NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Mas!

Mari Bercerai, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

“Mari bercerai, Mas!”

Rania menatap lurus ke mata suaminya tanpa gentar, meski hatinya terasa hancur perlahan.

Harsa membeku. Kata cerai tak pernah ada dalam hidupnya. Baginya, Rania adalah miliknya selamanya, takdir yang tak bisa diubah siapa pun.

“Apa katamu?!”

Rania menggigit bibir, menahan sesak di dada sebelum akhirnya berkata pelan namun tegas, “Aku ingin bercerai. Aku sudah lelah menjadi istrimu!”

Selama tiga tahun pernikahan mereka, semuanya baik-baik saja. Harsa mencintainya dengan cara yang hangat. Sampai kematian sang adik mengubah segalanya.

Sejak saat itu, Harsa seolah perlahan menjauh darinya. Semua waktunya habis untuk menjaga janda adiknya dan keponakan kecil mereka. Sedangkan Rania, hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri.

Tak ada yang tahu, di balik senyum tenangnya, Rania sedang berjuang melawan penyakit yang mematikan.

Akankah Harsa setuju dengan perceraian itu? Ataukah Rania memilih pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

“Kamu mengusirku dari kamar ini? Apa kamu lupa siapa pemilik rumah ini? Aku yang membelinya, Rania! Aku—”

“Kamu membelinya dengan uang hasil kerja kerasku, Mas! Jangan pernah lupa siapa yang berada di belakangmu selama ini!” potong Rania.

Suaranya tidak lagi melengking, melainkan bergetar rendah, sarat akan tekanan emosi yang begitu pekat hingga membuat atmosfer kamar seketika membeku.

Kalimat yang selama tiga tahun ini ia kunci rapat-rapat di dasar sanubarinya agar tidak menyinggung harga diri sang suami, akhirnya terlontar begitu saja.

Rania menatap Harsa dengan dada yang naik-turun memburu, menantang langsung sepasang manik mata yang kini membelalak tidak percaya.

Harsa tersentak, mulutnya yang semula terbuka untuk membalas makian Rania mendadak terkunci rapat.

Kata-kata istrinya barusan laksana sebuah gada besi yang menghantam telak kesadarannya, meremukkan ego dan kesombongan yang selama ini ia agungkan di depan wanita itu.

Ya, Harsa bukanlah apa-apa tanpa Rania dan keluarganya.

Ingatan masa lalu yang pahit namun nyata mendadak berputar di kepala Harsa. Mereka menikah saat Harsa masih menjadi karyawan biasa dengan gaji pas-pasan, bahkan sering kali kesulitan untuk sekadar membayar sewa kontrakan.

Ayah Rania-lah, seorang pengusaha mapan yang disegani, yang melihat potensi dalam diri Harsa. Beliau yang memberikan modal, menyuntikkan dana ke proyek-proyek pertamanya, dan membuka jaringan bisnis kelas atas hingga Harsa bisa merangkak naik menjadi seorang manajer sukses dengan finansial yang melimpah seperti sekarang. Rumah mewah yang mereka tinggali saat ini, sebagian besar uang mukanya berasal dari tabungan Rania dan hadiah pernikahan dari sang mertua.

Harsa terpaku di tempatnya duduk. Kamar tidur yang luas itu mendadak terasa begitu sempit dan menyesakkan.

Ia menatap Rania, mencoba mencari sisa-sisa binar kepatuhan yang biasanya selalu ada di mata wanita itu, namun yang ia temukan hanyalah hamparan abu yang dingin.

“Rania...” Harsa memanggil nama istrinya dengan suara yang mendadak parau, kehilangan seluruh keangkuhannya.

“Kenapa kamu mengungkit hal itu, sayang? Aku tahu aku berutang banyak pada keluargamu, tapi bukan berarti kamu bisa—”

“Bukan berarti aku bisa merendahkanmu? Begitu, Mas?” Rania memotong dengan tawa getir yang terdengar sangat menyakitkan.

“Lalu bagaimana denganmu? Apa karena kamu merasa sudah sukses, kamu dan ibumu merasa berhak menginjak-injak harga diriku? Ibumu memaki rahimku kering, dan kamu... pikiranmu hanya tertuju pada Wulan!”

