NovelToon NovelToon
Suddenly Became A Prince #2

Suddenly Became A Prince #2

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi Urban-Percintaan Modern / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Spin off I don't want to be Cinderella.

Asoka Danubrata selama ini hidup dalam kesederhanaan bersama ibu dan kakaknya, sehingga suatu hari ayah kandung yang selama ini tidak tahu keberadaannya muncul. Tanpa diduga sang ayah adalah salah seorang pengusaha sukses properti negri ini, hingga menjadikannya bak seorang Pangeran dalam semalam.

Di sisi lain Bentari Sagita, kakak Asoka, harus merasakan patah hati untuk kesekian kalinya ketika Birendra Abhimana, pria yang dia cintai lebih memilih perempuan lain dan meninggalkannya.

Apakah benar Birendra meninggalkan Bentari demi perempuan lain, atau ada kisah masa lalu kelam di balik keputusannya itu?

Apakah Asoka akan dengan mudahnya menerima kehadiran sang ayah hanya demi status sebagai salah seorang pangeran properti negri ini? Atau dia lebih memilih hidup sederhana seperti selama ini bersama dengan ibu dan kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Oka si Matre

Bandara udara internasional Juanda, Surabaya.

Bentari berjalan dengan percaya diri, rambut hitam panjangnya dibiarkan terurai, kacamata hitam membingkai matanya yang cantik, jumpsuit berwarna moca membalut tubuh langsingnya, cardigan putih tersampir di bahu. Bak seorang model yang berjalan di catwalk dia menarik perharhatian hampir semua orang yang berada di bandara siang itu.

“Adek, cepet!”

Pria muda yang dia panggil adek terlihat menggeram, tangannya terulur ingin mencekik leher perempuan yang tak lain dan tak bukan kakak kandungnya. Berbeda dengan sang kakak, sang adik hanya mengenakan pakaian sederhana. Celana blue jeans yang warnanya sudah sedikit memudar, kaos hitam bergambar band legendaris The Beatles dengan kemeja flannel kotak-kotak perpaduan hitam dan merah, tangannya menarik koper berisi barang keperluan mereka berdua.

“Sekali lagi Kakak manggil adek. Aku cekik nggak peduli kamu lagi patah hati atau apa, Kak!” geram Oka dengan gemas yang hanya membuat Bentari tersenyum sambil merangkul lengan Oka yang terlihat kesal.

“Aku sudah membayar hak paten untuk panggilan itu.”

“Aku balikin lagi hp-nya!”

“Imut banget sih kalau ngambek gini!” Bentari mencubit pipi Oka dengan senyum jahil.

“Aku nggak imut ya, Kak! Aku tuh keren, ganteng. Catat itu!”

“Iya-iya, ganteeeng!”

Bentari hanya tersenyum sambil kembali menarik Oka yang masih cemberut.

Kapan mereka mulai dekat?

Hmmm … jadi begini … malam itu Oka pulang sekitar pukul 10 malam dari kampus, dan mendapati Bentari masih duduk di depan TV dengan segelas coklat hangat dan satu dus pizza yang sudah dingin.

“Kamu pernah patah hati, Ka?” tanya Bentari dengan mulut penuh pizza. “Pernah putusin cewek?”

“Belum.”

“Jadi kamu yang diputusin?” Bentari bertanya dengan mata membulat.

Oka hanya mendelik sambil menggigit pizza yang membuat Bentari tertawa terbahak.

“Hahaha … ternyata kita senasib, hahaha. Uhuk-uhuk-uhuk!”

“Syukurin! Makanya jangan ngetawain orang ganteng!” Oka menepuk punggung Bentari sedikit keras membuat Bentari tersungkur ke depan.

“Sakit, iiiih!” Bentari memukul lengan Oka yang tersenyum santai sambil mengunyah pizza.

“Kenapa? Patah hati lagi?”

Bentari menghela napas, wajahnya kembali sendu, giginya menggigit pizza dangan gigitan besar membuat pipinya menggembung.

“Tadi ketemu mas Abhi di mall,” ucap Bentari dengan sedikit tak jelas karena bicara dengan mulut penuh.

“Terus?” Oka mulai penasaran, dia kembali mengambil pizza dan duduk miring bersandar pada sofa menghadap Bentari.

“Dia bareng cewek.”

“Istrinya?”

Bentari mengangkat bahu. “Mungkin.”

