NovelToon NovelToon
Najin

Najin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Misteri / Penyelamat
Popularitas:321
Nilai: 5
Nama Author: Van pen.

​Pada tahun 1940-an di Jayakarta, Bella Anastasya, seorang pemburu jejak (tracker) tangguh, bertaruh nyawa demi mencari ibunya yang hilang secara misterius selama sepuluh tahun.

​Demi melacak petunjuk, Bella terpaksa bekerja sama dengan Gilang Fahrezi, pengusaha kaya pemilik jaringan informan terbesar di kota. Penelusuran berdarah ini membawa mereka menyusup ke fasilitas militer rahasia, tempat eksperimen parasit ilegal yang mengubah manusia menjadi monster mengerikan. Di sana, Bella harus berjuang melawan ancaman monster sekaligus menghadapi kenyataan pahit tentang takdir sang ibu.

akankah Bella menemukan sang Ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van pen., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Jalanan di depan Bar Cahaya Bulan tampak riuh oleh lalu-lalang orang. Di dalam bar, seorang pria tampan berperawakan Asia Timur dengan rambut klimis, kemeja putih, dan celana straight-fit krem sedang memainkan tuts-tuts piano. Ia memejamkan mata, membiarkan dirinya larut dalam tiap alunan nada. Pria itu adalah Reyhan Soetomo.

​Suasana bar terasa mewah dan menenangkan.

​Perlahan, Gilang muncul dari arah belakang. Reyhan menoleh, menyunggingkan senyum hangat begitu melihat kedatangan rekannya. Gilang membalas tatapan itu dengan senyuman tipis.

​Beberapa menit kemudian, keduanya telah duduk berhadapan. Mereka saling mendentingkan gelas, menyatukan cawan, lalu menyesap wine bersama.

​“Kawan, ada urusan apa? Kau jarang mengabariku,” tanya Reyhan seraya meletakkan gelasnya.

​“Apa kau tahu keberadaan Emma?” tanya Gilang lurus, memastikan apakah kawannya tahu sesuatu tentang wanita yang kini menjadi simpanan Komisaris Ichikawa itu.

​“Emma, ya...”

​“Emma... Emma...!” gumam Reyhan. Ia memejamkan mata, mendongakkan kepala berusaha menggali ingatannya.

​“Emm... Oh!” Reyhan menyerukan pemahaman begitu sebuah memori melintas di kepalanya.

​Ia membuka mata, lalu mengalihkan pandangan tepat ke manik mata Gilang. “Wanita penghibur dari Aula Bulan Semi?”

​“Dia pernah menyatakan cinta saat berada di pelukanku. Sekarang dia malah jadi simpanan Ichikawa. Aku sampai patah hati!” ujar Reyhan dramatis seraya mengangkat sebelah tangannya. “Tapi, kenapa kau menanyakannya padaku?”

​“Dia hilang sejak seminggu lalu. Kau tidak tahu?” tegas Gilang, mencari kebenaran.

​“Iya, aku tahu dia hilang. Tapi aku benar-benar tidak tahu dia pergi ke mana,” jawab Reyhan jujur.

​Gilang membuang muka, mengalihkan pandangannya.

​“Kenapa?” Reyhan mengernyit. “Kau pikir aku yang menyembunyikannya?”

​Gilang bangkit dari tempat duduknya dan bersiap melangkah pergi. “Ya sudahlah kalau begitu.”

​“Bagaimana kalau...” potong Reyhan cepat.

​Gilang seketika menghentikan langkah dan menoleh ke belakang.

​“Gunakan kesempatan ini untuk berbagi kekayaan,” sahut Reyhan. Ia mengangkat sebelah tangan, mengarahkannya pada beberapa rekan patriotik yang duduk tak jauh dari tempat mereka. “Sebelum Ichikawa merampas semua milikmu, kenapa kau tidak membantu rekan-rekan patriotikmu saja?”

​Di balik kemewahan dan ketenangannya, Bar Cahaya Bulan ternyata adalah markas rahasia para pejuang Nusantara. Dan Reyhan Soetomo, tak lain adalah salah satu bagian dari pergerakan tersebut. Ia menyarankan agar Gilang menyumbangkan hartanya demi gerakan perjuangan, sekaligus mengajaknya bergabung.

​Dari kejauhan, seorang wanita bergaun merah diam-diam memperhatikan mereka.

​“Kau bisa jadi seorang patriotik, dan rekan-rekanmu bisa mendapat sumber pendanaan,” ujar Reyhan seraya menggerakkan tangannya.

​Gilang mengalihkan pandangan. Ia bertolak pinggang, menyunggingkan senyum tipis. “Siapa bilang hartaku hilang? Aku hanya perlu menemukan wanita itu.”

​Reyhan menggelengkan kepala. “Jika memang bisa, Ichikawa pasti sudah menemukannya. Tapi sudah seminggu lebih dia gagal, makanya dia menyeretmu,” ujar Reyhan menyuarakan analisisnya. Ia menunjuk-nunjuk ke arah Gilang. “Aku yakin kau sendiri sudah tahu hal itu,” tambahnya seraya kembali menyesap wine.

​Gilang mendekat, menepuk pelan pundak Reyhan. “Kau itu sudah mabuk. Segera pulang sana,” bisiknya sebelum berbalik melangkah pergi.

​“Ada pepatah: kerja keras bagai kuda, pakai uangnya baik-baik!” teriak Reyhan dengan suara serak khas orang yang sedang mabuk berat.

​Gilang menghentikan langkahnya. Reyhan berdiri perlahan dengan tubuh oleng, menatap lurus ke punggung Gilang.

​“Jika uang...”

​“... tidak dipakai untuk membantu orang atau habis begitu saja...”

​Gilang mengusap kepalanya, menahan gusar.

​“... itu tak ada bedanya dengan tumpukan debu!” seru Reyhan. “Jangan terobsesi dengan hal yang tidak penting!”

​Gilang berbalik cepat, melangkah mendekati Reyhan. “Aku bekerja bagai kuda, jadi mau pakai uang itu untuk apa, terserah aku! Aku menghabiskannya sesuka hati karena aku mempertaruhkan nyawaku sendiri! Apa aku salah?” cecar Gilang cepat dengan tatapan mata menajam.

​“Di mana rasa cintamu pada Nusantara? Kau tidak mau berbuat sesuatu untuk negara kita?” tegas Reyhan balik menantang.

​“Aku tidak akan mengenal Nusantara tanpa Jepang!” potong Gilang keras. “Aku lahir tanpa ayah di tanah koloni jajahan negara lain! Kau mau aku bagaimana sekarang?”

​Suasana mendadak tegang. Mereka saling melempar tatapan tajam.

​“Kau bisa menghinaku sesukamu,” ujar Gilang seraya menggeleng pelan dan menaikkan sebelah alisnya. “Tapi jangan pernah menghina uangku. Uang yang kucari itu sangat penting artinya bagiku.”

​Gilang menyorot mata Reyhan tanpa ragu. “Tidak peduli itu dianggap tumpukan debu atau kotoran... aku bisa berdiri di sini dan terlindungi, itu semua berkat uang dan hartaku. Mengerti?”

​Reyhan terdiam mematung, tak mampu membalas perkataan itu.

​Gilang berbalik penuh, lalu melangkah mantap meninggalkan tempat itu. Dari sudut bar, wanita bergaun merah yang ternyata adalah pemilik Bar Cahaya Bulan terus menyaksikan kepergiannya dalam diam.

1
Tri Rahayu Amoorea
jos
Coco: Terima kasih kakak 🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!