Harsa menelan ludah dengan susah payah. Rasa bersalah yang sempat menguap karena amarah, kini kembali datang berlipat ganda, merayap naik dan mencekik tenggorokannya.

“Rania, dengarkan aku dulu. Demi Tuhan, aku minta maaf," ucap Harsa, mencoba meraih jemari Rania yang terasa sedingin es.

“Aku mengaku salah. Aku terikat emosi karena lelah dengan urusan kantor. Soal Wulan... tolong jangan salah paham. Aku bersumpah tidak ada perasaan apa pun padanya. Aku hanya menganggap Wulan sebagai adik, tidak lebih. Suaminya sudah menyelamatkan nyawaku dulu. Menjaga Wulan dan Gavin adalah tanggung jawab moral yang harus kupenuhi, Rania. Hanya sebatas itu.”

Rania menarik tangannya dengan sentakan kasar, menolak mentah-mentah sentuhan Harsa yang kini terasa begitu asing dan hambar.

“Tanggung jawab moral, katamu?” tanya Rania, air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya luruh satu tetes, melewati pipinya yang pucat pasi.

“Lalu di mana tanggung jawab moralmu sebagai suamiku, Mas Harsa? Pernikahan ini bukan tentang kamu dan janji masa lalumu pada adikmu. Pernikahan ini tentang aku dan kamu! Tapi selama satu tahun ini, aku selalu menjadi yang nomor dua. Aku mengalah untuk pekerjaanmu, aku mengalah untuk ibumu, dan aku harus mengalah untuk masa lalu adikmu!”

“Aku tahu aku bersalah, Rania! Aku berjanji akan memperbaiki semuanya,” sela Harsa panik.

Melihat Rania yang sekaku ini membuat ketakutan aneh mulai menjalar di dadanya.

“Besok, aku bersumpah akan membawamu ke dokter terbaik. Kita periksa kesehatanmu. Aku akan meminta ibu untuk pulang ke kampung jika kehadirannya di sini hanya membuatmu tertekan. Tolong, jangan seperti ini...”

Rania menatap wajah panik Harsa. Untuk pertama kalinya, ia melihat suaminya yang selalu tenang dan berwibawa itu memohon di hadapannya.

Namun, segala bentuk kepedulian yang ditunjukkan Harsa saat ini tidak lagi mampu menyembuhkan luka yang terlanjur membusuk di dalam hatinya.

Semuanya sudah terlambat. Kesadarannya telah pulih bersamaan dengan rasa sakit yang menggerogoti fisiknya.

Rania mengembus napas panjang, membiarkan seluruh beban yang mengikat pundaknya selama satu tahun ini terlepas. Tatapannya melurus, menatap manik mata Harsa dengan kemantapan yang tak tergoyahkan.

“Tidak perlu ada yang diperbaiki lagi, Mas. Bagiku semuanya sudah selesai,” ucap Rania terdengar begitu tenang, namun ketenangan itulah yang justru paling mengerikan bagi Harsa.

“Apa maksudmu, Rania? Jangan bicara sembarangan!” Harsa mencengkeram kedua bahu Rania, matanya membelalak panik.

Rania tersenyum tipis, sebuah senyuman perpisahan yang teramat menyesakkan dada.

“Mari bercerai, Mas!”

Deg.

Harsa seketika tercengang. Tubuhnya membeku bagai batu, dan cengkeramannya di bahu Rania terlepas begitu saja.

Kalimat pendek itu terasa seperti hantaman petir di siang bolong, memutus seluruh urat nadi pertahanannya.

“C–cerai? Apa kamu sudah gila, Rania?!” Harsa menggelengkan kepalanya kuat-kuat, mencoba menepis kenyataan yang baru saja ia dengar.

“Hanya karena masalah sepele ini kamu meminta cerai? Pernikahan bukan mainan!”

Sepele katanya? Dasar suami tidak peka!

“Aku tidak sedang bermain-main, Mas. Aku lelah menjadi istrimu,” jawab Rania datar, ia merebahkan kembali tubuhnya ke atas kasur dan menarik selimut hingga ke dada, memunggungi Harsa yang masih mematung dengan wajah pucat pasi.

