Lelah menjadi budak korporat di kota besar tanpa hasil dan malah dikhianati oleh orang terdekatnya, Yao Wi memutuskan menyerah dan pulang ke kota kelahirannya yang miskin dan terbelakang. Namun, siapa sangka keputusannya untuk menyerah justru menjadi titik balik hidupnya saat sebuah sistem misterius tiba-tiba aktif di kepalanya.
Ding!
[Selamat datang, Tuan Rumah Yao Wi.]
[Sistem ini bertujuan untuk membantu Anda mengubah kota kelahiran Anda yang tertinggal menjadi kota paling makmur di bumi.]
[Aturan Utama Sistem: Tuan rumah akan menerima seratus ribu setiap hari dari setiap jiwa yang terdaftar resmi sebagai warga kota ini.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Hanya dalam waktu empat belas hari, lanskap Kota Linzhou telah berubah hingga tidak bisa dikenali lagi.
Bagi warga sipil yang setiap pagi terbangun dan menatap keluar jendela, apa yang terjadi di kota mereka bukanlah sebuah proyek pembangunan, melainkan sebuah sihir berskala masif.
Gedung-gedung pencakar langit tua yang kumuh telah diratakan dan digantikan oleh menara-menara berlapis baja kristal yang menembus awan. Di udara, jalur monorel magnetik meliuk-liuk secara elegan, membawa gerbong kereta peluru tanpa suara yang melayang di atas bantalan elektromagnetik.
Tidak ada kemacetan, tidak ada polusi, dan tidak ada lagi jalanan berlubang.
Di pusat kota, membentang sebuah kompleks taman teknologi raksasa dengan kubah ekosistem buatan. Dan di tengah-tengah semua keajaiban arsitektur itu, menjulang Menara Linzhou Corp yang baru. Sebuah obelisk hitam futuristik setinggi delapan ratus meter yang menjadi takhta bagi sang penguasa mutlak.
Di lantai tertinggi menara tersebut, Yao Wi berdiri di depan dinding kaca panoramik, menatap kerajaannya yang baru lahir.
Ding!
[Fase Konstruksi Kota Masa Depan (Tahap 1) Selesai.]
[Efek Buff Dewa Arsitektur (Kecepatan +1000%) telah dinonaktifkan.]
[Kota Linzhou kini dinobatkan sebagai Zona Ekonomi Independen Tingkat S oleh Sistem.]
Yao Wi menyesap wiski mahalnya. Menggunakan fitur sistem, ia telah mencairkan dana ratusan triliun rupiah yang tidak terdeteksi oleh radar perbankan mana pun di dunia. Ratusan ribu robot pekerja mikro dan arsitek bayaran dari sistem bekerja 24 jam tanpa henti, menciptakan keajaiban yang menampar akal sehat para insinyur top dunia.
Pintu ganda ruangan itu bergeser terbuka secara otomatis. Shen Yue dan Su Qing melangkah masuk, wajah kedua wanita cantik itu memancarkan kekaguman yang nyaris menyerupai pemujaan.
"Tuan Bos," sapa Shen Yue dengan suara sedikit bergetar karena takjub. "Seluruh jaringan transportasi magnetik telah beroperasi penuh. Rumah Sakit Elit juga telah diintegrasikan dengan teknologi medis dari Cetak Biru. Valuasi kota ini... sudah tidak bisa lagi dihitung dengan uang."
Su Qing, sang dokter jenius, mengangguk antusias. "Teknologi penyembuhan seluler yang Anda berikan untuk bangsal VIP rumah sakit kita sepuluh tahun lebih maju dari teknologi medis ibu kota, Tuan Yao. Pasien dari seluruh dunia mulai mengantre hanya untuk mendapatkan satu slot perawatan."
Yao Wi berbalik, menatap dua petinggi kerajaannya dengan senyum puas.
"Ini baru permulaan," ucap Yao Wi santai. "Kota ini akan menjadi satu-satunya tempat di dunia di mana uangku menentukan siapa yang pantas hidup mewah dan siapa yang harus membusuk di luar tembok."
Namun, di tengah euforia pencapaian tersebut, pintu ruangan kembali terbuka. Kali ini, Bai Lu melangkah masuk dengan langkah tergesa-gesa. Setelan jas hitamnya tampak rapi, namun raut wajah sang Kepala Divisi Intelijen itu terlihat sangat serius.
"Maaf mengganggu waktu Anda, Tuan Bos," ucap Bai Lu sambil membungkuk hormat. Ia segera memproyeksikan sebuah layar holografik dari tablet di tangannya ke tengah ruangan.
Layar itu menampilkan peta satelit dengan titik-titik merah yang bergerak cepat menuju perbatasan Provinsi Donghai dan Kota Linzhou.
"Jaringan penyadap bawah tanah kita baru saja mencegat gelombang komunikasi terenkripsi tingkat militer," lapor Bai Lu dengan nada waspada. "Ini bukan lagi urusan preman lokal atau taipan bisnis. Kita telah menarik perhatian Divisi Sembilan."
Mendengar nama itu, wajah Shen Yue dan Su Qing sedikit menegang.
"Divisi Sembilan?" gumam Shen Yue. "Biro Keamanan Nasional dari ibu kota? Faksi intelijen bayangan yang beroperasi di luar yurisdiksi hukum?"
Bai Lu mengangguk tegas. "Benar. Mereka bertanggung jawab langsung kepada petinggi militer pusat. Transformasi gila-gilaan Linzhou dalam dua minggu terakhir telah membuat sistem radar ekonomi nasional meledak."
Bai Lu memperbesar gambar satelit tersebut.
