🤔🤔
Rudy satria
loh,ko bukannya di bab sebelumnya Tara dah di perkenalkan sebagai istri,tiba² bgt ganti topik😅😅
dewi: 🤣🤣🤣 iya kk
total 4 replies
dyah EkaPratiwi
jangan galak2 sama Tara ya kenzo
dyah EkaPratiwi
jangan galak2 sama Tara ya kenzo
dyah EkaPratiwi
love sekebon Daddy sat set sekali
Esther
Kenzo bkn orang yg suka basa basi....satset langsung diumumkan pernikahannya dan nama istrinya👍👍
+52
dad.. anakmu tidak bisa dikondisikan mulutnya 😭
Mukeseh
hohoho gercep amat bsng 😂
Rokhyati Mamih
sat set apalagi kalau up nya banyak banyak 💪💪💪
neny
keren,,gk mau bertele tele ya zo,,god luck pokok nya mah
Rohmi Yatun
sangat gentleman sekali.. 👍
Ita rahmawati
jeng jeng pada kaget pasti 😂
Kenzo nih tipe orang yg GK suka basa basi muter muter,, cus pokoknya lgsg beres ya kan 🤭
Al Fatih
waow.....,, sat set yaa Daddy ken🤭...
Setuju,,... pengumuman pernikahanmu harus segera d sebar luaskan ....,, biar ga ad yg berani godain mommy Tara 😅
Helen@Ellen@Len'z: yess....yess.................,.
total 2 replies
Ema Susanti
mana up lagi
Lisa Halik
🤣🤣jujurnya kenzo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!