NovelToon NovelToon
Aku Harus Jahat

Aku Harus Jahat

Status: tamat
Genre:Badboy / Cintamanis / Patahhati / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:107.9k
Nilai: 4.4
Nama Author: After.Story

Read this prequel novel first : AKU HARUS BAIK
Berdasarkan kisah nyata atau tidaknya itu terserah bagaimana kalian mempercayainya

18 tahun keatas untuk bisa memahami cerita
Novel ini khusus buat yang open minded

[Peringatan : Diharapkan bisa dalam berpikir dua sudut pandang dan berpikir majemuk sebelum membaca]

[Dukung terus author dengan like, komen, vote, favorit, dan share. Terimakasih]

Ini cerita tentang suatu keharusan kita dalam berperan jahat, bahwa kejahatan dirasa adalah hal yang terbaik dan perlu dilakukan saat itu juga.

Tidak peduli sekeras apapun kita mencoba dalam menghindarinya, pastilah akan ada seseorang yang memang harus berperan jahat didalam kehidupan kita

Dan,
Inilah aku sekarang.

Aku Harus Jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon After.Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 7 - Teorinya Sangat Berbeda

Hujan turun deras,

Aku menatap kosong, dan sudah lama sekali aku menunggunya reda, tapi, sampai langit menggelap hujan justru semakin deras, kemudian aku sedikit mengantuk, karena aku memang orang yang seringkali tidur disepertiga malam, aku beranjak dari anak tangga yang kududuki lalu mencari tempat yang nyaman untuk memejamkan mataku. Tertidur aku dilobby. Setelah aku terbangun dari tidurku, hal yang pertama aku lihat hanyalah lampu jalanan yang menyala, dan semua lampu ruangan sudah dimatikan, kemudian aku melihat jam yang menempel didinding, aku berjalan keluar lalu melewati pos satpam yang langsung dibukakan gerbang kampus oleh petugas yang berjaga. Berjalan aku sendirian.

Jalanan tidak dilewati oleh kendaraan,

Hampir larut malam,

Menyebrang dijalanan begitu mudahnya dilakukan, padahal, disiang harinya kalian harus menunggu waktu yang tepat untuk sampai kesebrang jalan, dan juga, melakukannya itu membutuhkan keberanian, sudah banyak jumlahnya kendaraan yang bersentuhan satu dengan yang lainnya yang pernah kulihat. Dinginnya angin berhembus. Aku memasukkan tanganku kedalam saku jaketku, karena hujan yang turun membuat udara lebih dingin berbeda dengan malam yang seperti biasanya, sampai pada akhirnya, aku sudah didepan kosanku lalu menggeser gerbangnya sedikit, kemudian aku berpapasan dengan seorang laki - laki dan perempuan yang berjalan berdampingan. Mereka terlihat bahagia.

Teorinya. Mencintai adalah hal yang sederhana, tapi, kita sendirilah yang merumitkannya, kemudian cinta itu mudah untuk dilakukan semua orang, sebenarnya, hal yang membuatnya sulit itu terletak dikata salingnya, dan biarkan setiap orang memiliki cintanya tersendiri, serta, pengungkapan cintanya itu yang berbeda disetiap orangnya. Prakteknya sulit dilaksanakan. Manusia selalu diselimuti oleh perasaan yang tidak bisa dikendalikannya, dan juga, manusia itu tidak pernah bisa membunuh perasaan itu sepenuhnya, itulah sebabnya manusia akan mempunyai kecenderungan bertindak diluar batas kewajaran, makanya, cinta itu bukan sekedar memiliki ataupun dimiliki, bahkan diri kita sendiri bukanlah milik pribadi.

...*********...

"Nila" ucapku

"Iya" ucap Vanila

"Aku boleh nyakitin kamu gak?" ucapku, bertanya

"Boleh" ucap Vanila

Vanila menatapku tajam,

"Tapi. Aku gak bakalan maafin kamu, lagian, emang aku pernah ngelarang kamu nyakitin?" ucap Vanila, tersenyum dengan jahatnya

"Enggak" ucapku

"Yaudah" ucap Vanila

Aku mendekatkan wajahku, "Aku cuman pengen manggil nama kamu"

"Masa?" ucap Vanila

Aku menahan tawa,

"Nama kamu bagus. Kayak nama ikan" ucapku, tertawa lepas

Vanila menatapku datar, tapi, sudah menjelaskan bagaimana kemarahannya, "Rasanya sakit banget"

"Katanya boleh nyakitin" ucapku, tersenyum simpul

Vanila langsung terdiam,

"Maaf" ucapku

Langit yang cerah,

Dibalkon. Kalian bisa melihat dengan jelas seluruh lantai dari yang terbawah sampai teratas, kemudian aku melihat pasangan kekasih yang semalam berpapasan denganku memasuki kamar dan awalnya, kuperhatikan mereka sedang bercanda gurau, lalu, pintu kamarnya itu tertutup dengan rapatnya dalam waktu yang lama. Tebaklah. Mereka berdua keluar dari kamarnya, dan menyadari adanya keberadaanku, lalu, perempuan itu berjalan dengan menundukkan kepalanya, sedangkan, laki - laki itu membuang wajahnya saat melewatiku, kemudian aku kembali memperhatikan awan yang berjalan sangat lambat itu dilangit yang berwarna kekuningan.