"Mereka tidak bisa melacak dari mana asal usul dana ratusan triliun yang Anda gunakan, Tuan. Di mata mereka, anomali ekonomi sebesar ini adalah ancaman langsung terhadap stabilitas keuangan negara. Mereka menduga Anda didanai oleh sindikat global yang ingin melakukan kudeta ekonomi."
Sementara itu, ratusan kilometer jauhnya di ibu kota negara.
Di dalam sebuah bunker beton bawah tanah yang dikelilingi server superkomputer, seorang pria paruh baya dengan seragam militer berhias bintang tiga menatap layar raksasa yang menampilkan Kota Linzhou. Ia adalah Jenderal Song, Komandan Tertinggi Divisi Sembilan.
"Sihir macam apa ini?" geram Jenderal Song, membanting laporannya ke atas meja baja. "Dua minggu! Dua minggu yang lalu kota itu hanyalah tempat pembuangan sampah industri, dan sekarang mereka memiliki monorel magnetik dan gedung pencakar langit futuristik?!"
Seorang analis data berkacamata tebal menelan ludah sebelum menjawab. "S-siap, Jenderal! Kami telah meretas semua bank dunia, menelusuri pasar gelap, dan bahkan memantau bursa kripto. Hasilnya... nol. Uang yang digunakan oleh entitas bernama Linzhou Corp ini seolah-olah muncul dari ketiadaan absolut."
Jenderal Song memicingkan matanya. "Muncul dari ketiadaan? Tidak ada uang yang jatuh dari langit. Pemuda bernama Yao Wi ini pasti menjadi boneka bagi kekuatan asing. Jika kita membiarkannya, dia akan mencaplok seluruh ekonomi negara ini."
Jenderal Song menekan tombol interkom di mejanya.
"Panggil Agen Khusus Leng Yue," perintah Jenderal Song mutlak.
Semenit kemudian, pintu baja terbuka. Seorang wanita berpostur tinggi semampai dengan rambut pendek sebahu melangkah masuk. Ia mengenakan seragam taktis hitam pekat. Wajahnya luar biasa cantik, namun matanya memancarkan hawa sedingin es abadi. Ia adalah Leng Yue, senjata paling mematikan milik Divisi Sembilan yang belum pernah gagal dalam misi sabotase dan infiltrasi.
"Jenderal memanggil saya?" sapa Leng Yue dengan nada datar tanpa emosi.
"Leng Yue, bersiaplah malam ini. Tujuanmu adalah Kota Linzhou," titah Jenderal Song seraya melemparkan sebuah tablet berisi profil Yao Wi.
"Infiltrasi Linzhou Corp. Cari tahu dari mana pemuda arogan ini mendapatkan dananya. Jika dia terbukti menjadi ancaman bagi keamanan nasional, kau memiliki izin penuh untuk mengeksekusinya di tempat dan membekukan seluruh asetnya atas nama negara."
"Siap laksanakan, Jenderal," jawab Leng Yue singkat, matanya menatap tajam foto Yao Wi di layar tabletnya.
Kembali ke lantai puncak Menara Linzhou Corp.
Yao Wi menatap titik-titik merah di proyeksi holografik Bai Lu dengan tatapan bosan. Ia menyesap habis sisa wiski di gelasnya dan meletakkannya dengan bunyi klik pelan di atas meja kaca.
"Jadi, anjing-anjing dari ibu kota mulai mencium bau daging di wilayahku?" kekeh Yao Wi meremehkan.
"Tuan Bos, Divisi Sembilan memiliki agen-agen pembunuh bersertifikat militer. Mereka ahli dalam spionase dan pembunuhan tak terlihat. Apakah kita perlu meningkatkan status siaga Pasukan Bayangan ke level maksimal?" tanya Bai Lu, insting mantan agen mata-matanya meronta untuk segera mengambil tindakan defensif.
Yao Wi melangkah mendekati Bai Lu, menepuk bahu wanita itu dengan pelan namun penuh otoritas.
"Pertahanan adalah strategi untuk mereka yang lemah, Bai Lu," ucap Yao Wi dengan senyum tiran yang menakutkan.
"Kita tidak akan menutup gerbang kota. Biarkan agen-agen kebanggaan negara itu masuk. Buka semua akses hotel bintang tujuh kita, biarkan mereka melihat sendiri keajaiban kota ini."
Shen Yue mengerutkan dahi, bingung dengan keputusan bosnya. "Tapi Tuan, jika mereka menyusup..."
"Jika mereka menyusup, mereka hanya akan menyadari betapa putus asanya jarak antara manusia fana dan seorang dewa," potong Yao Wi mutlak.
Mata Yao Wi berkilat penuh ambisi.
"Biro Keamanan Nasional mengira mereka bisa membekukan asetku dengan selembar surat perintah dari ibu kota? Kalau begitu, aku akan mengajari mereka kenyataan yang menyakitkan. Aku tidak akan membunuh agen mereka... aku akan membeli agen mereka. Dan pada akhirnya, aku akan membeli seluruh departemen intelijen negara ini."
Ding!
[Misi Penaklukan Baru Terdeteksi: Tundukkan Sang Pisau Negara.]
[Target: Hancurkan mental Agen Khusus Leng Yue dari Divisi Sembilan dan paksa faksi militer ibu kota untuk tunduk pada kekuatan kapital Tuan Rumah.]
[Hadiah Sistem: Pembukaan Fitur Pasukan Militer Pribadi Tingkat Lanjut dan Satelit Pengintai Orbit Rendah.]
Yao Wi menyeringai lebar. Badai dari ibu kota akan segera tiba, namun alih-alih berlindung, Sang Sultan justru bersiap untuk menelan badai itu hidup-hidup.