NovelToon NovelToon
Pernikahan Keduaku

Pernikahan Keduaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Nia sangat mencintai Ronald dan menerima segala kekurangan yang dimilikinya, namun sayang segala cinta yang diberikan hanya dibalas dengan guratan demi guratan luka di hati. Saat Daniel datang dengan cinta baru akankah pintu hati Nia akan terbuka kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesi Tanya Jawab

Ronald masih memandangi wajah cantik Nia yang bersemu merah. "Ah kamu ini, nanya umur saja sampai segitu malunya" gumam Ronald dalam hati. Tak tega membiarkan Nia malu berlama-lama Ronald pun menjawab pertanyaan Nia.

"Aku selisih 4 tahun sama Rena adikku. Kamu kan seusia Rena jadi kita juga beda 4 tahun" kata Ronald.

"Oh.. aku sekarang 21 tahun, berarti Mas Ronald 25 tahun ya?" tanya Nia memastikan.

Sambil menyantap makan siangnya Ronald pun menganggukan kepala. "Sekarang udah tau tentang pekerjaan, terus umurku, terus mau nanya apa lagi? ayo nanya aja aku ga marah kok"

Nia pun sambil menikmati makan siangnya juga sambil berfikir mau nanya apa lagi ya. Nia sebenarnya mau nanya apa Mas Ronald punya pacar sebelum memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Nia, namun pertanyaan itu urung ditanyakan karena hubungan mereka yang belum lama.

Melihat Nia yang masih memikirkan pertanyaannya Ronald pun gantian menanyakan Nia.

"Kalau kamu masih belum dapat pertanyaan Mas aja dulu yang nanya boleh kan?"

"Boleh Mas. Tapi jangan susah-susah ya" jawab Nia.

"Susah? Memang lagi ujian? Ada-ada saja kamu. Oia kamu berapa bersaudara? Anak ke berapa?"

"Aku anak kedua Mas dari 3 bersaudara. Kalau Mas Ronald gimana?" akhirnya Nia dapat hal yang ditanyakan juga.

"Mas cuma 2 bersaudara saja. Cuma Mas sama Rena. Bagi Mama Papanya Mas udah cukup punya anak sepasang. Kamu suka makan apa? makanan favorit kamu maksudnya. Kalau Mas doyan banget sama semua jenis soto, mau soto ayam, soto betawi ataupun coto makassar."

"Hmm... aku suka makan apa ya? kalau cemilan aku suka martabak. Martabak apa aja aku suka. Kalau makanan sih aku suka apa aja yang penting tidak pedas" jawab Nia.

"Gantian dong kamu yang nanya. Masa aku terus?" Ronald meminta Nia bertanya tentangnya. Diseruputnya ocha dingin lalu dilanjutkannya makan lagi.

"Sebenernya ada yang mau aku tanyakan sih Mas dari tadi. Tapi aku takut kamu marah."

"Yaudah mau tanya apa? Aku janji ga bakal marah deh"

"Bener ya?"

"Iya"

"Aku mau tanya, sebenernya Mas tuh udah punya pacar gak sih sekarang?"

Ronald pun mengerutkan keningnya, agak bingung dengan pertanyaan Nia.

"Pacar?"

"Iya, saat ini selain Nia."

"Ya enggak punya pacarlah Nia sayang. Ngapain Mas pacaran sama kamu kalau punya pacar lain? kamu takut jadi orang kedua ya?" tanya Ronald

"Ya Mas Ronald kan keren gini, kerjanya udah mapan, masa sih ga punya pacar?" Nia pun cemberut manja.

"Ya ampun sayang, kamu tuh cute banget kalau kayak gini. Pengen aku cium deh. Uppss... keceplosan" Ronald pun langsung salah tingkah sementara Nia mukanya memerah kembali tapi langsung berpura-pura melihat ke arah lain.

Sejenak keadaan sunyi diantara mereka berdua. Masing-masing merasa malu. Ronald berinisiatif mencairkan suasana kembali dengan menjawab pertanyaan Nia sebelumnya.

"Oia tadi kamu nanya aku punya pacar apa ga ya?" Nia pun mengangguk. "Saat aku pendekatan ke kamu aku ga punya pacar. Kalau sebelumnya aku pernah beberapa kali pacaran namun belum ada yang cocok jadi putus ditengah jalan. Saat ini pacar aku ya cuma kamu saja, yang menggemaskan sekali, apalagi pas aku bilang cium kamu langsung mukanya merah" Nia pun mencubit tangan Ronald.

Ronald yang masih tertawa pun merasa kesakitan dengan cubitan Nia. "Ampun... ampun bu guru... jangan cubit lagi ya" Nia pun melepaskan cubitannya. Ronald masih sesekali tertawa namun saat melihat Nia mengerucutkan bibirnya perlahan tawanya pun hilang.

"Maaf ya sayang. Habia kamu lucu sih. Kamu sendiri udah punya pacar belum? atau lebih tepatnya udah pernah pacaran belum?" tanya Ronald lagi.

"Belum" jawab Nia pendek.

"Belum? Belum apa? Belum punya pacar lagi atau belum pernah pacaran nih?" tanya Ronald bingung.

