NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Tembak Aku!

"Kau mau ke mana?" tanya Damian dengan dahi berkerut, menatap koper-koper besar yang sudah tergeletak di atas ranjang. "Bukankah pemotretanmu masih ada satu sesi lagi besok pagi?"

Clara melempar sebuah gaun desainer ke dalam koper dengan kasar. "Kau pikir aku bisa hidup lama-lama di sini tanpa uang, hah?! Sejak hari itu, Dominic belum membuka satu pun akses kartu debitku! Aku merasa seperti pengemis di kota ini, Damian! Aku butuh refreshing dan berbelanja, tapi bagaimana caranya jika kartuku semuanya mati!"

Damian bersandar di ambang pintu balkon, menatap Clara dengan senyum sinis yang tersembunyi. Dalam hati ia tertawa. Dominic benar-benar sedang melucuti sayap merak istrinya ini.

Damian tentu punya uang, bahkan mungkin lebih dari yang dibayangkan Clara, tapi ia merasa lebih baik menyumbangkan uangnya ke panti asuhan daripada membiarkan Clara menghabiskannya untuk barang-barang branded yang tak berguna.

"Yah, itu mungkin akan lebih baik bagimu, pulang dan merayu suamimu," ucap Damian melangkah mendekat dan memeluk Clara dari belakang. Lalu, mengecup leher jenjang wanita itu dengan lembut. "Tapi bagaimana denganku? Aku pasti akan sangat kesepian tanpa kehadiranmu sayang."

Clara memejamkan mata sejenak, menikmati sentuhan Damian yang selalu berhasil menenangkannya. Ia berbalik, merangkul pundak Damian dan menatap tajam mata pria itu.

"Makanya, carilah pekerjaan yang layak, Damian. Supaya kau tidak terus-menerus bergantung padaku atau menunggu uang sakuku."

Damian mengangkat alis. "Kau menyuruhku bekerja?"

"Tentu saja. Tapi satu yang harus kau ingat," Clara mendekatkan wajahnya.

"Apa?" tanya Damian tenang.

"Jangan pernah berpaling dariku, apalagi berani mencari wanita lain selama aku tidak disampingmu. Kalau kau macam-macam di belakangku, kupotong milikmu itu! Kau mengerti?" Clara menggigit ujung hidung Damian cukup kuat hingga pria itu meringis kesakitan.

"Aw! Kau gila, Clara!" Damian mengusap hidungnya yang memerah. Ia memalingkan wajah, berpura-pura ngambek dengan bibir yang sedikit maju. "Lalu kau mau aku hanya duduk diam melihatmu bermesraan dengan suamimu di sana? Ayolah, aku juga punya perasaan! Aku tidak tahan membayangkan kau berada di ranjangnya."

Clara terkekeh melihat sikap Damian yang sedang dalam mode bayi besar. Ia merasa bangga bisa menaklukkan pria setampan Damian, meskipun di matanya Damian hanyalah pria tampan yang tidak punya modal. Setidaknya Damian jauh lebih bergairah daripada Dominic.

"Kenapa diam saja? Jawab aku! Kau tidak akan bermesraan dengan suamimu, kan? Katalan, kau hanya menginginkan hartanya, bukan orangnya?" desak Damian lagi, memastikan aktingnya tetap sempurna.

Clara terdiam sejenak. Sejak ia tahu Dominic pernah menyentuh Keyla, rasa muaknya pada sang suami sudah mencapai ubun-ubun. Semua yang ia lakukan pada Dominic saat ini murni karena uang.

"Aku janji, Damian. Aku hanya akan memberikan tubuhku padamu."

Clara mengecup bibir Damian sekilas sebagai penenang. "Sebelum pulang ke mansion, aku akan menemui tuan Jhony dulu di kantor pusat untuk membahas kontrak pemotretan selanjutnya. Kau mau ikut?"

"Tidak," jawab Damian cepat. "Aku akan kembali lebih dulu secara diam-diam. Aku mau mencari pekerjaan, supaya kau tidak terus-terusan menganggapku pria miskin yang tidak berguna."

Clara tertawa renyah sembari mencubit pipi Damian dengan gemas. "Begitu saja marah. Dasar bayi besar yang sensitif."

Damian tersenyum dengan sorot mata dingin. Ia ingin sekali berteriak betapa menjijikkannya sandiwara ini. Perannya sebagai pria simpanan yang miskin benar-benar menguras emosinya, tapi demi misi besarnya, ia harus tetap bertahan di samping Clara hingga saatnya tiba.

"Baiklah, aku pergi dulu. Sampai jumpa di Milan," ucap Clara sembari menutup kopernya.

"Cih! Bayi besar katanya? Memuakkan!" Damian mengepalkan tangannya erat, geli mendengar panggilan itu.

*****

Zoey sudah menghabiskan susunya sampai tetes terakhir. Seperti kata pepatah, perut kenyang hati senang. Dan bagi bocah lima tahun itu, perut kenyang berarti otak jeniusnya mulai bekerja lembur.

Dengan wajah serius, Zoey menarik jemari Dominic, memberi isyarat agar pamannya yang tinggi itu membungkuk.

"Paman, Zoey punya ide pling hebat cedunia bial bibi Key ndak malah lagi," bisik Zoey dengan mata berbinar.

Dominic membelalak. Ia punya firasat buruk, tapi rasa putus asanya lebih besar. "Apa ide-mu?"

"Paman punya cenjata kan? Pistol yang bunyi dol dol itu?" Zoey bertanya dengan polos.

"Punya. Lalu?"

