NovelToon NovelToon
The Silent Muse: Gilded Chains

The Silent Muse: Gilded Chains

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duniahiburan / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Model
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Di dunia yang penuh dengan kilatan kamera, Alice Vane adalah satu-satunya hal yang nyata bagi Julian Reed. Namun, bagi Julian, mencintai Alice berarti harus mengawasinya dari kejauhan—sambil membenci setiap pria yang berani bernapas di dekatnya.
Alice adalah magnet. Dari penyanyi manis Sean Miller hingga rapper tangguh D-Rock, semua menginginkannya. Alice tidak pernah sadar bahwa setiap tawa yang ia bagikan dengan pria lain akan dibalas oleh Julian dengan lirik lagu yang menghujatnya di radio keesokan harinya.
Saat Julian mulai menggunakan diva pop Ellena Breeze untuk memancing cemburu Alice, permainan pun berubah. Di antara lagu sindiran, rumor palsu, dan kepemilikan yang menyesakkan, Alice harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ia benar-benar pelabuhan bagi Julian, atau hanya sekadar inspirasi yang ingin dipenjara dalam sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. The Crimson Bond Broken

Di dalam kabin mobil yang sempit, aroma kayu cendana dan sisa wiski dari tubuh Julian terasa menyesakkan. Julian memacu mobilnya menembus jalanan setapak hutan dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

"Lepaskan gelang itu, Alice," suara Julian rendah, bergetar karena kemarahan yang tertahan.

Alice mencengkeram sabuk pengamannya, wajahnya pucat pasi. "Tidak! Kau tidak berhak menyuruhku! Ini milikku, ini pemberian Sean!"

"AKU BILANG LEPASKAN!" Julian memukul kemudi dengan tangan kirinya, membuat mobil sedikit oleng. "Aku benci melihat warna merah itu di kulitmu. Aku benci melihat tanda pria itu padamu! Lepaskan, atau aku sendiri yang akan memotongnya!"

"Kau gila, Julian! Kau sakit!" teriak Alice dengan suara serak. "Kenapa kau peduli? Kau punya Ellena! Kau punya seluruh dunia yang mendukung cintamu padanya. Kenapa kau tidak bisa membiarkanku tenang dengan pria yang benar-benar menghargaiku?"

Julian tidak menjawab. Ia hanya menginjak rem secara mendadak saat mereka sampai di depan sebuah pondok kayu tua yang tersembunyi di balik pepohonan pinus yang rapat.

Julian keluar, memutar mobil, dan menarik Alice keluar dengan paksa. Ia menyeretnya masuk ke dalam pondok dan membanting pintu kayu itu hingga tertutup rapat. Di dalam ruangan yang hanya diterangi cahaya rembulan dari jendela, Julian langsung menyambar tas rotan Alice.

"Mana ponselmu?" geram Julian.

"Jangan sentuh barang-barangku!"

Julian tidak peduli. Ia merogoh tas itu, mengambil ponsel Alice, dan memaksa ibu jari Alice ke sensor pemindai untuk membukanya. Alice meronta, namun tenaga Julian jauh lebih kuat.

"Lihat! Lihat ini, Alice!" Julian membuka daftar panggilan. Matanya mencari-cari, namun dahinya berkerut. "Kosong? Tidak mungkin..."

"Sudah kubilang! Kau tidak pernah meneleponku! Kau hanya berhalusinasi karena mabuk!" Alice berteriak, air mata mulai mengalir di pipinya.

Julian terdiam sejenak. Ia melihat daftar panggilan terakhir. Panggilan keluar terakhir adalah kepada Sean, tepat sepuluh menit sebelum jam kepulangannya semalam. Lalu ia melihat daftar panggilan yang dihapus di sistem—sebuah fitur yang ia tahu karena ia sering melakukannya untuk menghindari paparazzi.

Matanya membelalak. Ada satu log yang tidak terhapus bersih di cache operator. Panggilan masuk pukul 02:15 AM. Diterima. Durasi 45 detik.

"Diterima?" Julian berbisik, suaranya pecah. Ia menatap Alice dengan pandangan ngeri. "Alice... semalam teleponku diangkat. Dan seorang pria bicara padaku. Dia bilang kau sedang tidur di pelukannya. Dia bilang jangan pernah mencarimu lagi."

Alice membeku. "Apa?"

"Sean," desis Julian. "Bajingan itu... dia mengangkat teleponku, menghapus jejaknya, dan berbohong padamu seolah aku tidak pernah mencarimu."

Julian melempar ponsel itu ke sofa dan mendekati Alice. "Dia memanipulasimu, Al! Dia ingin kau membenciku agar kau tetap memakai gelang bodoh ini!"

Tanpa peringatan, Julian menyambar pergelangan tangan Alice. Dengan satu sentakan kasar, ia menarik tali merah itu hingga putus. Butiran manik-maniknya berhamburan di lantai kayu, berserakan seperti kepingan hati yang hancur.

"Julian! Tega sekali kau!" Alice ambruk di lantai.

Pertahanan Alice runtuh sepenuhnya. Isak tangis yang sejak tadi ia tahan kini pecah menjadi raungan yang memilukan. Ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, bahunya terguncang hebat.

"Aku lelah, Julian..." isak Alice di sela tangisnya. "Aku lelah menjadi orang di tengah-tengah kalian. Aku lelah dituduh pengkhianat oleh fansmu. Aku lelah melihatmu mencium Ellena di TV, lalu kau datang padaku seolah-olah aku ini milikmu. Aku lelah dibohongi Sean... aku hanya ingin hidup tenang! Kenapa tidak ada satupun dari kalian yang membiarkanku bernapas?!"

Julian terpaku. Melihat Alice yang hancur di depannya—bukan karena marah, tapi karena kelelahan mental yang luar biasa—membuat kemarahan Julian menguap seketika. Rasa bersalah yang teramat sangat menghantam dadanya lebih sakit dari peluru mana pun.

Ia berlutut di depan Alice, namun tidak berani menyentuhnya. Tangannya menggantung di udara, gemetar.

"Al..." bisik Julian, suaranya hancur. "Aku tidak tahu... aku tidak tahu dunia sekejam itu padamu."

"Kau yang membuatnya kejam, Julian!" Alice mendongak, matanya sembap dan merah. "Kau yang menyeretku ke dalam lubang ini bertahun-tahun lalu! Dan sekarang, saat aku mencoba merangkak keluar dengan Sean... kau menarikku kembali ke kegelapanmu."

Di luar, hujan mulai turun membasahi atap pondok, menambah suasana pilu di antara dua insan yang saling mencintai namun saling menghancurkan itu.

1
Ariska Kamisa
/Coffee//Coffee//Coffee/
umie chaby_ba
Ellena kepedean amat sih lo/Panic/
umie chaby_ba
Perkara gelang geh Jule Jule ..
cemburu bilang /CoolGuy/
umie chaby_ba
Julian nih... ngeselin ! /Speechless/
umie chaby_ba
Mulai merambah ke internasional nih ceritanya.../Doubt//Doubt//Doubt/
umie chaby_ba
wow internasional latarnya nih...
markicob baca...
se inter apa ya thor... /Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!