NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA 2 YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Pernikahan Azalea dan Enzo berlangsung sederhana. Terlalu sederhana jika dibandingkan dengan status sosial Enzo dan keluarganya. Tidak ada gaun pengantin mewah. Tidak ada aula besar. Tidak ada tamu undangan dari kalangan atas yang mengenakan kebaya mahal atau jas berkelas. Hanya sebuah ruangan kecil di Kantor Urusan Agama.

Azalea duduk dengan tangan gemetar di pangkuannya, mengenakan gamis putih polos dan jilbab sederhana. Wajahnya tampak tenang, tetapi di balik ketenangan itu ada rasa getir yang tak terucap. Ia menikah bukan karena cinta yang berbunga-bunga, melainkan karena sebuah janji sunyi. Janji untuk menjaga dua anak yang telah merebut hatinya lebih dulu.

Enzo duduk di sampingnya, rapi dalam kemeja putih dan jas hitam. Ekspresinya datar seperti biasa. Tak ada senyum bahagia, tak ada sorot mata berbinar. Namun rahangnya mengeras ketika ijab kabul diucapkan seolah ia sedang mengikat diri pada sebuah tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada perasaannya sendiri.

Mami Elsa tidak hadir. Seperti dulu, saat Enzo menikahi Jasmine. Restu tak pernah benar-benar diberikan, hanya diam yang dingin dan penolakan yang dibungkus gengsi.

Daripada menjadi bahan gunjingan dan cibiran kalangan atas, Azalea memilih tidak mengadakan pesta pernikahan. Ia tahu posisinya. Ia tahu dirinya hanya “wanita kampung” di mata mereka.

Sebagai gantinya, Azalea dan Enzo memesan nasi kotak sederhana. Ratusan kotak itu dibagikan ke masjid-masjid sekitar, bertepatan dengan hari Jumat. Azalea berdoa lirih di dalam hatinya, semoga berkah mengalir dari keikhlasan, bukan dari kemewahan.

Selesai akad, Erza dan Elora langsung berlari menghampiri Azalea yang turun dari mobil bersama Enzo.

“Asyik! Sekarang aku punya Mommy!” teriak Erza dengan wajah berbinar. Matanya bersinar-sinar, penuh kebanggaan yang selama ini ia pendam.

“Aku punya Mommy!” Elora melompat-lompat kegirangan, lalu memeluk kaki Azalea erat-erat.

Hati Azalea mencelos.

Anak-anak ini betapa lama mereka menunggu sosok seorang ibu. Azalea tersenyum, meski matanya berkaca-kaca. Ia mengelus kepala Erza dan Elora dengan penuh kasih. Dalam hatinya, ia berdoa, “Ya Allah, jangan biarkan aku mengecewakan mereka.”

“Daddy,” Erza menoleh ke arah Enzo, “sekarang kita panggil Tante Lea Mommy, kan?”

Enzo melirik sekilas, lalu mengangguk tipis. “Terserah kalian.”

“Mommy!” seru Erza dan Elora bersamaan, langsung memeluk Azalea.

Tubuh Azalea menegang sejenak. Panggilan itu masih terasa asing di telinganya. Terlalu besar. Terlalu berat. Namun hangat. Ia membalas pelukan mereka, mengusap punggung kecil itu perlahan. Air mata haru hampir jatuh, tetapi ia tahan.

Di sudut ruangan, Bi Minah menutup mulutnya, menahan tangis. Ia tak pernah menyangka anak-anak yang dulu sering berteriak, mengamuk, dan melempar barang kini bisa tertawa sebahagia itu.

Berbeda dengan Mami Elsa. Wanita itu berdiri agak jauh, wajahnya muram, sorot matanya dingin. Ia sama sekali tak ikut mendekat. Dalam hatinya, ia menggerutu tajam.

“Apa mata anakku sudah buta?

Begitu banyak wanita terhormat, berpendidikan tinggi, malah memilih wanita kampung lagi.”

Dulu Mami Elsa tak pernah benar-benar menerima Jasmine, seorang TKW yang bekerja sebagai kasir di mall terkenal di Jerman. Dan kini, sejarah seolah terulang. Hanya saja, kali ini Mami Elsa merasa kekalahannya lebih menyakitkan.

