NovelToon NovelToon
Bulan Di Langit

Bulan Di Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda
Popularitas:208.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Heni Heni

Menjadi kaya sejak lahir, tak lantas membuat hidup seorang Langit Biru begitu sempurna. Nyatanya di usia yang ketiga puluh lima tahun, pria itu sudah harus merasakan menjadi orangtua tunggal bagi putrinya.

Apapun akan Langit lakukan demi kebahagiaan juga keselamatan sang putri. Termasuk di dalamnya ketika Langit harus memaksa seorang gadis ambisius juga keras kepala agar mau menjadi istrinya. Siapa lagi jika bukan Bulan Purnama. Wanita yang memang memiliki ambisi demi kemajuan bisnisnya.

Sebuah kisah kehebatan seorang Ayah tunggal yang mencintai putrinya dengan cara yang luar biasa.

Juga bagaimana seorang wanita tangguh dan mandiri yang harus terpaksa hidup bersama seorang duda dengan putrinya.

Ikuti kisah selengkapnya hanya di story Bulan di Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heni Heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembilan

"Pak Elang kapan Anda kembali?" Pertanyaan yang Johan utarakan ketika sedang bertelepon dengannya.

Langit tampak berpikir lalu menjawab, "Mungkin lusa. Ada apa? Apakah ada hal penting yang membutuhkan kehadiranku?"

Langit memang masih ada pekerjaan di kota ini meski tidak seberapa penting. Sudah tak lagi ada jadwal meeting. Hanya survey beberapa lokasi proyek yang berada di wilayah Jawa Timur. Selagi dia ada di sini, tak ada salahnya jika Langit sekalian mengecek dan turun langsung ke lapangan agar dia sendiri tahu apakah laporan yang dia terima dari bawahannya, sama dengan kenyataan yang ada di lokasi. Bukan berarti Langit tidak percaya akan kinerja karyawannya. Namun, sebagai seorang atasan dia memang dituntut untuk mengetahui langsung semua proyek yang sedang dikerjakan oleh perusahaan.

"Sebenarnya tidak ada, Pak. Hanya saja ...." Ragu Johan ingin memberitahu. Lalu, Johan yang merupakan asisten pribadi Langit Biru kembali berucap, "Tadi Bu Vivian mencari Anda ke kantor."

Langit tidak kaget lagi dengan sikap dan tingkah laku Vivian yang sesuka hati. Mendatangi kantornya hanya ingin mencari masalah sudah hal yang biasa sampai tak hanya Langit saja yang hafal akan tabit buruk sang mantan istri tapi Johan juga beberapa karyawan yang dekat dengan Langit sudah paham. Seperti itulah Vivian. Mau mendatangi Langit jika ada maunya. Apalagi jika bukan tentang harta. Padahal semenjak bercerai, Langit dengan baik hatinya selalu memberikan jatah nafkah materi pada Vivian meskipun itu bukan lagi menjadi tanggungan Langit karena hak asuh Cahaya pun ada di tangan Langit.

"Ngapain lagi dia ke kantor?"

"Tentu saja mencari Anda."

Decakan serta helaan napas panjang keluar dari sela bibir Langit. "Uang lagi?"

"Sepertinya begitu."

"Dan apa yang kamu katakan padanya, Jo?"

"Enggan saya memberitahukan ke mana Anda pergi. Tapi Bu Vivian selalu bisa memaksa. Daripada dia membuat keributan di kantor, jadi dengan terpaksa saya memberitahukan di mana Ada sekarang. Maafkan saya Pak Elang. Karena saya telah lancang ikut campur urusan Anda dengan Bu Vivian."

"Tidak apa, Jo. Kamu sudah benar bersikap. Biarkan saja dia tahu aku ada di sini. Aku sudah tidak kaget lagi jika tiba-tiba dia datang menemuiku di sini. Pasti ada hal yang dia inginkan dariku."

