NovelToon NovelToon
Setelah Kepergianmu

Setelah Kepergianmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: naisa strong

Hai teman-teman, aku masih berjuang konsisten tapi aku nggak tahu kalau akhirnya di tengah jalan aku menyerah dan tidak melanjutkan. Aku hanya rindu menulis. Tapi aku terjebak pada rutinitas harian yang tiada henti. Lanjutan dari Penantian panjang 1 dan 2. Padahal Penantian panjang 2 saja belum saya tamatkan. Tapi semua nama tokoh bermula dari sana.

"Apa kamu bilang?" Suara serak zahrin dengan air mata kemarahan namun dia tahan. Tenggorokannya tercekat sakit, ditambah harus mendengar permintaan suaminya yang dirasa tak mampu dia tunaikan.
Kembali dengan seorang pria yang pernah menyakitinya sangat dalam. Rasanya Zahrin tak terima.

Regi tak beralih tatap. Menatap Zahrin dengan mata sendu yang membuat Zahrin melengos sakit bertambah dengan dadanya yang nyeri.

Apa yang terjadi teman-teman? Sampai-sampai Zahrin begitu?
Ingatkah kalian, siapa pria yang menyakiti Zahrin dulu?
Aku tidak janji menamatkan ceritanya. Tapi aku dapat fell nya. Semoga bisa konsisten menggarapnya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naisa strong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhyar dan Nina

"Em, kamu sudah selesai belum lihat-lihatnya? Atau ada yang kamu mau beli?" Akhyar mengalihkan pertanyaan Nina.

"Iya, sebentar ya, mas." Nina yang kemudian berjalan ke bagian kasir dan Akhyar berdiri tidak jauh dari pintu masuk menunggu Nina selesai membayar. Setelahnya semua selesai Akhyar mengantar pulang Nina. Nina tidak lupa mengucapkan terimakasih, Nina juga mengajak Akhyar masuk ke dalam rumah dan diperkenalkan dengan kedua orang tuanya. Akhyar bahkan disambut baik oleh pak Gundono selaku papa Nina dan ibu Dini selaku mama Nina. Akhyar bahkan diajak main catur oleh pak Gundono biarpun Akhyar tak terlalu pandai bermain catur, agaknya pak Gundono sedikit memaksa sembari menikmati kopi sore hari. Akhyar pun merasa senang. Setidaknya kesedihannya sedikit terobati.

Mereka berempat banyak berbincang, dimana Nina memberitahu kepada papa dan mama nya, kalau sejak di Jakarta mengenal Akhyar dan hari ini bertemu kembali tanpa disengaja.

Sempat terkejut mama dan papa Nina, karena mengingat mereka baru tinggal di kota ini belumlah lama.

Sampai dimana hari mulai petang, Akhyar berpamitan biarpun tak diperbolehkan dan dipersilahkan makan malam sekalian. Lagi-lagi Akhyar tak bisa menolak. Karena Bu Dini dan pak Gundono tampaknya senang, jika putrinya memiliki teman baru. Dan mereka yakin kalau Akhyar pria baik.

Bu Dini dan Nina tengah mempersiapkan hidangan di meja makan. Akhyar tampak canggung, mengingat hal seperti ini sudah lama tak pernah ia lakukan. Semenjak ibunya meninggal, Mega menikah, Yanuar memilih tak tinggal bersama nya. Rumahnya sepi. Terkadang, hal kecil seperti inilah yang Akhyar rindukan. Jika mengingat belasan tahun lalu, Zahrin masih menjadi istrinya, Zahrin tak pernah absen menghidangkan masakannya di meja makan. Menunggu semua pulang kerja lalu duduk bersama menikmati makan malam. Akhyar lagi-lagi melamun sebentar. Agaknya semua hal ternyata sudah berlalu cukup lama. Kesendiriannya setelah berpisah dari Zahrin dan kepulangan Nurma ternyata tak berasa. Hampir sepuluh tahun dia menyendiri. Mengharap Zahrin kembali, hampir mustahil itu terjadi.

Ibu Dini begitu menyambut hangat Akhyar. Sekali dua kali gelak tawa terdengar karena candaan dari pak Gundono terkait Nina. Baru pertama kali dijamu oleh keluarga Nina, Akhyar bisa merasakan arti keluarga kembali. Sampai dimana hari sudah larut malam, Akhyar berpamitan. Nina mengantar sampai pintu pagar. Obrolan sederhana tentang bagaimana mama papa Nina menyambutnya, sudah membuat Akhyar senang.