Malam pertama setelah pernikahan itu berlalu tanpa apa pun yang biasanya dibayangkan orang. Azalea tidak tidur di kamar Enzo. Ia memilih kamar sebelah, kamar Elora. Gadis kecil itu terlihat sangat bahagia. Matanya berbinar ketika Azalea memeluknya sambil berbaring.

“Mommy tidul cini telus, ya?” pinta Elora dengan suara mengantuk.

“Iya,” jawab Azalea lembut. “Mommy di sini.”

Selama ini Elora selalu tidur satu kamar dengan Erza, meski berbeda kasur. Ia takut tidur sendirian, takut gelap, takut sepi, takut kehilangan. Kini, ia tidur sambil dipeluk.

“Mommy,” gumam Elora sebelum terlelap, “becok kita main apa lagi?”

Azalea tersenyum, mengusap rambut halus itu. “Bagaimana kalau besok kita buat baling-baling dari botol plastik bekas?”

“Memangnya bica?” Elora memiringkan kepala, bingung sekaligus penasaran.

“Insya Allah bisa. Kita buat bertiga sama kakak.”

“Iya ...!” Elora tersenyum kecil, lalu melipat tangan di dada. “Bismillah ....”

Azalea menahan napas. Melihat anak itu berdoa. Matanya basah tanpa ia sadari.

Keesokan paginya, halaman rumah dipenuhi suara tawa yang jarang terdengar sebelumnya. Erza dan Elora berlari berputar-putar sambil memegang baling-baling warna-warni hasil kreasi mereka bersama Azalea. Botol plastik bekas itu kini berubah menjadi mainan sederhana yang berputar mengikuti hembusan angin.

“Hati-hati larinya!” seru Azalea sambil tertawa, khawatir Elora tersandung karena terlalu bersemangat.

“Mommy, lihat! Baling-balingku muter!” teriak Erza bangga.

Elora ikut mengangkat tangannya tinggi-tinggi. “Kenapa punyaku enggak muter kenceng, Mommy?”

“Karena kamu larinya pelan,” jawab Azalea sambil terkekeh. Tawa mereka pecah, murni dan lepas.

Di lantai atas, Enzo berdiri di balik jendela kamarnya. Jas kerja sudah terpasang rapi. Jam tangannya sudah melingkar di pergelangan. Namun, langkahnya tertahan. Ia memandangi pemandangan di bawah sana, dua anaknya tertawa, berlari tanpa amarah, tanpa tangis histeris. Pemandangan yang tak ia lihat sebelumnya.

Selama ini, Erza mudah marah, berkata kasar ketika kalah main game. Elora sering tantrum, menangis sekeras-kerasnya hingga membuat siapa pun kewalahan. Kini, rumah itu terasa hidup.

Ponsel Enzo berdering di atas meja. Nama Ramon muncul di layar.

“Ya,” jawab Enzo singkat.

“Pak, pertemuan dimajukan jam sepuluh. Sekarang Anda di mana?”

“Aku baru akan berangkat,” jawab Enzo, lalu mematikan panggilan.

Pria itu mengambil tas kerjanya dan turun ke lantai bawah. Saat hendak membuka pintu depan, pintu itu terbuka lebih dulu dari luar.

Azalea berdiri di sana, sedikit terkejut. Tangannya otomatis terulur.

“Mas, sudah mau berangkat kerja?”

Enzo berhenti. Tatapannya jatuh pada tangan Azalea yang terulur sopan. Sejenak ia bingung. Lalu, ia sadar.

Azalea meraih tangannya dan mencium punggung tangan itu dengan penuh hormat. “Semoga semua pekerjaannya lancar.”

Enzo tercekat. Perasaan aneh menjalari dadanya. Sudah sangat lama tak ada yang memperlakukannya seperti ini.

“Hati-hati di jalan, Mas,” lanjut Azalea lembut. “Semoga selamat sampai kantor.”

Enzo menelan ludah. “Ya,” jawabnya singkat. Hanya itu yang mampu keluar dari bibirnya.

Azalea tersenyum kecil, lalu melangkah masuk kembali ke rumah.