“Cantik?”

“Cantikan aku … jauuuh!”

“Cantikan kamu, Kak, tapi kamu yang diputusin, hahaha… aww! Belajar dari teteh ya?” Oka mengelus rambutnya yang tadi dijambak Bentari.

“Makanya nih mulut mending dipakai buat makan aja!” Bentari menjejalkan pizza ke dalam mulut Oka yang hanya tertawa.

Sesaat mereka terdiam seolah menikmati pizza mereka, tapi Oka tahu kalau kakaknya itu sedang tak baik-baik saja. Selama ini dia memang terkesan cuek terhadap Bentari, tapi semenjak mereka tinggal serumah Oka menyadari Bentari hanya gadis biasa seperti halnya Kirana yang memerlukan perlindungannya, karena itulah perlahan Oka mulai membuka diri berusaha untuk lebih mengenal kakaknya itu.

“Sudahlah, Kak. Lupain dia. Masih banyak cowok yang suka sama kamu, Kak.”

Bentari mendengus, dia mengambil coklatnya yang Oka rasa sudah tak lagi hangat.

“Tapi apa ada yang menyukaiku dengan tulus, Ka? Seperti kakang yang mencintai teteh dengan tulus?”

Oka terdiam karena dia sangat tahu perasaan itu.

“Aku pikir mas Abhi berbeda. Dia akan mencintaiku dengan tulus, tapi aku salah.” Suara Bentari terdengar lemah. “Ku pikir perhatiannya tulus, tapi ternyata itu hanya kepura-puraan.” Bentari kembali mengambil pizza dan menggigitnya besar-besar “Dan tadi.” Dia mengunyah pizzanya kasar seolah menyalurkan kekesalannya dan matanya sudah mulai berkaca-kaca. “Dia bahkan berpura-pura tak mengenaliku.” Dengan kasar Bentari menghapus airmatanya yang mulai bergulir.

Oka terdiam, perhatiannya kini penuh kepada Bentari yang sedang patah hati.

“Aku tahu dia berhak menikah dengan perempuan manapun yang dia cintai, tapi bukan berarti dia harus pura-pura tak mengenalku kan, Ka?”

Oka mengangguk setuju.

“Apa aku tak layak untuk dicintai, Ka?”

“Tidak.”

“Tuh kan! Aku memang tidak layak dicintai, huaaaaa!” Tangisan bentari semakin kencang membuat Oka panik.

“Enggak-enggak!”

“Tuhkan, enggak!” Tangis Bentari semakin menjadi, dia bahkan menghempaskan pizzanya yang tinggal setengah kembalinke dalam dus.

“Maksud aku tuh, kakak berhak dicintai. Laki-lakinya saja yang kurang ajar.”

Tangisan Bentari mereda, hanya terdengar isak-isakan kecil saja. Kalau saja Kemal, Wempi, Mantir dan yang lainnya melihat Bentari saat ini, dijamin mereka langsung kabur. Tidak ada Anggi Santoso yang cantik, anggun dan berpenampilan glamor, yang ada kini hanya seorang Sagita Bentari yang mengenakan kaos oblong, celana pendek, rambut dikuncir asal, dengan ingus dan air mata bleber membuat mukanya semakin kacau.

“Benar kan, Ka, dia kurang ajar?”

“Iya, walaupun Kakak nyebelin, tapi dia tak boleh melakukan itu. Bagaimanapun kalian saling kenal.”

Bentari mendelik mendengar Oka menyebutnya nyebelin.

“Selama ini tidak ada yang benar-benar menyayangiku.” Bentari memeluk lutut menumpukan dagu di atasnya. “Orang yang mengaku teman, ternyata menggunjing dan menertawakan di belakang. Pria yang ku kira mencintaku, meninggalkanku dan hanya menganggap perasaanku sebagai kepura-puraan.” Bentari menghela napas berat. “Tidak ada yang benar-benar tulus kepadaku.”

Oka terdiam memerhatikan Bentari yang sepertinya benar-benar terpuruk.

“Tidak semuanya, pasti ada yang tulus menyayangi kita.”

Bentari kembali mengembuskan napas berat.

“Siapa? Bahkan keluarga sendiripun tak memercayaiku.” Matanya menerawang, terlihat kesepian membuat Oka menyesal karena memberi jarak selama ini. “Aku benar-benar merasa sendiri.”

