NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08 Retakan yang Tidak Terlihat

Pagi datang dengan tenang yang menipu.

Elena duduk di meja sarapan, secangkir kopi mendingin di depannya. Ia tidak menyentuhnya. Pendengarannya menangkap ritme rumah yang berubah. Marcus berjalan lebih cepat dari biasanya. Langkahnya tidak lagi santai. Ada jeda pendek sebelum pintu ruang kerja tertutup. Jeda yang sama sekali tidak ia sadari sebagai tanda.

Kesalahan pertama selalu bekerja diam-diam.

“Elena,” panggil Marcus dari balik pintu. “Aku mungkin pulang larut malam ini.”

Elena mengangguk ke arah suara. “Aku mengerti.”

Nada Marcus terdengar lega. Ia mengira kebutaannya membuatnya tidak perlu menjelaskan apa pun. Itu kesalahan berikutnya.

Ketika rumah kembali sunyi, Elena bergerak. Tongkat ditinggalkan. Langkahnya pelan, terukur. Ia membuka laci tersembunyi di kabinet dapur—tempat ia dulu menyimpan cadangan dokumen. Map itu masih ada. Tidak tersentuh. Marcus lupa satu hal: Elena adalah orang yang merancang sistem penyimpanan ini.

Ia membuka map, membaca cepat, lalu menutupnya kembali. Tidak ada yang diambil. Belum. Ia hanya memastikan posisinya tetap unggul.

Ponselnya bergetar. Nomor yang sama dari malam sebelumnya.

Sudah bergerak. Satu nama mulai panik.

Elena membalas singkat. Lanjutkan. Jangan terlihat.

Ia kembali ke sofa tepat saat Selene datang tanpa mengetuk. Wajahnya cerah, terlalu cerah.

“Kau sendirian?” tanya Selene.

“Marcus lembur,” jawab Elena.

“Bagus.” Selene tersenyum, lalu tersadar. “Maksudku—aku bisa menemanimu.”

Elena tersenyum tipis. “Terima kasih.”

Selene berbicara panjang tentang acara, tentang investor, tentang rencana baru. Kata-katanya mengalir, lebih bebas dari biasanya. Ia menyebut satu nama—direktur lama yang seharusnya sudah tidak terlibat.

Kesalahan ketiga.

Elena menghafalnya.

Sore menjelang malam. Marcus pulang dengan wajah tegang. Ia menghindari ruang tamu, langsung ke kamar mandi. Air mengalir lama. Terlalu lama. Elena mendengar ponselnya bergetar berkali-kali di meja.

Ia tidak bergerak.

Beberapa menit kemudian, Marcus keluar. “Ada perubahan kecil,” katanya. “Tidak penting.”

Elena menoleh. “Perubahan apa?”

“Administrasi.”

Elena mengangguk. “Baik.”

Marcus menatapnya, seolah menunggu reaksi yang tidak datang. Ia menghela napas dan pergi. Elena mendengar pintu kamar kerja terkunci.

Malam itu, Elena berdiri di balkon, menatap kota. Lampu-lampu menyala seperti saksi bisu. Ia tahu satu nama sudah bergerak, satu tanda tangan mulai dipertanyakan, satu jalur uang menyimpang telah terendus.

Belum cukup untuk menjatuhkan siapa pun.

Tapi cukup untuk membuat mereka gelisah.

Elena merasakan ketenangan yang dingin. Retakan pertama tidak selalu terlihat. Namun ia selalu terasa oleh mereka yang berdiri di atasnya.

Dan Marcus—tanpa menyadarinya—sudah berdiri tepat di sana.

Ia kembali masuk ke dalam, menutup pintu balkon tanpa suara. Di meja, ponselnya bergetar sekali lagi. Kali ini berbeda.

Mereka mulai saling menyalahkan.

Elena membaca pesan itu perlahan. Sudut bibirnya terangkat tipis, nyaris tak terlihat. Kepanikan selalu mencari kambing hitam terlebih dahulu sebelum mencari jalan keluar.

Ia membalas singkat. Tahan. Biarkan mereka saling curiga.

Di kamar, Marcus duduk membelakangi pintu, bahunya tegang. Elena melewatinya tanpa disentuh kecurigaan. Ia mendengar desahan napas yang tertahan, suara kertas diremas, langkah mondar-mandir.

Retakan itu melebar.

Dan Elena tahu—

malam-malam tenang seperti ini tidak akan bertahan lama lagi.

Di dalam dadanya, Elena tidak merayakan apa pun. Ia hanya memastikan arah. Permainan ini bukan soal menang cepat, melainkan memastikan saat kejatuhan tiba, tidak ada jalan kembali. Dan mereka—satu per satu—sedang melangkah ke tepi tanpa sadar.

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!