NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Gadis Polos

Transmigrasi Si Gadis Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lyly little

Shabila Diaskara adalah gadis polos dan lugu yang bersikap hiperaktif serta pecicilan demi menarik perhatian ayahnya—seorang Daddy yang membencinya karena kematian sang ibu saat melahirkan dirinya. Dalam sebuah insiden, Shabila berharap bisa merasakan kasih sayang seorang ayah sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

Saat terbangun, Shabila menyadari dirinya telah bertransmigrasi ke tubuh Aqila Weylin, gadis cantik namun pendiam dan cupu. Kini dipanggil “Aqila,” Shabila—yang akrab disapa Ila — mulai mengubah penampilan dan sikapnya sesuai kepribadiannya yang ceria dan manja.

Beruntung, kehidupan barunya justru memberinya keluarga yang penuh kasih. Sikap hiperaktif dan manja Ila membuat seluruh keluarga Aqila gemas, bukan marah. Setelah tak pernah merasakan cinta keluarga di kehidupan sebelumnya, Ila bertekad menikmati kesempatan kedua ini sepenuh hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyly little, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 **Keinginan si polos Ila**

Kantin siang itu riuh seperti biasa. Bau makanan bercampur tawa para siswa. Di salah satu meja pojok, seorang gadis kecil menepuk-nepuk perutnya sendiri sambil tertawa puas.

"Look abang perut Ila udah kembali," Ila tertawa lucu sambil menepuk-nepuk pelan perutnya yang sudah kenyang setelah makan..

"Lahh tadi perutnya hilang dek?" tanya Juna tertawa saut mendengar kalimat lucu dari mulut Ila.

Ila mengerjap polos lalu menatap Juna. "Tadi perut Ila kecil sekarang sudah kembali besar "ucapnya.

Mereka yang mendengar ucapan Ila hanya bisa terkekeh dan terkekeh lagi, uhh Ila sangat lucu.

Ila sama sekali tak peduli. Ia malah mengalihkan pandangannya ke Elzion yang sejak tadi terlihat murung, dagunya bertumpu di telapak tangan.

“Abang El sedih ya?” tanya Ila tiba-tiba. “Nilainya kecil?”

Elzion tersentak. Matanya membesar.

Dari mana bocah ini tahu?" batin Elzion.

“Kamu tahu dari mana?” tanyanya panik.

"Nihh, "Ila menyodorkan kertas ulangan Elzion tadi.

Dalam sekejap, Elzion merebut kertas ulangan itu. Wajahnya pucat.

"Habis aku." batin Elzion.

"Adek jangan bilang bunda sama ayah ya, adek harus diam dan tutup mulut ke bunda dan ayah oke? Nanti abang beliin apa aja deh buat adek yaa!" Elzion merayu Ila agar dia selamat dari amukan bunda dan ayah mereka.

Ila memiringkan kepalanya lucu, "apa aja?" tanya Ila padahal Ila bingung kenapa abangnya harus menyuruh nya tutup mulut didepan orang tuanya.

Elzion mengangguk terpaksa, sedangkan mereka yang melihat cara Elzion membujuk Ila hanya bisa menahan tawa.

"Hu'um Ila mau beli susu kotak kesukaan Ila," ujar Ara senang.

"Susu kotak?" tanya Brian dan Ara mengangguk antusias. Cuma susu kan, ahh tidak masalah deh yang penting uang jajan aman batin Elzion

"Baik, nanti sehabis pulang sekolah kita mampir ke supermarket," ujar Brian.

Ila cemberut, "Tapi Ila juga ingin jalan jalan Abang," ujar Ila cemberut karena udah lama banget ga jalan jalan.

Dulu Ila selalu di ajak jalan jalan sama abang Galen meskipun tidak sering.

Bryan tersenyum manis pada adeknya itu, "boleh kok, nanti pulang sekolah kita ke mall yahh, "ucap Alzian lembut.

"Yeayy, sayang abang banyak-banyak. "girangnya lalu memeluk Alzian dengan manja.

"Heh, yang beliin abang El yahh kenapa yang disayang cuma abang Al?" iri Elzion, jelaslah dia iri dia kan juga mau dipeluk adeknya itu.