Akhyar masuk mobil dan melambaikan tangan ke Nina, begitu sebaliknya. Akhyar bahkan menjalankan pesan Nina, jika sudah sampai rumah akan berkirim pesan padanya. Akhyar bahkan senyum-senyum sendiri, karena menurutnya, ini adalah hal teraneh yang sudah lama tidak dia lakukan. Dia bukan ABG lagi. Dia pria berumur yang statusnya duda pernah menikah dua kali. Sedangkan Nina, Nina masih gadis yang usianya dibawah Tiga puluh tahun. Entahlah, sepertinya Akhyar mulai merasakan benih-benih cinta kepada Nina. Atau sekedar pelarian dari Arsyad dan Arsyla. Akhyar bahkan tidak berharap banyak, cintanya kepada Zahrin, Arsyad dan Arsyla masih begitu besar seolah tak tergantikan.

Keesokan paginya di sekolah Arsyad dan Arsyla.

Zahrin sengaja tidak mengajak Regi dan menyuruh Regi beristirahat di rumah. Zahrin sendiri yang mengantar Arsyad dan Arsyla. Setelahnya sampai di sekolah lalu mencium punggung tangan mommy nya. Arsyad dan Arsyla tampak kecewa, karena hari itu, pertama dimana papa A pergi keluar kota.

"Yah, berarti benar Syla, papa A sudah berangkat ke luar kota?" Arsyad bicara.

Arsyla mengangguk paham dan keduanya tampak kecewa dan tak bersemangat masuk ke dalam sekolah. Biarpun sebenarnya tidak demikian, Akhyar melihati ketiganya dari kejauhan sebentar lalu pergi ke kantor.

Berbeda dengan sebelumnya, Zahrin memang rencana pergi ke Toko Olivia dimana sekalian menjelaskan apa yang harus dikerjakan Nina di Toko Olivia semisal dia dan Regi tidak masuk kerja.

Nina bahkan sudah menyambutnya dan siap bekerja. Zahrin menunjukkan tugas-tugas Nina selain mengawasi kinerja karyawan, mengecek bahan-bahan penggunaan produksi, barang yang sudah di produksi dan laporan keuangan yang nanti sebagian tugasnya akan dia bantu. Namun mengingat suaminya tengah sakit, jadi Zahrin berharap Nina dapat diandalkan dan mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

"Kalau boleh tahu, pak Regi sakit apa ya, bu?" Tanya Nina.

Zahrin terdiam. Wajahnya seketika berubah muram. "Kanker hati." Jawab Zahrin yang kemudian memberi tahu letak-letak laporan penting di atas meja, seolah mengalihkan pembicaraan.

"Ibu yang sabar, ya." Timpalnya.

Zahrin mengangguk. "Oh ya, kamu kok mengenal mas Akhyar?" Basa-basi Zahrin kepada Nina.

"Iya bu, kami bertemu waktu mas Akhyar ditugaskan kantornya di Jakarta. Ternyata kemarin kami dipertemukan kembali secara tidak sengaja." Jawab Nina yang agaknya senang karena Zahrin bisa menangkap wajah Nina yang ceria saat bercerita. Nina juga bercerita begitu baiknya Akhyar kepadanya. Bahkan pertemuan kemarin dimana Akhyar disambut hangat oleh keluarganya. Bahkan Nina juga bercerita, jika mama dan papa nya agak nya suka dengan Akhyar padahal mereka baru mengenal nya.

Zahrin terdiam. Zahrin tidak bisa menyebutnya perasaan apa. Cemburu kepada Nina karena begitu memuja Akhyar, rasanya juga tidak. Namun ada perasaan tidak terima, mengingat semua luka yang Akhyar berikan kepadanya. Seolah hanya kepadanya Akhyar memberi luka, sedang sikapnya ke wanita lain, contoh seperti Nurma dan Nina, Zahrin hampir tidak bisa berkata-kata. Karena Nurma dan Nina sama-sama memuja sosok Akhyar Aksana. Dan benar saja, rangkaian cerita lama sekelebat hinggap di kepalanya. Akhyar yang tenang, pembawaannya kalem, tidak meledak-ledak emosinya stabil, sebelum diracuni pikirannya oleh ibu mertua, memang lah suami idaman setiap wanita. Zahrin tak menyangkalnya. Namun takdir berkata lain, rumah tangganya karam juga. Bahkan Akhyar menceraikan nya dimana dia pernah memohon-mohon untuk tidak bercerai dan malah dengan cepat dia menggandeng Nurma.