“Kakak tidak sendiri!” Oka terlihat serius. “Ada mamah, teteh, kakang, ayah, dan … aku.”

Bentari mengangkat kepalanya, matanya menatap Oka yang masih menatapnya serius.

“Tenang saja, sekarang kamu tidak sendiri, Kak. Kalau ada yang berani macam-macam, mereka harus menghadapiku dulu.”

Senyum Bentari terbit, air mata haru bercampur bahagia mulai bergulir, untuk pertama kali hatinya terasa hangat mendengar penuturan Oka. Apa ini rasanya memiliki saudara lelaki yang akan berdiri paling depan untuk melindungi kita?

Dan setelah hari itu Bentari benar-benar memupus jaraknya dengan Oka, dia akan menggoda Oka habis-habisan yang membuat Oka seperti kembali tinggal dengan Kirana dalam versi manja. Bentari bahkan memanggil Oka dengan panggilan adek, alasannya karena dari dulu dia sangat iri ketika teman-temannya memiliki kakak atau adik sedangkan dia anak tunggal. Tapi kini dia telah memiliki Kirana sebagai kakak, dan Oka sebagai adiknya, jadi dia sangat ingin memanggil Oka dengan sebutan adek untuk mewujudkan mimpinya dulu ketika masih kecil.

Jangan tanya bagaimana Oka menolaknya dengan keras, tapi Bentari menyogoknya dengan ponsel keluaran terbaru yang membuat Oka langsung setuju dipanggil adek, tanpa perlawanan lagi. Aaah … dasar matre!

****

“Ayo, turun!”

Oka turun dari mobil Mercedes Benz S – Class hitam yang tadi menjemput mereka di bandara. Matanya menyisir rumah megah dengan pilar-pilar besar menyangga atap teras berlantai marmer hitam mengkilat, satu set kursi rotan dan beberapa pot dengan daun-daun hijau, merah, dan bercorak membuat teras terlihat asri tak kalah dengan halamannya yang luas dan terawat.

“Sayaaang!”

Sebuah suara perempuan mengalihkan pandangan Oka dari rumah megah milik ayahnya. Seorang perempuan paruh baya ke luar dengan cepat dari dalam rumah yang langsung memeluk Bentari dengan senyum lebar dan sorot mata penuh perinduan juga kasih sayang seorang ibu.

Mayang, ibu sambung Bentari. Ya, ibu sambung Oka dan Kirana juga, hanya saja Bentari yang dari kecil dirawat Mayang dengan penuh kasih sayang sedangkan Oka dan Kirana baru mengenalnya dua tahun terakhir ini, dan baru bertemu beberapa kali saja. Maka wajar saja kalau mereka terlihat canggung.

Mayang menatap Oka dengan senyum lebar dan mata berbinar, dia terlihat ingin memeluknya seperti dia memeluk Bentari, tapi dia tahu lelaki muda di hadapannya itu belum bisa menerima Mayang sepenuhnya, jadi Mayang hanya menjulurkan tangan yang disambut Oka.

“Apa kabar, ka?”

“Alhamdulillah baik, Tante.”

Mayang menepuk lengan Oka lembut sebelum dia merangkul Bentari, dan mengajak mereka masuk ke dalam rumah.

Oka kembali dibuat takjub dengan interior rumah itu. Di satu sisi dia merasa bangga karena rumah megah itu adalah milik ayahnya, tapi di sisi lain dia miris ketika mengingat rumah sederhana di Jakarta yang selama ini dia tempati bersama ibu dan kakaknya. Jangan tanya perbandingannya karena memang sangat jauh, seperti jarak Jakarta – Surabaya yang terpisahkan oleh kurang lebih 800 KM, jauuuh.

Tapi ya bukan salah ayahnya juga, karena setelah kembali bertemu setelah 20 tahun terpisah Andi Santoso menawarkan untuk pindah ke rumah yang lebih besar, tapi bu Mega menolak karena sudah terlanjur nyaman tinggal di sana dengan tetangga yang sudah seperti saudara. Andi Santoso mengalah dan hanya merenovasi rumah mereka menjadi jauh lebih bagus tak memedulikan penolakkan bu Mega – pada awalnya – sebelum akhirnya wanita yang hobi nonton drama korea itu ikutan heboh dalam menentukan design eksterior dan interior rumahnya. Dan yang membuat Oka bingung sampai sekarang adalah kenapa orangtuanya itu tidak menambah kamar mandi waktu renovasi? Kenapa kamar mandinya tetap saja satu yang membuatnya kini harus berebut dengan Bentari si Putri Duyung alias Dugong.

