" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8
Entah kemana Naoki ingin membawanya. Yang jelas sudah satu jam mereka berada di jalan dan belum sampai juga. Cuaca yang tadinya cerah kini sudah berubah mendung. rintik rintik hujan perlahan turun membasahi mereka hingga hujan lebat datang.
" nao, kenapa kita tidak singgah dulu?" tanya Haruka.
Hujan sangat deras, mereka sudah basah kuyup. Angin pun berhembus cukup kencang hingga Haruka dapat merasakan dingin yang luar biasa. apa lagi dia hanya memakai dress lengan pendek dan juga tipis.
" sebentar lagi kita sudah tiba" ujar Naoki.
benar saja, setelah itu Naoki membelokkan motornya ke sebuah villa. villa yang memiliki 2 lantai yang di buat dengan kayu dan juga kaca.
Haruka tidak memiliki kesempatan untuk menganggumi villa ini dari luar karena hujan sangat deras. setelah memarkirkan motor di garasi mereka segera masuk ke dalam dengan keadaan basah kuyup.
" ini villa siapa?" tanya Haruka sambil memeluk dirinya sendiri.
wajah Haruka sudah pucat, bibirnya pun Bergetar karena menggigil. Telapak tangan nya pun sudah memutih.
" ayo ikut aku, kamu harus ganti baju dulu" ujar Naoki kasihan melihat keadaan Haruka hingga dia tidak sempat menjawab pertanyaan haruka.
Mereka menaiki tangga menuju lantai 2. di sana ada 2 kamar, mereka berdua masuk ke Kamar utama.
" apa disini ada baju wanita?" tanya Haruka dengan suara bergetar karena kedinginan. Dia sungguh tidak kuat lagi rasanya sangat dingin.
" tidak ada" jawab Naoki seraya membuka lemari untuk mencari baju yang sekiranya bisa di pakai oleh Haruka " pakai ini saja" ujar Naoki menyerahkan satu kemeja berwarna navy pada Haruka.
Haruka tidak menolak. dia menerima baju tersebut karena memang dia membutuhkan baju ganti.
" dimana kamar mandi?" tanya Haruka
" di situ" ujar Naoki menunjuk ke arah pintu yang tertutup rapat.
Haruka segera berjalan ke sana. Dia masuk ke kamar mandi sedangkan Naoki mencari pakaian untuk dia pakai sendiri.
Naoki menunggu Haruka selesai lebih dulu. Begitu Haruka keluar dia segera bergantian. Haruka duduk di tepi ranjang. dia sudah memakai kemeja yang di berikan oleh Naoki.
kemeja ini besar di tubuh Haruka hingga dapat menutupi paha bagian dalamnya. Tapi Haruka kurang nyaman karena dia tidak memakai pakaian dalam. tidak mungkin dia memakai pakaian dalam milik Naoki kan?
" handuk dimana ya?" gumam Haruka mencari handuk untuk mengeringkan rambutnya yang basah kuyup. Bahkan tetesan airnya membasahi bajunya yang kering.
Haruka mencari nya si lemari dan di beberapa tempat lainya. namun tetap saja tidak ada handuk.
" sepertinya handuk nya memang ada di kamar mandi" gumam Haruka teringat jika tadi dia melihat lemari yang memang di isi oleh banyak handuk di kamar mandi.
Haruka memilih duduk diam di sana menunggu Naoki keluar. tidak lama kemudian Naoki keluar dengan penampilan baru. Baju kaos di padukan dengan celana selutut.
" sa_" ucapan Naoki berhenti kala menatap penampilan Haruka yang rambutnya basah dan bajunya ikut basah juga.
tapi bukan itu yang menjadi fokus utama nya. tapi bagian depan baju yang basah hingga menampilkan kedua gunung kembar Haruka yang menonjol. Meskipun samar samar namun itu tetap dapat memancing hasrat pria.
" nao, boleh aku minta handuk? Aku ingin mengeringkan rambut ku" ujar Haruka
" bo boleh, ada di kamar mandi" ujar Naoki terbata bata.
Haruka segera masuk ke kamar mandi untuk mengambil handuk. Naoki mengusap dadanya sambil menghembuskan nafas panjang" tenang Naoki, rileks! Jangan berfikir yang tidak tidak!" ujar Naoki pada dirinya sendiri lalu dia bergegas keluar dari kamar.
