NovelToon NovelToon
Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Cinta Berlabuh Satu Pelabuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.

Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?

Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.

"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar

Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Bintang

Agashtya sedikit tersentak dan reflek menjatuhkan ponselnya saat tiba-tiba Alex masuk keruangannya tanpa mengetuk.

"Ceklek!" Suara handle pintu yang dibuka oleh Alex, membuat Agashtya membalikkan badan.

"Klotak!" Suara benda pipih persegi panjang milik Agashtya yang terjun bebas dari genggamannya.

"Ckkk..." Decak Agashtya sedikit kesal karena kehadiran Alex yang mengejutkannya.

"Hoops...maaf mas bos kalau saya masuk tanpa permisi tapi ayo kita keluar, ada yang terjadi di lantai bawah..." Ucap Alex, dengan mimik wajah yang menandakan ada hal yang tidak baik-baik saja.

Agashtya membungkuk dan meraih ponselnya yang terjatuh, "Ok, untung aja gak pecah. Apa yang terjadi disana?" Tanya Agashtya, sigap.

Alex tidak ingin berbasa-basi, langsung meraih pergelangan tangan Agashtya, "Eeeh...jelasin dulu ada apa? Jangan asal tarik tangan gue kayak kambing aja..." Sahut Agashtya, bingung.

"Udah mas bos ikut aja dulu, urgent saya gak bisa jelasin keburu selesai pertunjukkannya..." Jawab Alex, sembari membawa Agashtya berjalan memasuki lift ke lantai bawah.

Agashtya yang dibuat penasaran itu pun hanya pasrah saja dengan asisten pribadinya satu ini. Setibanya mereka di lantai bawah, lebih tepatnya di departemen pengeditan dan pemasaran, tengah terjadi keributan yang dilakukan oleh Sherly.

"Gue gak terima ya, gara-gara loe hari ini gue jadi dipecat dari sini sama pak Agashtya. Jangan bilang loe semalem udah tidur lagi sama dia karena efek obat yang gue kasih ke minuman pak Agashtya itu luar biasa dosisnya..." Ucap Sherly, dengan nada penuh penekanan dan kebencian.

Kaniya masih berusaha melepaskan diri dari cengkraman Sherly, "Loe gak bisa lakuin ini, Sherly! Loe udah salah besar!"

Belum sempat Kaniya menjawab, tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang menggema dari belakang mereka. "Hentikan semua drama ini!" Ucap Agashtya, tegas.

"Pak Agash..." Ucap semua orang yang berada di ruangan itu, dengan nada yang berbeda-beda.

Agashtya tak lagi menghiraukan siapapun yang berada disana. Tatapannya hanya berfokus pada Kaniya. Ia berjalan menghampiri Kaniya untuk melerai gadis itu dari cengkraman Sherly.

"Sherly, apa yang kamu lakukan disini? Saya hanya memberikan waktu satu jam untuk kamu berkemas dan segera tinggalkan tempat ini. Oh ya Lex, kamu tentu tidak lupa kan dengan surat pemecatan terhadap Sherly? Apa sudah kamu bawa?" Ucap Agashtya, lantang dan tegas.

"Sudah pak, ini suratnya pak sudah saya bubuhi cap tinggal bapak tandatangani saja..." Jawab Alex, sembari memberikan secarik kertas yang menyatakan bahwa Sherly dipecat secara tidak hormat dari PT Wijaya's New Era Group.

Dengan sigap Agashtya pun meminjam punggung Alex sebagai alas menandatangani surat itu. Setelahnya Agashtya pun memberikannya pada Sherly, sementara gadis itu menerimanya dengan berat hati.

"Pak Agashtya, tolong pak jangan lakukan ini pada saya pak. Saya janji saya akan memperbaiki diri saya pak, pak saya mohon pak!" Ucap Sherly, yang semula mencak-mencak pada Kaniya, sementara dihadapan Agashtya dia bukanlah apa-apa.

Agashtya tak mempedulikan mengenai cicitan Sherly yang memohon padanya, bahkan dengan jurus air mata sekalipun. "Sherly, kamu sudah tahu aturan di sini. Kamu harus menerima konsekuensi dari tindakanmu."

"Semuanya kembali ke posisi semula. Saya mempekerjakan orang bukan untuk pandai membalikkan fakta, menggonggong, menjilat dan juga bergosip paham!" Seru Agashtya, tegas dan penuh penekanan.

