Seorang gadis bernama Elina menikah dengan pria bernama Dimas. Elina tidah tahu bahwa pria yang menikahinya adalah pangeran dari Luwis.
Disaat mereka bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka, sebuah tragedi yang memisahkan mereka berdua.
Dua tahun kemudian, Dimas dipertemukan kembali dengan Elina tetapi dengan identitas Sabrina Hadinata seorang gadis dari keluarga Hadinata.
Saat pertemuan mereka, Sabrina tidak mengingat tentang kenangannya dengan Dimas.
Bagaimana kisah kedua insan yang terpisahkan ini? Ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Salah Paham (part 2)
Pukul 7:00 malam....Elina pulang diantar Dokter Rian. Elina langsung masuk kedalam rumah setelah melihat Dokter Rian pergi. Elina masuk dan melihat makanan yang sudah tersedia dimeja.
"Kamu dari mana saja?" tanya Nenek sira.
"Aku mengantar Mira untuk periksa, memangnya Sera tidak beritahu nenek" kata Elina.
"Dia langsung pergi tadi ketika nenek dan Arya datang" jawab Nenek Sira.
"Ini...aku bawa cemilan, tadi dikasi sama ibunya Mira" sambil memberikan pada nenek Sira. "Dimana Mas Dimas Nek?" tanya Elina.
"Dimas ada dikamar, kamu panggillah dia untuk makan" jawab Nenek Sira.
Elina pun pergi ke kamarnya dan langsung melihat Dimas yang sedang membuka bajunya. Betapa kagetnya dia sampai membuatnya berteriak, Nenek Sira yang mendengar itu juga kaget.
"Aaaaaaaahhh......" berteriak sambil menutup matanya.
"Ada apa sih?" Dimas kaget dan melihat ke arah El yang sedang berbalik dan menutup wajahnya.
"Ada apa El?" kata Nenek Sira yang berada diluar.
"Tidak apa - apa nek" jawab Elina.
"Kamu ini teriak tidak jelas, aku kan hanya buka baju. Memangnya tidak pernah lihat orang dipantai buka baju" kata Dimas.
"Maaf....aku pikir tadi Mas Dimas telanjang badan" jawab Elina.
"Aku mau mandi. Dimana kamar mandinya" Tanya Dimas.
"Ada dibelakang" jawab Elina.
"Antar aku kesana" Kata Dimas.
"Baik...Tapi kamu tidak apa - apa kalau mandi sekarang, luka ditanganmu kan belum sembuh" Kata Elina.
"Aku baik - baik saja sekarang. Sekarang yang kubutuhkan itu mandi supaya segar" jawab Dimas.
Elina lalu mengantar Dimas ke kamar mandi.
"Ini kamar mandinya" kata Dimas sambil menunjuk kamar mandinya.
"Ia..." jawab Elina.
"Kecil sekali, didalam ada air panasnya kan?" Kata Dimas.
"Tidak ada...kalau mau mandi pakai air yang ada didalam itu Mas" jawab Elina.
"Terima kasih....sekarang kamu boleh pergi" kata Dimas.
"Baik Mas, nanti kalau sudah selesai mandi. Mas langsung ke meja makan untuk makan malam" Kata elina.
"Ok" balas Dimas.
Elina kemudian pergi meninggalkan dimas dikamar mandi yang masih syok melihat keadaannya yang harus menderita mandi air dingin.
"Dingin sekali airnya....orang - orang disini semuanya bisa tahan mandi air dingin ya. Kalau aku mengeluh didepan gadis itu, mau taruh dimana wajahku" gumamnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Dimas lalu ke meja makan, disana sudah ada Elina dan Nenek Sira menunggunnya. Dimas hanya melihat makanannya seperti pertama kali melihat makanan seperti itu....
"Makanan apa ini" dalam hati Dimas.
"Ada apa Mas?" tanya Elina.
"Tidak apa - apa, aku hanya baru pertama kali melihat makanan kalian" jawab Dimas.
"Apa mas Dimas tidak suka?" tanya Elina.
"Oh....tidak sama sekali" jawab Dimas.
Dimas lalu makan makanan yang ada disitu. Walaupun baru pertama kali makan makanan mereka tapi ia sangat menikmatinya.
"Apa Mas Dimas suka makanannya?" tanya Elina.
"Suka....ini semua makanan apa?" kata dimas.
"Ini hanya makanan sederhana mas, sayur daun kelor, kepiting santang dan kerang rebus, itu semua bagus untuk otak Mas" jawab Elina.
"Walaupun sederhana tapi makanannya sangat enak. Kalau mau dibandingin makanan yang selama ini aku makan, ini pertama kalinya dalam hidupku makan makanan seenak ini dan mereka juga sangat baik" dalam hati Dimas.
Setelah selesai makan, Nenek Sira membawa jamu yang telah dia buat untuk Dimas. Dimas dengan terpaksa harus meminumnya tanpa mengeluh karena memeng ulahnya sendiri yang sudah berbohong pada mereka.
Bersambung.
singkat padat jelas... kereeenn pokoknya 🥰🥰
Biasanya penulis akan nambahin extra part sehingga ceritanya jadi panjang kali lebar ....
Nah author ini dg berani langsung memutuskan untuk mengakhiri novelnya disini.....
Keren tor.....👍👍