NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / One Night Stand / Mafia / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : sisi kasar Vincent

Sherly pulang dengan rasa puas, setelah selesai berbelanja dan makan siang di mall, kini wanita cantik itu pulang kembali ke rumahnya. Dengan menentang dua kantong berisikan pakaian dan peralatan make up, serta sabun wajah, dan shampoo khusus. Dirinya harus tampil dengan wajah sempurna, untuk nanti malam.

“Wihh belanja banyak nih, Nyonya !!” Ujar Milo menyapa Sherly di depan gerbang.

“Bisa aja..” Sherly tertawa kecil dengan satpam itu. Kemudian Sherly mengeluarkan sesuatu dari balik tas itu, dan mengeluarkan sekotak roti lalu menyerahkannya pada Milo.

“Ini buat nemenin kamu pas jaga disini, atau bisa buat cemilan pas ngopi.”

“Wahh, besar sekali ini, Nyonya..” Milo terkejut mendapati kotak roti yang besar itu, sementara Sherly tersenyum.

“Tidak apa, itu tidak sebanding dengan kinerjamu yang sudah menjaga rumah ini dengan aman. Terima kasih ya Milo.” Ujar Sherly tersenyum dengan tulus, membuat Milo menganggukkan kepalanya.

“Sama-sama Nyonya, ini sudah menjadi kewajiban saya. Terima kasih juga Nyonya untuk rotinya.” Ujar Milo dengan riang gembira.

Sherly mengajak Milo berbicara sebentar, lalu kemudian berpamitan mengundurkan diri masuk ke dalam rumah. Milo melihat Sherly yang berjalan membelakanginya, dan memasuki rumah. Milo menggelengkan kepalanya pelan.

Nyonya Sherly, udah cantik, baik, sopan lagi. Udah sesempurna itu, masih aja di selingkuhi batin Milo mengetahui apa yang terjadi pada rumah tangga atasannya, hanya saja Milo tidak berani ikut campur. Meskipun dalam hatinya juga ikut sakit, melihat penderitaan Sherly.

“Udah ah, lanjut kerja.. Daripada mikirin yang aneh-aneh.” Celetuk Milo pada dirinya sendiri.

Disisi lain, Sherly yang masih senang melangkahkan kakinya masuk ke rumah, dia sempat melihat Vincent berdiri seakan menunggunya. Sherly hanya bingung, melihat ekspresi marah di wajah lelaki itu. Ada apa dengannya ?? Batin Sherly lagi, dengan penuh tanda tanya.

Sherly berdiri di depan lelaki itu, tanpa rasa takut.

“Ada apa ??”

“Apa kau berbelanja ??”

“Ya, kenapa ??” Ujar Sherly santai saja, toh dirinya memakai blackcard milik Jeremy, bukan uang dari Vincent, kenapa lelaki itu tampak sangat marah ??

Plak !!

“Awh !! Ada apa denganmu !!” Sherly yang menerima tamparan itu, menatap tajam tidak terima dengan perlakuan Vincent.

“Apa kau lupa aku harus membiaya Aluna yang sedang hamil ?! Berbelanja apa saja, hingga menghabiskan 1.800 US$ ?!”

(1.800 US$ \= Rp 30.000.000)

Sherly menatap bingung, “Aku tidak berbelanja memakai uangmu ?! Lagipula aku hanya membeli pakaian, dan perlengkapan make up ?!”

“Jangan bohong !! Aku mendapatkan laporan dari bank, jika ada yang menggunakan kartu kreditku dengan jumlah yang begitu besar !!”

“Kalau begitu tanyakan saja pada bank, kemana larinya uang itu ?! Toh aku meminjam uang temanku, untuk membeli pakaian untuk bekerja besok !!” Ujar Sherly dengan tidak kalah sengit, dirinya tidak peduli rasa panas di pipinya.

“Apa maksudmu.. ?! Bekerja ?!”

“Ya, temanku menawariku pekerjaan ?! Kenapa ?! Aku tidak peduli, kau suka ataupun tidak !!” Ujar Sherly dengan tatapan penuh rasa benci.

Gila !! Sherly yang dulu tahan banget ya sama suami modelan kaya gini !! Udah selingkuh, main tangan, nuduh sembarangan pula tanpa diselidiki dulu. Bisa-bisanya lelaki modelan kaya gini, jadi Main Lead !! Batin Sherly dengan kesal.

Vincent semakin terdiam, bukan karena malu, tapi karena kesal. Sherly kini benar-benar berani berbicara dan bahkan menaikkan nada suaranya.