"Baik Pak, paham!" Sahut semua staff di ruangan itu, dengan nada yang berbeda-beda.

Tentu kata-kata yang diucapkan oleh Agashtya barusan tak lain adalah sebuah sindiran keras untuk Sherly.

"Ayo Kaniya, kembali ke tempatmu..." Ajak Agashtya, merangkul bahu Kaniya dengan lembut.

"I...iya Pak..." Jawab Kaniya, sungkan dan sedikit merah mukanya.

"Pak...pak Agash..." Panggil Sherly, panik bercampur dengan isak tangis.

Hal itu tak di hiraukan oleh Agashtya sama sekali, ia berjalan beriringan bersama Alex dan Kaniya.

Namun ia tak lupa memberi kode pada petugas keamanan untuk mengamankan Sherly saat ini juga.

"Maaf bu Sherly, atas perintah pak Agashtya saya harus mengusir anda keluar dari kantor..." Ucap petugas keamanan di kantor itu, dengan nada yang sopan tapi tegas.

"Gak perlu! Saya bisa sendiri! Kamu jangan pegang-pegang saya!" Jawab Sherly, masih dengan sikap angkuhnya itu.

Petugas keamanan itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku seorang Sherly yang begitu angkuh.

Suasana dikantor milik Agashtya pun kembali normal seperti biasanya. Mereka hanya fokus pada pekerjaan masing-masing, dengan suasana yang lebih tenang dan profesional.

                     ***********

Agashtya duduk di kursinya, membaca ulang script di tangannya dengan ekspresi yang tidak puas.

Alex menghampirinya dengan membawa sebuah cup es kopi yang baru saja dibelinya di depan kantor mereka.

"Disegerin dulu boss kuh..." Ujar Alex, menyodorkan cup berisi es kopi ekspreso.

"Ok thanks..." Jawab Agashtya, singkat.

Saat mereka tengah berbincang, Bintang muncul dengan elegan, menghampiri mereka. Raut wajah Bintang yang semula sedikit panik kini menjadi lega saat mendapati kakaknya berdiri dengan keadaan baik-baik saja, hanya wajahnya saja yang terlihat lebih kusut daripada biasanya.

"Bintang?" Gumam Agashtya, saat melihat Bintang adiknya datang ke kantornya.

"Hai kak...maaf kalau aku gak kasih kabar terlebih dahulu. Soalnya semalem Alex nelpon di jam 11an jadi aku kira kakak kenapa-kenapa..." Ujar Bintang, jujur apa adanya.

Ucapan Bintang itu membuat pikiran Agashtya tampak menggantung dan kembali pada sekilas ingatan kejadian yang terjadi tadi malam.

"Oh...iya iya...aku ingat, gak kok gak ada terjadi apa-apa ya kan Lex..." Jawab Agashtya, menutupinya.

"Aah...iya semalem saya cuma panik saja disaat mas bos Agashtya menghilang begitu saja dari ruang meeting ahahaha..." Jawab Alex, saat ini kakinya di injak oleh Agashtya.

"Oh begitu, ok deh kalau gak ada apa-apa. Oh ya ini aku bawain oleh-oleh dari desa Lenggahsari buat kalian, soalnya beberapa hari yang lalu aku dinas disana..." Ujar Bintang, menyodorkan sebuah paperbag yang berisi beberapa macam oleh-oleh yang sempat ia beli di jalan tadi pagi.

"Ok thanks my brother..." Ucap Agashtya, sembari merangkul dan menepuk-nepuk bahu Bintang.

Agashtya membuka paperbag di tangannya itu dan mengeluarkan beberapa kotak oleh-oleh makanan khas dari desa Lenggahsari yang berupa dodol Betawi, kue akar kelapa, dan keripik khas desa Lenggahsari.

Pemuda itu pun membagi-bagikannya pada Alex dan beberapa krunya yang berada di ruangan shooting saat ini.

Tiba-tiba saja Alex yang menggigit satu dodol yang mendapat ide langsung berteriak sehingga mengejutkan semua orang yang berada di ruangan itu.

"Nah...gue ada ide..." Teriak Alex, girang.

"Apaan, loe bisa gak sih jangan kebiasaan bikin orang sport jantung..." Celetuk Tiara, sembari mengelus dadanya pelan dikarenakan terkejut dengan sikap Alex yang terlalu absurd itu.