Vivian tetaplah Vivian. Semenjak menjadi istrinya wanita itu keras kepala. Maunya menang sendiri dan tidak mau mengalah barang sedikit saja. Apa yang dimau harus dituruti dan tidak bisa dilarang jika sudah memiliki keinginan. Dulu ketika masih menjadi istrinya, Vivian yang memiliki hobi shopping akan sering bepergian ke luar kota atau bahkan luar negeri demi mengejar kesenangan pribadi. Mengabaikan Cahaya yang ketika itu masih kecil. Setiap kali Langit melarang, maka tak pernah diindahkan. Tidak hanya itu. Uang yang Vivian punya tentulah didapat darinya juga. Apabila Langit marah dan ingin memberikan pelajaran bagi Vivian, maka wanita itu pastilah berulah. Dan salah satu yang menjadi ancaman terbesar Vivian juga merupakan kelemahan Langit ketika Vivian sudah ngambek dan tak mau menyentuh Cahaya. Padahal putrinya itu membutuhkan kasih sayang yang besar dari mamanya.

Jika sudah begitu, maka Langit akan mengalah. Membiarkan Vivian melakukan apapun yang perempuan itu mau, asalkan Vivian mau mengurus dan merawat Cahaya sekalipun itu ada baby sitter yang selalu yang menemani. Cahaya yang memang masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang dati Vivian, membuat Langit tak lagi mampu menekan sang istri kala itu.

Namun, seiring perkembangan dan pertumbuhan Cahaya yang makin besar dan bertambah usianya, kasih sayang yang Langit harapkan dari Vivian untuk Cahaya semakin tak ada. Jadilah Langit yang tak lagi bisa mempunyai toleransi atas sikap Vivian, memberanikan diri menggugat cerai sang istri dengan harapan dia sendiri pasti bisa membesarkan dan merawat Cahaya tanpa seorang istri. Langit mencoba dan berusaha berperan ganda. Karena ada atau tidak ada Vivian, menurut Langit sama saja. Cahaya tetap kehilangan sosok mama yang ada di dalam diri seorang Vivian.

Tentu saja perceraian itu tidak diterima oleh Vivian. Hingga detik ini pun, wanita itu terus saja merongrong harta kekayaan yang memang selama ini diincar oleh wanita itu. Langit tak tahu lagi. Bagaimana cara melepaskan diri dari Vivian karena tak bisa mengelakkan bahwa ada Cahaya di antara mereka berdua. Andai boleh memutar waktu Langit pasti tak akan mau mengenal siapa itu Vivian. Sayangnya, semua sudah terlanjur terjadi. Merutuki semua kebodohannya di masa lalu karena harus tergila-gila akan kecantikan seorang Vivian. Sekarang begitu usia Langit semakin dewasa barulah menyadari jika kecantikan seseorang itu tidak menjamin kebahagiaan sebuah rumah tangga.

"Baiklah Pak Elang jika begitu saya tutup dulu teleponnya. Semoga saja Bu Vivian tidak berulah lagi."

"Terima kasih, Jo."

Setelah panggilan telepon berakhir, Langit memijit pangkal hidungnya. Dia pusing jika harus menghadapi Vivian lagi. Ada saja tingkah laku Vivian di luar dari pemikirannya. Jika harta tak jadi soalan bagi Langit. Yang membuat Langit susah menerima ketika Vivian meminta pada Cahaya agar mau mengikuti mantan istrinya itu. Meracuni pikiran Cahaya yang masih polos. Langit tidak bisa menerima. Tapi Vivian juga memiliki hak pada Cahaya karena tidak mungkin bisa dipungkiri jika Vivian adalah ibu kandung dari putrinya. Langit sendiri tak pernah mau mengotori otak Cahaya dengan pikiran buruk seputar Vivian. Bagi Langit, Cahaya tidak perlu tahu akan sikap buruk juga semua rencana licik yang Vivian punya. Langit hanya ingin Cahaya tahu jika dia memiliki kedua orangtua yang baik meski tidak bisa hidup bersama-sama. Tak hanya memiliki papa yang hebat tapi juga mama yang luar biasa. Tidak pernah sekalipun Langit menjelek-jelekkan Vivian di hadapan Cahaya. Biar saja dia sendiri yang tahu bagaimana Vivian yang sesungguhnya.