“Tante sudah menyiapkan kamar di atas khusus untuk kamar Oka.” Mereka kini naik ke lantai dua dimana terdapat ruang keluarga dan beberapa kamar dan kamar Anggi salah satunya. “Tante harap kamu suka.”

Mayang terlihat gugup ketika membuka pintu kamar yang cukup luas dan sepertinya memang disiapkan untuk seorang pria dengan cat perbaduan abu tua dan muda (Seperti kamarnya di Jakarta), interior yang didominasi warna hitam dan abu muda. untuk sesaat Oka terdiam, takjub dengan kamarnya. Ya walaupun bagi Oka dia tidur dimana saja tak masalah toh dia hanya akan tinggal beberapa hari saja di Surabaya, tapi melihat ini semua membuat Oka menatap Mayang yang masih terlihat gugup.

“Tante menyiapkan ini semua? Untuk saya?”

Mayang mengangguk. “Ayahmu bilang kalau kamu akan ke Surabaya dan menginap di sini beberapa hari, jadi … maaf kalau tidak suka, karena dadakan.”

“Tidak!” ucap Oka ketika melihat kekecewaan di mata Mayang. “Saya suka, terima kasih banyak.”

Senyum lega terbit di wajah Mayang membuat Oka ikut tersenyum.

Oka belum mengenal baik Mayang Wicaksono, perempuan yang dinikahi ayahnya setelah bercerai dengan ibunya. Tapi melihat bagaimana dia menyayangi Bentari yang notabanenya bukan anak kandungnya, Oka menyadari kalau Mayang adalah perempuan yang baik. Kesalahannya di masa lalu hanya satu, dia menyembunyikan identitas Bentari yang sebenarnya karena takut kehilangan orang yang dia anggap anaknya sendiri, hingga membuat Bentari terpisah dari ibu dan saudara kandungnya selama 20 tahun.

Tapi semua itu kini telah menjadi cerita masa lalu, Bentari telah berkumpul dengan ibu dan kakak kandungnya, begitupun dengan Kirana dan Oka yang telah kembali bertemu dengan ayah dan saudara kandungnya. Walaupun orangtua mereka tidak kembali bersatu, setidaknya mereka mengetahui keberadaan masing-masing dan kembali terjalin hubungan darah itu.

Apa ini saatnya Oka juga menerima Mayang sebagai ibu sambungnya?

Aaah, dasar matre! Masa baru disogok kamar saja sudah luluh.

*****

1
Sri Wulandari
Kegagalan rumahtangganya jg pengalaman pribadi junggkir balik dlm hidupnya yg membuat andi santoso menjadi orangtua yg bijak dlm menasehati putra putrinya
Sri Wulandari
makanya jngn suka merendahkan apalagi smpai menghina seseorang sigit apalagi qm calon pemimpin dlm pilkada....dg menghina orang yg krng mampu blm tentu apa yg kita lihat sm dg yg kita pikirkan ....bs jd dia lebih segala²nya dr kita karena d atas langit masih ada langit
malu sendiri bkn qm,.. siapa skrng yg qm lihat & tdk smua orang sprti qm yg melakukan banyak ke salahan & menghalalkan segala cara demi ambisi utk mencapai tujuan
Sri Wulandari
birendra & doni beruntung sekali mempunyai sahabat sprti fahmi yg sllu berusaha menyadarkan mereka utk bs melupakan masa lalu & saling memaafkan dg tdk terus²an tenggelam dg masa lalu itu & menyalahkan diri sendiri & jg sahabatnya....& akhirnya mereka berdua bs berdamai dg keadaan demi sebuah kebenaran yg selama ini sllu d sangkal oleh mereka berdua hanya karna rasa bersalah
Sri Wulandari
beruntung birendra sdh menceritakan kisah hidupnya yg kelam pd bentari jd ketika akan dtng masalah yg menyudutkan birendra pd masa lalunya bentari sdh tdk kaget lg yg ada dia akan sllu memberi dukungan & kepercayaan penuh pd kekasihnya itu
Sri Wulandari
benar apa kata bebinar bhi...setiap orang mmng punya masa lalu walaupun terkandang itu menyakitkan tp yg paling penting dr semua itu apakah kita akan terus tenggelam dg masa lalu itu atau kita memilih berubah menjadi orang yg lebih baik hingga siapapun itu yg melihat kita skrng tdk akan percaya klu kita pernah berada d titik terendah dr masa lalu itu menyakitkan mmng.....tp itu nyata😔

