NovelToon NovelToon
Aturan Main Sang CEO

Aturan Main Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Office Romance / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Lyra Graceva hanyalah seorang sekretaris teliti yang hidup dalam bayang-bayang trauma ibunya dan status "anak haram". Namun, dunianya runtuh sekaligus bangkit saat bosnya yang obsesif, Sean Nathaniel Elgar, menjeratnya dalam sebuah pernikahan kontrak yang berubah menjadi kepemilikan mutlak. Di balik gairah panas dan sikap posesif Sean, tersembunyi rahasia kelam masa lalu yang melibatkan kedua orang tua mereka. Lyra yang awalnya rapuh, bertransformasi menjadi "Ratu" yang dingin demi membalaskan dendam ibunya dan mengungkap kebenaran tentang asal-usulnya, sementara Sean bersumpah akan menghancurkan siapa pun—termasuk keluarganya sendiri—demi menjaga Lyra tetap di sisinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Harimau dalam Sangkar Kaca

Langkah kaki Sean yang berat dan angkuh bergema di koridor klinik yang sunyi. Aura kekuasaan yang ia bawa seolah mencekik udara di sekitarnya. Begitu ia sampai di depan kamar pojok itu, langkahnya terhenti oleh sosok Kirana yang berdiri tegak, menghalangi pintu dengan tangan terentang.

"Keluar, Sean. Tempat ini bukan milikmu," ujar Kirana dengan suara yang sangat dingin.

"Minggir, Ibu. Aku tidak ingin bersikap kasar pada ibu mertuaku, tapi jangan uji kesabaranku. Lyra adalah istriku, dan dia harus pulang sekarang," balas Sean, matanya menyala gelap, menatap lurus ke dalam kamar.

"Istri? Kau menyebutnya istri setelah kau menjeratnya seperti binatang buruan?!" Kirana tertawa getir. "Lihat ke dalam sana, Sean! Lihat wanita yang duduk di kursi itu!"

Sean melirik ke arah Hana yang masih termenung, lalu kembali menatap Kirana. "Siapa dia? Dan apa hubungannya dengan pelarian Lyra?"

"Dia adalah Hana. Ibu kandung Lyra. Wanita yang akalnya direnggut oleh pria berkuasa sepertimu!" Kirana melangkah maju, menunjuk dada Sean dengan gemetar. "Dia dihancurkan oleh pria yang merasa punya segalanya. Pria yang merasa 'tidak' dari seorang wanita adalah sebuah tantangan. Persis seperti kau, Sean! Kau tidak mencintai Lyra, kau hanya terobsesi untuk menaklukkannya!"

"Aku tidak seperti bajingan yang kau bicarakan itu!" bentak Sean, suaranya menggelegar hingga membuat Hana di dalam kamar tersentak dan mulai tertawa gelisah.

"Lalu apa bedanya?!" Kirana berteriak balik. "Kau memaksanya menikah, kau mengurungnya di apartemenmu, kau menandainya seolah dia adalah properti! Hana juga dulu dianggap properti oleh petinggi rumah sakit itu! Kau adalah harimau besar yang dia takuti, Sean! Harimau yang akan menggigitnya sampai hancur!"

Lyra muncul dari balik pintu, wajahnya sembap, menatap Sean dengan pandangan yang belum pernah Sean lihat sebelumnya. Bukan cinta, bukan benci, melainkan rasa takut yang sangat murni.

"Lyra... ayo pulang. Kita bicarakan ini di rumah," ujar Sean, suaranya melembut namun tetap mengandung nada perintah.

Lyra menggeleng lemah, ia mundur selangkah menjauhi Sean. "Rumah? Rumah yang mana, Sean? Rumah yang pintunya selalu terkunci? Atau rumah di mana aku harus selalu patuh pada setiap keinginanmu jika tidak ingin 'dihukum'?"

Sean tertegun. "Aku melindungimu, Lyra! Aku memberimu segalanya!"

"Kau memberiku sangkar emas, Sean! Dan setelah aku melihat Hana... aku sadar. Kekuatanmu, uangmu, obsesimu... itu semua adalah senjata yang bisa membunuhku kapan saja," Lyra menunjuk Hana yang kini mulai menutup telinganya. "Dia hancur karena seorang pria berkuasa tidak bisa menerima penolakan. Dan kau... kau baru saja merobek kontrak kerjaku untuk menjadikanku tawanan seumur hidup. Apa bedanya kau dengan pria yang memerkosanya?"

