NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Mencari Keira

.

Di kediaman keluarga Wijaya, suasana tiba-tiba menjadi tegang.

Arsen baru saja memberi tahu ayahnya mengenai dokumen perceraian yang dikirim Keira. Darma Wijaya yang sedang duduk membaca laporan bisnis langsung menurunkan berkas dari tangannya.

“Keira meminta cerai?” tanyanya memastikan.

Arsen mengangguk. Wajahnya masih menunjukkan ketidakpercayaan. “Aku juga tidak menyangka dia akan melakukannya.”

Darma terdiam cukup lama. Selama empat tahun menjadi bagian dari keluarga Wijaya, Keira sama sekali tidak pernah membuat masalah. Bahkan ketika keluarganya sendiri mulai memperlakukannya berbeda, perempuan itu tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri Arsen.

"Berani sekali dia?!" ucap pria paruh baya itu. "Memangnya dia pikir mudah hidup di luar sana?! Sudah enak tinggal numpang di keluarga Wijaya, malah cari perhatian. Pakai acara merajuk, sekarang malah sok-sokan minta cerai."

Namun Marissa yang duduk tidak jauh dari mereka justru tertawa kecil. “Ngapain kita mikir soal dia?" katanya santai. “Keira itu pasti hanya sedang menggertak.”

Arsen menoleh kepada ibunya dengan kuning berkerut. “Menggertak bagaimana?”

“Ya kamu pikirkan saja. Mana mungkin perempuan itu benar-benar mau bercerai?” lanjut Marissa sambil menyandarkan tubuhnya. “Dia sudah terbiasa hidup nyaman di rumah ini. Semua kebutuhannya dipenuhi. Sekarang dia mau pergi begitu saja? Siapa yang percaya?”

Marissa menggeleng dengan penuh keyakinan. “Memangnya dia bisa apa di luar sana tanpa fasilitas dari keluarga Wijaya? Apalagi dia itu hanya seorang yatim piatu. Dia tidak memiliki saudara lain selain kita. Ditambah dia juga tidak memiliki keahlian lain selain mengurus rumah tangga. Lalu apa yang bisa ia lakukan di luar sana untuk bertahan hidup?”

Ucapan itu membuat Arsen terdiam. Sebagian dirinya masih berpikir sama. Keira memang tidak memiliki kehidupan mewah sebelum menikah dengannya. Selama ini ia selalu menganggap semua kenyamanan yang dimiliki Keira berasal dari keluarga Wijaya. Jadi, benar kata ibunya. Keira, pasti akan kembali.

Namun entah mengapa, setelah melihat dokumen perceraian tadi, keyakinan itu tidak lagi terasa sekuat sebelumnya. Kalau Keira hanya ingin membuatmu panik, mengapa sampai mengirim pengacara?

Arsen menggelengkan kepalanya pelan. Baru kali ini, ia tidak bisa menebak apa yang diinginkan oleh Keira.

Melihat putranya seperti itu Marisa merasa tidak suka. “Dia pasti akan kembali.” Wanita itu mencoba kembali mempengaruhi pikiran Arsen. “Tunggu saja beberapa hari. Begitu sadar hidupnya tidak semudah yang dia bayangkan, dia sendiri yang akan datang meminta maaf. Nanti kalau dia kembali, jangan memaafkan dengan begitu mudah! Kita harus kasih dia pelajaran dulu!”

Arsen tidak menjawab, pria itu hanya memandang dokumen perceraian yang tadi ia letakkan di atas meja dihadapan Ayah dan ibunya.

*

*

Sore telah berganti menjadi malam. Arsen yang pada awalnya hanya berdiri diam dengan berpegang pada pagar pembatas balkon kamarnya, tiba-tiba berlari cepat masuk ke dalam kamar lalu mengambil kunci mobil.

Ia sendiri tidak tahu apa yang membuatnya melakukan itu. Ada sesuatu yang terus mengusik pikirannya sejak menerima dokumen perceraian. Ia ingin mencari Keira.

Pria itu mengingat sebuah rumah kontrakan kecil yang pernah Keira tempati sebelum menikah dengan dirinya. Arsen yang masih mengingat alamatnya segera melajukan mobilnya ke alamat itu.