Enzo berdiri terpaku beberapa detik. Bayangan masa lalu melintas begitu saja. Dulu, Jasmine juga melakukan hal yang sama. Mencium tangannya setiap pagi, menyambutnya dengan senyum sederhana, lalu ia membalas dengan mencium kening atau pipinya. Kebiasaan yang ia anggap remeh sampai kini terasa begitu jauh.

“Apa aku harus menciumnya juga?” batin Enzo, menoleh ke arah pintu yang sudah tertutup.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, dada Enzo terasa hangat, namun juga sesak. Karena ia tahu, pernikahan ini dimulai tanpa cinta. Dan entah bagaimana, kehangatan kecil itu justru membuatnya takut. Takut jika suatu hari ia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ia janjikan sejak awal.

1
Someone
👍💪
Someone
💪💪
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah inilah kenapa jangan makan uang haram, atau ngambil suami orang, jadi nggak berkah kan idup nya 🙏☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah setidaknya lea dr keluarga baik2 bukan hasil anak gundik yg ngerebut kebahagiaan keluarga orang kayak yg ngatain 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
bayangin aja udah sejahat apa dia sm lea tp suami nya lea mutasi dia aja masih baik banget di boyong se-nadia & nadin nya 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
udah kalah di duit kalah juga dr dia ngetreat lea di masalalu, kok bisa semantep itu ngajak rujuknya wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kenapa ada manusia manusia modelan begini di muka bumi ini sih wkwk suka banget ngasih kesimpulan dr apa yg di liat trus di omong2in ke orang2 😩 capek2 di buat dr debu sm Tuhan masa fungsi nya cuma ghibah 😌
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ih makasih lho mbak nad udah ngambil cowo medhit nan kikir ini wkwk kalo bisa jangan di lepas ya biar jd ladang pahala mbak nad seumur hidup biayain laki medhit ini 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
sumpah ini kalo enzo ketemu sm reza pasti otak dia bayangin sekecil apa punya reza 🤣😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
random sih tp lucu banget "berdiri mami elsa yg duduk di kursi roda" 😅 bayangin berdiri sambil duduk 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ternyata oma elsa kalo waras bijak banget, bangga deh oma 😊
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
paham sih enzo ngalamin kayak birthday blue karena ngingetin dia sama hr kematin mendiang isteri, tapi di sisi nya si anak dia juga berhak di rayakan walapun hr lahir nya juga harus membersamai hr meninggal nya ibu nya, toh ga ada manusia di dunia ini yg pengen hr lahirnya juga jd hari kematian orang yg di sayang 🙂🙏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Aah i see, dia jd trauma sama orang2 dr kampung atau di anggap miskin karena di anggap selalu jadiin "nikah sm orang kaya" sebagai jalan pintas bahkan sampe jd simpenan. Tapi semoga di bisa liat ketulusannya lea sama keluarga dia ☺️
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
yeee bilang aja situ medhit, orang isteri sendiri masa di bilang numpang hidup 😒 lah ibu mu juga numpang idup dong dr bapak mu 😏
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
oalah pantesan, akhirnya terjawab sudah pertanyaan ku wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah jd beneran mertua nya jasmine sm adek nya jasmine ga kenal? 😅 penasaran banget pas nikahan dulu emang si jasmine ga ngenalin keluarga nya apa gimana
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kok kenalan lagi sih emang pas kakak lu dilamar sampe nikahan ni keluarga ga saling kenalan kah? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
hah gimana sih bukannya ini mama mertua nya jasmine kakak nya lea kan? emang dia pas nikahan jasmine sm enzo ga ketemu sama keluarga menantu nya sampe adek dr menantu nya ga ngenalin? 🤔
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo emang si reza sama nadia selingkuh ya udahlah ya tapi masalahnya ini dia pake jabatan nya dia buat bikin orang yg ga ada masalah personal sm dia jd ga bisa kerja, bener2 ya 😒
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
biarin aja bude, coba dia ganti isteri pengen tau rejeki nya masih sama apa enggak 😏 kata orang kan beda pasangan beda rejeki, nah kalo habis ini dia kere brati bener doa isteri nya yg bikin rejeki dia deres 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!