Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Posesif
"Ini berkas yang di minta, Tuan." ucap Astrid
"Hem.." ucap Alton lalu membawa tatap nya pada Astrid
"Ada yang di butuhkan lagi, Tuan?" tanya Astrid seraya meletakkan map di atas meja Alton
Alton menggerakkan jari telunjuk tangan kanan nya dan mengisyaratkan Astrid untuk meninggalkan ruangan nya.
Huh, sombong sekali itu CEO baru. Beda sekali dengan Pak Peter. Astrid membawa tubuh nya duduk di atas kursi di belakang meja milik nya.
Meletakkan pena yang ada di tangan kanan nya, lalu menatap foto pernikahan nya bersama Alice di layar komputer di hadapan nya.
Aku merindukan mu, sayang. Hari ku sepi sejak kepergian mu.
"Alton, Mama mau membawa Austin pulang." ucap Rosa dengan menggendong Austin dan melangkah keluar dari kamar bersama Peter.
"Tidak. Alton tidak ijinkan." Alton menatap datar ke arah Rosa.
Aku sudah berjanji pada diriku dan kepada mu Alice, aku akan selalu berada di dekat nya. Membuat nya aman bersama ku, sekalipun orang tua mu atau orang tua ku meminta nya aku tidak akan memberikan nya.
"Pa.." Rosa merengek pada Peter dan menatap nya penuh harap.
Peter terkekeh membalas tatapan Rosa, "Kalau Dady nya berkata demikian, Kakek nya ini bisa apa?"
Senyum kemenangan mengembang di bibir Alton. Aku sudah katakan, tidak akan ku biarkan siapa pun menjauhkan nya dari ku. Rosa dengan ragu memberikan Austin ke gendonganAlton, tatapan tidak rela nya tergambar jelas dari kedua mata Rosa.
"Mama mau anak lagi?" tanya Peter
"Apa Papa lupa?" Rosa bertanya kembali
Rosa melakukan steril kandungan setelah dokter meminta nya untuk mengurungkan niat nya mempunyai anak ke tiga. Dan bagi Peter dua anak cukup, meskipun materi nya cukup untuk menghidupi seberapa banyak anak yang Peter inginkan.
Peter tersenyum manis menatap Rosa, "Sudah lah Ma, atau Mama mau seharian di kantor?"
"Baiklah, Mama akan kemari besok." ucap Rosa datar
Huh, kenapa aku nggak bisa dekat dengan cucu ku. Menatap nya seperti menatap Alice.
Rosa berkata di dalam hati nya seraya membawa langkah nya keluar dari ruang CEO bersama Peter. Dengan wajah kesal nya masuk ke dalam mobil bersama Peter, "Kenapa Alton bersikap begitu pada Mama."
"Mungkin Alton punya alasan sendiri, Ma. Sudahlah jangan berpikir yang bukan-bukan. Papa tahu Alton anak yang baik." jawab Peter
Tom melangkah keluar dari ruangan dan menghampiri Astrid, "Tuan Muda minta satu cangkir kopi."
"Baik, Pak." Jawab Astrid
Tom mengucapkan nya dengan lembut, karena sejak pandangan pertama nya Tom selalu mengatakan rasa kagum nya dari dalam hati nya. Astrid menghubungi bagian pantry untuk membawakan yang di inginkan Alton.
Astrid yang merasa tidak nyaman karena Tom berdiri di hadapan meja nya dan terus menatap nya. "Pak, apakah anda tidak ada pekerjaan lain?"
Tom lalu membawa langkah nya kembali ke ruang CEO. Kenapa kamu melakukan hal memalukan itu Thom.
"Memang nya dia tidak punya pekerjaan ku selain menatap ku seperti itu, seakan ingin menerkam ku saja!"
Lagi pula kenapa tidak menghubungi langsung ke bagian pantry. Merepotkan saja! Astrid terus menggerutu di dalam hati nya.
"Bu Astrid, ini kopi nya." ucap seorang pelayan pantry dengan membawa satu cangkir kopi pesanan Alton
Astrid lalu bangkit dari duduk nya dan membawa nya masuk ke dalam ruang CEO, kembali bertemu dengan Tom. Tapi tidak seperti sebelum nya, sikap cool Tom sangat nampak dari raut wajah nya. Tanpa menatap Astrid, tetap berdiri dan diam.
"Permisi!" ucap Astrid ketus. Karena Tom tidak memperdulikan kedatangan nya.
Heh, aku ini laki-laki tampan. Aku mampu mendapatkan seribu wanita seperti mu jika ku mau. Dasar! Tom menggerutu di dalam hati nya karena Astrid bersikap ketus pada nya tadi.
Sepertinya CEO belum keluar ruangan, kenapa tidak ada ya? Astrid bertanya di dalam hati nya.
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