Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 : Cowok Cupu!
Hari Sabtu yang panjang, Kenzie tidak pergi kemana-mana setelah jalan pagi tadi sekaligus membeli bahan masakan di warung dekat kontrakan, dan juga membeli satu porsi nasi uduk untuk sarapan. Ia menghabiskan waktu di kontrakan dengan menonton drama favoritnya.
"Sekarang kak Vito nggak se posesif dulu ya?" gumam Kenzie tiba-tiba tersadar sikap kekasihnya yang begitu santai.
Kenzie langsung duduk setelah berbaring terlalu lama.
"Kenapa kok aku jadi agak ragu gini, ya?"
"Petunjuk atau ujian?" gumam Kenzie.
Beberapa kali mendengar kalimat dari seseorang yang sudah menikah. Jika pria dan wanita hendak menikah atau baru membahas tentang keseriusan hubungan, biasanya akan banyak sekali hal-hal yang menguji jalan itu. Saat ini Kenzie tengah memikirkan dua kemungkinan. Namun, perjalanan yang sudah beberapa tahun membuatnya masih memiliki harapan yang sangat besar.
Kenzie menyudahi tontonannya karena teringat hubungan mereka yang sudah lama dan bertanya mau dibawa kemana hubungan ini jika masih sering ditakuti oleh perasaan ragu.
"Namanya hubungan mau serius, pasti ini ujian."
Setelah berpikir positif untuk hubungannya sendiri, Kenzie beralih memikirkan Kenzo.
"Dari omongannya, kayaknya Kenzo beneran cinta banget sama pacarnya itu. Tapi, tadi malam itu siapa ya?"
"Apa mereka sudah putus?"
Tiba-tiba Kenzie beralih memikirkan hubungan Kenzo. Ia merasa kasihan kalau mereka belum putus dan Kenzo dikhianati, walaupun Kenzie masih berusaha menyimpulkan bahwa seseorang yang ia temui tadi malam adalah bersaudara.
"Ah, ngapain sih aku peduli? dia aja nggak peduli sama aku!" omel Kenzie pada dirinya sendiri.
Bulan depan adalah ulang tahun Vito, Kenzie ingin memberi kejutan untuk kekasihnya itu. Dimanapun nanti posisi Vito, Kenzie sudah berjanji pada dirinya sendiri akan mendatangi untuk memberikan kejutan.
"Kalaupun kak Vito nanti pas nggak di sini, aku bisa ambil cuti untuk ketemu." gumam Kenzie.
"Tapi, semoga bisa pulang seperti sebelumnya, 'kan pas tanggal merah juga."
Meskipun sudah menyadari beberapa hal yang berubah, Kenzie selalu menyimpulkan sisi positif dari hubungannya itu. Kenzie selalu berprinsip menjaga hubungan yang sudah dimulai sejak lama ini.
Di tempat lain, saat sedang istirahat, Kenzo kembali melihat video yang dikirim oleh temannya.
"Kalau gue kasih tau ke dia, kira-kira apa reaksinya?"
"Apa dia malah mengira kalau gue cemburu?"
Kenzo langsung menepis bayangnya dan memilih tidak ingin ikut campur dalam hubungan Kenzie bersama Vito.
Setelah menikah, Kenzo akan lebih sering mengunjungi lahan yang hendak dibangun sirkuit itu. Zaky sudah mengurus jadwal alat berat yang dipercayakannya. Zaky bukan orangtua yang hanya sekedar janji, ia benar-benar menepati janji itu.
"Gue belum tau dimana tempat tinggalnya si tengil?" gumam Kenzo.
Kenzo menopang dagunya dengan pertimbangan dalam. Beberapa detik kemudian ia tersadarkan oleh ponselnya yang berdering.
"Halo babe,"
Suara seksi itu terdengar jelas, siapa lagi kalau bukan Gita. Mereka tengah membahas rencana dinner nanti malam.
"Ia babe, nanti aku jemput kamu jam 7 ya." ujar Kenzo.
...
Dua pemuda itu saling menatap, namun, hanya sekejap dan melanjutkan perjalanan masing-masing.
Tanpa sengaja Kenzo dan Kenzie bertemu di halaman sebuah minimarket. Tidak ada yang saling menyapa di antara mereka, juga tidak ada perkelahian seperti di masalalu. Mereka justru terlihat seperti orang yang tidak saling mengenal, apalagi terlihat di dalam mobil itu ada seorang perempuan.
"Dia malam mingguan kemana ya?" bathin Kenzie.
"Dih! kenapa jadi kepo banget!" gerutu Kenzie.
"Mau kemana juga bukan urusanku!"
Kenzie langsung kembali ke kontrakan setelah berbelanja dan juga satu porsi makan malamnya karena ia masih dalam suasana malas memasak walaupun sudah membeli bahan-bahannya.