Ila melepaskan pelukannya lalu beranjak menghampin Elzion. "Ila juga sayang abang El banyak-banyak." Ila juga memeluk Elzion.

"Kalau sayang kiss abang dong," ujar Elzion sambil menepuk-nepuk pipi kanan nya untuk diminta kiss.

Cup

Ila mencium Brian singkat, perlakuan Ila jelas membuat orang-orang kantin heboh, karena cuma Ila yang bisa memeluk dan mencium si kembar nya DHS dan Ila juga bisa dekat dengan geng abangnya itu dan membuat orang-orang iri dengan Ila.

"Dek abang Liam juga mau minta kiss dong." Liam ikut menepuk-nepuk pipi kanan nya.

Plakk

Bukannya mendapat kecupan dari Ila dia malah dapat geplakan dari Elzion.

"Aw sshh sakit bangsat," ringis Liam dan Elzion hanya menatapanya datar.

" Bangsat," celetuk Ila dengan polosnya.

"Heh." mereka yang ada dimeja itu Serempak berucap 'heh!

"Why?" tanya Ila dengan polos, dia bingung melihat tatapan tajam dari Luna, dan abang-abangnya serta teman-teman abangnya.

"Jangan berkata seperti tadi lagi ya," ucap Alzian pada adeknya, dia tidak mau adeknya itu berkata kasar karena tidak cocok untuk perempuan apa lagi perempuan seperti adeknya itu.

"Why, abang Liam tadi bilang gitu. Ila hanya ngikutin aja. " sahutnya polos.

Alzian dan Elzion lantas memberikan tatapan tajam pada Liam dan yang ditatap hanya melihat kearah lain agar dia tidak merasa lebih tercekat.

"Jangan dengerin ucapannya cil." seru Juna.

"Why?" tanya Ila.

"Ga papah, jangan di ulangi lagi ya, ga baik adek berucap seperti itu," ujar Alzian memberi nasihat pada adek bungsu nya itu.

"udah ya, kita ke kelas sebentar lagi bel masuk berbunyi, "ajak Alzian dan Ila mengangguk saja. Mereka berdua berlalu dari kantin dan Luna masih setia mengikuti dari belakang. Luna sedari di kantin tadi sekuat tenaga menahan tawa karena ucapan si bocil Ila itu.

****************

Pelajaran telah usai beberapa menit lalu, sekarang Ila dan Luna masih berada di dalam kelas, bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi semua murid kelas X sudah pada pulang dan dikelas hanya tertinggal Ila dan Luna.

"Luna pulang aja kalau mau pulang, Ila gak apa-apa kok sendiri nungguin Abang kembar."ujar Ila.

"Mhh beneran ga papa nih gue duluan." ujar Luna pada Ila.

"Iyah ga papa Ila sendiri."

"Mhh.. ya udah deh eh tapi kita selfie dulu yukk." Luna mengeluarkan ponselnya lalu mengarahkan ponselnya kedepan.

"Wihh Luna punya HP."

"Lo gak punya?"

Ila menggeleng, "kata bunda jangan punya HP dulu, Ila masih kecil." sedihnya dan waktu kehidupan nya dulu juga dia tidak dikasih ponsel dengan alasan Ila masih kecil.

"Ooo gitu, yahh berarti kita gak bisa berbagi pesan dan telponan dong. "ujar Luna dan Ila hanya mengangguk sedih.

"yaudah gak apa-apa, sekarang kita selfie di HP gue yah."Ajak Luna dan Ila tersenyum kearah kamera yang sudah hidupbitu.

Cekrek

Cekrek

Cekrek

Beberapa jepretan yang Luna ambil dan hasilnya bagus semua, Ila terlihat lebih seperti bocil SD kalau difoto.

"Ekhmm," deham seseorang, Ila dan Luna lantas menoleh kearah pintu, dan disana Alzian dan Elzion serta teman-teman nya datang untuk menjemput Ila.

"Abanggg," Ila lagi-lagi berlari kecil menghampiri abangnya itu dan Elzion maju lalu menangkap Ila ke dalam gendongannya.

