NovelToon NovelToon
Derita Istri Pengganti

Derita Istri Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:25.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ina Ambarini (Mrs.IA)

Sebuah rasa, yang mungkin tidak seharusnya ada.
Kenapa? karena aku sadar tidak ada yang bisa memaksa cinta hadir kepada siapa, dan harus seperti apa.




Menikah adalah impian setiap orang. Aku selalu memimpikan menjadi pengantin wanita yang sangat bahagia.



Bagaimana perasaan kalian jika harus menikah, karena keadaan yang memaksa.






Ok, penasaran bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Ambarini (Mrs.IA), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. H -1

Kirei masuk keruangan UKS, dia mengedarkan pandangannya untuk mencari kotak obat.

Setelah menemukan benda yang ia cari, Kirei segara membuka kotak obat itu lalu mengambil alkohol juga kapas. Ia mengeluarkan beberapa tetes cairan itu pada kapas, dan menepuk-nepukan pada tangannya.

"Issh, perih sekali tanganku." Kirei mendesis merasakan hawa panas yang menjalar ditangannya.

"Jahat sekali dia, sampai berani melakukan ini padaku." batin Kirei. Ia masih mengusap pelan punggung tangannya.

Setelah dirasa tangannya cukup membaik, ia menyimpan kembali kotak obat itu pada tempatnya. Kirei berlalu meninggalkan ruangan itu, dan berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya karena cacing didalamnya sudah berdemo meminta haknya.

Kirei melangkah menuju kasir dan memesan makanan juga sebuah minuman.

ia mendaratkan tubuhnya di bangku yang sudah disediakan, dan segera melahap makanan yang baru saja dipesannya.

"Rein..." begitulah panggilan Novi pada Kirei, dia menepuk bahu sahabatnya itu dan duduk disampingnya.

"Kau kemana saja? Aku mencarimu sejak tadi." tanya Novi.

Kirei menoleh dan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan sahabatnya itu. Seketika mata Novi terfokus pada tangan Kirei yang terlihat memerah.

"Rein, tanganmu merah kenapa?" tanya Novi ia menyentuh tangan sahabatnya, dan seketika Kirei mendesis saat tangannya di sentuh oleh Novi, ia menarik tangan itu dan menyembunyikan nya dibawah meja.

"Aku tidak apa-apa, Nov. Tadi hanya tidak sengaja tersiram air panas." Kirei menjawab pertanyaan Novi dengan gugup, ia tidak mau sahabatnya tahu apa yang ia alami tadi.

Novi menyipitkan matanya, ia menatap mata Kirei dalam.

Novi sangat tahu sabahatnya itu tidak pandai berbohong, mungkin dia bisa berpura-pura dihadapan orang asing tapi tidak padanya.

Novi merogoh tangan Kirei yang berada di kolong meja, ia sejenak memperhatikan tangan Kirei.

"Rein, sudahlah kau tidak bisa berbohong padaku, kau payah dalam urusan seperti itu." ujar Novi sembari mengusap lembut tangan Kirei.

"Beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi!" perintah Novi dengan suara yang rendah, berharap sahabatnya itu akan bercerita jujur padanya.

Kirei tak bisa lagi memendung air matanya, pipinya mulai basah karena air mata itu mengalir begitu saja.

Kirei menunduk, sejenak ia menarik nafas memberi udara pada dadanya yang terasa sesak.

Kirei mengangkat wajahnya dan memandang kearah sahabatnya itu dengan tatapan sendu, ia berpikir mungkin akan sedikit lega bila dia menceritakan masalahnya pada sahabatnya itu. Selain ayahnya, Novilah yang sangat mengerti perasaanya.

Kirei mulai membuka mulutnya, menceritakan awal pertemuannya dengan Gibran. Ia bercerita seadanya, tanpa melebihkan atau mengurangi perkataanya. Sesekali Kirei menghapus air matanya.

"Seperti itulah ceritanya Nov, sampai sekarang aku tidak mengerti sebenarnya apa salahku?"

Kirei kembali menundukan wajahnya, ia menutup wajah mengguanakan kedua tangannya.