Sherly kemudian melangkah melalui Vincent dengan emosi, menghentakkan kakinya seakan menunjukkan rasa kesalnya, lalu naik ke atas dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.

...

“Ish~ sakit... Semoga aja bekasnya bisa ditutupi sama bedak.”

Sherly mengompres pipinya yang memerah karena tamparan dari Vincent sembari mengomel pelan.

“Kayanya yang nulis ini novel masokis kali ya.. Masa iya, di ending Sherly malahan balikan sama Vincent. Ya memang mungkin dia berubah sih, tapi apa gak terlanjur ilfeel si Sherly ?? Aku sih sudah gak minat, baikan boleh tapi balikan ?? Tidak terima kasih.” Ujar Sherly tidak suka, apalagi karakter Sherly (novel) yang lemah dan hanya bisa menangis, mending sad ending daripada rujuk kembali.

“Menurutku, yang cocok menjadi Main lead malah Jeremy, udah ganteng, kaya, lumayan bisa memperlakukan Sherly lebih manusiawi daripada lainnya. Terlebih Vincent, terlalu red flag buat jadi main lead.” Lanjut Sherly meringis nyeri saat pipinya terkena dinginnya es batu.

Sherly mengamati wajahnya di cermin, “Padahal Sherly cantik banget disini, visual tercantik di antara semua karakter perempuan disini, tapi kalah sama cewek modelan Aluna, jelek banget. Ya minimal bening lah, kalau mau ngerebut suami orang. Masih cantikan ani-ani di real life.”

Setelah berbicara pada dirinya sendiri, panjang dan lebar. Sherly memutuskan untuk beristirahat sebentar, sebelum nanti sore pergi bertemu dengan Jeremy. Sherly menoleh melihat jam menunjukkan angka 3 sore, lumayan lah, jalan-jalan 3 jam di mall, bisa menjernihkan pikirannya dari masalah-masalah tidak jelas di rumah ini.

Sherly melangkahkan kakinya ke arah kasur, membaringkan tubuhnya pada spring bed luas itu, dan menutupi tubuhnya menggunakan selimut. Matanya terpejam, menikmati enaknya rebahan di kasur yang empuk, hingga suara handphone berbunyi.

Sherly terpaksa membuka matanya lagi, tangannya terulur meraih handphone di atas meja nakas, di sebelahnya. Membaca sebuah nama yang memanggilnya melalui telepon suara.

Sherly tersenyum menekan tombol hijau, dan mendekatkan handphone ke telinganya.

“Halo, sayang~ bagaimana ?? Menikmati belanjamu hari ini ??”

Sebuah suara ramah terdengar, Sherly terkekeh pelan.

“Lumayan, terima kasih untuk kartu yang kau berikan kepadaku.” Ujar Sherly dengan riang, membuat suara tawa kecil terdengar dari arah seberang.

“Kau terlihat sangat bergembira hmm~ ngomong-ngomong kau berbelanja apa saja ?? Sedikit sekali pengeluarannya ??”

Sherly menaikkan alisnya, “Tunggu kau bisa mengetahui jumlah pengeluaranku dari kartu ini ??”

“Tentu saja sayang~ aku mendapatkan laporan belanja dari kartu yang kau pegang. Dan kau berbelanja sangat sedikit.. Aku pikir kau akan membeli mobil atau rumah, atau-”

“H-hey itu terlalu banyak !! Aku hanya perlu pakaian, perlengkapan make up, dan sabun muka saja.” Ujar Sherly terkejut, saat Jeremy malah menawarinya mobil, rumah ?? Dan apartemen ?? Oh Tuhan, untuk apa apartemen ??

Jeremy tertawa geli mendengarkan suara dari Sherly yang terlihat sangat panik. Maklum, jiwa asli Sherly bukanlah orang kaya, jadilah dirinya tidak mungkin akan menghamburkan uang terlalu banyak.

“Baiklah sayang~ aku akan menunggumu nanti sore, I love you~”

Suara telepon di matikan, membuat Sherly terdiam sejenak. Dirinya baru menyadari panggilan Jeremy kepadanya, yaitu sayang. Kalau masalah sebutan kekasih di hadapan teman-temannya, Sherly menganggap itu adalah bentuk perlindungan Jeremy kepada Sherly, tapi saat mereka berdua.. Jeremy juga terus menyebutnya sayang.

Apakah sebenarnya Jeremy menjadi antagonis dan jahat, karena memiliki perasaan pada sang tokoh utama ??

🌟🌟🌟🌟

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!