"Sorry sorry gue terlalu bahagia hahaha...semua berasal dari dodol manis ini nih kayaknya emmuachh..." Ujar Alex, dengan tingkah absurdnya.

"Jadi apa ide loe itu? Jangan bilang loe bakal ngasih ide gila ke kita..." Celetuk Agashtya.

"Jadi gini, mas bos kan lagi pusing mikirin si peran pengganti kita dan juga tokoh utama dalam cerita kan?" Ujar Alex, berbinar.

"Iya terus apa ide loe itu?" Tanya Agashtya, sembari menonyor kepala Alex.

"Gimana kalo kita pake mas Bintang buat tokoh utama dalam film kita ini terus kita cari aktris penggantinya kita buka lowongan kerja buat siapa aja yang berbakat acting. Gimana-gimana?" Ujar Alex, sembari menaik turunkan kedua alisnya secara bergantian.

"Boleh juga ide loe itu tuh..." Gumam Agashtya, mulai berpikir skeptis lalu menunjuk pada Alex.

"Ok gue setuju lagian gue juga gak ada schedule padat beberapa minggu kedepan ini..." Jawab Bintang, menyetujui ide Alex.

Sesuai dengan kesepakatan yang ada, Agashtya pun memerintahkan Kaniya untuk menulis ulang script skenario film yang ada bagian perombakan pada beberapa episode yang akan mendatang.

"Kaniya, tolong tulis ulang script skenario film kita. Kita akan menggunakan ide Alex ini," perintah Agashtya.

"Baik, Pak," jawab Kaniya, sambil mengambil catatan.

Tak hanya itu, Agashtya juga memerintahkan Kaniya untuk membuat iklan mengenai lowongan kerja sebagai artis baru untuk menjadi peran pengganti dalam film yang akan mereka rilis.

"Dan buat juga iklan lowongan kerja untuk artis baru. Kita akan mencari yang berbakat," tambah Agashtya.

Seluruh kru dan juga staff yang berada di departemen masing-masing pun mulai menggarap tugas garapan mereka masing-masing.

Tak hanya itu bahkan Agashtya pun bekerjasama dengan perusahaan adiknya yang bernama PT Bintang Wijaya Group dan juga dengan perusahaan Mr. Glen Hamilton yang baru saja di resmikan tadi malam.

Ya, perusahaan milik keluarga Wijaya memang bergerak pada perindustrian perfilman.

Bersamboo dulu...

Visualnya Bintang...

1
Yogitha Ratnajyoti ❤
mkin seru nih thor 😍🔥
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih... 🙏😍🌹
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
knp hrs bohong soal identitas dirinya sih greget dehhh
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...😆🙃🤭
total 1 replies
Yogitha Ratnajyoti ❤
wah agashtya nya ganteng thor 😍
Yogitha Ratnajyoti ❤: owh...
total 2 replies
Yoyoh Tania
si alex udh plng tau aja yh thor, korban dracin dia mah 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Iya kak, dia suka nonton melolo kali wkwkwk... 😆🙃🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
ngefans nih sm karakter alex gokil orgnya 🤭
Yoyoh Tania
Kaniya unik tapi gesit yh kk thor 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak...🤭
total 1 replies
Yoyoh Tania
izin mampir yh kk thor, cmngutz 💪🔥
Mutiara Wilis 🌹: Monggo, silahkan kak, makasih kak 🙏😍🌹
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih paman 🙏
total 1 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mutiara Wilis 🌹: Belum ada ide lagi om 🙏🙃
total 1 replies
fatih faa
visual kaniya mana thor
Mutiara Wilis 🌹: Ada kak di bab bagian hasil casting
total 1 replies
Luvita Sari
Si alex gokil ya thor asal nyelonong aja kayak tronton 🤣🤭
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya 😆🙃
total 1 replies
Ana Maria
seru nih thor lnjt
Mutiara Wilis 🌹: Makasih kak 🙏🤭🌹
total 1 replies
Luvita Sari
hdir thorrr
Luvita Sari: Urwell kak
total 2 replies
Anonymous
rajin banget thor, Shanaya belum tamat, eh ini ada yang baru😍
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih, boleh asal santun 🙏😅
total 3 replies
Desti31
Ciee karya baru nih🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya double biar gak kehilangan ide tengah jalan di selang seling 😆🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!