NovelToon NovelToon
Munajat Cinta

Munajat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

EDISI SPESIAL RAMADHAN

Zunaira Prameswari hanyalah seorang ustadzah yatim piatu yang merasa dunianya sudah cukup dengan mengabdi di Pesantren Al-Anwar.

Baginya, mencintai Gus Azlan, putra kedua sang kiai yang baru kembali dari Al-Azhar, Kairo adalah sebuah kemustahilan yang hanya berani ia langitkan dalam doa-doa di sujud terakhir.

Namun takdir berkata lain, penolakan Azlan terhadap lamaran Ning Syifa, seorang putri kiai besar yang membawa kepentingan politik pesantren, justru menyeret Zunaira ke pusaran konflik keluarga yang rumit.

Bagaimana kelanjutannya???
Yukk kepoin!!!

Follow IG @Lala_Syalala13
Subscribe YT @NovelLalaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inspeksi Mandiri

Setelah anak-anak menjauh, Gus Haidar berdehem.

"Azlan, Mas sudah bicara dengan Ustadz Hafiz dan beliau bersedia menjadi saksi kedua. Beliau adalah orang lama yang tahu betapa besar jasa orang tua Zunaira dulu pada pesantren, jadi beliau merasa ini adalah bentuk pemuliaan terhadap anak yatim." ucap Gus Hafiz.

Azlan mengangguk mantap dan berterima kasih kepada sang kakak karena sudah membantunya.

"Matur nuwun Mas, Azlan hanya ingin memastikan semuanya sesuai syariat namun tetap tertutup rapat. Azlan tidak ingin Zunaira jadi sasaran empuk keluarga Paman Mansur." seru Gus Azlan.

Kyai Hamid yang duduk di kursi roda, memperhatikan kedua putranya dengan bangga. Beliau teringat sebuah hadist yang sering beliau sampaikan saat pengajian rutin santri putra.

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

"Menikah bukan sekadar menghalalkan yang haram Azlan," suara Kyai Hamid terdengar berat namun penuh wibawa.

"Tapi tentang bagaimana kamu menjadi tameng bagi istrimu, jika kamu memilih jalan rahasia maka pundakmu harus dua kali lebih kuat untuk memikul beban rahasia itu sendirian jadi jangan biarkan Zunaira merasa sendirian di asrama sana sementara kamu di sini." lanjut Kyai Hamid menasehati sang anak.

Azlan menunduk takzim, dan mendengar setiap ucapan sang Abah karena memang betul apa yang sudah di katakan nya.

"Nggih Abah, Azlan paham." jawab Gus Azlan.

Sementara itu di kantor kurikulum yang mulai sepi, Zunaira sedang membereskan beberapa berkas silabus bahasa Arab.

Pikirannya tidak fokus, ia terus teringat denah yang diberikan Gus Haidar pagi tadi yaitu sebuah rute pelarian kecil yang harus ia lalui saat tengah malam nanti untuk simulasi.

Tiba-tiba, pintu kantor terbuka dan Ustadzah Sarah masuk dengan langkah terburu-buru membawa tumpukan kitab.

"Zu! Kamu tahu tidak?" Sarah meletakkan kitab-kitab itu dengan keras di meja, membuat Zunaira tersentak.

"Tahu apa, Mbak?" tanya Zunaira bingung.

"Katanya keluarga Kyai Mansur sudah pulang tapi Ning Syifa masih ada di sini! Dia katanya mau magang bantu-bantu di bagian administrasi putri, duh aku jadi curiga jangan-jangan dia benar-benar mau dipasangkan sama Gus Azlan sampai niat banget menetap sementara di sini." seru ustadzah Sarah.

Jantung Zunaira berdenyut nyeri, Ning Syifa masih di sini? Itu artinya risiko mereka ketahuan akan meningkat berkali-kali lipat.

Ning Syifa adalah wanita yang cerdas, matanya tajam dan instingnya sebagai seorang Ning tentu sangat kuat.

"Mungkin memang mau belajar Mbak, kan Ning Syifa baru pulang dari Maroko pasti ilmunya banyak yang bisa dibagikan." jawab Zunaira sebisa mungkin menetralkan suaranya.

"Ah kamu mah terlalu berprasangka baik terus." cibir Sarah.

"Tapi ya sudah lah. Oh iya Zu nanti malam aku mau pinjam setrikaanmu ya? Setrikaanku kabelnya berasap tadi pagi." ucap ustadzah Sarah.

"Nggih Mbak, ambil saja di lemari." sahut Zunaira.

Setelah Sarah pergi Zunaira menyandarkan punggungnya di kursi, ia harus sangat berhati-hati.

Jika Sarah sering bolak-balik ke kamarnya, maka menyembunyikan persiapan pernikahan akan semakin sulit.

Ia harus memastikan tidak ada barang-barang mencurigakan seperti mahar kitab tafsir atau mukena baru pemberian Ummi Salamah yang tergeletak sembarangan.

Malam harinya jam menunjukkan pukul sepuluh, suasana asrama ustadzah sudah mulai tenang.

Zunaira duduk di atas sajadahnya, menatap ponsel baru yang diberikan Azlan dan ada satu pesan masuk.

Gus Azlan: [Zunaira, Mas Haidar sudah menyiapkan saksi, Ustadz Hafiz sudah setuju. Malam ini aku akan berlatih menghafal Ar-Rahman lebih dalam lagi. Kamu jangan terlalu banyak beban pikiran, ingatlah kata-kata Imam Syafi'i 'Hatiku merasa tenang karena mengetahui bahwa apa yang menjadi milikku tidak akan pernah melewatkanku, dan apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi milikku.' Tidurlah yang nyenyak.]