Kata-kata itu menghantam Sean seperti palu godam. Ia menatap tangannya sendiri, tangan yang semalam mencengkeram pinggang Lyra dengan begitu kasar karena cemburu.

"Aku mencintaimu, Lyra! Aku tidak akan pernah menyakitimu seperti itu!"

"Tapi kau sudah menyakitiku, Sean! Kau menyakiti harga diriku setiap kali kau memperlakukanku seolah aku tidak punya hak atas tubuhku sendiri!" Lyra terisak. "Tadi Hana bilang... harimau besar akan datang untuk menggigit. Dan harimau itu adalah kau. Aku tidak bisa melihatmu tanpa merasa takut sekarang."

Sean menatap Hana, wanita yang hancur itu, lalu kembali menatap Lyra yang tampak begitu rapuh. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Sean Nathaniel Elgar merasa kerdil. Keangkuhannya runtuh.

"Jadi... kau benar-benar menganggapku monster?" suara Sean bergetar, nyaris pecah.

"Aku ingin kau pergi, Sean," jawab Lyra lirih. "Biarkan aku di sini. Biarkan aku mengenal ibuku tanpa bayang-bayang jeratmu."

"Aku tidak bisa membiarkanmu pergi, Lyra. Aku tidak bisa bernapas tanpamu," Sean mencoba melangkah maju, namun Kirana mendorongnya kembali.

"Pergi, Sean! Sebelum aku memanggil polisi dan membuat skandal bahwa CEO Elgar Group melakukan penculikan di klinik rehabilitasi!" ancam Kirana.

Sean mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Ia menatap Lyra lama, mencoba mencari sisa-sisa cinta di mata istrinya, namun ia hanya menemukan ketakutan yang dalam.

"Baiklah," bisik Sean, suaranya terdengar sangat kering. "Aku akan pergi. Tapi jangan pernah berpikir kau bisa lepas dariku sepenuhnya, Lyra. Aku akan mencari siapa pria yang menghancurkan ibumu. Aku akan menghancurkannya berkali-kali lipat dari apa yang dia lakukan pada Hana."

Sean berbalik, namun sebelum ia melangkah jauh, ia menoleh kembali. "Dan soal 'harimau' itu... kau salah, Lyra. Aku mungkin harimau yang buas, tapi aku adalah harimau yang akan mencabik siapa pun yang berani menyentuhmu. Termasuk jika pria itu adalah bayangan dari masa lalumu."

Sean melangkah pergi dengan aura yang sangat kelam. Di dalam mobil, ia langsung menghubungi asisten keamanannya.

"Cari semua data petinggi Rumah Sakit Medika tiga puluh tahun yang lalu. Cari siapa yang pernah berhubungan dengan suster bernama Hana. Aku ingin namanya di mejaku malam ini. Dan satu lagi..." Sean menjeda kalimatnya, matanya menatap tajam ke depan. "Jangan biarkan Lyra keluar dari desa itu. Awasi dia dari jauh. Jika ada satu helai rambutnya yang terluka, kau tahu apa konsekuensinya."

Sean Nathaniel Elgar tidak pernah melepaskan mangsanya. Jika Lyra menginginkan jarak, ia akan memberikannya, namun ia akan memastikan bahwa di mana pun Lyra berada, bayang-bayangnya akan tetap mengurung gadis itu dalam diam.

1
aditya rian
sean punya sodara nih pasti...
umie chaby_ba
😍😍😍😍
Ariska Kamisa
semoga para pembaca menikmatinya ,
aditya rian
😍😍😍😍😍
Uthie
bakal nyesel gak tuhhh 😁
Uthie
coba mampir 👍
umie chaby_ba
ini penjahat bersahabat dengan penjahat..🫣🫣
umie chaby_ba
what? /Sob/
umie chaby_ba
lalu anak siapa??
umie chaby_ba
what??? apa jangan-jangan Lyra.... anak Edward?🫣
umie chaby_ba
waduh...
umie chaby_ba
oh... cinta pada pandang pertama 🤭
umie chaby_ba
🫣
umie chaby_ba
ulasan pertama /Good/
Rame sih ....
shack... shick.... shock..
cepet terungkapnya ... jebreet jebret...
umie chaby_ba
waah waah udah ada yang baru lagi ... tema posesif posesif gitu aku suka.... 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!