"Kebiasaan lari-lari, " tegur Elzion.

Ila nyengir lalu dia membenamkan wajahnya di ceruk leher Elzion. Alzian berdecih karena Elzion mengambil start lebih dulu dari nya.

"Mhh cil gue duluan yah," ijin Luna.

Ila yang berada di gendongan Elzion menoleh pada Luna.

"Eh Luna mau langsung pulang? Emang Luna pulang sama siapa?" tanya Ila pada Luna.

"Gue di jemput sopir," jawab Luna.

"Emang sopir Lo udah jemput?" tanya Elzion.

"Gak tau juga sih," jawab Luna sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Udah Lo ikut kita aja." ujar Elzion kepada Luna.

"Emang ga papah aku ikut kalian," ujar Luna.

"Gak papa Luna ikut aja sama Ila,"ujar Ila.

"Ya udah deh kalau ga ngerepotin," ujar Luna.

"yeayy Luna juga ikut," girang Ila karena seneng Luna bakal ikut, mereka yang melihat Ila terkekeh melihat Ila yang lucu itu.

Elzion berjalan dengan menggendong Ila ala koala dan diikuti dengan yang lain, Luna agak kaku karena hanya dia perempuan, maksudnya orang asing dari enam pria most wanted sekolah ini. Kalau Ila kan adek dari Alzian dan Elzion jadi dia tidak kaku.

Mereka sampai parkiran, "kata bunda ke mall Nya bentar aja jangan lama-lama, "ucap Brian yang sudah meminta izin pada bunda nya untuk membawa Ara ke mall.

"Yasudah gue pulang duluan ya," pamit Liam.

"Gue juga," ujar Juna dan Dian berbarengan.

"Yoi "ujar Elzion dan Alzian yang hanya mengangguk.

"Lo mau iku Lan?" tanya Elzion pada Lanka dan Lanka hanya berdehem. Elzion memutar bola mata malas mendengar jawaban Lanka yang hanya berdeham.

Ila tiba-tiba menoleh ke arah Lanka dan matanya langsung berbinar.

“Abang Lanka naik motor ya?” katanya antusias. “Ila mau naik motor juga sama Abang Lanka! Pasti seru… brum… brum…”

Tangannya ikut bergerak menirukan suara motor.

“Tidak boleh.”

Suara Alzian tegas tapi lembut. “Kamu nggak boleh naik motor, Princess. Naik mobil sama Abang. Lagian kamu bareng Luna juga.”

Ila terdiam sebentar, lalu mengangguk.

“Oh iya… Ila lupa ada Luna.”

Ia terkekeh kecil. “Yaudah deh. Yuk berangkat!”

Mereka semua tertawa kecil melihat Ila yang gemesin itu.

"Gemesin banget sih kamu littlegirl," batin Lanka sambil tersenyum kecil.

Lo masuk mobil kami nanti habis dari mall kami anterin pulang." ujar Elzion kepada Luna

"Yaudah yuk masuk princess," ajak Alzian dan Ila pun masuk ke dalam mobil bersama Luna di kursi belakang.

Mereka pun ke kendaraan masing-masing. Lanka menaiki motor sport, Alzian membawa mobil karena mereka pulang dengan Ila, biasanya Alzian dan Elzion juga menggunakan motor, seperti nya mulai sekarang Alzian dan Elzion sekolah akan menggunakan mobil.

*****************

Maaf yah kalau banyak yang typo🙏

Buat bab bab yang sebelumnya juga masih banyak yang typo nya juga tapi di usahain buat revisi lagi🙂

Terimakasih 🤗

1
Marsya
lupa namanya,tapi itu ketua dari abg2 ila klau gx slah,ampun dech bisa2nya lupa namanya🤣🤣🤣🤣
Little Girl ୭ৎ 。⁠*⁠♡.
maaf KA aku salah nulis tokoh harusnya Zeline bukan Radella.
Dewiendahsetiowati
Radella ini siapa Thor?
Dewiendahsetiowati
dapat ganti keluarga yang menyayangi
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!