Zunaira tersenyum kecil, ia teringat kembali saat pertama kali ia mengagumi Azlan dari jauh, pria itu selalu memiliki kata-kata yang menenangkan jiwa.

Namun ia memutuskan untuk tidak tidur dulu, sesuai rencana ia ingin mencoba rute rahasia itu.

Ia mengenakan jubah hitam panjang dan cadar yang juga berwarna gelap, ia perlahan membuka pintu kamarnya, memastikan engselnya tidak berbunyi.

Langkah kaki Zunaira sangat ringan saat melewati lorong asrama, ia menghindari area depan yang biasanya dijaga oleh santri keamanan.

Ia memilih jalur samping, melewati kebun buah naga yang gelap gulita dan hanya cahaya bulan yang temaram membantunya melihat jalan kerikil.

Tiba-tiba ia melihat bayangan seseorang sedang berdiri di dekat gerbang kecil menuju ndalem.

Zunaira segera merapatkan tubuhnya ke dinding gedung perpustakaan, jantungnya berdegup kencang.

Apakah itu santri yang sedang melanggar aturan keluar malam? Ataukah itu petugas keamanan?

Bayangan itu bergerak, ternyata itu adalah Gus Azlan, pria itu nampak sedang memeriksa gembok gerbang samping, memastikan semuanya bisa dibuka tanpa suara yang gaduh besok malam.

Azlan nampak mengenakan sarung gelap dan kaos polos, wajahnya nampak sangat serius di bawah cahaya bulan.

Zunaira ingin memanggil, namun ia sadar ini bukan tempat yang aman.

Ia hanya berdiri di kegelapan sambil menatap calon suaminya yang sedang berjuang mempermudah jalannya.

Tiba-tiba, Azlan menoleh ke arah kegelapan tempat Zunaira berada.

Seolah memiliki ikatan batin Azlan berhenti sejenak, ia tidak mendekat tapi ia memberikan isyarat tangan kecil yaitu sebuah tanda agar Zunaira segera kembali ke asrama, Azlan tahu Zunaira sedang di sana melakukan inspeksi mandiri.

Zunaira mengangguk meski ia tahu Azlan mungkin tidak bisa melihatnya dengan jelas, ia berbalik dan berjalan cepat kembali ke kamar.

Sesampainya di kamar Zunaira merebahkan tubuhnya dan ia menyadari satu hal yaitu pernikahan rahasia ini bukan hanya tentang menyatukan cinta, tapi tentang sebuah operasi besar untuk menjaga kehormatan keluarga Kyai Hamid.

Ia harus menjadi wanita yang kuat, yang tidak mudah goyah oleh desas-desus dan yang paling penting, yang mampu menyimpan rahasia ini rapat-rapat di balik jilbabnya.

"Ya Allah," doa Zunaira sebelum terlelap.

"Lancarkanlah niat Gus Azlan, berikanlah hamba kekuatan untuk menjadi istri yang berbakti dalam senyap." lanjutnya dalam doa.

Di kediaman utama, Azlan kembali ke kamarnya dengan perasaan yang campur aduk.

Ia menatap Naura, keponakannya yang tertidur pulas di kamar kakaknya saat ia lewat.

Ia membayangkan suatu saat nanti ia juga akan memiliki anak-anak kecil yang berlarian di rumahnya, dan saat itu tiba, ia ingin seluruh dunia tahu bahwa ibu mereka adalah Zunaira yaitu wanita yang ia perjuangkan dengan penuh kerahasiaan dan air mata ini.

Empat puluh delapan jam menuju akad, persiapan batin telah mencapai puncaknya.

Dan di balik dinding-dinding pesantren yang dingin, dua hati sedang bersiap untuk diikat oleh janji yang paling agung di hadapan Arsy Tuhan.

Suasana di langit Pesantren Al-Anwar nampak sedikit mendung seolah-olah awan sedang ikut menyembunyikan sebuah rahasia besar yang tengah digodok di dalam jantung kompleks ndalem.

Bagi santri biasa ini adalah hari Rabu yang membosankan dengan tumpukan tugas hafalan nadhom Imriti, namun bagi Gus Azlan setiap detik yang berlalu adalah langkah mundur menuju malam yang akan mengubah seluruh hidupnya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA...

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
harap..harap cemas ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
😭😭😭😭❤️❤️❤️ semoga samawa Gus Azlan n ustadzah Zu.💪💪💪menjaga rahasia.lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
dag dig dug rasanya hati ini 🤭🤭 lnjut thor 💪💪
Kasih Bonda
next Thor semangat.
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
lanjut thir
tiara
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat .
Kasih Bonda
next Thor semangat
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
Rahma Inayah
ni knp nikah nya SDH berapa part blm nikah gregetan ..bacanya ..
Kasih Bonda
next Thor semangat
tiara
duh Naura polosnya bikin gemeeez aja
Kasih Bonda
semangat thor
Lala_Syalala: terima kasih kak dukungannya, semoga bisa terus suka ya sama ceritanya 🙏😊😊🤗
total 1 replies
Kasih Bonda
next Thor semangat
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor
Kasih Bonda
next Thor semangat
Rahma Inayah
jgn sampai rahasia besar kebongkar Krn ke polosan Naura .🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!