Saat tiba di kontrakan, Kenzie sempat tersambung video call dengan Vito, namun, tidak berlangsung lama karena kekasihnya itu mengatakan ada acara keluarga.
"Kalau memang sudah bosan, pasti nggak akan bertahan sampai sekarang 'kan?" gumam Kenzie sambil memutar-mutarkan ponselnya.
Tanpa disadari, tak terhitung sudah berapa kali Kenzie meyakinkan diri bahwa hubungannya dengan Vito akan selalu baik-baik saja.
...
Di tempat lain, Kenzo dan Gita sedang dinner romantis dengan pemandangan kota.
"Akhir-akhir ini kamu sering ke luar negeri, dan komunikasi kita nggak seintens dulu," ujar Kenzo sedikit mengeluh.
"Kamu kesepian?" balas Gita.
Kenzo mengangguk.
"Hmm, kamu selalu nolak kalau aku mau liburan." keluh Gita.
"Bukannya aku sudah bilang, kita menikah dulu baru aku turuti ajakan kamu?" balas Kenzo langsung membuat Gita bingung.
"Aku juga mau kok kita liburan seperti pasangan lainnya, tapi, kalau liburan yang harus menginap dan hanya berdua, aku tetap nggak bisa karena kita belum sah." lanjutnya.
"Aku belum siap menikah, targetku masih sangat lama. Kamu sabar 'kan?"
"Dasar cowok cupu!" bathin Gita.
Dengan suaranya yang mendayu-dayu itu membuat Kenzo mengangguk. Jawaban yang seperti biasanya, Gita selalu menolak membahas pernikahan.
Setelah dinner romantis, Kenzo mengantar Gita ke apartemen tempat gadis itu tinggal.
"Nggak mau mampir?" tanya Gita setelah tiba di apartemen.
"Emang boleh?" tanya Kenzo meyakinkan.
Sudah lebih jam sebelas malam, Kenzo naik ke apartemen Gita. Gadis itu tinggal seorang diri.
Sudah beberapa kali Kenzo mengantar dan menjemput Gita, tetapi dilarang masuk oleh kekasihnya itu dengan alasan rumah masih berantakan.
"Duduk dulu, aku ambilkan minum sebentar."
Kenzo mengangguk sambil duduk di sofa. Ia menatap tubuh kekasihnya yang menggoda mata. Tidak heran kalau Gita berpenampilan seksi, karena sudah menjadi fashion favoritnya. Malam ini pun Gita mengenakan dress panjangnya hanya diatas paha.
Setelah menatap kekasihnya, Kenzo beralih menatap hal lain karena baru pertama kalinya masuk.
"Malam ini kamu pasti akan takluk," bathin Gita tersenyum tipis disudut bibirnya.
"Terima kasih, babe." ucap Kenzo.
Gita mengambil remot dan menghidupkan televisi. Dengan sengaja ia berdiri di depan Kenzo.
"Jangan pulang, ya." pinta Gita yang langsung duduk di pangkuan Kenzo dengan bergelayut manja.
Susah payah Kenzo menahan detak jantungnya, ia langsung meletakkan gelas ke meja karena tangannya gemetar.
"Kita masih pacaran, ini tidak baik." tolak Kenzo.
Gita langsung cemberut dan turun dari pangkuan Kenzo.
"Aku takut khilaf," ujar Kenzo.
Gita langsung menatap Kenzo dengan mendalam.
"Bagaimanapun aku laki-laki normal, dan aku nggak mau terjadi yang tidak-tidak." ujar Kenzo dengan hati-hati agar Gita tidak tersinggung.
Tentu saja Kenzo berharap Gita bisa mengerti dan senang dengan pola pikirnya. Namun, tiba-tiba Gita kembali naik ke pangkuannya dengan senyumnya yang menggoda.
"Kita sudah lama berpacaran dan kamu selalu mengabaikan setiap upayaku, aku ingin merasakan sentuhanmu, babe."
Gita menelusuri wajah Kenzo dengan jari telunjuknya, setelah berhenti di bibir, ia menjilat jarinya sendiri, sehingga membuat Kenzo terkejut.
Selama berpacaran, Gita memang lebih agresif. Ia sering memancing reaksi Kenzo, namun, ternyata tidak sesuai harapannya karena Kenzo masih memiliki rasa takut.
"Babe, jangan kelewat batas, aku akan melakukan semuanya setelah kita menikah, tanpa kamu bersikap seperti ini!" ujar Kenzo dengan tubuh yang semakin tegang.
kalau bisa cepet aja kebongkar keburukan pasangan gak halal mereka.
pengen liat nanti kenzo bucin sama kenzi...
kan seru couple ken..🤭
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