NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Militer / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 9 Babak Belur

Setelah mengirimkan wortel khusus itu ke rumah Miranda beserta beberapa sayuran lainnya sebagai bonus, Seno pergi ke pasar. Ia ingin menjual stok sayur miliknya ke pedagang yang ada di sana. Memang sebelum ini Seno sudah mendapatkan tujuh belas juta dari Miranda.

Tetapi Seno ingin mendapatkan penghasilan lebih banyak lagi. Ini semua untuk membiayai kedua adiknya. Renata memiliki cita-cita menjadi dokter. Kuliah pada jurusan kedokteran itu tidak murah. Jadi Seno sebisa mungkin menabung banyak untuk memepersiapkan dana pendidikan adiknya itu.

Selain itu, Seno masih harus mengumpulkan uang untuk mengembalikan uang milik Ferdi yang sudah ia pakai. Jika Seno berhasil menjual semua sayur yang tersimpan di kotak penyimpanan sistem miliknya, pasti saldo di rekeningnya akan bertambah beberapa juta.

Pasar tujuan Seno adalah pasar tani yang paling dekat dengan rumahnya. Pasar ini cukup besar. Banyak sayuran yang dibawa ke sini. Setelah mermarkirkan motornya, Seno kemudian menghampiri pedagang sayur yang ada di sana.

Laki-laki itu menawarkan sayur dari kebunnya kepada pedagang. Ia juga membawa beberapa ikat sayurnya, dengan harapan mereka bisa tahu bahwa kualitas sayur milik Seno sangat baik. Tetapi Seno tidak mendapatkan respon yang ia harapkan. Ia malah dianggap remeh oleh pedagang.

“Harganya kemahalan Mas. Masih murah ke tengkulak yang lainnya. Kalo Mas-nya ngasih aku harga segitu, gimana aku bisa ambil untung Mas.” Ucap seorang ibu pedagang sayuran.

“Tetapi Bu, kualitas sayur dariku ini bagus. Lihat saja ini segar-segar dan warnanya hijau segar seperti ini. Jika ibu mengambil sayur dariku, maka aku akan mengirimkan sayur yang dipanen di sore harinya. Jadi, ketika Ibu menjualnya di pagi hari, sayur-sayurnya masih segar.”

Ibu pedagang sayur tersebut malah memandang Seno dengan pandangan mencemooh. Ia kemudian memegang sayuran yang dijadikan Seno sebagai contoh itu.

“Ini beneran hasil dari kebun punya Mas? Kok ini kayak yang ada di supermarket ya? Jangan-jangan Mas ini beli di supermarket lalu ngaku-ngaku hasil kebun sendiri ya?”

“Enggak Bu, sumpah ini hasil kebun saya sendiri.” Ucap Seno sembari mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.

“Nggak ah Mas. Aku nggak akan ambil. Itu kemahalan menurutku. Meski benar kualitas sayur kebun milik Mas sebagus itu, tetapi itu tidak cocok di jual di pasar tradisional seperti ini.” Jelas ibu pedagang sayuran.

Meski Seno sudah pindah ke beberapa lapak penjual sayur, respon yang mereka berikan tidak jauh berbeda. Mereka bilang bahwa harga yang Seno berikan terlalu mahal untuk mereka. Jadi, mereka tidak akan mengambil sayur milik Seno.

Beberapa pedagang memang berminat mengambil sayur dari Seno, tetapi mereka meminta Seno menurunkan harganya. Seno tidak bisa melakukan hal itu. Kualitas sayur miliknya ini jauh lebih baik daripada sayur pada umumnya. Jadi cukup wajar jika harganya lebih tinggi dari yang lain.

“Ternyata susah sekali menjual sayur langsung seperti ini. Jika begini, aku akan memiliki banyak stok tetapi tidak ada yang terjual. Meski panenku cepat, jika tidak menjadi penghasilan itu sama saja.” Gumam Seno.

Ketika Seno akan menuju ke parkiran. Tiga orang laki-laki menghadangnya. Wajah mereka cukup garang. Beberapa tato juga terlihat menghiasi kulit mereka. Seno berpikiran postif mengenai hal ini. Kemungkinan mereka hanya berpapasan saja dengannya.

