NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:258
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta pertama

Aku keluar mendatangi supir taksi untuk membayar ongkos taksinya. Kosong tidak ada mobil itu. Kemana taksi itu, tapi yang ku lihat Al sudah duduk manis di teras rumah menungguku. Dia tersenyum manis di balik paras tegasnya. Aku membalas senyumnya dengan ragu. Aku melakukan kesalahan. Dia pasti akan mempertanyakan padaku. Dadaku berdetak tak karuan. Aku mencoba mengalihkannya.

" Al taksinya mana? Kok dia pergi? " Aku bertanya padanya yang duduk manis di bangku teras rumahku. Dia menatapku lekat. Mencari celah dimana aku lengah

" Sudah pergi, udah aku bayar kok." Jawabnya sambil menatapku lekat. Seperti ada hal yang lain akan dia pertanyakan. Tapi, aku memilih memalingkan wajahku tanpa berani menatapnya. Tanganku asyik meremas ujung bajuku.

" Kenapa pulang sendiri? " Pertanyaan sederhananya dengan penuh penekanan membuat nyaliku menciut. Aku tertunduk sesaat, memikirkan jawaban apa yang pas untuknya.

Hari ini hari minggu yang pastinya mama akan diam di rumah sebagai nyonya yang selalu mengawal pegawai rumahnya. Hari ini mungkin sulit jika aku ijin untuk keluar.

Rencanaku untuk menemui Gilang sepertinya tidak untuk hari ini. Lagi pula ada Al yang datang kerumah dan tamu mama yang mungkin sedang menunggunya .

" udah lama Al??, maaf semalam aku gak pulang. Aku tidur di rumah Nala." Bukan bertanya melainkan aku mengalihkan perhatiannya.

Dia enggan melepaskanku, tatapannya terlalu tajam. Aku tidak bisa mengalihkan lagi terpaksa aku menjawab. " Kamu sedang tidak baik baik saja Al. Ku harap kamu bisa tenangin dirimu dengan aku tidak merepotkanmu. " Aku menjawab dengan memilih ujung bajuku tanpa berani menatapnya.

" Maaf kamu harus mendengarnya. " Dia meminta maaf kepadaku dan mengisyaratkan dia baik baik saja. Aku tenang, setidaknya dia masih terlihat sama di mataku. Tapi tidak dengan tangannya yang mengepal. Dia mencoba mengontrolnya lagi. Al membenci di kasihani. Al benci terlihat lemah.

" aku di jemput Nala, dia minta temenin jalan nge moll ." Aku mencoba meralat jawabanku agar ini tidak berlarut.

" Oke,  ini tas mu. Aku pamit. "Dia berdiri dan berpamitan ku dengan datar. Dia terbiasa pergi saat perasaan itu datang. Dia sembunyikan itu semua.

Selepas Al pulang tak berselang lama aku masuk kembali ke dalam rumah dan pandanganku tertuju pada seseorang yang ku lihat sekilas tadi. aku berdiri kaku mematung, melihat dia dengan jelas. Batinku berkecamuk antara terkejut, dan marah. Aku tidak bisa berekspresi sekarang.

" hai Ai, apa kabar???" dengan tenang dia menyapaku. Tapi aku masih diam terpaku, setelah 3 tahun lamanya dia pergi dengan enaknya dia cuman bilang apa kabar. Entah apa yang di pikirkannya. Dia kembali, benar ada di depanku.

Batinku berkecamuk. Aku memandangnya dengan pandangan yang sulit di artikan. Aku terbata berkata menjawabnya. Ragaku masih berdiri tapi jiwaku terasa jauh.

" kenapa diam aja?? Gak mau bilang apa gitu." pertanyaannya yang membuat aku meledak.

" JAHAT" Aku berteriak lantang. Kekesalan ku memuncak, aku mencoba melepaskan semuanya dan meledak. Suatu mengudara dengan lantang membuat mama di dapur sana terkejut.

