––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(8) Telepon
"Kalau istri ku ini alien asli atau bukan ya?" canda Haikal, ia hanya tak terlalu canggung dan membuat istri nya itu tak nyaman dengan keberadaan nya.
Ailena memutar bola mata malas. "Terserah" ketus Ailena seakan enggan untuk mengulik lebih tentang nya sendiri.
Haikal tersenyum tipis melihat kekesalan Ailena yang bukannya membuat nya takut malah gemas.
Drrt drrt..
Hp Ailena berbunyi dan menampilkan nama Ardian yang masih mencoba terus mengusik nya.
"Ardian? Siapa ini istri ku? Perlu kah suami mu ini mengangkat nya?" tanya Haikal yang memang dekat dengan posisi hp Ailena berada.
Ailena menoleh dan mengangkat kedua bahu nya, dia sendiri sudah tak peduli dengan mantan pacar nya itu.
"Mantan ku" jawab Ailena membuat jari Haikal terhenti saat hendak menggeser tombol hijau.
"Ups" Haikal langsung seperti orang yang tak sengaja memencet tombol merah lalu mencoba membuka hp Ailena.
"Apa kata sandi nya ini?" tanya Haikal membuat Ailena menatap nya datar.
"Jangan ganggu privasi ku" ketus Ailena sembari merebut hp nya yang berada di tangan Haikal.
Haikal menghela nafas berat dan kembali merebahkan tubuh nya, memaksa untuk beradaptasi dengan kasur tipis itu.
"Aku harus berangkat bekerja sebentar lagi, kalau ingin makan masak saja sendiri" ujar Ailena membuat mata Haikal terbuka.
"Kerja dimana istri?" tanya Haikal.
Ailena melirik sekilas lalu kembali menggeledah tas nya mengambil baju yang pas untuk nya pakai ke cafe. "Cafe" jawab nya singkat.
"Apa nama cafe nya istri?"
"Ck! Hilangkan panggilan itu! Memuakkan.. Cafe cerita" sungut Ailena dengan alis menukik, telinga terasa panas di dalam kerudung karena mendengar panggilan itu.
Haikal menampilkan cengir kuda nya. "Cafe cerita? Emm yang dekat dengan gedung Kean group itu?" tebak Haikal menerka-nerka, di angguki Ailena.
Haikal menatap Ailena dengan tatapan penuh arti. "Aku boleh mampir kesana tidak kapan-kapan?" tanya Haikal di tanggapi Ailena berupa deheman.
"Jam berapa biasa istri bekerja dan hari apa aja?" tanya Haikal, ia terus mengoceh seakan tak pernah habis topik nya.
Ailena menghela nafas. "Jam 4 setelah selesai kampus biasa dan pekerjaan ini ku lakukan setiap hari hingga tengah malam, puas?"
Haikal mengangguk. "Tengah malam? Berarti istri sering pulang larut malam?"
"Selalu, karna cafe cerita buka setiap hari" jawab Ailena sembari bangkit dari duduk nya, ia akan mandi sebelum berangkat ke cafe.
Haikal memandangi pergerakan Ailena yang keluar dari kamar menuju arah dapur.
"Apa dia tak mau bertanya perihal pekerjaan ku?" gumam Haikal lalu bersandar di tembok yang cat nya sudah banyak terkelupas dan pudar.
Drrt drrt
Kali ini hp Haikal yang berbunyi dan menampilkan nama orang yang lumayan berpengaruh di hidup Haikal.
"Halo.."
Haikal mendengarkan semua ucapan dari seberang tanpa berniat menyela sedikitpun.
"Berikan aku waktu.. Ical akan membawanya ke rumah utama segera setelah berhasil mendapatkan hati nya" balas Haikal lalu mengakhiri panggilan yang menurut nya sudah selesai.
Haikal menghela nafas usai panggilan itu berakhir, lalu mendongak menatap sekitar yang tak ada perabotan atau hiasan yang tergantung.
Drrtt drrtt
"Ck! Siapa lagi sih?"
Haikal nampak kesal dan melihat ke hp milik Ailena, tanpa pikir panjang ia mengangkat telepon itu. "Siapa sih? Ganggu aja" ketus Haikal tak mendapat jawaban.
Haikal pun menjauhkan hp milik Ailena itu dari telinga dan membaca kontak nama yang tertera nama Ardian di hp itu.
Tak lama telepon itu berakhir menggantung, membuat Haikal terkekeh sinis, ia dapat menebak reaksi mantan pacar istri nya dari seberang sana.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️