NovelToon NovelToon
Sang Putri Pilihan Rakyat

Sang Putri Pilihan Rakyat

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Fantasi / Tamat
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Ketika mahkota kekaisaran ternoda oleh keserakahan dan tirani seorang saudara kandung, seorang putri yang terbuang harus bangkit dari abu pembantaian.

Diasingkan sejak lahir di Desa Bunga Lotus, Zhao Lianhua tidak pernah tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah kekaisaran. Namun saat pedang istana membakar rumah dan menghancurkan kedamaiannya, ia terpaksa mengambil pedang demi keadilan rakyat jelata!

Bisakah seorang putri terbuang menumbangkan kerajaan yang dipimpin oleh saudara kandungnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Kaisar Longwei

Sementara kedamaian dan gelak tawa mewarnai Lembah Bunga Lotus, suasana di Ibu Kota Kekaisaran, Kota Naga Emas, terasa seolah diselimuti oleh kabut darah yang mencekik.

Tujuh tahun telah berlalu sejak Selir Meizhen wafat, dan perubahan kelam telah merenggut seluruh kehangatan dari Istana Terlarang.

Kaisar Tua yang dahulu bijaksana kini tinggal nama. Setelah mangkat akibat luka panah beracun di perbatasan utara, Pangeran Agung naik takhta sebagai penguasa baru dengan gelar Kaisar Longwei.

Namun, bukan kedamaian yang ia bawa, melainkan era ketakutan dan hukuman gantung bagi siapa saja yang berani menatap matanya terlalu lama.

Di balik pilar-pilar batu giok hitam Aula Balai Agung, aroma dupa cendana bercampur dengan bau amis darah yang tersamar dari balik karpet merah tebal.

Kaisar Longwei duduk di atas Takhta Naga Emas. Ia kini berumur dua puluh empat tahun, mengenakan jubah kebesaran hitam-emas bertaburkan batu permata darah.

Wajahnya tampan namun dingin bagaikan es di puncak gunung utara, dengan mata yang tajam dan tak memiliki sedikit pun ruang untuk rasa iba.

Di bawah tangga takhta, tiga orang pejabat tinggi kekaisaran yakni menteri keuangan dan dua jenderal senior, berlutut gemetar dengan dahi menempel di lantai dingin.

"Dua puluh ribu liang perak..." suara Longwei menggelegar, tenang namun dipenuhi getaran mengintimidasi yang membuat seluruh kasim di ruangan menahan napas. "Itu adalah jumlah pajak dari Provinsi Selatan yang kalian laporkan 'hilang' akibat diserang oleh kawanan penyamun lokal."

"Yang... Yang Mulia Kaisar!" menteri keuangan memelas dengan suara serak dan air mata bercucuran. "Hamba tidak berbohong! Kawanan penyamun di lembah selatan makin berani setelah perbatasan kekurangan prajurit—"

"Cukup," potong Longwei singkat sambil mengangkat satu jarinya.

Ia kemudian berdiri perlahan dari Takhta Naga, seraya mengibaskan jubah hitamnya yang bersulamkan naga bermata tiga. Langkah kakinya yang dilapisi boot kulit bertulang besi berdentang pelan di atas lantai giok, memecah keheningan yang mencekik.

"Penguasa yang lemah akan menyalahkan penyamun atas ketidakmampuannya menarik pajak," ujar Longwei sambil berjalan mendekati menteri yang gemetar itu. Ia mencabut pedang pendek bertatahkan giok hitam dari pinggang Pengawal Pribadi di sampingnya. "Aku tidak membutuhkan pejabat yang pandai membuat alasan."

CRAS!

Tanpa mengedipkan mata, Longwei mengayunkan pedang pendek itu. Tebasan presisi memutus jalur napas menteri keuangan di tempat.

Darah segar pun memercik, membasahi lantai giok dan gaun para pejabat lain yang berlutut di sekitarnya. Dua jenderal lainnya melengos, dan tak berani mengeluarkan jeritan sekecil apa pun karena takut bernasib sama.

"Bersihkan tempat ini," perintah Longwei dingin, sambil menyerahkan kembali pedang berdarah itu ke pengawalnya tanpa sedikit pun penyesalan. "Ganti menteri keuangan dengan orang yang tahu cara menguliti pajak dari rakyat biasa hingga perak terakhir."

"Menerima perintah, Yang Mulia!" seru Pengawal Pribadi serentak sambil menyeret mayat menteri tersebut keluar aula.

Setelah sidang istana yang berdarah itu selesai, Longwei melangkah menuju Paviliun Merak, kediaman Permaisuri Shen yang kini bergelar Ibu Suri.

Suasana di dalam paviliun itu sangat megah namun dingin. Ibu Suri Shen duduk di atas kursi ukir cendana, sambil meminum teh herbalnya dari cawan porselen berlapis emas.

