NovelToon NovelToon
Boy Is My Future Wife

Boy Is My Future Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Kejutan yang Freya siapkan untuk William berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki pria itu berselingkuh. Tanpa niat melabrak, Freya justru merekam pengkhianatan tersebut dan bersumpah akan membalasnya.
Namun, sebelum rencananya selesai, Freya diculik dan dipaksa menerima perjodohan dengan Steven, pria dingin dan berkuasa.
Menolak tunduk, Freya kabur dan menghancurkan karier William dengan menyebarkan video perselingkuhannya.
Tapi, masalah tidak berhenti di sana. Steven murka karena Freya melarikan diri. Ia mengerahkan anak buah untuk menangkap gadis itu, tanpa menyadari bahwa mereka akan bertemu dengan cara yang tak terduga, yang mana Freya menyamar sebagai laki-laki, dan menjadi bodyguard barunya dengan nama Boy.
Kedekatan mereka memicu konflik yang lebih berbahaya, saat Steven mulai merasakan perasaan terlarang pada sosok yang ia yakini sebagai seorang pria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Freya mondar-mandir di dalam kamar dengan gelisah. Sesekali ia meremas rambutnya sendiri, merasa kesal dan bingung. Bagaimana tidak? Ia di culik oleh orangtuanya sendiri hanya untuk dijodohkan dengan anak sahabat orang tuanya?

Gila!

Itulah yang Freya pikirkan. Dia baru saja mengalami hal yang menyakitkan, di khianati oleh orang yang sangat ia cintai. Dan sekarang, dia harus menikah dengan pria yang bahkan tidak ia kenal.

"Tidak, aku tidak mau menikah," gumamnya. Ia menghentikan langkah dan menatap keluar jendela. Di bawah sana, halaman rumah tampak cukup luas dan lumayan tinggi. Di sisi lain halaman, beberapa penjaga terlihat mondar-mandir dengan jumlah yang lebih banyak dari biasanya.

Freya berdecak kasar. "Sepertinya mereka menambah penjaga," gerutunya.

Ia menghela napas keras, lalu duduk di kursi. "Aku harus bagaimana?" Freya membungkuk, memegang kepalanya, frustasi. "Tidak!" Freya menegakkan kepalanya. "Bagaimanapun caranya, aku harus kabur dari sini."

Keputusan itu mengurangi sedikit beban di dadanya. Freya akhirnya berbaring, mencoba memejamkan mata. Namun, bayangan William saat berciuman mesra dengan wanita lain justru kembali muncul.

Freya membuka matanya. Air mata kembali mengalir, tanpa bisa ia tahan.

"Kenapa kau tega melakukan ini padaku, Willy? Kenapa?" lirihnya.

Keesokan paginya, Freya duduk di meja makan bersama kedua orang tuanya.

"Pagi, Ma, Pa," sapanya dengan senyum tipis.

"Pagi, sayang," balas Evelyn.

Freya menggigit rotinya, meneguk susu, dan mencoba membuka pembicaraan. "Hari ini... "

"Kau tidak akan ke mana-mana," potong Evelyn, cepat.

"Ma!! Aku harus bekerja," rengek Freya.

"Papa akan mengurus pengunduran dirimu, sayang," sahut Jacob. "Lagipula, akan lebih baik jika kau bekerja di perusahaan Papa. Kenapa harus di tempat orang lain?"

Freya meletakkan rotinya pelan, menahan frustrasi. "Pa, aku ingin memulai dari bawah tanpa perlakuan istimewa. Itu sebabnya aku memilih bekerja di perusahaan lain.'

"Bukan karena pria brengsek itu, kan?" Evelyn menyela dengan tajam.

Freya langsung terdiam dan menggeleng pelan. "Bukan," jawabnya lirih.

"Papa tidak mau tahu. Kau harus mengakhiri hubunganmu dengan pria itu."

"Baiklah." Freya menghela napas pelan, pura-pura pasrah. "Aku akan mengakhiri hubungan kami. Tapi, izinkan aku masuk kerja hari ini, ya?"

Evelyn menyipitkan matanya. "Cih. Jangan pikir Mama tidak tahu. Kau pasti ingin kabur, kan?"

Freya menelan ludahnya. "T-tidak, Ma, sungguh."

"Mama tidak percaya," potong Evelyn dingin.

Freya menghela napas kesal. Tanpa mengatakan apapun, ia secepat mungkin menghabiskan sarapannya, lalu kembali ke kamarnya.

