NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Burung yang Beredar

----Happy Reading----

"Ahh... Balsemnya lumayan manjur juga. Akhirnya pinggangku nggak terlalu sakit."

Setelah menyelesaikan jadwal mengajarnya, Dania kembali bersantai di Ruang Dosen dengan bekal sandwich yang ia keluarkan dari tas.

Baru dua hari ia bekerja, tapi ia dihadangkan kejadian-kejadian yang di luar nalar. Mulai dari Pak Bowo yang mesum sampai pertikaian selingkuhan suaminya.

Apakah tidak ada hari tenang untuknya?

Di kursi yang bisa berputar itu, Dania merebahkan punggungnya dan memejamkan matanya. Sejenak ia merasakan ketenangan yang hampir tidak ia dapatkan. Kadang kesunyian rumah membuatnya rindu.

Akan tetapi ketenangan itu perlahan merayap, menghembuskan hawa merinding di lehernya. Tiba-tiba ingatan tentang Pak Bowo yang berusaha mendekatinya, kembali menyergapnya.

Seperti gerakan otomatis, Dania membuka matanya dan menerawang di setiap sudut ruangan. Ia tidak mau ada seseorang tiba-tiba muncul dan menyentuhnya.

Tapi sepertinya Dania sedang sendirian. Dan itu membuatnya lega setengah mati.

"Fuuuh...syukurlah."

"Syukur kenapa Bu?" Tanya Bu Endang dari depan pintu.

"Eh Prof. Endang, tidak... Bukan apa-apa."

"Sepertinya tadi ada kejadian seru?" Ucap Bu Endang seraya berjalan mendekati Dania.

"Ah... Biasa anak-anak. Mereka lagi dimabuk cinta," cengir Dania. Ada sedikit nada sumbang di suaranya. Meskipun ia menutupi rasa cemburunya, tapi jejaknya masih terasa.

"Ck, si Jax itu memang terkenal punya banyak cewek. Hampir semua perempuan pernah dipacarinya."

Tidak seperti kesan yang terlihat dari penampiannya, ternyata Bu Endang menyukai gosip roman picisan seperti itu. Meskipun bergosip bukanlah hal yang tabu, tapi mencampuri urusan percintaan mahasiswa itu terlalu berlebihan.

"Haha, begitu kah?" Dania berusaha tertawa meski hanya formalitas.

"Iya, katanya juga si Jax itu suka menggilir cewek-ceweknya. Parah kan? Ck ck ck, laki-laki kayak gitu sebaiknya gak usah menikah saja. Kasian istrinya nanti. Suka main cewek itu penyakit yang selalu kambuh."

Dania mengerutkan keningnya. Senyumnya sama sekali tidak bisa mengembang meskipun ia telah memaksakannya. Yang tersisa darinya hanyalah kepalan tangan yang ia sembunyikan di balik punggungnya.

'Seenaknya saja menghakimi seseorang! Jax bukan laki-laki brengsek!' batinnya.

"Kenapa, kok diam saja Bu?"

Bu Endang mencondongkan wajahnya untuk memeriksa apakah Dania mendengarkan ceritanya.

"Ah iya...hehe," lagi-lagi senyum formalitas itu.

"Eh katanya tadi Bu Dania jatuh ya? Apa tidak sakit? Aku punya pereda nyeri. Bu Dania mau?"

Bu Endang hampir mengambil sesuatu dari tasnya tapi Dania menyaut. Dia tidak mau berutang budi pada orang yang menjelek-jelekkan suaminya di belakang.

"Sudah tidak apa-apa Bu, tadi ada mahasiswa yang memberikan balsem. Sekarang punggung saya sudah sembuh."

"Oalah, baik banget. Siapa Bu?"

"Jason, katanya semester 7."

"Oh... Jason. Dia salah satu temannya Jax. Kelakuannya nggak jauh beda," bisiknya seperti penggosip handal. Semakin pelan suaranya maka semakin panas berita yang disampaikan.

Dania hanya mengangguk. Dia tidak mau omongan semakin meluas kemana-kemana. Energinya sudah habis untuk menghadapi suami semata wayangnya. Kalau harus menanggapi si ratu gosip maka tubuhnya akan sangat kelelahan.

.

.

.

Malam ini Dania tidak ingin banyak drama lagi. Kalau memang Jax ingin bersenang-senang di luar sana maka biarkan saja. Punggung tuanya yaang sakit lebih membutuhkan banyak perhatian daripadanya.

Jadi Dania memilih untuk memasak mi instan saja.

Kali ini tidak ada lagi Dania si istri sholehah yang setia menunggu suami biadabnya pulang.

Ia stel musik kpop kesukaannya dengan volume maksimal. Light stick yang sudah lama menganggur terpajang di nakes kini menjadi senjata pelepas penat. Semua aksesoris pesta seperti kaca mata besar dan wig kriting juga keluar dari peti tempat persembunyiannya.

Benar, ini baru hidup.

Dania bernyanyi dan menari ala karaoke di kamar kecilnya. Hanya ada dirinya dan hobinya, membuat dia kembali menjadi dirinya sendiri. Bukan Dania seorang dosen yang disegani atau Dania sang istri penurut yang kecintaan dengan suami mudanya.

Ia memutar pantatnya, menghentak-hentakkan kakinya, dan meroda ke kanan dan ke kiri sampai dirinya lupa kalau sedang cidera.

"Aw!!!! Sakit..." Desisnya sembari memijat pantat dan punggungnya..

"Haaah....capek banget, Udah lama nggak ngedance."

Entah gerakan absurd Dania bisa dikatakan ngedance atau tidak. Tapi yang terlihat dia seperti mengepak-ngepak ala ikan yang diangkat dari air.