"Gunakan itu untuk menembak kaki Paman cendili! cedikit aja, ndak ucah banyak-banyak. Telus Paman lali ke kamal bibi Key cambil melintih kecakitan," ucap Zoey mempraktikkan akting merintih dengan memegangi pahanya sendiri, sangat dramatis hingga hampir terjungkal. "Dulu papa Zoey begitu kalau mama malah. Mama langcung nangis telus peluk papa."

Dominic memijat pelipisnya dengan sangat keras. Ia merasa dunianya sedang runtuh. Keponakannya ini tidak hanya cerdas, tapi sepertinya sudah tidak waras akibat terlalu banyak menonton drama rumah tangga orang tuanya.

"Zoey, itu namanya penipuan publik. Paman bisa mati kalau salah tembak," gerutu Dom.

"Ndak mati! Kan ada paman Malco yang jago nembak! Cepat Paman, minta paman Malco melakukannya! Kebulu pagi, nanti kadalualca pelmintaan maafnya!" Zoey mendorong Dominic dengan sekuat tenaga agar segera bergerak.

Entah setan apa yang merasuki pikiran Dominic, atau mungkin karena ia sudah terlalu lelah diusir dari kamar sendiri, ia benar-benar berjalan menuju paviliun belakang untuk mencari Marco yang sedang berjaga malam.

Dominic berdiri di depan Marco dengan wajah datar, lalu menyerahkan sebuah pistol Glock hitam kepada asistennya itu.

"Tembak aku, Marco," ucap Dom tanpa basa-basi.

Marco yang sedang asyik menyeruput kopi instan seketika tersedak hebat. Ia terbatuk-batuk sampai wajahnya memerah.

"Apa anda sudah gila, Tuan?! Menembak anda? Di bagian mana? Dasa atau kepala? Biar sekalian saya cari pekerjaan baru?" pekik Marco. "Sebenarnya apa yang terjadi malam-malam begini? Apa anda kesambet penunggu pohon beringin di depan?"

"Jangan banyak tanya. Zoey bilang ini satu-satunya cara agar Keyla memaafkanku. Tembak lenganku sedikit saja, buat luka gores yang terlihat mengerikan tapi tidak merusak otot," perintah Dom dengan sangat serius.

Marco menaruh gelas kopinya dengan tangan gemetar. Ia menoleh ke arah koridor dan melihat Zoey sedang mengintip dari balik pilar sambil mengacungkan jempol ke arah mereka.

"Oh, jadi ini rencana nona kecil." Marco menghela napas panjang, lalu mengambil pistol itu dengan senyum miring yang menyeramkan. "Baiklah, Tuan. Jika ini adalah perintah, saya akan melakukannya dengan senang hati. Saya sudah lama ingin melakukan ini sejak anda memotong bonus tahunan saya kemarin."

"Kau dendam padaku?!" seru Dom waspada.

"Tenang saja, Tuan. Ini demi keutuhan rumah tangga anda. Bersiaplah merintih seperti aktor kelas atas," ucap Marco sembari mengokang senjata.

Dor!

"Akh! Sialan kau Marco! Ini cukup sakit!" maki Dom sembari memegangi lengannya yang mulai mengeluarkan darah segar.

"Ayo Paman! Lali! Lali ke kamal bibi cekalang!" Zoey berteriak dari kejauhan, memberikan aba-aba seperti pelatih lari maraton.

Dominic, dengan harga diri yang sudah hancur berkeping-keping, akhirnya berlari menuju kamar, mencoba mengatur napas agar terdengar seperti pria yang nyaris mati kehabisan darah.

Sementara Marco di belakang hanya menggeleng-gelengkan kepala.

"Keluarga ini benar-benar sakit jiwa," gumam Marco sembari mengantongi pistol, lalu kembali meminum kopinya yang hampir dingin.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mafia apaa iniiiii🤣🤣
Senja: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Sri Rahayu
aduh Dom knp kamu nau ngikuti ide ponakan kecil mu ...itu ide konyol...semoga ide ini bisa membuat Keyla mau berbaik hati pd mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
mom'snya devadhamian
orang kalau sedang terkena eceng jadi bulol/bucin tolol ya🤣🤣🤣
Nadira ST
idenya zoey top cer juga,tapi nanti kalau zoey keceplosan gimana
Keysha Aurelie
Dom menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan simpati istri kecil mu itu🤣
habis ini pasti Key melupakan niat nya😂
tia
Dominic udah gk waras 😁😁😁
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Uthie
Hahahaa... sekali-kali di tindas oleh keponakan bocil nya dan gadis 19 tahun gpp kan Dok 😜
Riza Afrianti
tinggal aja Dominic itu
mom'snya devadhamian
🤣🤣🤣🤣seorang CEO plus mafia di usir istri 19 tahun dari kamar buat tidur di luar Wkwkwk
olyv
nusuk bgt kata² dominic sabar y keyla
vj'z tri
bodel jadi juru kunci /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ pak tua
vj'z tri
jawaban salah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
MamDeyh
Keyla jgn baperan dan jgn terbuai dg si Dom Dom.. Jd wanita kuat.
Erna Riyanto
dom kan udah mandi tadi sebelum minta disuapin keila...kok JD melonggarkan dasi..apaan 😄
Senja: Wkwk nanti diedit kak mungkin aku galfok🤣
total 1 replies
Sri Rahayu
kasihannn deh PAK TUA....dikerjain ponakan dan istri kecil nya 🤪🤪🤪
angel
semangat thorrr
ollyooliver🍌🥒🍆
nih siapa yg jadi jodohnya zoey nanti🤭🤣
ollyooliver🍌🥒🍆
terlalu baperan ..cuek.aja. lebih baik jadi wanita seperti itu drpd ujung"nya membuat orng merasa bersalah terus karna mata sembab mu bukan karna menyadari kesalahannya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!