Meski kerutan usia mulai terlihat di sekitar matanya, pendar kekejaman dan haus kekuasaan di wajahnya tidak pernah memudar.

"Kau terlalu banyak membunuh pejabat minggu ini, Longwei," ujar Ibu Suri Shen tanpa memalingkan wajah saat putranya melangkah masuk.

"Mereka tidak berguna, Ibu," jawab Longwei sambil duduk di seberang ibunya, lalu memutar-mutar cincin batu akik merah di jarinya. "Rakyat di wilayah selatan mulai menunjukkan tanda-tanda pembangkangan. Pembangunan Istana Musim Panas membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan pasokan emas. Jika pejabat tidak bisa menekan mereka, maka pedang prajuritku yang akan memaksanya."

Ibu Suri Shen meletakkan cawan tehnya dengan dentang halus. "Urusan rakyat jelata adalah hal kecil. Yang lebih penting... bagaimana dengan perburuan anak itu?"

Mendengar pertanyaan itu, raut wajah Longwei seketika mengeras. Cincin giok di jarinya pun ia cengkeram kuat-kuat.

Selama tujuh tahun terakhir, bayang-bayang ramalan tua tentang kelahiran seorang putri di bawah naungan Bulan Merah tidak pernah berhenti menghantuinya.

Ia tahu, di luar sana, di suatu tempat yang tersembunyi di pelosok negeri, adik perempuan tirinya yang selamat malam itu kini telah berusia tujuh tahun.

"Panglima Gao telah gagal," jawab Longwei dengan nada dingin yang membekukan. "Laporan dari mata-mata Divisi Tiga menyebutkan bahwa beberapa pengintai kita yang dikirim ke lembah selatan menghilang tanpa jejak dua tahun lalu. Bahkan kelompok penyamun yang kita manfaatkan di perbatasan utara baru-baru ini dilumpuhkan oleh kelompok veteran tak dikenal."

Ibu Suri Shen menatap Longwei dengan mata menyipit penuh ancaman. "Jangan biarkan benih Selir Meizhen itu tumbuh dewasa, Longwei! Jika para bangsawan tua dan mantan veteran perang Kekaisaran mengetahui ia masih hidup, mereka akan menggunakannya sebagai bendera untuk menumbangkan takhtamu!"

Longwei berdiri melangkah menuju jendela paviliun, dan menatap pemandangan Kota Naga Emas dari ketinggian. Di balik tembok istana yang megah, ia bisa melihat asap tipis membubung dari rumah-rumah rakyat biasa yang hidup dalam kemiskinan dan ketakutan.

"Dia tidak akan pernah menyentuh Kota Naga Emas ini, Ibu," pendar kejam terpancar jelas di mata Longwei. "Hari ini, aku telah memerintahkan Pasukan Serigala Hitam, divisi pembunuh bayangan terbaik kekaisaran untuk menyisir seluruh desa dan lembah di wilayah selatan."

Ia mengepalkan tangannya rapat-rapat.

"Setiap anak perempuan berusia tujuh tahun di seluruh negeri akan diperiksa. Jika ada desa yang menyembunyikannya atau menolak diperiksa..." Longwei tersenyum licik dan mengerikan, "...bakar desanya, ratakan tanahnya, dan jadikan abu mereka sebagai peringatan bagi siapa saja yang berani menantang takhtaku."

Di bawah naungan kemewahan Istana Terlarang yang berdarah, sang Kaisar Tirani telah menyebarkan jaring-jaring kematiannya lebih luas lagi.

Badai besar sedang bergerak dari Kota Naga Emas menuju tempat pelarian sang putri, menyiapkan panggung pertempuran takdir antara kejamnya kekuasaan istana dan keteguhan hati rakyat jelata di masa depan.

Bersambung...

1
Iyus Iyus
bagussss
Iyus Iyus
sedih bgt tor
Fitri 066
cerita nya sangat sangat bagus kk...terus semangat ya kk..💪💪💪
Aurora: makasih Kaka... siap, JD tambah semangat 😃🤗🙏
total 1 replies
Amy Asmeera
itulah pelik baca atas bawah atas bawah🤣terima kasih cerita nya menarik.hari2 tunggu update nya
Aurora: iya kak, othor baru ngeh, Lo episode 42 nya mana 😅
total 1 replies
chelsea dian
amazing
Murni Dewita
👣
Rubi Yati
merinding aku bacanya Thor,secangkir kopi☕ untukmu ,semangat nulisnya y💪💪💪
Aurora: makasih Kaka.... secangkir kopi nya bikin author jadi tambah semngat nulisnya 🤗
total 1 replies
Arix Zhufa
seruuu😍😍
Aurora: Alhamdulillah... makin semangat deh bikin ceritanya 😃🤗🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Arix Zhufa
saya terharu
Arix Zhufa
cerita nya bagus
Arix Zhufa
Mampir thor...semoga sampai tamat
Aurora: Makasih kakak... aamiin... semoga suka🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!