"Kau yakin dengan misi ini?" tanya Bela pada Anna.
"Kalau aku jawab tidak yakin, apa kau akan menyerahkan misi ini pada orang lain Bela?" Anna bertanya balik pada Bela sambil menyilangkan kaki nya di ujung sofa.
Bela mengerlingkan mata nya, ini bukan pertama kali nya dia mendengar Anna berkata seperti ini. Anna dalam mode ini memang sangat lah menyebalkan, bicara asal, belagu dan sangat suka merendahkan orang lain.
Namun sebagai teman baik Anna sekaligus bos dari bisnis rahasia ini, Bela sama sekali tidak masalah. Anggap lah dia sudah sangat maklum menghadapi setiap karakter yang ada di dalam diri Anna Dartmen.
"Ck.. kau ini sedang mengejek ku?!" Ujar Bela pada Anna.
"Tidak! aku tidak sedang mengejek mu! Aku hanya bertanya saja." Ucapnya yang sambil tiduran di atas sofa di dalam markas mereka.
"Ann, kau memang adalah orang yang paling tepat untuk menjalankan misi ini tapi aku tetap saja merasa was-was! Sebab yang tahu kapan kau akan berubah Bisa saja kau berubah menjadi Annna, B
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#9
“Apa? kalian mengganti wanita yang akan di nikahkan dengan ku?” Protes Leo tanpa melihat siapa yang akan menjadi tunangannya. Andaikan Leo tahu kalau Anne itu jauh lebih cantik dari pada adi tiri Anne yang bernama Andine, sudah pasti Leo tidak akan menolak secara Leo memang lah seorang mata keranjang.
“Kau lihat dulu Leo! Baru kau protes.”Ujar ibu nya Leo which is otomatis adalah nenek nya Steve.
Steve dan Dalia yang melihat hal itu hanya bisa diam saja. Saat ini seluruh keluarga Ricardo yang datang memang diminta berkumpul di ruang keluarga milik keluarga Dartmen. Bagaimana pun hal ini harus di bicarakan dulu tidak bisa asal ganti begitu saja.
“Memang nya pengantin wanita nya kemana sayang?” tanya Dalia pada Steve sebab Dalia memang baru saja datang.
“Entah lah! Aku tidak tahu. Tadi tiba-tiba saja kami semua di minta datang ke ruangan ini dan tahu-tahu nya pihak keluarga Dartmen mengatakan kalau wanita yang akan bertunangan dengan paman malam ini malah kabur. Sebagai ganti nya, keluarga Dartmen menawarkan putri pertama keluarga mereka sebagai calon pengantin pengganti. Ya walaupun saat ini mereka belum resmi menikah, nama nya tetap calon pengantin pengganti kan?” ujar Steve pada Dalia sambil mencium tangan Dalia. “Kau tidak akan seperti itu kan sayang? Kau tidak akan meninggalkan ku di detik-detik terakhir pernikahan kita?” Steve menatap Dalia penuh cinta.
Walaupun tahu Dalia tidak akan melakukan nya, tapi Steve ingin sekali mendengar hal itu dari mulut wanita sekSiiieh ini.
“Tentu saja sayang. Aku tidak akan mungkin meninggalkan mu.” ucap Dalia tersenyum manis, lalu tanpa Steve sadari Dalia melirik pada Leo yang sedang di kerubuni oleh para tetua kedua keluarga. “Kecuali jika paman mu lah yang menjadi ahli waris semua kekayaan keluarga Ricardo. Itu lain cerita Steve.” Ucap Dalia dalam hati, masih tetap menatap Leo penuh makna.
“Sebaiknya kita tetap disini saja sayang. Aku penasaran seperti apa rupa putri tertua keluarga Dartmen ini, secara yang aku tahu dia selalu menggunakan topi yang menutupi wajah nya sehingga tidak ada yang benar-benar tahu seperti apa wajah nya Anne Dartmen ini sebenarnya.” Ujar Dalia.
“Memakai topi yang pakai jaring maksud mu? Yang seperti putri dan ratu di kerajaan inggris?” Ulang Steve bertanya.
“Benar. Mana dia tidak pernah keluar di siang hari. Satu-satu nya acara yang dia datangi adalah pesta yang diadakan malam hari. Itu lah mengapa kami selalu menjuluki putri vampire. Karena dia memang tidak pernah keluar di siang hari.” Jelas Dalia.
“WoW! Berarti wanita yang akan menjadi bibi ku kelak adalah seorang wanita misterius?”
“ Begitulah kira-kira. Jadi kita tunggu saja dia datang. Aku sendiri sebenarnya juga sangat penasaran dengan wajah nya. Eh seperti nya itu dia.” Tunjuk Dalia pada seorang gadis yang menggunakan gaun berwarna salem berbahan sutra dengan potongan V di leher nya, lengkap dengan topi dengan jaring yang berwarna senada dengan gaun nya.
“Dia-“ Steve teringat sesuatu. Gadis yang baru masuk itu adalah gadis yang di tunjuk oleh teman nya Steve di ruangan pesta tadi. “Bukan kah dia adalah gadis yang tadi?”gumam Steve dalam hati.
Jika di ruangan pesta tadi Steve tidak terlalu jelas melihat gadis itu beda hal nya dengan saat ini. Lampu yang sangat terang benderang membuat kulit putih sang gadis bersinar. Bahkan putih nya kulit gadis itu seolah mengalahkan putih nya warna cat dinding ruangan keluarga Ricardo.
Wajah sang gadis yang tidak terlihat di dalam ruangan pesta karena lampu yang tidak terlalu terang tadi ditambah dengan jaring yang menutupi wajah nya, kini tampak sangat jelas walau pun dia masih menggunakan topi yang sama. “Cantik sekali.” Puji Steve dalam hati nya. Dia benar-benar terkesima melihat calon istri paman nya itu.