NovelToon NovelToon
Istri Figuran Sang Pewaris

Istri Figuran Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Figuran
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.

Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.

Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.

Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.

Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA

FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Besok Adalah Hari Pernikahan Anda

Saat melangkah melintasi selasar, Alina teringat beberapa bulan lalu ketika dia mendapat peran figuran sebagai seorang pelayan di sebuah rumah produksi sinetron.

Saat itu, dia sangat mengagumi rumah mewah yang disewa oleh kru produksi di kawasan elit. Dia pikir, rumah itu adalah puncak kemewahan tertinggi yang bisa dicapai manusia.

Namun hari ini, melihat kediaman pribadi milik Leon Gennadi Alexander, rumah lokasi syuting itu mendadak terasa seperti pondok kecil yang tidak ada apa-apanya. Di sini, setiap sudut memancarkan aroma uang yang dingin, sunyi, dan mengintimidasi.

Klek.

Pintu utama terbuka. Jefri sudah berdiri di dalam lobi yang luas, mengenakan kemeja kerja tanpa jas, memberikan kesan yang sedikit lebih santai namun tetap tegas.

"Selamat datang di kediaman pribadi Tuan Leon, Nona Alina." sapa Jefri dengan senyum formalnya, yang bisa Alina lihat senyumnya begitu dingin dan kaku.

"Tuan Leon saat ini belum pulang dari kantor pusat Alexander Group. Beliau meminta saya untuk memastikan Anda menempati kamar Anda dengan nyaman sore ini." ucap Jefri.

Alina mengangguk kikuk. "Terima kasih, Pak Jefri. Saya... saya boleh meletakkan barang-barang saya di mana?" tanya Alina karena dia belum tahu ruangan-ruangan di penthouse megah ini.

"Mari ikuti saya."

Jefri mengantar Alina menaiki tangga melingkar yang terbuat dari marmer putih tanpa sambungan. Mereka menyusuri koridor lantai dua yang dihiasi oleh beberapa lukisan abstrak berharga fantastis. Jefri berhenti di depan sebuah pintu ganda di ujung koridor kiri.

"Ini adalah kamar Anda selama satu tahun ke depan." Jefri membuka pintu tersebut.

Alina tertegun di ambang pintu. Kamar itu memiliki luas yang setara dengan lima kali lipat rumah kontrakan sepetaknya yang baru saja dia tinggalkan.

Sebuah ranjang berukuran king size dengan seprai sutra putih bersih mendominasi tengah ruangan. Di sisi kanan, terdapat dinding kaca besar yang langsung menyajikan pemandangan lanskap kota dari ketinggian, lengkap dengan balkon pribadi. Di sisi kiri, sebuah pintu terbuka memperlihatkan walk-in closet yang sangat luas, dan di dalamnya sudah tergantung puluhan setel pakaian wanita bermerek mahal yang masih memiliki label harga.

"Pak Jefri... baju-baju ini..." Alina menunjuk deretan pakaian tersebut dengan bingung.

"Tuan Leon telah meminta penata busana pribadi Alexander Media untuk menyiapkan seluruh kebutuhan sandang Anda, Nona. Mulai dari pakaian santai, pakaian formal, tas, hingga sepatu. Semuanya disesuaikan dengan ukuran tubuh Anda yang didapat dari data agensi figuran Anda," jelas Jefri dengan tenang.

"Pakaian lama Anda di dalam ransel... jika Anda tidak keberatan, sebaiknya disimpan di bagian paling belakang lemari. Selama berada di rumah ini atau saat bersama Tuan Leon, Anda wajib mengenakan apa yang sudah disediakan." ucap Jefri sudah seperti mesin robot saja.

Alina perlahan menurunkan ranselnya ke lantai marmer. Dia mengerti. Ini adalah bagian dari menyempurnakan properti sandiwara Leon. Dia harus terlihat seperti wanita yang layak mendampingi seorang Leon Alexander, meskipun di balik pintu tertutup, statusnya tidak lebih dari seorang pekerja kontrak.

"Dan satu hal lagi, Nona Alina," Jefri membalik lembaran jadwal kecil di tangannya.

"Besok pagi adalah hari pernikahan Anda dengan Tuan Leon." ucap Jefri.

Jantung Alina berdesap kencang. "Besok? Jam berapa, Pak?"

"Pukul sembilan pagi tepat. Sesuai dengan Pasal empat mengenai Kerahasiaan Mutlak, tidak akan ada pesta, tidak ada gaun pengantin mewah, dan tidak ada resepsi. Pernikahan akan dilangsungkan secara sangat sederhana di Kantor Catatan Sipil saja dan prosesnya akan dilakukan di dalam ruangan tertutup yang sudah kami sewa secara privat, langsung di hadapan kepala dinas terkait untuk menghindari kebocoran informasi kepada media atau masyarakat umum." ucap pria itu.

Alina menghela napas panjang, ada rasa lega sekaligus getir yang bercampur di dadanya.

"Siapa saja yang akan hadir, Pak?" tanya Alina yang cukup penasaran.