"Keterlaluan! Rein, kenapa kau diam aja?" Novi geram dengan kelakuan Gibran yang semena-mena pada sahabatnya.

"Apa yang bisa aku lakukan Nov? aku tidak mau membuat masalah dengannya, aku tidak ingin dia mempersulit kelulusanku." sahut Kirei, ia menghapus air matanya dan sekarang dia merasa sesak di dalam dadanya mulai berkurang.

"Nov, terima kasih kau selalu ada untukku." Kirei memeluk tubuh sahabatnya itu, dia juga menyenderkan kepalannya dibahu Novi.

Novi membalas pelukan sabahatnya itu, ia mengelus lembut rambut Kirei.

"Rein, jangan sungkan. Kita sudah berteman lama, aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri." Novi mengangkat wajah Kirei untuk menghadapnya.

"Jangan sembunyikan apapun lagi dariku, Rein! Aku akan selalu ada untukmu." imbuh Novi ia menepuk bahu Kirei pelan, perkataannya diangguki oleh Kirei dan mereka kini saling berpelukan.

"Terima kasih, Nov. Kau memang sahabat terbaikku." ucap Kirei dengan suara beratnya.

"Tidak perlu berterima kasih Rein, aku berjanji akan selalu menemanimu." Novi menepuk punggung Kirei pelan.

Seketika mereka melepaskan aksi pelukan itu, dan tertawa bersamaan.

Novi beranjak untuk memesan makanan dan minuman, ia kembali menuju bangku yang di tempati bersama sahabatnya itu.

Kini mereka melanjutkan menyantap makanan yang ada di atas meja, sesekali mereka juga bercanda.

"Rein, setelah lulus apa rencanamu?" tanya Novi sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.

"Aku akan mencari pekerjaan Nov, kau kan tahu aku sudah sangat tidak tahan tinggal dirumah itu, aku akan memulai hidup baruku." ujar Kirei sambil menyedot minuman miliknya.

"Lalu bagaimana dengan Ayahmu?" sahut Novi yang juga menyodot minuman miliknya.

Sejenak Kirei terdiam, ia tahu Ayahnya pasti tidak akan membiarkannya pergi dari rumah.

"Aku akan memikirkan cara untuk membujuk ayah, ia pasti akan mengerti dengan keadaanku." jawab Kirei dan di angguki oleh sahabatnya.

Mereka menyudahi aksi makan dan minum, setelah membayar makanan yang mereka pesan tadi dan segera pergi dari kantin.

"Kau mau kemana sekarang, Rein?"tanya Novi.

"Sepertinya aku akan kembali ke rumah, aku harus membantu orang tuaku menyiapkan kebutuhan untuk acara pernikahan Kayla besok." sahut Kirei.

"Kayla akan menikah, Rein?" Novi yang baru tahu kabar ini sedikit terkejut mendengar pernyataan sahabatnya.

"Iyah, maaf aku baru memberitahumu, Nov." Kirei menatap Novi, merasa bersalah karena baru memberitahu sabatnya tentang kabar besar ini.

"Tidak apa-apa, nanti aku juga akan datang ke pernikahan adikmu." Novi tersenyun dan dibalas dengan senyuman juga oleh Kirei.

"yasudah, aku pulang yah, Nov." Kirei melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan Novi.

"Hati-hati." Novi juga melambaikan tangannya, saat dirasa punggung sahabatnya sudah jauh dari pandanganya, ia juga memutuskan untuk segera pergi dan sebelum pulang ia berniat mencari kado untuk pernikahan Kayla.

****

Di rumah orang tua Kirei, sudah banyak orang-orang dari Wedding Organizer berlalu lalang menata rumah mereka.

ada yang memasang background dinding bernuansa putih yang dikombinasikan dengan warna navy ,menata meja prasmanan, menghias pelaminan dan juga kamar pengantin.

"Wah, indah sekali." batin Kirei, ia menatap haru pemandangan yang ada didepan matanya sekarang.

"Kapan yah aku akan merasakan menjadi ratu sehari?" gumam Kirei.

Ia sangat memimpikan pernikahan yang indah, bersanding dengan pria yang sangat mencintainya.

Kirei menggelengkan kepalanya, membuyarkan lamunannya dan beranjak pergi menuju kamarnya.