“Besok, setelah aku pulang dari rumah sakit, aku akan meminta pengacaraku untuk mengirimkan suratnya ke kantormu. Sekarang, keluarlah. Aku ingin istirahat.”

Harsa menatap punggung rapuh istrinya dengan dada yang terasa dihantam godam besar. Rasa sesak yang teramat sangat menyergapnya, menyadarkannya bahwa ia baru saja kehilangan mutiara paling berharga dalam hidupnya demi sesuatu yang fana.

“Sampai kapanpun, aku nggak akan menceraikan kamu!”

“Terserah.” hanya itu jawaban Rania.

1
Lilik24
ORANG GILA CARI GARA2 DIA, jadi gembel baru tau
Mita Paramita
pecat aja sih harsa jadi mantu dan karyawan ga guna udh mendua sama janda licik🤨🤨🤨 kesel ngeliat sikap harsa redflag
Mita Paramita
harsa emang suami sialan ...sih Wulan bukannya diusir aja kayak benalu tinggal dirumah rania🤨🤨🤨
deeRa
Wait, aku curiga Harsa anak tiri wkwkwk

Harsa kalo Masih mau sama Rania sok aku dukung selama mau berubah yak! anggap aja perjuanganmu itu ganti 1 tahun kebelakang💪

selama no making love, dungu sedikit it's okay 👌😄
tinie
kena kau go block
sebentar sebentar saja kamu menikmati fasilitas kemewahan itu
iya iya siap siap sebelum didepak
dari rumah mewah ituu
vj'z tri
go to the blok ..../Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/yang punya perusahaan malah di maki sikat bersih papa
Senja: wkwkwk
total 1 replies
Ma Em
Sedih Thor aku sama nangis , Rania minta maaf pada pak Aditya padahal pak Aditya juga sakit melihat Rania cuma egonya terlalu besar , semoga Rania penyakitnya bisa disembuhkan dan sehat kembali tinggalkan saja Harsa utamakan kesehatan Rania .
Syarifah
langsung aja pak keruangan Harsa atau langsung panggil k,ruangan anda, langsung minta penjelasan sama Harsa pak bos
Syarifah
itu kata yang tepat buat qm Wulan,suka barang bekas 🤣🤣🤣
Anonim
tau tau Rania dah mati
Uthie
Lagi seruuuu niii.. lanjuuttttt 😍😍😍👍
Kinara Widya
siap2 jadi gembel...Wulan...Harsa..Ratna..🤣🤣🤣
Senja: Gembel ga tuh😭
total 1 replies
Nice1808
nah loh harsa bentar lagi kena pecat, kau menyakiti rania anak boss mu😃😃secepatnya surat cerai selesai ya tasya biar makin seru harsa dan ibunya jd gembel dan wulan melayang tinggi mendapatkan harsa si gembel🤣🤣
Nice1808
hahhaa kan bener kau suka barang bekas dr rania buktinya aja lingeri rania yg kau pakai, salahnya dimnz😀😀😀
Al Fatih
Wulan mempercepat azab utk si Karso 😂
Senja: Wkwk🤣😭
total 1 replies
ollyooliver
jengg..jeng...jenggggg
ollyooliver
pecat?..hahahahahhahahhahahhahahha gk kebalik? laki orng noh, mokondo doang..lo nya yg sombong..idiiii😏 nih ya kaalau harsa masih bela nih janda gatel, bener" otaknya mmng sdh digeser. bisa"nya ya diterima dioerusahaann..meskipun jalur ordal sekalipun tapi kemampuan, kepintaran itu gk bisa bohong. masa orng yg gk bisa berpikir mana baik dan tdk...bisa"nya diterima mana mau naik pangkat lagi..haduhhh salah diberi jabatan nih orng.
ollyooliver
kehancuranmu sedang berjalan harsa....jangan mencari" rania ya habis ini karena giliran pekerjaan lu cari, giliran istrinya pergi..gelisah doang habis wulan dan ibu laknatmu datang jadi anak dibawah ketek dan selangakangan mereka😌
Listiyawati Rinda
lanjut kak
ollyooliver
menang lagi deh..dah brp kosong nih rania..eh menang rania satu ya. yg gagal menggatal pake baju lingeria rania...tapi wulan kebanyakan sih menangnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!