Malam semakin larut. Namun, Langit enggan meninggalkan balkon. Mengusap perutnya yang masih begah karena kekenyangan usai makan malam di rumah Angkasa Dirgantara.

Mengingat pertemuan dengan Bulan Purnama tadi, Langit jadi tidak tenang. Meskipun di antara mereka tak ada pembahasan seputar lahan yang Bulan inginkan, nyatanya Langit memiliki pemikiran jika tak lama lagi pasti Bulan akan mencarinya demi bisa memiliki lahan tersebut. Sekarang mungkin Bulan belum tahu jika pemilik lahan itu adalah dirinya. Tapi pasti Dirga yang sudah dia beritahu sebelumnya terkait lahan miliknya yang tengah diincar oleh Bulan, sudah barang tentu akan memberi tahukan perihal lahan tersebut pada gadis itu.

Huft

Helaan napas panjang keluar dari sela bibir Langit. Akan sangat sulit baginya melepas lahan itu karena Vivian yang Langit yakini pasti akan tahu dan menuntut hak yang sebenarnya tak ada di dalam kepemilikan lahan itu.

1
Trisni Trisni
suka bangat
Kh2103💙
Lanjut lg dong thor...🙏🙏
penasaran sm kehidupan rumah tangga bulan langit...
Kh2103💙
Ya ampun...aku baru baca lg, setelah sekian lama menunggu, sampe bolak-Balik ngintipin udah ada lanjutannya apa blm... akhirnya nongol jg.....
terimaksih kak, lanjut terus donk....🙏🙏
Nunung Sutiah
Thor, are you ok?
RAGIL RUKIATI
thor jangan lama2 dong up datex
Leeonyy Dewa
iseng2 buka ini kok ya d up akhirnya... semoga bisa benar2 tamat ya kak😍
Sumi Nar
Alhamdulillah Stlh sekian abad hehehe akhirnya up juga ... Terimakasih otor ku yg baik.semoga ada up slnjtnya ya
Sri Komalasari
Y ampun author kemana aja, aq sampe bulak balik liat lapak ini karna ingin trus baca lanjutan kisahnya, ka author semangat nulos trjs y ka, jangan PHP lagi soalnya serrruuuuu 🥰🥰sehat trus k author
Siti Rahmadhani
lanjut
Heni Heni
dilanjut sampai tamat setelah Bertahun-tahun bertapa cari inspirasi. do'akan ya saya betah balik ke sini. Terima kasih yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini
Yayoek Rahayu: harus tetap semangat...
total 3 replies
Reni Otta
ya ampun Thor,setelah sekian purnama diriku menanti dirimu baru muncul lagi.
petaba dimana thor?😁✌️
terima kasih ya Thor🙏
Anindita Azzahra
setelah skian lma crita ini gantung,,skrng ada notif..smngat kak lnjtkn critanya smpai slsai
Nunung Sutiah
Stlh vacum bbrp thn, akhirnya muncul lg.
Kirain g d lanjut...
Luna30
oh MG apakah aq mimpi,,, bulan kau kembali 😍😍
Luna30
berharap banget bulan ini up lagi,,, masih blm move on. author semoga semangat lagi nerusin bulan-nya,,😍
Reni Otta
aku sampe sekarang masih nunggu thor,up lagi donk 🙏
Reni Otta
kenapa nggak update lagi ce thor
Nurul Qomariyah
lho.....kok brenti ....tanggung lah....
Hanny Ticaya
ceritanya gimana nie,,,lanjut dong thour,
Sumar Sutinah
duh kasian ucle jupi, kalah cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!