"Tidak masalah, kalian tidak mengizinkanku keluar. Tapi malam ini... aku pastikan akan kabur dari rumah ini. Dan setelah itu, aku akan memberi William pelajaran," seringai Freya.

...****************...

Malam itu, langit tampak gelap tanpa bintang, seolah ikut menyembunyikan rencana Freya. Ia mengenakan jaket hitam, rambutnya ia ikat tinggi, dan perlengkapan nya sudah siap di dalam ransel kecil, termasuk tali panjang yang ia siapkan sejak sore.

Setelah memastikan rumah benar-benar sunyi, ia menempelkan telinga ke pintu. Tidak ada suara langkah kaki, maupun suara lainnya.

"Ini saatnya," gumam Freya.

Ia membuka pintu balkon perlahan, lalu mengikat tali pada pagar besi dengan simpul kuat. Setelah menariknya dua kali untuk memastikan kekuatan simpul, ia melempar tali itu ke bawah.

"Good," gumamnya.

Tanpa ragu, ia mulai menuruni tali tersebut. Gerakannya lincah, dan terlatih. Semua ilmu bela diri yang ia pelajari sejak kecil kini sangat berguna. Hingga sampai kakinya menyentuh tanah, ia langsung melompat.

"Sangat mudah," batinnya.

Namun ia tahu, itu baru tahap awal. Masih ada penjaga yang berpatroli di halaman depan.

"Aku harus cepat."

Freya mengendap-endap menuju pepohonan besar di sisi rumah. Ia bersembunyi di balik batangnya dan mengeluarkan tabung kecil dari tas yang berisi gas bius.

Ia memasang masker, memutar penutup tabung, kemudian melemparnya ke dekat para penjaga.

'Pssst!!' suara gas keluar.

Beberapa detik kemudian, para penjaga mulai goyah. Satu per satu ambruk tidak sadarkan diri.

Freya tersenyum puas. "Yes! Berhasil!" Ia keluar dari persembunyian, berjalan santai melewati penjaga yang tergeletak lalu, mulai membuka pagar besi yang terkunci. Namun, suara tegas dari belakang membuat tubuhnya membeku.

"Mencoba untuk kabur, ya?"

DEG!

Freya menoleh cepat.

Evelyn berdiri tidak jauh darinya, menyilangkan tangan, dan menatapnya tajam seperti belati.

"M-Mama?" gumamnya

"Masuk, atau Mama akan... "

Belum sempat Evelyn menyelesaikan ancamannya, Freya kembali berusaha membuka pagar. Namun, suara derap langkah kaki yang mendekat, membuatnya panik, dan akhirnya mengambil langkah dengan cara memanjat pagar dengan lompatan ringan dan gerakan sempurna.

"Berhenti di sana, Freya Emine Orlando!" teriak Evelyn marah.

Freya berhenti sejenak di atas pagar, menatap ibunya dengan mata penuh tekad. Ia tahu, jika ibunya sudah memanggil nama lengkapnya, itu berarti amarah wanita itu tengah memuncak. Tapi, ia tidak mungkin mundur.

"Maaf, Mom. Ada yang harus aku lakukan." Freya melompat ke sisi luar pagar dan berlari secepat mungkin.

"Kejar dia!" Perintah Evelyn

Freya terus berlari, sambil sesekali menoleh ke belakang. Namun, sebelum para penjaga bisa menyusul, sebuah mobil berhenti di sampingnya. Tanpa berpikir panjang, ia langsung masuk ke mobil tersebut.

"Jalan!" ucapnya.

Mobil itu melaju kencang, meninggalkan rumah keluarga Orlando, sementara Evelyn terus berteriak memanggilnya.

"Argh, sial! Anak itu berhasil kabur," umpat Evelyn.

"Anak itu mengingatkanku pada seseorang," ucap Jacob sambil melirik Evelyn.

Evelyn menatap tajam Jacob. "Kau menyindirku?" sentak nya.

"Te-tentu saja tidak, sayang. Aku ... "

"Kau benar-benar menyebalkan, Jac." Evelyn melengos pergi dengan perasaan kesal.

"Maafkan aku, sayang. Aku tidak bermaksud begitu. Evelyn!"

Sementara itu, mobil yang membawa Freya masih terus melaju cepat.

"Gila! Kau benar-benar kabur dari rumah?" seru Risa, orang yang membantu rencana Freya malam itu.