" Ila ngapain teriak teriak, Reihan kembali kenapa kamu menyambutnya seperti itu?" sahut mama dari arah dapur.

Dia sahabat masa kecilku yang telah menghilang 5 tahun lalu. Meninggalkaku hanya dengan sepucuk surat yang menyuruhku menunggu. Aku hidup dengan penantian selama ini. Tanpa tahu kapan itu berakhir.

" ada yang perlu kamu jelasin??" Aku memandangnya lekat bertanya tanpa ada bantahan. Dia harus memberiku kejelasan untuk saat ini.

" tentang aku yang tiba tiba hilang, karena aku berobat." Dia menjawabku dengan tenang memberiku penjelasan kemana dia bersembuyi selama itu.

"Aku di larikan ke luar negeri karena penyakit jantungku yang semakin parah. Kamu pasti bacakan surat yang aku tinggalkan di bawah pintu gerbang." Dia mengingatkan pesa  penting yang dia tinggalkan untuk menjadi temanku 5 tahun ini. Tanpa tujuan kemana aku mencarinya.

" aku baca pesan mu, dan aku yakin kamu pasti kembali. Tapi kini berubah Ha." Aku menunduk, wajahku berubah murung saat menjawabnya. Aku terlalu menelan luka tanpa terobati.

" Iya, terlihat kentara. gimana kabar kak Aksa?" Reihan celinguk an menanyakan Aksara kepadaku.

" Aksa pergi ninggalin ini rumah sejak 1 tahun lalu, tapi aku gak tau pasti dia pergi kemana." jawabku dengan sendu, aku merasa jadi orang yang paling banyak menangis di dunia ini. Seakan nasib tak berpihak kepadaku. Tapi takdir sudah ada yang mengatur.

Mengutuk akan takdir adalah sebuah kesalahan. Membenci keadaan pun percuma, yang bisa hanyalah sabar dan ikhlas. Tapi aku belum mencapai tahapan yang sempurna seperti orang di luar sana yang begitu tegar.

" apa yang membuatnya pergi?" Dia penasaran apa yang dulu terjadi

" Dia pergi dengan marah. Aksara ribut dengan Mama." Aku memberikan dia info kenapa dia meninggalkan ini. Semuanya tanpa tersisa dan jejak.

" Aksa adalah pribadi yang amat keras. Antara basket atau usaha mama." Aku menjelaskan sedikit informasi tentangnya agar Al faham tentang itu.

Aku berbincang bincang cukup lama dengan Reihan, mulai aku yang bercerita tentang hancurnya kehidupanku saat dia pergi dan perjuangannya antara hidup dan mati melawan penyakitnya hingga dia mendapat donor jantung saat ini. Aku amat bersyukur karena dia kembali dengan sehat. Aku pernah memikirnya. Dia tidak pernah kembali. Dia pergi dengan kenangannya yang tertinggal di ingatanku.

"Ai, boleh aku bertanya?." Celetuk Rehan dalam keheningan.

" silahkan jika aku ada jawab."  Aku menatapnya dengan pandangan was was dan mulai mempersilakan dian bertanya.

" apakah masih sama?" Pertanyaan yang begitu singkat tapi membuatku bingung memberikannya sebuah jawaban.

Aku terdiam tanpa berani berucap, aku takut dia yang kembali mengharapkan ku. Tapi firasat ku berbicara bahwa dia hanya mau tahu perasaanku. Dia hanya ingin mengakhiri segalanya.

Aku terlalu sulit memutuskan

Antara sang delta yang terkenal

Denganmu sang pelangi di waktu lampau

Kau memberi banyak warna pelangi dalam hidupku

Berbanding terbalik dengan sang delta

Sesosok penyelamat dengan hati yang baik

Bak malaikat yang melindungi ku

Dibanding kau sang pengukir cerita

Penghibur di saat laraku

Perusuh di saat senyumku

Jiwamu terlalu humoris dibanding dia yang sedingin es.

