NovelToon NovelToon
Belenggu Setelah Pernikahan : Terobsesi Kamu Season 2

Belenggu Setelah Pernikahan : Terobsesi Kamu Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Pelakor
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Terobsesi Kamu Season 2


Demi bakti pada orang tua, Vira merelakan waktunya Jakarta-Bandung merawat sang ayah.

Namun, tanpa disadari, jarak yang ia tempuh justru menciptakan celah lebar di rumah tangganya sendiri. Ia perlahan kehilangan pijakan sebagai pendamping suami dan sosok ibu sambung bagi putri mereka.

Celah itu tak dibiarkan kosong. Hadirnya seorang tutor muda—Cintya yang begitu akrab dengan sang putri membawa badai hasutan yang mengguncang pondasi pernikahannya.

Ketika pengkhianatan mulai membayangi dan kenyamanan rumahnya mulai direbut, Vira tidak membiarkan kebahagiaannya dirampas begitu saja oleh mereka yang berniat menghancurkan.

"Kau terobsesi ingin memiliki suamiku?" Vira menatap tajam wanita muda yang menjadi tutor putrinya.

"Aku akan merebutnya dan menggantikan posisimu secepatnya, Vira," balas Cintya dengan seringai dingin.

Akankah Vira dan William mampu bertahan dalam menjalani pernikahan yang mulai terkoyak karena orang ketiga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegilaan yang Bangkit Kembali

"Wi-li-am..."

Di sisa napasnya yang tercekat, Cyntia mencoba meronta untuk menyelamatkan diri. Kedua tangannya yang gemetar berusaha menggapai leher William untuk melakukan hal serupa.

Namun, William tidak bergeming sedikit pun melihat sepasang mata yang menatapnya dengan pandangan hampir kehilangan nyawa tersebut.

"Apa yang kau lakukan pada istriku, hah?!" desis William tajam. Satu tangannya yang lain merenggut rambut Cyntia dengan kasar.

BUGH!

BUGH!

Entah dilakukan dengan kesadaran penuh atau karena jiwanya telah terguncang melihat sang istri kini berjuang untuk hidup, William menggila. Ia membenturkan kepala Cyntia ke dinding sebanyak dua kali. Tubuh wanita itu seketika melemas—perlawanan tenaganya tak lagi berarti.

Cyntia terkapar di lantai dengan cairan kental yang mulai mengalir dari dahi.

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA VIRA!" teriak William tepat di wajah Cyntia yang telah babak belur di tangannya.

Wanita itu meringis kesakitan. Dengan tangan gemetar, ia menyentuh luka di pelipisnya. Begitu melihat cairan merah pekat menetes di lantai marmer yang dingin, Cyntia berteriak histeris.

"Aaaa!!!"

William berjongkok di depan Cyntia. Ia menjepit rahang wanita itu yang mulai memar dan membiru dengan ibu jari serta telunjuknya secara kasar.

"Sudah kukatakan untuk berhenti, tapi kau tidak juga berhenti! Aku muak melihat wanita murahan sepertimu!" pekik William, lalu menghempaskan rahang Cyntia hingga kepala wanita itu kembali membentur lantai.

William mengusap wajahnya dengan kasar karena frustrasi, tanpa menyadari bahwa bercak darah dari kepala Cyntia kini melumuri wajahnya. "Kau masih ingin menjadi yang kedua? KATAKAN!"

Cyntia menggeleng lemah. Ia menangkupkan kedua tangan ke wajahnya, merasa ngeri melihat kegilaan pria yang selama ini ia kira tenang dan terkendali.

Bagi William, trauma masa lalu bersama Miranda—mantan istrinya yang berselingkuh meskipun telah diberikan segalanya—telah membentuk kebencian mendalam. Ia menganggap wanita penggoda sebagai makhluk rendahan yang tak layak mendapatkan tempat di hatinya.

"Sialan!" raung William yang belum berhenti murka. Ia menendang tubuh Cyntia dengan keras. Akal sehatnya telah hangus terbakar oleh rasa takut kehilangan Vira dan penyesalan karena tidak melenyapkan Cyntia sejak awal.

BRAK!

Pintu apartemen terbuka dengan paksa. David berdiri di ambang pintu dengan napas tersengal setelah berhasil mendapatkan kunci cadangan dari manajer apartemen. Ia segera membungkam petugas di sampingnya dengan satu gertakan tajam.

"Tutup mulutmu! Jika sampai orang lain tahu terjadi kekacauan di ruangan ini, kau tidak akan bisa menjual unit ini lagi. Mengerti?!"

Manajer apartemen yang merupakan kenalan David itu pun mengangguk pasrah.