Hanya berselang satu jam, mobil yang dikendarai oleh arsen telah berhenti di depan sebuah rumah yang jauh berbeda dari kediaman mewah keluarga Wijaya. Arsen turun dan berjalan menuju pintu rumah yang ia tahu merupakan rumah pemilik kontrakan.

Seorang wanita paruh baya keluar setelah mendengar ketukan.

“Maaf, Bu. Saya ingin bertanya tentang perempuan bernama Keira. Dulu dia tinggal kontrakan yang ada di ujung sana. Apa beberapa hari ini Keira kembali ke sini?”

Wanita itu mengernyitkan dahi, berusaha mengingat. “Oh, Keira?”

Arsen mengangguk cepat dengan wajah penuh harap. “Iya. Keira Anindita. Apa dia kembali mengontrak rumah di sini?”

Tetapi ibu pemilik kontrakan menggelengkan kepala. “Sudah lama sekali Keira tidak tinggal di sini, Tuan. Sejak menikah, dia sudah tidak pernah kembali ke sini,” lanjut wanita itu. “Waktu itu barang-barangnya juga sudah dibawa semua. Dan rumah yang dulu ditempati Keira sekarang juga sudah dikontrak oleh orang lain.”

Jantung Arsen berdegup lebih cepat. “Apa Ibu yakin Keira benar-benar tidak kembali ke sini? Coba diingat-ingat Bu. Mungkin Ibu ada yang lupa?”

Wanita itu menggeleng. “Mana mungkin saya lupa? Ini kan berurusan dengan uang. Setiap orang yang datang untuk mengontrak harus membayar lebih dulu.”

“Ya Tuhan,” Arsen mengusap wajahnya kasar. “Apa Ibu tahu di mana Keira sekarang tinggal? Atau mungkin Ibu memiliki nomor teleponnya?”

Ibu pemilik kontrakan itu mendengus keras. “Untuk apa saja menyimpan nomor teleponnya?” Tanya wanita paruh baya itu dengan kesal. “Dia itu sudah bukan lagi penghuni kontrakan di sini. Apalagi dia juga bukan sanak saudara saya.”

Arsen memejamkan mata sambil mengambil nafas dalam kemudian mengucapkan terima kasih. Membawa pikirannya yang carut-marut pria itu kembali ke mobil dengan langkah berat.

Tangannya menggenggam kemudi, tetapi ia tidak segera menyalakan mesin.

Selama ini ia mengira Keira pergi hanya karena marah. Ia pikir perempuan itu masih berada di suatu tempat yang mudah ditemukannya. Ia bahkan yakin Keira akan kembali begitu emosinya mereda. Tetapi sekarang rumah kontrakan itu pun bukan tempat Keira. Lalu, sebenarnya Keira pergi ke mana?

Tiba-tiba saja, kekhawatiran mulai merayap ke dalam hati Arsen. Bukan lagi sekadar rasa kesal karena istrinya yang merajuk. Entah kenapa ada rasa takut jika wanita itu benar-benar tidak kembali.

Arsen mengambil ponselnya dan kembali membuka nomor Keira. Tetapi nomor itu tetap saja tidak aktif. Tatapan mata Arsen terpaku cukup lama pada nama itu.

“Keira, sebenarnya kamu pergi ke mana?” gumamnya pelan.

Tidak ada jawaban. Ingin bertanya tapi tak tahu pada siapa. Ingin mencari tidak tahu kemana. Dia sama sekali tidak tahu apakah selama ini Keira memiliki teman atau tidak. Dia juga tidak tahu selama ini Keira pernah pergi ke mana. Baru kali ini Arsen menyadari bahwa mungkin selama ini ia sama sekali tidak mengenal perempuan yang telah hidup bersamanya selama empat tahun.

Setelah berdiam diri di tempat itu cukup lama, akhirnya Arsen kembali mengemudikan mobilnya meninggalkan tempat itu. Arsen mengemudikan mobilnya dengan begitu pelan. Sepanjang perjalanan, pria itu selalu menoleh ke kiri dan ke kanan, memperhatikan sekeliling. Setiap bayangan wanita yang ia lewati, ia berharap bahwa itu adalah Keira. Namun sayang, harapannya tak pernah terkabul.

1
Noor hidayati
kenapa sekarang up nya lelet ya,apa bacanya numpuk bab saja,biar ga bolak balik ngecek sudah up apa belum
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!