"Oh ya bu, ada yang mau aku tanyakan." Lamunan Zahrin dibuyarkan Nina. Seketika Zahrin menghentikan rangkaian luka lama nya yang hinggap di kepala.

"Mau tanya, tanya apa?" Zahrin menimpali Nina.

"Oh ya bu, mengapa anak-anak ibu begitu dekat sekali dengan mas Akhyar?" Tanya Nina yang baru mengingat nya.

Zahrin seketika terdiam. Belum sampai menjawab ada karyawan yang mengetuk ruang kerja nya. Zahrin kemudian menyuruh Nina untuk mengecek bagian produksi di belakang dan Zahrin akan mengawasinya sebagai percobaan pertama menjalankan tugasnya.

Nina sangat senang, mencoba ikut berkecimpung menakar bahan, memasukkan bahan-bahan ke mesin pengaduk, menimbang bahan dan memberi isian atau topping di bahan roti dan dimasukkan ke dalam mesin tertutup supaya lebih cepat mengembang, lalu kemudian memasukkan ke dalam oven dan jadilah aneka roti-rotian yang siap dikemas lalu di pajang di rak depan untuk diperjual belikan.

Nina sangat takjub melihat tempat produksi Toko Olivia. Baru pertama kerja, agaknya Nina mulai jatuh cinta dengan segala hal di Toko Olivia.

Zahrin kemudian mengajak Nina di ruangan berbeda, dimana para karyawan sedang berjibaku dengan aneka desert-desert yang dihias sedemikian rupa cantik. Zahrin juga memperkenalkan Nina kepada mereka. "Bagaimana Nina, apa ada yang kamu tanyakan? Atau ada yang kurang jelas?" Tanya Zahrin yang yakin kalau Nina bisa.

Nina menggeleng, sebagai tanda bahwa dirinya paham. Zahrin lalu mengajaknya kembali ke ruang kerja. Namun belum sampai ke ruangan, sosok Akhyar sudah berdiri tidak jauh dari hadapan nya.

"Mas Akhyar." Sahut Nina agaknya terkejut.

Zahrin membisu.

"Iya Nin, semangat ya kalau kerja. Aku datang kesini cuma mau mengingatkan, jangan lupa makan siang." Jawab Akhyar bahkan juga bingung mengapa selancar ini mengatakan hal sederhana kepada Nina di depan Zahrin.

Zahrin menganggap Akhyar aneh dengan sikapnya. Sedangkan Nina tersipu malu sekaligus senang bukan kepalang. Nina yang kemudian mengangguk cepat dengan senyuman.

"Nanti kalau sudah pulang, aku jemput, ya." Imbuh Akhyar.

Nina menganggukkan kepalanya lagi dengan senyuman yang belum sepenuhnya padam. Malah bertambah senang.

"Mas, bisa nggak, untuk tidak ganggu orang kerja!" Sahut Zahrin agak ketus.

Senyuman Nina perlahan surut. Menoleh ke arah Zahrin.

"Iya, aku pamit. Sekali lagi aku meminta maaf, Rin." Ucap Akhyar yang kemudian membalik badan dan pergi.

Zahrin geleng-geleng kepala dengan sikap Akhyar Aksana. Setelahnya Akhyar pergi dimana Zahrin dan Nina kembali ke ruang kerja. Tiba-tiba Zahrin menanyakan hal agak pribadi kepada Nina. "Sejauh apa hubungan kamu dan mas Akhyar? Mas Akhyar, pacaran sama kamu?"

Bersambung

1
Vanni Sr
semua novel ny saling berkaitan , jd hrus baca semua ny. g seru. hrus ny stop pke crta baru tp ini saling berkaitan yg di wjibkn baca judul sblm nya biar ngerti hadeeeuh
naisa strong: 😄😄😄trik marketing kak🤣🤣 supaya kakak juga baca yang sebelumnya dan semakin banyak novel penulis yang terbaca oleh pembaca yang alhasil kalau banyak yang koment suka dan baca penulis dapat cuan kak....hehehhehe🤣🤣😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!