Aku berusaha melupakannya seperti biasa, dan seakan aku tidak pernah melihatnya, karena aku tidak ingin menghakimi siapapun dalam hidupku, lagipula, apapun yang dilihat oleh manusia itu pasti selalu membuatnya percaya itu kenyataannya, padahal, kita hanyalah seperti orang bodoh yang terus dipermainkan oleh penglihatan tersebut. Memang aku pendiam. Aku tidak bisa berkomentar apapun dalam kehidupan, dan bagiku, diamku sudah menjelaskan semuanya daripada yang ingin kusampaikan, lalu, aku lebih menyukai suatu hubungan manusia yang saling mengerti tanpa harus menunjukkannya secara langsung. Maksudku. Percuma kita dekat seseorang kemudian menyapanya setiap hari, bercerita tentang banyak hal, tapi disaat kita mengalami kesusahan, serta lain sebagainya mereka itu malah tidak memperdulikannya padahal kita sudah menganggapnya teman, dan aku lebih menyukainya, seseorang yang tidak pernah menyapa, tidak pernah bercerita, serta lain sebagainya, tapi, disaat kita mengalami kesusahan dialah orang pertama yang menawarkan bantuan.

Bagiku. Manusia yang sosial itu bukan mereka yang berbaur dengan mudahnya, mempunyai teman dalam jumlah banyak, menceritakan banyak hal dan lain sebagainya, aku mempunyai pandangan berbeda, manusia yang sosial itu adalah mereka yang mempunyai empati dan simpati terhadap lingkungan disekitarnya, tapi, kebanyakan orang hanya mengartikan sosial dalam arti yang terbilang sempit. Tidak semua orang sama denganku. Pendapatku tentang banyak hal tidak searah dengan kebanyakan orang, mungkin, itulah penyebab aku hanya mempunyai sedikit teman, dan lagipula, aku juga pribadi yang tidak menyukai sesuatu yang berlebihan serta kekurangan, lalu, aku selalu hidup dititik tengah yang tidak jelas kemana arahnya.

"Apa?" ucapku

Vanila tersenyum manis,

"Kamu jarang senyum. Tapi. Sekali ngelakuin aku ngelihatnya senyummu itu tulus banget" ucap Vanila, menawarkan arum manisnya

"Aku jadi malu" ucapku

Aku menahan senyumku, "Semuanya itu buatku?"

"Dasar" ucap Vanila

Vanila menatap tajam,

"Enggaklah. Aku cuman mau ngasih kamu, harusnya, tadi kamu itu beli sendiri" ucap Vanila, cemberut

Aku tertawa kecil,

"Cepetan kamu ngambilnya" ucap Vanila

"Iyo" ucapku

Aku mengambil sedikit arum manisnya, kemudian potongan besarnya aku jauhkan darinya, lalu, aku memberikan potongan kecil yang kuambil itu kepadanya, dan Vanila langsung menyipitkan kedua matanya, rasanya, semua yang kujalani bersamanya itu menyenangkan walaupun pasar malam yang membosankan sekalipun. Tidak semuanya itu pasti indah, dan tidak segalanya itu pasti cerah. Vanila mengidap penyakit yang tidak bisa aku sebutkan, tapi, senyuman diwajahnya itu seakan tidak pernah memperdulikannya, dan terkadang, justru malah aku sendirilah yang sedih disaat melihatnya, kemudian dia memintaku untuk berbohong manis didepannya, sekalipun dia mengetahui bahwa semuanya itu hanyalah kebohongan belaka, karena dia sudah bosan melihat kenyataan yang pahit.

Mungkin,

Itulah yang membuatku lebih memilih kebohongan yang manis daripada kejujuran yang pahit, dan lebih menghargai setiap pertemuan yang ada dalam hidupku, semenjak kepergiannya itu menjadikan semuanya pelajaran, terkadang, aku penasaran dengannya yang bagaimana caranya bisa melihat dunia secara unik. Aku harus jahat dan aku harus baik. Katanya aku diminta untuk menempatkan diriku pada dua hal yang berlawan, agar aku bisa melihat dunia yang indah seperti dirinya, dan sekarang aku sudah melakukannya, tapi, masih juga belum mendapatkan perubahan apapun dalam hidupku, atau aku membutuhkan waktu yang panjang untuk menyamakan sudut pandangnya didunia yang sempurna.