“Permisi, maaf mau lewat.” Ucap Seno sembari mencoba melewati preman pasar tersebut.

Tetapi mereka juga bergerak menghadang jalan yang akan Seno ambil. Hal itu membuat Seno mengerutkan keningnya. Kenapa para preman pasar ini menghadangnya sekarang?

“Ada apa ini Mas? Kok menghadangku. Aku mau lewat, permisi.” Ucap Seno sekali lagi.

“Serahin duitmu dulu baru bisa lewat.” Ucap salah satu preman yang ada di sana.

Mendengar hal itu, Seno mengambil uang dua puluh ribu dari saku miliknya. Ia kemudian menyerahkannya kepada preman di depannya. “Ini Mas.”

“Apa-apaan ini. Cuma dua puluh ribu. Kamu pikir kami anak SD bisa seneng di kasih duit segitu. Ternyata Kamu ini minta dihajar rupanya.”

Tanpa menunggu Seno memberikan respon, ketiga preman tersebut kemudian mengerumuni Seno. Bergantian ketiganya melayangkan pukulan ke tubuh Seno.

Entah kenapa sekarang Seno bisa melihat pergerakan yang ketiga preman itu lakukan. Bahkan pergerakan kecil sekalipun bisa ia lihat. Hal itu tiba-tiba membuat Seno memikirkan wortel yang sebelumnya ia makan.

Wortel itu membuat matanya dapat memandang pergerakan seseorang secara mendetail. Ia baru sadar sekarang. Ternyata wortel itu tidak hanya menyembuhkan penyakit mata, tetapi juga membuat matanya memiliki kemampuan seperti ini.

Meskipun Seno seakan bisa membaca pergerakan mereka karena bisa melihat gerakan kecil yang mereka lakukan, tubuhnya tidak dapat mengimbangi kecepatan matanya menangkap pergerakan mereka.

Jadi, setelah beberapa kali berhasil menangkis serangan dari ketiga preman tersebut, pada akhirnya pukulan mereka mengenai tubuh Seno. Jika seperti ini, yang bisa Seno lakukan adalah melindungi bagian vital tubunya agar tidak terluka parah.

Andaikan Seno memiliki kemampuan bela diri, pasti sekarang dirinya akan bisa bertahan dari serangan ketiga preman tersebut. Wajah, perut, dan kaki Seno menjadi sasaran dari ketiga preman tersebut. Meski sebisa mungkin menghindar dan melindungi tubuhnya. Beberapa pukulan mereka akhirnya mengenai tubuh Seno.

Beberapa orang melihat kejadian pemukulan tersebut. Tetapi tidak ada satupun dari mereka yang berniat menolong. Mereka tidak mau menjadi sasaran kemarahan ketiga preman tersebut. Apalagi kebanyakan yang datang ke pasar ini adalah ibu-ibu.

Jadi, mereka hanya bisa melihat Seno dihajar oleh ketiga preman tersebut. Tiga orang preman tersebut baru berhenti setelah Seno tersungkur di tanah. Sebelum pergi, preman tersebut mengambil sisa uang milik Seno yang ada di dompetnya.

“Mangkanya, jangan membantah orang lain kalo dimintai sesuatu. Turuti aja maunya. Sekarang Kamu tahu sendiri akibatnya jika melawan.” Bisik salah satu preman tersebut sebelum pergi dari sana.

Mendengar hal itu, Seno tahu bahwa pemalakan tadi hanyalah sebuah alasan. Tujuan utama mereka adalah menghajar Seno. Ada seseorang yang menyuruh mereka melakukan hal itu.

Pantas saja para preman itu meminta lebih ketika Seno memberi mereka uang dua puluh ribu. Biasanya mereka menerima saja uang yang diberikan. Tidak menarget seperti sekarang. Semua itu karena mereka ingin menjadikan Seno yang memberi uang kecil, sebagai alasan mereka menghajarnya.

