NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:89.6k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 — Menyusup ke Sarang Sekte Iblis

Su Yun sama sekali tidak memedulikan teriakan para anggota Sekte Iblis.

Ia justru mempercepat langkah menuju sisi selatan kubah hitam.

“Hei!”

Pria yang membawa palu besar langsung naik pitam.

“Berani sekali kau mengabaikanku!”

Ia mengangkat palunya.

“Kalau begitu, kubuat kakimu tidak bisa dipakai lagi!”

Energi spiritual meledak dari tubuhnya.

Pria itu menerjang.

Namun Su Yun bahkan tidak menoleh.

Tatapannya hanya tertuju pada satu titik di permukaan kubah hitam.

Sejak tadi ia sudah mengamati aliran energi penghalang tersebut.

Formasi itu memang mampu menyerap energi spiritual para tawanan.

Namun setiap formasi pasti memiliki titik aliran.

Dan titik aliran berarti kelemahan.

Su Yun menghunus pedang berkarat.

Satu tarikan napas.

Kemudian—

Tusuk!

Pedangnya menghantam sisi selatan kubah.

Buzz!

Energi hitam bergetar hebat.

Pria berpalu yang hampir mencapai Su Yun membelalak.

“Apa yang kau—”

Krak!

Sebuah retakan muncul.

Kemudian menyebar dengan sangat cepat.

Krak! Krak! Krak!

Seluruh kubah hitam bergetar.

Sesaat kemudian—

BOOM!

Penghalang itu pecah.

Kabut hitam yang sebelumnya memenuhi area langsung buyar.

Energi spiritual yang terserap selama berjam-jam menyembur kembali seperti air dari bendungan yang runtuh.

Para murid Sekte Pedang Abadi terpaku.

Mereka merasakan energi yang hilang kembali memasuki tubuh.

Satu demi satu aura mereka mulai pulih.

“Apa?!”

Pemimpin Sekte Iblis membelalak.

“Formasinya... hancur?”

Tidak mungkin.

Formasi itu memang bukan susunan tingkat tinggi.

Namun tetap disiapkan sendiri oleh pemimpin mereka.

Bagaimana mungkin seorang pemuda lemah menghancurkannya hanya dengan satu tusukan?

Su Yun mencabut pedang.

“Apa yang kalian tunggu?”

Kalimat itu menyadarkan para murid Sekte Pedang Abadi.

Senior Mu langsung berteriak.

“Bunuh mereka!”

“Membunuh!”

Lebih dari dua puluh murid bergerak bersamaan.

Situasi berubah dalam sekejap.

Sebelumnya mereka dilemahkan oleh kubah hitam.

Sekarang kekuatan mereka telah kembali.

Kelompok Sekte Iblis yang tadinya begitu arogan langsung kehilangan keunggulan.

Dentang!

Pedang bertabrakan.

Jeritan terdengar.

Salah satu anggota Sekte Iblis bahkan belum sempat mundur ketika tubuhnya sudah ditebas.

“Pergi!”

Pemimpin berbaju hitam berteriak panik.

“Cepat mundur!”

Terlambat.

Para murid Sekte Pedang Abadi sedang dipenuhi kemarahan.

Sahabat mereka dibunuh.

Senior mereka kehilangan satu lengan.

Mereka hampir dijadikan bahan latihan oleh Sekte Iblis.

Mana mungkin sekarang membiarkan musuh melarikan diri?

Pertarungan berakhir jauh lebih cepat daripada perkiraan.

Satu demi satu anggota Sekte Iblis tumbang.

Hanya pemimpinnya yang masih hidup.

Ia mencoba berlari.

Namun beberapa murid langsung mengepungnya.

Bang!

Sebuah tendangan menghantam lutut.

Pria itu jatuh.

Pedang segera ditempelkan ke lehernya.

“Jangan bunuh aku!”

Wajahnya pucat.

“Aku bisa menjelaskan!”

“Jelaskan kepada Saudara Lu!”

Salah satu murid mengangkat pedang.

“Tunggu.”

Su Yun berbicara.

Semua orang menoleh.

Murid yang hendak menebas berhenti.

Su Yun berjalan mendekat.

“Kalau kalian membunuhnya sekarang, semua petunjuk juga mati bersamanya.”

Pemimpin Sekte Iblis langsung mengangguk cepat.