Menjawab itu sulit, dan menenggelamkan itu mudah,

Pertanyaannya.

"Ngene" ucap Vanila

"Harusnya kamu ngerti. Cewek itu cuman butuh kenyamanan sama pengertian cowok" ucap Vanila, menyindirku dengan jelasnya

"Cuman?" ucapku

Vanila melihatku lekat,

"Nyaman secara finansial?" ucapku, mencoba berpendapat

Vanila tersenyum manis, "Enggak. Seiring cewek dewasa yang dilihat itu gimana tanggungjawabnya, lagian, percuma uangnya banyak tapi selingkuhannya banyak juga. Ada banyak cowok yang kaya sama ganteng, tapi, susah nyari yang tanggungjawab"

"Percoyo aku waelah" ucap Vanila

"Sesat" ucapku

"Pertimbangin aku sumber yang terpercaya" ucap Vanila

"Gak" ucapku

Masihku begitu menyesal. Aku tidak bisa ada disampingnya, padahal itu adalah saat dimana aku melihat kepergiannya, dan sekarang, aku berdiri sendirian hanya dengan bayangannya yang selalu menghantuiku, kemudian aku tidak mengetahui caranya untuk menghilangkan bayangannya dari pikiranku. Meluka yang mendalam. Hal yang mendasar yang perlu dipahami yaitu manusia itu mempunyai perasaan, dan wajarlah, kemarin, sekarang ataupun nantinya kita pasti akan terluka oleh perasaan itu sendiri, kemudian aku berusaha melatih perasaanku agar terus bereaksi terhadap apapun yang terjadi dalam kehidupan.

Aku terus hidup tanpa jiwa,

Menyedihkan.

Seperti itu berulang terus menerus aku yang melihat pemandangan sekitarku disaat menuju kekosan, dan hanya aku seorang yang berjalan, walaupun, ada sekumpulan remaja yang bermain gitar dipertigaan gang, aku hanya iri kepada mereka yang terlihat bahagia dalam menjalani kehidupannya, karena aku tidak bisa melakukannya padahal sudah banyak waktu kuhabiskan mencobanya. Memanglah itu membosankan. Setidaknya aku harusnya mempunyai seseorang yang menemaniku untuk menemukan jalan kehidupanku, tapi, semua orang malahan pergi meninggalkanku secara perlahan, apalagi, tidak mungkin aku menolak kepergian seseorang dalam artian yang sebenarnya.

1
Tri kutrek
akhirnya bisa menyelesaikan membaca cerita ini. awalmula baca di forum lain, kemudian tau kalo di lanjutkan disini. cerita ini beda dari pada yang lain. biasa nya. memposisika diri ditengah-tengah. terkadang posisi di tengah-tengah itu enak. karena bisa memandang lebih luas (depan dan belakang), tetapi kadang kalau di tengah-tengah kita bisa terjepit.
🕯️
Dan hati yang mudah terjatuh adalah hati yang selalu dijaga dan dilindungi yg sebenarnya itu hanyalah sementara bersembunyi dibalik kelembutan yang menutupi wajah dari kilatan, tapi lupa untuk diberi rasa sakit sebagai vaksin yang memang seharusnya harus diberikan 🌱

kak thor ngulang baca lagi 🤗 setelah pernah usai
Desy Puspita
🌻
Desy Puspita: Jadi.
total 2 replies
Lady Meilina (Meilina07.)
hai thor aku mampir ya. dtunggu feedbackya. thnks
DHANIR K
gimana mo ada pelangi kalo malam, coba..
kan gelap....
After.Story: beneran ada dan kelihatan
total 3 replies
DHANIR K
karyanya memberi ku semangat hidup....
『Gres Ier』
kata katanya ngena bet keren tor
Hendra Hermawan
0k lanjut
Hendra Hermawan
semangat
Hendra Hermawan
mampir
Hendra Hermawan
0k
Thor TTD
balas like ku ya thor
IG: Saya_Muchu
Aku selalu mendukung mu thor
Fira
wih
After.Story: anak kaskus nih bahasanya gan
total 3 replies
🕌 M⃟ars™Melia ᵐᴵʷ🍭🌺⃟⃝࿐🕌🖤
mampir thor
After.Story: wuih makasih udah mampir
total 1 replies
❤️⃟WᵃfJonathan
jempol terus saja berdatangan, tetap semangat untuk authornya
Sekar Rasi Karimah
Kebanyakan Prolog
After.Story: prolognya cuman satu, monolog paling
total 1 replies
Gusmandora
mampir Thor
After.Story: iya makasih kak
total 1 replies
Noer
like ❤️
After.Story: iya makasih kak
total 1 replies
lovetoon
suka , tp kurang dialoq thor .. terlalu banyak monolognya
After.Story: tokohnya pendiem soalnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!