Dengan membuktikan kita bisa bangkit & menjadi lebih baik itu akan jd pelajaran berharga buat diri kita jg anak cucu kita kelak
Dan bersikaplah terbuka pd kekasihmu bhi karna kejujuran itu akan menyelamatkan mu dr segala keburukan orang² yg ingin menjatuhkanmu
Belajarlah untk saling mengerti, memahami & jg menghargai pasanganmu bhi... karna itu adalah kunci utama dr sebuah hubungan agar bs langgeng 🤗🤗
Sri Wulandari
sigit g pantas jd seorang pemimpin apapun karna dia hanya menilai & memandang seseorang dr status sosialnya sj bkn dr kualitas sesungguhnya yg d miliki setiap orang.....calon pemimpin sprti itu tak akan berhasil menjadi pemimpin yg bijak sbgai pengayom rakyat malah yg ada hanya akan menjadi aib d kemudian hari
Sri Wulandari
ternyata kekuasaan & nama besar membuat seseorang menjadi tak peduli dg orang lain mereka akan mencari & mengkambing hitamkan seseorang demi ambisi agar bs mencapai tujuan mereka....jahat sangat jahat sekali bahkan tak peduli keluargapun bs jg dia korbankan demi tujuan itu yaa... kekuasaan itu hal yg slalu d inginkan orang² yg ingin berada d puncak dg ambisi yg sangat besar

hanya orang yg pandai bersyukur sj yg tak peduli dg apapun itu karna dg bersyukur kita akan sllu merasa cukup & jg kaya bahkan kekuasaanpun tak ada artinya bagi mereka yg pandai bersyukur karna dg pandai bersyukur kita akan hidup tenang & bahagia bersama keluarga,saudara & jg teman kita

" JADI JANGAN LUPA UNTUK SELALU BERSYUKUR SUPAYA KITA BISA LEBIH PEKA & PEDULI DG ORANG LAIN"
Sri Wulandari
belajarlah dr arunika bentari walaupun trus d cuekin sm oka tp semangatnya 45 & akhirnya berhasil membuat oka menerima dirinya sbgai pasangan masa depannya 😍
Sri Wulandari
birendra beruntung msh memiliki teman² yg baik & begitu peduli dg dia smoga teman²nya bs menolong & mengeluarkan dia dr trauma masa lalunya
Sri Wulandari
kita mmng tak bs menilai seseorang hanya dg melihatnya sj tp kita harus melihat mereka dr sisi yg lain d mn setiap orang pasti punya kebaikan dlm dirinya
Sri Wulandari
mayang benar² wanita yg tulus mencintai & menerima ayah oka tanpa memandang kondisinya yg benar-benar terpuruk karna kehilangan smuanya tp demi cinta pertamanya & jg kasih sayangnya kpd bentari yg membuat dia memilih menikah dg seorang randy pria lumpuh yg tdk punya pekerjaan & d tentang keluarganya....

walaupun tau klu pria yg d nikahinya tdk mencintai dirinya tp dia ikhlas menjalani hidupnya dg sabar tp skrng telah berbuah manis hasil dr ketulusannya dlm mencintai suaminya tanpa syarat
Sri Wulandari
benar kata bu mega ka... dg memaafkan hatimu akan jauh lebih tenang & qm jg akan menemukan kebahagiaan bersama keluargamu & orang² yg mencintaimu
Sri Wulandari
sebagai seorang adik laki-laki qm benar² bertanggungjawab menjaga saudara perempuanny meskipun itu tentang postingan yg ada d medsos...,.good oka salut buat qm👍
Sabhi Adyuta
betulll
Nur.sukur. Saimima
MasyaAllah banyak skali ilmu dr cerita ni, sukses kamu thor😊😊
Sabhi Adyuta
keren
bunda n3
potek hatimu bang
bunda n3
Andi Santoso sangat bijak
bunda n3
gali lobang ga tuh Sigit
bunda n3
Arunika denger tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!