"Belum pernah pacaran" Ronald yang sedang minum pun tersedak karena kaget dengan jawaban yang Nia berikan.

"Apa.. apa? belum pernah pacaran? Masa sih? Ah kamu pasti bohong deh."

"Bener kok. Masa aku bohong." jawab Nia.

"Bukan. Mas hanya enggak percaya aja kamu belum pernah pacaran. Kamu tuh cantik Nia. Cantik pake banget. Masa iya sih tidak ada yang nembak kamu? Pasti yang suka sama kamu banyak kan?"

Nia menelan minumannya terlebih dahulu sebelum bicara lagi. Mereka berdua sudah selesai makan namun sedang menghabiskan minuman.

"Aku jujur Mas belum pernah pacaran. Pernah sih beberapa cowok mendekatiku bahkan menyatakan perasaannya tapi selalu aku tolak, soalnya aku hanya mau pacaran setelah lulus kuliah. Itu janji aku sama Mama Papa" jelas Nia.

"Wah untung aku gercep ya alias gerak cepet. Bisa keduluan yang lain kalau aku ga langsung deketin kamu waktu itu" Ronald pun membanggakan hasil pendekatannya.

"Ya ampun Mas pede banget" sekarang gantian Nia yang tertawa terbahak-bahak dan Ronald yang malu.

"Sudahlah. Yang penting kamu sekarang pacar Mas. Itu saja udah buat Mas bangga. Ayo Mas antar kamu pulang. Mas harus balik lagi ke kantor soalnya" Mereka berdua pun bangun dari duduknya. Ronald berjalan terlebih dahulu namun perlahan mensejajarkan langkah dan menggandeng tangan Nia.

Dengan wajah merona karena baru pertama kali digandeng tangannya oleh seorang pria, Nia pun menurut saja. Hatinya berbunga-bunga.

Sesuai dengan janjinya Ronald mengantarkan Nia pulang dan lagi-lagi Nia tidak mengijinkan Ronald turun dari mobilnya. Ronald pun menuruti saja kemauan Nia. Setelah turun dari mobil Nia pun melambaikan tangan, Ronald lalu melajukan kembali mobilnya kembali ke kantor.

******

Seminggu sudah sejak terkahir kali wawancara di Bank A dilakukan Nia. Afri mengabarkan bahwa Ia sudah diterima sebagai teller dan akan melakukan test kesehatan yang hanya formalitas saja. Nia pun sudah berkecil hati dan menganggap dirinya tidak diterima, namun saat telepon rumah berdering tak lama Mama memanggil Nia.

"Nia, ada telepon" panggil Mama.

"Iya Ma" Nia pun keluar kamar dan mengangkat telepon.

Ternyata bagian HRD Bank A yang menghubungi. Memberitahukan bahwa Nia diterima bekerja sebagai customer service. Nia diminta melakukan test kesehatan. Setelah telepon ditutup, Nia pun meloncat kegirangan.

"Ma.. Ma..." panggil Nia

"Ada apa sih Nak? Mama lagi goreng ikan nih di dapur nanti gosong" Mama menghampiri Nia dengan tergopoh-gopoh.

"Ma.. Nia diterima Ma bekerja di Bank A." Nia mengumumkan dengan penuh senyum semangat.

"Kamu diterima? syukurlah doa Mama dikabulin sama Tuhan. Selamat ya sayang" Mama mengecup dahi Nia namun bau gosong yang berasal dari dapur membuat Mama ingat sedang menggoreng ikan.

"Ya ampun ikan mama gosong" Nia hanya tersenyum saja karena hatinya sangat senang hari ini.

1
Rati Nafi
❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Dira nugraha
aku malah baca dari namaku ayu baru kesini,,,ini re read again
Dira nugraha
ayu juga pernah masak nasi goreng ikan asin deh kayaknya
fujichen
ulang sedih
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
bahagianya liat Ronald mendrita/Joyful//Joyful//Joyful/ tau rasa km Ronald !!!😅
Evayanti Sagala
Luar biasa
Dewa Dewi
Congratz ya Daniel & Nia buat kelahiran baby boynya 🎉🎉🥳🥳😍😍😍
Dewa Dewi
😁😁😁😁😁
Modish Line
engga usah terlalu baik sama mereka Nia mereka aja engga ada yg peduli sama kamu
Modish Line
kasian Nia punya saudara kaya Nay & Nesia egois semua orangnya.... mereka sama sekali engga ada yg peduli sama Nia
Modish Line
gengsi digedein nih si Nay sama lakinya bener2 engga punya otak & egois bgt... engga peduli sama Nia sama sekali
Modish Line
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Modish Line
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Modish Line
Nay egois bgt jadi orang
Modish Line
setuju sama Nia👍👍
Modish Line
👍👍
Dewa Dewi
emang engga tau diri lu Ronald udh mandul tukang selingkuh lagi
Amri Gubah: bgfhh
total 1 replies
Dewa Dewi
good job Nia👍👍👍👍
lisna
begitu z udah overthinking Nia seharusnya kamu sadar suamimu tu pengacara jg pengusaha kl terlalu termakan omongan orang... itu baru kecil apalagi ada badai besar..bijaklah dalam mengolah omongan orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!