"Hanya Anda, Tuan Leon, saya sendiri sebagai saksi dari pihak Tuan Leon, dan satu petugas hukum dari Alexander Group. Bahkan kakek dan nenek Tuan Leon pun tidak akan hadir di sana. Dokumen pernikahan yang sah secara hukum negara akan langsung diserahkan kepada pihak keluarga besar setelah prosesi selesai untuk memenuhi syarat administratif yang mereka minta. Setelah dari Kantor Catatan Sipil, Anda dan Tuan Leon akan langsung kembali ke rumah ini untuk memulai kehidupan domestik Anda." ujar nya.

"Begitu ya..." Alina berbisik lirih.

Pernikahan yang selalu dia impikan saat remaja dulu yaitu sebuah acara sederhana namun penuh tawa, dihadiri oleh orang tua dan Agra yang tersenyum sehat, dengan janji suci yang diucapkan atas dasar cinta murni tapi kini telah berubah menjadi sebuah transaksi kilat di sebuah ruangan dinas yang dingin.

Tanpa cinta, tanpa restu keluarga besar yang tulus, hanya ada tanda tangan di atas kertas segel kenegaraan. Namun, Alina segera menggelengkan kepalanya, mengusir kabut kesedihan itu.

'Ingat Agra, Alina. Ingat nyawa adikmu,' batinnya mengingatkan, hatinya menjerit jika mengingat-ingat sang adik.

"Saya mengerti, Pak Jefri. Saya akan siap besok pagi," kata Alina dengan nada suara yang mantap.

"Bagus. Malam ini pelayan rumah akan mengantarkan makan malam ke kamar Anda. Anda tidak perlu turun ke lantai bawah jika merasa tidak nyaman. Tuan Leon kemungkinan akan pulang larut malam dan langsung beristirahat di kamarnya sendiri di sayap kanan bangunan ini. Kamar Anda berdua terpisah, jadi Anda memiliki privasi penuh." tambah Jefri sebelum membungkuk pamit.

"Kalau begitu, saya permisi dulu, Nona Alina. Selamat beristirahat."

Setelah Jefri keluar dan menutup pintu, Alina berjalan perlahan menuju dinding kaca. Sinar matahari sore mulai meredup, digantikan oleh semburat warna jingga dan keunguan yang indah di langit kota. Dari ketinggian ini, mobil-mobil di jalan raya tampak seperti mainan kecil yang bergerak lambat karena macetnya jalanan.

Alina menyentuhkan telapak tangannya pada permukaan kaca yang dingin. Di bawah sana, di salah satu sudut kota yang bising, adiknya sedang tidur dengan nyaman di ruang VIP rumah sakit berkat uang pria pemilik rumah ini. Dan besok, di jam yang sama, statusnya di KTP akan berubah menjadi seorang istri.

"Satu tahun," gumam Alina pada pantulan dirinya di kaca.

"Kamu hanya perlu menjadi aktor yang baik selama satu tahun, Alina. Kamu sudah biasa menjadi figuran, sekarang saatnya memainkan peran utama terbaikmu, demi Agra." liriknya lagi menguatkan dirinya sendiri.

Malam pun jatuh di atas penthouse mewah itu. Sunyi, dingin, namun penuh dengan kepastian baru yang harus dihadapi Alina esok hari di meja catatan sipil, entah bagaimana besok nasib nya yang terpenting adalah kesehatan sang adik.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Silvia
lanjut
Euis Amalia
sombong banget clarissa... berat berat lahir bathin yaa Alina... tetap semangat...
partini
peran figuran,, biasanya sering interaksi sama aktor wah boleh itu
kiky
next...😍😍
Asni Mariati
haduhhhh bakal sekamar nih🤭🤭🤭
rinifikalisa
mampir 👍
Lala_Syalala: selamat datang kak,,, semoga ceritanya menghibur yaaaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Asni Mariati
lagii up ny
kuraanggg terus
kelamaan nunggu bsok thor😭😭😭😭
Lala_Syalala: sabar ya kakakku,, author masih nulis tungguin aja pokoknya kelanjutan cerita nyaa😍😍😍😍
total 1 replies
Rarik Srihastuty
akting yang sebenarnya akan segera dimulai
Silvia
perjuangan baru di mulai💪💪
Silvia
semangat Alina 💪💪 perjuangan baru di mulai
partini
aku ga yakin Alin bisa bertahan tetep anyep ga ada rasa suka ke Leon
Silvia
cerita nya bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas ulasan baiknya kak,,, semoga bisa selalu menghibur ya ceritanya🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Silvia
walaupun miskin tapi harus punya harga diri Alina semangat💪💪
kiky
next
partini
aihhh aduh ngmng kaya gitu perasan itu gampang berubah lah alamak 🤦
apa lagi perasaan wanita yg lemah lembut kaya lelembut wehhh melot duluan
Asni Mariati
kita lihat saja siapa dluan yg bakal jatuh cintrong 🤣🤣🤣
partini
pikiran adikmu aja jangn jatuh cinta Alin berbahaya karena kamu yg akan menderita
Euis Amalia
buktian alina... terpenting adik dapatbpengobatan terbaik...💪💪💪👍🙏
Asni Mariati
lanjuttttt tambah seru
gak sabar nunggu leon bucin akut 🤣🤣🤣
Koesbandiana
berakhir pernikahan sampai mempunyai cicit 🤣🤣🤣😜🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!