"Tidak, tapi aku rindu. Ada yang berubah Hanya, aku tidak tahu itu apa" Mataku memandangnya sayu.

" Jika ada yang lain aku bahagia. Aku menemukan juga Ai" Seakan di tikam belati saat aku sadar hidup di atas ke abuan rasanya terhadap dua orang yang berharga. Aku memang sayang pada Reihan tapi juga dengan Alga tapi rasa sayangku  ke dua duanya sangat berbeda. Dan mungkin sekarang aku telah menemukan jawabanya.

" Hambar han. Terlalu abu untuk aku ungkapkan" Aku. Masih mencoba mencerna apa yang sekarang sedang aku rasakan. Hatiku khawatir dengannya. Tapi Reihan masih ada dalam hatiku.

"Maaf atas yang lalu Ai, tapi hari ini aku meminta kau memastikan perasaanmu kembali. masih sama atau sudah meninggalkan rasa itu . Berjanjilah Ai, apapun kedepannya kamu akan tetap bahagia dengan aku atau tanpa aku" Ucapnya yang membuatku tak mengerti maksudnya.

" Han, aku  tidak tahu maksudmu. Berbahagialah dengan pilihanmu jika kamu memiliki yang baru Han. Sepantasnya sekarang kamu memang punya hidup yang baru. Bukan semua tentang aku di hidupmu." Aku meyakinkannya agar dia  merasa tiada beban.

Aku yang kembali terluka

Atas perasaan yang kini bukan untukku

Aku kembali terjatuh atas rasa yang seharusnya usai

Aku yang harusnya mengakhiri lebih dahulu

Kini tergores atas luka yang tak seharusnya ada

Hatiku yang berlabuh teramat lama

Yang seharusnya aku ubah

Hatiku yang bertuan padanya seharusnya terbunuh tapi aku memeliharanya dengan elok

Tanpa sadar itu adalah pemberi luka

" kau ingin pergikan..? Pergilah jika dahulu aku melepaskan jiwamu. Kini ragamu ku lepaskan dengan tangan terbuka." ujarku kembali, karena tidak bisa bohong lagi bahwa rasa itu sudah pindah bertuan hanya saja gengsi untuk mengakui.

"Aku tak ingin egois. Aku punya perasaan yang tidak bisa aku kontrol Ai. Kamu berhak bahagia." Dia menjawabku dengan bahasa yang rumit aku mencerna.

"Kamu salah berkata seperti itu, jangan kamu menggantung dia yang sebenarnya pemilik hatimu. Untukku yang hanya tempat singgah mu." Dengan tenang aku mengatakan karena aku tahu dia yang di maksud telah menunggunya.

Sebelum Nala datang ke kehidupanku aku memiliki sahabat sedari kecil yang selalu ku banggakan. Namun sayang karena rasa yang kita punya bertuan sama yaitu Reihan Pradana.

" sekarang tak ada lagi kata kita kan Ai, aku berkata seperti ini bagai sang kekasih Ai. Nyatanya kita hanyalah sahabat yang memasuki fase saling nyaman satu sama lain. Aku seakan akan memutuskan kekasih." Ucapannya yang menohok perasaanku bahwa dari dulu pun dia bukan milikku. 

" kamu kan tahu kita hanya sebatas sahabat kenapa kamu meminta ijin kepadaku untuk mempunyai kekasih.???." Pertanyaanku membuat dia bingung menjawab, dan sekilas terlihat sorot matanya yang menjadi sendu

" aku tahu itu, tapi aku juga tahu perasaanmu padaku Ai." Jawabnya membuatku tersentak ternyata selama ini apa yang aku sembunyikan percuma. Aku menyembunyikan rasa itu terlalu rapat tanpa siapapun mengetahui kecuali gadis itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!