“Benar! Benar! Aku berguna!”

“Diam.”

Su Yun menatapnya dingin.

Pria itu langsung menutup mulut.

Beberapa murid Sekte Pedang Abadi kemudian mendekati Su Yun.

“Terima kasih atas pertolonganmu.”

Salah seorang memberi hormat.

“Kalau bukan karena kau menghancurkan formasi tadi, kami mungkin sudah...”

“Tidak perlu.”

Su Yun menyarungkan pedangnya.

“Aku hanya kebetulan berada di sini.”

Seorang murid perempuan memandangnya dengan kagum.

“Kebetulan atau tidak, kau sudah menyelamatkan nyawa kami.”

Yang lain ikut mengangguk.

“Benar.”

“Kami bahkan tidak mampu menemukan kelemahan formasi itu.”

“Senior benar-benar luar biasa.”

Su Yun hampir tertawa.

“Jangan panggil aku Senior.”

Semua orang terdiam.

“Aku bahkan belum memasuki Alam Roh Sejati.”

“Apa?”

Beberapa murid benar-benar terkejut.

Mereka sebelumnya mengira Su Yun sengaja menyembunyikan kultivasi.

Dengan tingkat yang masih berada di Alam Murid Roh, ia justru berani berkeliaran sendirian di Lembah Bulan Sabit?

Terlebih mampu menghancurkan formasi?

“Kalau begitu... bagaimana kami memanggilmu?”

Su Yun berpikir sejenak.

Nama aslinya tidak sebaiknya disebut sembarangan.

“Aku memakai julukan Dewa Pedang.”

Beberapa orang menatapnya aneh.

Nama itu memang sedikit berlebihan.

Namun setelah apa yang baru saja mereka lihat, tak seorang pun tertawa.

Senior Mu memegang luka di bahunya.

“Saudara Dewa Pedang, kenapa kau ingin orang ini tetap hidup?”

Su Yun melihat pemimpin Sekte Iblis yang masih berlutut.

“Karena dia mengetahui lokasi markas mereka.”

Suasana langsung menjadi serius.

“Kalian ingin membalas dendam, bukan?”

“Tentu!”

“Kalau begitu membunuh satu orang ini tidak ada artinya.”

Su Yun melanjutkan.

“Kalau Sekte Iblis dibiarkan, mereka akan terus menangkap kultivator lain.”

Beberapa murid mengangguk.

“Bawa orang ini kembali ke Sekte Pedang Abadi.”

“Beritahu para tetua.”

“Lalu musnahkan seluruh Sekte Iblis.”

Seorang murid perempuan langsung berkata,

“Benar! Kita harus segera kembali.”

“Senior Mu juga membutuhkan perawatan.”

“Ayo pergi sekarang!”

Para murid mulai bersiap.

Namun Su Yun kembali berkata,

“Tunggu.”

Semua orang berhenti.

“Kalau kalian pergi seperti ini, Sekte Iblis akan mengetahuinya.”

Senior Mu mengerutkan kening.

“Maksudmu?”

“Orang-orang mereka sudah mati di sini.”

Su Yun menunjuk mayat-mayat di tanah.

“Begitu ada anggota lain datang memeriksa, mereka akan tahu perangkap gagal.”

Ia memandang mereka.

“Ketika para ahli Sekte Pedang Abadi tiba, markas itu mungkin sudah kosong.”

Semua orang terdiam.

Itu masuk akal.

Sekte Iblis berani bersembunyi selama bertahun-tahun karena mereka berhati-hati.

Mereka tidak mungkin menunggu dihancurkan.

“Lalu apa yang harus kita lakukan?”

Su Yun tersenyum tipis.

“Menyusup.”

“Menyusup?”

Semua orang langsung bereaksi.

“Itu terlalu berbahaya!”

“Kalau ketahuan, kita mati!”

Su Yun tidak membantah.

Memang berbahaya.

Namun ia punya alasan sendiri.

Kristal Surgawi.

Menurut pemimpin berbaju hitam tadi, harta tersebut berada di tangan pemimpin Sekte Iblis.

Kalau ia kembali sekarang...

kesempatan itu mungkin hilang.

“Tidak semua orang harus masuk.”

Su Yun menatap Senior Mu.

“Sebagian kembali ke sekte.”

“Sebagian ikut denganku.”

Senior Mu menggeleng.