Begitu masuk, David melihat William yang sedang dalam kondisi tidak stabil, duduk di tepi ranjang dengan napas memburu.

Darah berceceran di lantai, dan wanita yang menjadi sumber masalah tergeletak tak berdaya. David segera mendekat untuk mengecek kondisi Cyntia. Ia mengembuskan napas lega saat menyadari wanita itu masih bernapas.

"Kau urus sisanya, David," titah William seraya bangkit dari ranjang.

"Bersihkan dahulu darah di wajah Anda, Pak!" pesan David. Ia tidak ingin wajah William yang berantakan menjadi sorotan penghuni apartemen lainnya.

William membasuh wajahnya di bawah kucuran air wastafel. David melepaskan jaketnya, lalu memberikannya kepada William untuk menutupi kemeja putih yang kini dipenuhi bercak cairan merah pekat tersebut. Ia lalu pergi meninggalkan kekacauan yang telah dibuatnya.

.

.

Begitu William pergi, David segera membopong tubuh Cyntia dengan hati-hati ke atas ranjang. Wanita itu masih tak sadarkan diri, napasnya terdengar pendek dan berat.

David menggelengkan kepala saat jemarinya menekan sakelar lampu. Cahaya kamar yang semula temaram kini berganti terang benderang, menyingkap kondisi Cyntia yang sebenarnya. David tersentak dengan pemandangan di depannya jauh lebih mengerikan dari yang ia duga.

Wajah wanita itu hampir remuk, lebam keunguan menjalar cepat, dan posisi mulutnya yang sedikit miring mengisyaratkan kemungkinan besar terjadi patah tulang rahang.

"Dasar bodoh! Sudah tahu dia pria tidak waras, masih saja kau incar," gumam David sinis.

Meski muak, David menarik kerah bathrobe Cyntia yang tersingkap, menutupinya rapat-rapat hingga bagian dada wanita itu yang semula menyembul kini tak lagi terekspos.

"Astaga ... ini kasus yang lebih gila dari sekadar membunuh Miranda," keluhnya. (Miranda mantan istri William—baca Terobsesi Kamu season 1 : Jungkir Balik Kehidupan William)

Tanpa membuang waktu, David segera menghubungi anak buahnya melalui saluran pribadi. Ia sadar betul bahwa membawa Cyntia ke rumah sakit umum adalah tindakan bunuh diri.

Kasus ini akan menghancurkan reputasi keluarga besar William jika tindakan kekerasan ini sampai terendus publik.

Mau tidak mau, David memutuskan untuk membawa Cyntia ke kediaman pribadinya. Di sana, ia bisa memanggil dokter kepercayaan untuk memberikan perawatan medis secara rahasia tanpa harus meninggalkan jejak dokumen resmi.

.

.

Sementara itu, William baru saja tiba di kediamannya. Langkah kakinya berat, sarat dengan amarah yang masih tersisa. Ia berniat membersihkan diri dari sisa-sisa "kegilaan" tadi sebelum kembali ke rumah sakit untuk menemani Vira.

Di ruang keluarga, Inneke dan Monic duduk bersisian di sofa mewah, tampak asyik berbincang kecil. Namun, suasana langsung berubah tegang saat sosok William muncul dengan langkah lebar dan raut wajah yang berantakan.

Sesuai rencana yang telah mereka susun, Inneke dan Monic segera memasang sandiwara untuk menutupi kesalahan fatal Cyntia.

"William, bagaimana kondisi Vira?" tanya Inneke dengan nada yang dibuat seolah penuh kekhawatiran saat melihat putranya.

Langkah William terhenti. Ia menoleh perlahan ke arah ibunya dengan tatapan kosong. "Vira berada di ruang ICU," jawabnya singkat, suaranya parau.

Monic segera memasang wajah memelas, aktingnya begitu meyakinkan. "Astaga, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa adik iparku sampai masuk ICU?" tanyanya, pura-pura tidak tahu tentang tragedi berdarah yang pecah di rumah itu sebelumnya.

Inneke menyahut cepat, mencoba menggiring opini. "Vira baru saja bertengkar hebat dengan Cyntia. Maaf, Mommy lupa memberitahumu tadi. Vira terpeleset dari tangga karena terbawa emosi saat berusaha memukuli Cyntia."

"Ini pasti karena adik ipar terlalu cemburu pada Cyntia. Dia kehilangan kendali," tambah Monic, memasang raut prihatin yang palsu.

Inneke mengangguk lemah, mendesah dramatis. "Cyntia juga terlihat sangat syok tadi. Mommy memintanya segera pulang untuk beristirahat. Dia terus saja menangis dan meminta maaf karena merasa bersalah atas kecelakaan itu."