Beberapa menit kemudian Haruka keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sudah lumayan kering. Namun baju nya masih basah meskipun tidak basah semua.
Haruka tidak memerhatikan penampilan nya. dia tidak menyadari jika dadanya terlihat transparan ke luar akibat baju yang basah.
" kemana Naoki?" gumamnya saat tidak menemukan Naoki di kamar.
Haruka memilih keluar kamar untuk mencari Naoki. dia turun ke lantai bawah dan benar saja Naoki ada di ruang tengah duduk di sofa yang di depannya ada perapian yang sedang menyala.
" duduklah, ini teh hangat untuk mu" ujar Naoki saat menyadari keberadaan Haruka.
" terimakasih" ujar Haruka duduk di samping Naoki.
Duduk di sini rasanya jauh lebih hangat karena ada perapian. Apa lagi di temani oleh segelas teh hangat.
" maaf ya, aku tidak mengira akan turun hujan. Karena tadi cuacanya cerah" ujar Naoki tanpa menoleh ke arah Haruka karena dia tidak ingin melihat gunung kembar itu.
Yaa, Naoki memang tidak tahu akan turun hujan. tadi dia berencana membawa Haruka kesini karena pemandangan disini bagus. Di belakang villa ada danau serta air terjun. Naoki berencana untuk membawa Haruka kesana namun ternyata cuaca tidak mendukung.
" tidak papa, lagian siapa yang tahu masa depan?" ujar Haruka tidak menyalakan Naoki meskipun dia sedikit kesal karena harus hujan hujanan dan kedinginan.
Naoki jadi canggung. Dia sesekali melirik Haruka yang sedang meminum tehnya. Bajunya memang sudah agak kering. namun bayangan tadi masih terlintas di benaknya.
" kenapa?" tanya Haruka binggung melihat tingkah Naoki yang tidak biasa.
" tidak papa" jawab Naoki segera berpaling.
" kenapa jadi kebanyakan Diam? Biasanya kamu cerewet " ujar haruka.
biasanya kan Naoki banyak bicara. jadi kalo dia diam seperti ini rasanya ada yang aneh.
" jadi kamu suka Naoki yang pendiam atau yang cerewet?" tanya Naoki menatap haruka.
" aku lebih suka kamu yang asli " jawab Haruka.
untuk apa jadi orang lain kan? Biarkan Naoki menjadi dirinya sendiri. Jika dia berusaha menjadi orang lain maka tidak akan cocok padanya.
" oke berarti kamu lebih suka aku tidak cerewet?" tanya Naoki
" entah, intinya jangan jadi orang lain " ujar Haruka.
Naoki mengangguk paham. dia mengambil kopinya dan meminum nya sedikit. sekarang mereka sudah lebih hangat meskipun hujan belum juga berhenti.
" kamu menikah dengan kak daiky sudah 2 tahun kan? " tanya Naoki
" yaa, memang nya kenapa?" tanya Haruka
" biasanya kalo 2 tahun menikah pasti sudah memiliki anak. Tapi kenapa kalian belum? Apa kalian tidak ingin memiliki anak?" tanya Naoki penasaran.
2 tahun menikah tentunya bukan waktu yang singkat untuk berfikir memiliki anak. Kebanyakan orang juga baru nikah 1 bulan istrinya sudah hamil.
Haruka tidak langsung menjawab. Dia terdiam beberapa detik. Bagaimana dia bisa hamil dan punya anak? Sedangkan daiky tidak pernah menyentuhnya.
" nao, menurut mu apa tubuh ku kurang menggoda?" tanya Haruka pada Naoki.
Naoki terkejut mendapatkan pertanyaan seperti itu. dia bertanya hal lain dan Haruka malah bertanya hal yang tidak ada sangkut pautnya.
" kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Naoki binggung.
" lihat dada ku, apa kurang besar?" tanya Haruka memperlihatkan dadanya yang memang berukuran standar.
Naoki meneguk ludah kasar saat Haruka menunjukkan dadanya. Apa lagi haruka juga mengakat kedua gunung nya yang tidak memakai Bray itu. apa Haruka tidak tahu sekarang imannya sedang di uji?