Freya hanya tersenyum tipis, tanpa berniat menjawabnya.

Sesampainya di apartemen Risa, Freya menjatuhkan diri di sofa, dengan wajah yang tidak bisa menyembunyikan lukanya.

Risa duduk di sebelah Freya, merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu. "Apa yang terjadi sebenarnya, Frey?"

Freya menarik napas berat, lalu menceritakan semuanya, dengan air mata yang kembali jatuh. Tentang, bagaimana William mengkhianatinya.

Mendengar itu, Risa tidak bisa menahan amarahnya. "Brengsek! Pria bajingan!" geram Risa. "Kau tenang saja, Frey. Aku akan membantumu memberinya pelajaran."

"Terimakasih, Ris. Tapi, aku sudah mempunyai rencanaku sendiri."

Keesokan harinya, perusahaan tempat William bekerja mendadak heboh. Notifikasi group kantor terus berbunyi, membahas rekaman Video panas William dengan wanita lain.

Hal itu membuat William terlihat bingung dengan tatapan aneh rekan kerjanya. "Ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya William.

Belum sempat mereka menjawab, supervisor lebih dulu bersuara. "William, Bos memanggilmu."

Tanpa banyak bertanya, William pergi ke ruangan CEO. Namun, baru saja ia melangkah masuk, sebuah berkas melayang mengenai wajahnya.

"Pergi ke HRD. Kau di pecat."

DEG!

William terkejut. "Kenapa saya dipecat? Apa salah saya?" protes William.

"Kau masih bertanya?"

William membuka mulutnya, hendak bicara. Namun, suara notifikasi ponselnya membuatnya terdiam. Ia membuka pesan masuk yang berisi video hubungan gelapnya dengan seorang wanita.

"Tidak mungkin," gumamnya.

"Sekarang, kau sudah tahu alasannya, bukan?"

"Bos, ini tidak benar. Ini pasti editan," seru William.

"Editan? Aku sudah memanggil ahli digital forensik. Sayangnya, hasilnya asli."

William langsung terdiam dengan wajah memucat. "Tidak mungkin," gumamnya lemas.

"William, mulai hari ini kau dipecat. Bersihkan mejamu sekarang juga."

William mengepalkan tangannya, keluar dengan perasaan kesal. Namun, saat sampai di lobby, tiba-tiba sebuah bogem mentah mendarat di wajahnya.

BUGH!!

Pria itu terhuyung, jatuh kelantai.

"Apa yang ... " William tertegun, menatap sosok di depannya. "Freya?" lirihnya

"Itu hadiah terakhir dariku, dasar bajingan. Hubungan kita selesai sampai di sini," seru Freya sebelum berbalik pergi, meninggalkan William yang terduduk di lantai.

Namun, begitu keluar dari perusahaan, beberapa orang berpakaian hitam menghadang langkahnya, membuat Freya memasang sikap waspada. "Siapa mereka?" gumamnya.

1
+21 🎂
dan pada akhirnya ada freya yang drama.. 😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
seru
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣
+21 🎂
langsung tarik rambutnya steve!!! 🦖
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Tidak untuk dipraktekkan anak kecil
total 3 replies
shabiru Al
waaaaaaahhhhh🤭🤭🤭
shabiru Al
ada apa dengan 'boy' kenapa begitu kecewa dtolak steven,, sudah ada rasakah?
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Sakit jantung, di bentak2🥲
total 1 replies
shabiru Al
calon istrinya itu elo freyaaaa... makanya jangan asal kabur dcerna dulu napa tanya dulu calon nya siapa..
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ketauan lh.... klo🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣😭😭😭
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mmmm kpn mrk tau satu sm lain... sdgkn mokondo tu mkin gl
🇦 🇵 🇷 🇾👎: di buang
total 4 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk tau malu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Casual//Casual//Casual/
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣dy blm tau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
good🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cp kau
🇦 🇵 🇷 🇾👎
yak ny evelyn tau... gk sbr aq🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga tau
shabiru Al
kayaknya evelyn dah tau kalo boy itu freya,, secara singa betina lho evelyn itu...😄
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: Feeling emak tiada tandingannya 😌
total 1 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn lama x ketauan ny kk... biar mt wil gila tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎: mmmm 🤣🤣
total 2 replies
🇦 🇵 🇷 🇾👎
dy yg rekam🤣🤣🤣🤣
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Hiatus: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!