“Bagaimana cara menyamar?”

Su Yun melirik pakaian mereka.

“Bukankah Sekte Pedang Abadi memiliki teknik bernama Bayangan Pedang?”

Ekspresi Senior Mu berubah.

“Bagaimana kau tahu teknik itu?”

“Pernah mengenal seseorang dari sektemu.”

Su Yun menjawab santai.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia memang pernah mempelajari cukup banyak hal tentang berbagai sekte.

Senior Mu masih terlihat ragu.

“Bayangan Pedang dapat menyamarkan aura dan penampilan untuk sementara.”

“Tapi penggunaannya terbatas.”

“Ahli yang kuat bisa melihat tembus.”

“Aku tahu.”

Su Yun mengangguk.

“Karena itu kita tidak boleh mendekati pemimpin Sekte Iblis dengan sembarangan.”

“Tujuan pertama hanya masuk.”

“Setelah berada di dalam, baru kita lihat situasi.”

Senior Mu menatapnya.

Rencana itu gila.

Namun peluangnya nyata.

Kalau mereka berhasil memperoleh lokasi dan struktur markas, Sekte Pedang Abadi bisa menyerang dengan jauh lebih mudah.

Salah seorang murid berkata,

“Ini terlalu berisiko.”

Su Yun menjawab,

“Kalau takut risiko, kalian bisa langsung kembali.”

Tidak ada nada mengejek.

Hanya kenyataan.

“Tapi kesempatan ini mungkin tidak datang dua kali.”

Seorang murid perempuan maju.

“Aku ikut.”

Yang lain segera menyahut.

“Aku juga.”

“Kalau bisa membalas Saudara Lu, aku ikut.”

Senior Mu memandang mereka satu per satu.

Akhirnya ia menarik napas.

“Baik.”

Ia menatap Su Yun.

“Kita lakukan.”

Su Yun mengangguk.

“Pilih tujuh orang.”

“Yang lain bawa mereka yang terluka dan kembali ke sekte.”

Senior Mu memandang lengannya yang putus.

Ia tahu dirinya tidak bisa ikut.

Rasa frustrasi terlihat jelas di wajahnya.

“Kalau begitu, aku akan memilih orang-orang terbaik.”

Beberapa menit kemudian, tujuh murid sudah berdiri di depan Su Yun.

Empat pria.

Tiga wanita.

Aura mereka termasuk yang paling kuat di kelompok.

Su Yun kemudian berjalan menuju pemimpin Sekte Iblis.

Pria itu langsung mundur dengan lutut masih menempel tanah.

“Jangan... jangan bunuh aku.”

Su Yun berjongkok di depannya.

“Aku tidak akan membunuhmu.”

Mata pria itu berbinar.

“Benarkah?”

“Untuk sekarang.”

Wajahnya kembali pucat.

Su Yun tersenyum.

“Kau akan membawa kami ke markas Sekte Iblis.”

“Apa?!”

Pria itu langsung menggeleng.

“Tidak! Kalau Tuan tahu aku membawa orang luar—”

Pedang Su Yun sudah menyentuh lehernya.

“Kalau kau tidak membawa kami...”

Su Yun menatapnya tanpa ekspresi.

“kau bahkan tidak akan hidup cukup lama untuk takut kepada Tuanmu.”

Keringat dingin muncul di dahi pria itu.

Su Yun berdiri.

“Pilih.”

“Hidup lebih lama.”

“Atau mati sekarang.”

Pemimpin Sekte Iblis menelan ludah.

Beberapa detik kemudian—

ia menundukkan kepala.

“Aku... akan membawa kalian.”

Senyum tipis muncul di wajah Su Yun.

Bagus.

Jalan menuju Kristal Surgawi akhirnya terbuka.

Namun yang belum diketahui para murid Sekte Pedang Abadi adalah satu hal.

Su Yun bukan hanya ingin menghancurkan Sekte Iblis.

Ia juga berniat mengambil harta yang selama ini menjadi umpan bagi seluruh Lembah Bulan Sabit.

......................

Bersambung...

1
Okta Oktafianto
keren
Otna Forever: mksh bosku 🙏
total 1 replies
Okta Oktafianto
alurnya kerennnn
Otna Forever: mksh bosku 🙏 jangan lupa baca karyaku yang lain PENGUASA DEWA NAGA
total 1 replies
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!