Setelah preman itu benar-benar pergi, beberapa orang yang baik hati mendatangi Seno. Mereka membantu laki-laki itu bangkit dan menanyakan keadaanya.

“Mas nggak papa?” tanya seseorang.

“Makasih sudah membantu. Aku baik-baik saja. Terima kasih semuanya.”

“Mas lebih baik Mas periksakan diri ke rumah sakit. Takutnya entar ada yang luka parah.” Ucap seorang Ibu ikut menolong Seno.

“Baik terima kasih semuanya.”

Seno mengecek isi dompetnya. Selain uang sebesar tiga ratus ribu di dompetnya, tidak ada yang berkurang dari dompetnya. Seno lalu menyimpan

Setelah itu dengan sedikit terseok-seok, Seno melangkah menuju motor miliknya. Sepertinya tadi salah satu preman menginjak kakinya dengan keras. Saat ini salah satu kakinya terasa sakit. Seno memaksakan dirinya untuk mengendarai motornya menuju ke rumah sakit.

Seno ingin melakukan visum sekarang. Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan ia bawa ke kantor polisi untuk melaporkan pemukulannya ini. Itu akan menjadi bukti yang cukup kuat untuk menjebloskan ketiga preman tadi ke penjara. Lebih bagus lagi jika dalang di balik semua ini juga ikut masuk penjara.

Hasil pemeriksaan dari rumah sakit menunjukkan bahwa tidak ada luka yang serius di tubuh Seno. Hanya lebam-lebam di wajahnya saja yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh dan tidak berbekas.

Setelah dari rumah sakit, Seno langsung menuju ke kantor polisi terdekat. Laporan dari Seno langsung diproses oleh polisi. Beberapa pertanyaan Seno terima dari polisi yang menerima laporannya.

Semua proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama. Seno baru kembali ke rumahnya ketika hari menjelang gelap. Apalagi dengan keadaannya yang sekarang, Seno tidak bisa memacu motor miliknya dalam kecepatan tinggi.

Ketika sampai di rumah, lampu ruang tamunya sudah menyala. Itu berarti adiknya sudah pulang. Jika mereka melihat Seno dengan kondisi seperti ini, kedua adiknya pasti khawatir. Ini berarti, Seno harus bisa menenangkan kedua adiknya setelah ini.

1
Hidayat 92a
kan bener. 20juta tiap 5 hari. ambil aja 1 bulan 30 hari. jadinya 20juta x 6 ya 120juta
Memyr 67
𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗇𝗈 𝖼𝖾𝗉𝗎
Memyr 67
𝗅𝗎𝖼𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗂 𝗆𝗈𝗅𝗒𝖺𝗉 𝗆𝗈𝗆𝗈𝗒 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗂𝖻𝗂 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇, 𝖻𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄. 𝖽𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗄𝗎. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗍𝖾 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗆 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝗊𝗋𝗂 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗁𝗈𝗋𝗈𝗋 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗂, 𝖾𝗅𝖿 𝗄𝗈𝗄 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌, 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺. 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗀𝖺𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗋𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝗎𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝗄𝗁𝗅𝖺𝗌.
Memyr 67
𝗍𝖺𝗄𝖽𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎
Memyr 67
𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁? 𝗂𝗇𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝗂?
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗇𝗈. 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝗋𝖾 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝗂𝗇
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 3 𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇 𝖤𝖭𝖠𝖬 𝖩𝖴𝖳𝖠, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 1 𝗃𝗎𝗍𝖺? 𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺?
Hidayat 92a: kan 2 orang pekerjanya
total 1 replies
Rach
ga lanjut ah yang Terus an nya aduhhh
Muhammad Azrori
bukankah sudah naik ke level 5.
kok ini masih di level 4
Muhammad Azrori
Brokoli apa Buncis Bos?
Brokoli kan tidak di perjualbelikan🙏🙏🙏
kang Deden
rest
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
kang Deden
test
Galon Poca
Kejam...kejam dari Kejamban wkwkwkw/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Karno
novel nya mantap bagus, mc ga langsung op, sejauh ini, ini Novel bertema fantasi / sistem terbaik yg q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!