William tidak langsung menjawab. Ia justru menyeringai dingin, sebuah ekspresi misterius sembari menatap dua wanita di hadapannya itu.

"Mommy tahu aku baru saja dari mana?" tanya William, suaranya tenang namun mengandung ancaman.

Tanpa menunggu jawaban, tangan William bergerak perlahan menarik ritsleting jaket bomber yang dikenakannya. Begitu jaket itu terbuka, bercak darah merah segar yang memenuhi kemeja putih di baliknya terpampang jelas di depan mata Inneke dan Monic.

Kedua wanita itu terkesiap, wajah mereka mendadak pucat pasi.

"Aku baru saja menghabisi wanita itu," bisik William dengan nada datar yang mengerikan. "Jadi ... diamlah. Jangan mulai memancing amarahku lagi."

Ruangan itu mendadak hening. Inneke dan Monic menelan saliva dengan susah payah. Mereka sadar, sisi gelap dan "kegilaan" William yang selama ini terkubur bangkit kembali.

"Kau tidak waras! Bagaimana jika keluarganya tahu? Kau tahu sendiri keluarga Cyntia pernah menolong kita—" Monic mencoba memarahi adiknya, suaranya bergetar antara marah dan takut.

"DIAM!" pekik William, suaranya menggelegar memenuhi ruangan hingga membuat Monic tersentak mundur. "Awas saja jika kalian berani menyentuh atau menyakiti Vira lagi. Aku tidak akan segan, bahkan pada kalian sekalipun!"

Bersambung...

1
Rain
Senengg banget pas inneke blg “harusnya kau metong aja” MEMANG WOYY HARUSNYA LU MENINGSOY AJA🤭🤭

Cynthia mending lu oplas di korea aj sana biar balik muka lu🤣🤣

Tapii thor avah iya ineke sma monic lu kgk kasi shok terapi karma gt
JR Rhna
ksnapa dalam cerita ini banyak sekali kebohongan
D'Mas0712
pasti si nenek lampir seneng mau cariin pengganti vira
D'Mas0712
lah .. amnesia.. aku juga sering amnesia thor kalo waktunya bayar cicilan 🤭🤭😄😄
Vanilla Ice Creamm
nah kan beramtem sendiri....
Aruna02
dua lagi wiliam padahal itu si ineke sama monic habisin aja tuman 🙄🙄
Addb_Rh
kasihan si vira. gara-gara siluman rubah itu. Semoga gak selamat deh Silumannya😩
Addb_Rh
Will, kamu tuh ngeri-ngeri sedep.
itu, bapanya pun prnh lenyap si tangannya🥲
Vanilla Ice Creamm
ngeselin authornya 😩
disiksa trs pemeran utamanya 🔪🔪🔪🔪
Rain
Kaga usah akting panik gitu inneke😌 Itu emg lu seneng kan😌😌 Ah udah deh usaha lagi bang will dari nol. Entah si cika bkal seneng apa bkal bantu bapaknya nanti
Alessandro
apes bnr si vira... dpt ipar & mertua kek eeg
Alessandro
lha monic amsyong bgt kau... ggda krjaan apa, ikut campur ipar
Adyvi
Dih, mertuanya 🙂 pingin banget ngedepak mantunya kayaknya. Atau biar Vira enggak bersaksi macem-macem tentang Cyntia?
Alfatia🌷
Ngebayangin kondisi Lintah darat itu sedikit ngilu, gimana gilanya Wiliam saat terus menghantam.
Alfatia🌷
Ngeri-ngeri sedep. Vira tahu nggak suaminya kayak gini kalau marah
Rain
🙈🙈 Rahangnya ampe copot emg manusia g ada hati si William tuh,, kayanya vira parah deh apa jgn2 dia inget ya nanti dy masi gadis trus g knal sma anaknya itu cika dan kawan2. Pengen bgt monik sma ineke jg dpt salam oleh raga dikit dri dy😭
D'Mas0712
wah.. mengerikan pembunuh berdarah dingin ternyata. tp gpp sih kalo demi kebaikan. astaga membunuh kan kriminal juga yak 😄
D'Mas0712
suka dengan tindakan bang will.. sat set wat wet .. no ruwet.. lanjutkan bang. kl bisa monic gantung di tiang bendera.
Addb_Rh
waduhh, Hati-hati kalean yah.. William kalo kambuh gak pandang bulu.. Rrrrrrr😰
Addb_Rh
tolong jaga bi Ijah, jan sampe di tendang keluar oleh dua nenek lampir. Saksi kunci itu😢

BTW.. Wil, lebih kenceng lagi c*kek nya.. sini aku bantuin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!