"Hausnya... Minum dulu sabi lah."

Suasana sepi dan gelap sudah menjadi pemandangan malam sehari-hari. Terlalu sering sampai tidak menyisakan rasa takut di pikiran Dania.

Dania meraih gelas yang sudah ia isi dengan air dingin dispenser. Ujung kakinya masih menghentakkan tempo lagu yang baru saja ia nyanyikan. Dan mulutnya menggumamkan lirik yang sudah ia hafalkan di luar kepala.

Cetass

Dapur yang semula gelap, kini terang karena seseorang menekan sakelar.

Siapa?

Mana mungkin suaminya. Jax tidak pernah berada di rumah di jam segini.

Dania yang semula pemberani, menjadi ciut.

Ia menelan ludahnya untuk menekan rasa takutnya. Lalu ia menoleh kebelakang pelan sangat pelan dengan mata terbelalak waspada.

"Dania."

"Astaga!!!!" Sontaknya karena terkejut melihat Jax yang duduk di kursi makan.

"Jax? Kamu di rumah?"

Jax hanya mengangguk.

Tak mau tertipu, Dania memeriksa sekeliling untuk memastikan tidak ada kamera tersembunyi yang merekam dirinya dijahili.

Tapi ternyata tidak.

Disana hanya ada jax yang duduk termenung dangan muka serius tanpa celah.

"A-apa lihat-lihat?" Tanya Dania memundurkan badannya, takut kalau tiba-tiba Jax menjelma menjadi makhluk halus.

"Kamu beneran Jax kan?"

"Emang ada Jax yang lain?"

Melihat ketidaksopanan itu, Dania menjadi yakin kalau laki-laki itu benar suaminya.

"Ada apa? Kamu lapar? Maaf tidak ada makanan. Mending kamu makan sama cewek-cewek kamu sana!"

Dania menggeser kursi di hadapan Jax untuk ikut duduk bersamanya.

Meskipun sedang marah, Dania tidak pernah meninggalkan Jax sendirian. Dia selalu siap di sampingnya jika dibutuhkan.

"Apa sakit?" Tanya Jax.

Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dia sakit melihat cewek-cewek seenaknya menyentuh miliknya.

"Ehem, biasa aja tuh! Mereka nggak secantik itu sampai membuatku cemburu," ketus Dania.

"Bukan... Maksudku badan kamu Sakit nggak? Tadi siang kamu jatuh di lantai."

'Ah ... Ternyata maksudnya badanku, aku kira--'

"Ehem, sakit sih... Tapi udah sembuh."

"Mmm... Ya udah kalau gitu," Jax mengangguk dan bangkit dari kursinya.

"Jason itu teman kamu ya?"

Pertanyaan itu berhasil menghentikan langkah Jax.

"Jason? Darimana kamu kenal Jason?"

"Oh itu, tadi dia ngasih balsem. Berkatnya punggungku jadi sembuh. Sampaikan ucapan terimakasihku ya."

Untuk pertama kalinya Jax membenci nama sahabatnya itu disebutkan. Seperti jari yang tertusuk jarum tipis, perasaan itu tidak terlalu menyakitkan hingga membuatnya marah tapi tetap menyisakan luka lecet.

"Bilang saja sendiri!!! Kenapa harus aku!"

"Oh oke deh, besok aku bakalan bilang ke dia."

Bukannya luka itu sembuh tapi malah terbuka lebar. Ucapan Dania seperti garam yang ditaburkan ke luka menganga di hati Jax.

"Tidak, aku saja yang bilang," lirih Jax seraya berjalan menuju kamarnya.

"Apa-apaan sih? Nggak jelas banget. Katanya nggak mau nyampein, eh malah sekarang bilang mau. Dasar labil!!!" Gumam Dania di balik punggung Jax yang sudah tidak terlihat lagi.

.

.

.

1
Miu.Nuha
Liam, I love you 😚
wkwkwk... jax minggir dulu yess...
Miu.Nuha
kasihan kamu jax, loyo deh...
Miu.Nuha
agak kaget kok tiba2 mau ehem2 😖
Miu.Nuha
memangnya sebelumny pernah menyentuh 😏
-Thiea-
wkwkwk. . kamu ketahuan lagi cemburu jax.. emang wajib dipanaskan biar makin menyala..😁
-Thiea-
ada kenangan apa sih sebenarnya. kayaknya berat banget masalahnya. 🤔
-Thiea-
kasihan lu jax, tertampar kenyataan. jual mahal terus Dania, sampe dia yang mohon-mohon sama kamu. 🤭
mama Al
hmmm ... Apa neneknya meninggal dunia? dan menitipkan jax pada Dania.
mama Al
hmmm jadi penasaran apa sih yang membuat jax agak jaga jarak sama neneknya
mama Al
muncul sosok liam yang punya masa lalu dengan Dania. apakah kira-kira bakal menjadi saingan jax?
Xlyzy
ternyata itu yg ada dalam fikiran nya jax
Xlyzy
ini si jax mau ngapain mau bundir ya
Myz Pena
kenapa.daniaah ? apa sebenarnya terjadi dengan mu saat dulu ? 🤧
Myz Pena
aku makin penasaran.apa.yang sebenarnya terjadi
Myz Pena
jax mode lagi puber 🤭🤣
Myz Pena
liam meskipun kamu tahu sesuatu di kehdiupan pribadi daniah . please stop mencari dan mengorek luka lama itu 🤧
Myz Pena
hmmmmmm jadi jax dari panti asuhan 🫣
Myz Pena
apa yanb sebenarnya terjadi penasaran
Myz Pena
rahasia apa itu daniah ?? 🫣
Myz Pena
berarti liam ini juga tahu 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!