Saat Kirei akan membuka pintu kamarnya, terdengar suara seseorang memanggilnya.

Kirei menoleh pada sumber suara,dl dan menatap orang yang tadi memanggilnya.

"Kay.."

Ia melihat adikknya berjalan menghampirinya.

"Kak, baru pulang?" Kayla menggelayut manja pada tangan Kakaknya, yang hanya mengangguk menimpali pertanyaannya

"Ayo masuk." Kirei beranjak masuk kedalam kamarnya dan di ikuti oleh adiknya itu, ia mendaratkan tubuhnya si tepi ranjang, menyimpan tasnya diatas meja belajar di sudut ruangan kamarnya.

"Ada apa, Kay?" tanya Kirei pada adiknya yang juga merebahkan tubuhnya di ranjang Kirei.

"Tidak, aku hanya ingin bersama Kakak saja."

jawab Kayla dengan santai, ia mengusap usap tempat tidur milik kakaknya.

Kirei memandang Kayla dengan heran, dia kini ikut merebahkan tubuhnya disamping sang adik.

Kakak beradik itu saling menatap satu sama lain.

"Semoga besok pernikahannya lancar yah Kak." ucap Kayla.

"Aku yang seharusnya mengucapkan itu padamu, semoga besok pernikahanmu berjalan lancar." sahut Kirei.

Kayla tersenyum, kini dia memirinkan tubuhnya menghadap sang Kakak, ia menatap lekat wajah kakaknya itu.

''Kakak sangat baik, dan kakak berhak bahagia. Aku yakin orang yang kupilih untuk membahagiakan sudah sangat tepat." batin Kayla, ia masih menatap Kirei.

Kirei melihat adikknya yang sedari tadi memperhatikannya, juga ikut memiringkan tubuhnya menghadap Kayla.

"Kenapa menatapku seperti itu?" pertanyaan Kirei membuat Kayla merubah posisinya menghadap langit-langit kamar.

"Tidak apa-apa, aku rasa nanti aku akan sangat merindukan Kakak." Kayla berucap tanpa menatap kirei.

"Setelah menikah kau akan pergi bersama suamimu?" tanya Kirei.

Kayla menatap kembali Kakaknya, ia tersenyum mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Kirei.

"Hanya aku yang akan pergi Kak, tidak dengan dia." batin Kayla menjawab pertanyaan Kakaknya itu.

****Bersambung..

Selamat pagi readers 😍

Penasaran gak apa yang akan dilakukan Kayla??

Dukung aku terus yah dan jangan lupa vote novel ini

Kalau mau di masukin ke fav kalian juga sangat boleh😘

Biar ga ketinggalan sama cerita selanjutnya..

Terima kasih juga buat yang udah like novel ini, aku sayang kaliaann.

🤩🤩🤩🤗🤗🤗**

1
Shifa Burhan
happy ending ❌
sad ending ❌
aneh ending ✔️
falea sezi
males peran utama meninggal di gantian lainnya feel gk dapet thor
Asmu'ah Mu'ah
Luar biasa
Titi Ati
apa kembaran kirei
Titi Ati
mending kirei sm sl al aja thpr
Emi Emiemi
yah mewek lagi aku 😭😭😭
Emi Emiemi
sedih Bae aing mah😭😭😭😭
Emi Emiemi
lah sia Gibran emisi aing😡😁
Emi Emiemi
hewa kulamah Kasi Gibran 😡🥴
Emi Emiemi
,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Emi Emiemi
seru seru aku suka aku suka😁
Emi Emiemi
aku suka kata"mu Al☺️
Emi Emiemi
nyesek banget kata"mu Gibran 🥺
Emi Emiemi
makin seru ni....
Emi Emiemi
lanjut ka...
Emi Emiemi
kenapa aku klo nulis rangdu dangdut aja yah❓😅🤭
Emi Emiemi
dangdut rangdu apa kmu sudah berbuah😅🤭 maaf ya Thor canda dikit🙏
Emi Emiemi
apa s dangdut kka nya kirei yah😁🤔
leni kusumajaya
novel yang menguras air mata
Afiqah Herni
puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!