Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Tipu muslihat Salsa
Tanpa membuang waktu lagi Salsa menyeret tubuh Almaira ke dalam kamar mandi. dengan gerakan yang sangat hati-hati agar tidak menimbulkan luka lain selain di tengkuknya.
Sesampainya di kamar mandi, Salsa memposisikan tubuh Almaira dengan terduduk dan melumuri dinding tembok, dengan darah milik Almaira yang kini menetes dari arah tengkuknya, akibat pukulan Salsa tadi.
"Andai saja Mama, tidak mengetahui semua ini, pasti Mama tersayang dari suamiku ini akan baik-baik saja." bisik Salsa, sambil mengelus pipi Almaira.
Setelah melakukan semua itu, kini Salsa membersihkan sisa-sisa kekacauan yang tadi sempat terjadi di antara ia dan Almaira. Ia membersihkan pecahan vas bunga dan membuangnya ke tempat sampah.
Kini setelah membersihkan semuanya ia melangkah menuju kamar pribadinya dan Kevandra. Ia berusaha mengatur napas dan mimik wajahnya kembali.
Ceklek! suara pintu terbuka seketika ia melihat Kevandra yang sedang duduk di pinggir tempat tidur, sambil memangku laptopnya.
"Kamu dari mana saja Sa? Apakah habis menemui Mama?" tanya Kevandra, tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
Deg! jantung Salsa berdegup kencang mendengar pertanyaan Kevandra. "Tidak, Mas, aku baru saja dari dapur." bohong Salsa, ia dengan cepat berusaha menguasai dirinya kembali agar terlihat seperti biasanya.
"Mungkin Mama sedang beristirahat." lanjut Salsa, sambil melangkah menghampiri Kevandra. kini Salsa duduk di samping Kevandra dan melihatnya sedang berkutat dengan laptop.
"Besok aku akan melihat tempat pembangunan proyek bersama, Liora." ujar Kevandra, memecah keheningan diantara mereka.
Seketika Salsa terdiam untuk sesaat, ketika ia mendengar nama Liora, pikirannya kini tertuju pada sebuah alat penyadap tersebut. Kini Liora tidak main-main, ia sudah masuk ke dalam kehidupan Kevandra. Pikir Salsa.
"Kenapa kamu diam? apa ada yang mengusik pikiranmu?" tanya Kevandra, dengan nada lembut perlahan ia menaruh laptop yang berada di pangkuannya ke arah samping. Kini Kevandra menatap kedua netra Salsa.
"Tidak! ada apa-apa, Mas!" kilah Salsa, saat ia tersadar dari lamunannya.
"Baiklah, kalau ada yang mengusik pikiranmu atau kamu sedang dalam masalah? katakan saja Sa! aku suamimu, aku akan membantu kesulitan istriku sendiri." jelas Kevandra, dengan nada lembut dan penuh kasih sayang.
Seketika ada sesuatu yang berdesir aneh dalam hati Salsa, saat mendengar kalimat lembut dan penuh perhatian dari Kevandra. Ia tidak bisa membalas perkataan Kevandra, seketika Salsa hanya mengangguk pelan.
Perlahan Kevandra turun dari tempat tidur. "Aku akan menemui Mama dulu." lanjut Kevandra, sambil melangkah menuju pintu. Dan keluar dari kamar mereka.
Seketika wajah Salsa menjadi pucat pasi, saat mengetahui Kevandra akan menghampiri ibunya.
"Tenang! Salsa kamu harus melakukan sandiwara seolah-olah kamu tidak tau apa-apa." bisiknya pada dirinya sendiri, Salsa berusaha menguasai ketakutan yang menghantuinya untuk sesaat.
Sementara kini Kevandra melangkah dengan langkah tegas, hingga di pertengahan koridor rumahnya ia mendapati Bi Ratih yang kebetulan lewat.
"Bi!" panggil Kevandra.
Seketika Bi Ratih menoleh dan mendapati Kevandra yang kini tengah berada di koridor, perlahan Bi Ratih menghampiri Kevandra. "Iya, ada apa Tuan?" tanya Bi Ratih, menunduk sopan.
"Apa Bibi! tau Mama dimana?" tanya Kevandra.
Seketika Bi Ratih mengangguk pelan. "Iya, Tuan, sebelumnya Nyonya besar menitipkan pesan. Jika Tuan mencari Nyonya, Tuan langsung saja diminta Nyonya untuk masuk ke dalam kamar." jelas Bi Ratih.
"Baiklah, kalau begitu terima kasih ya Bi!" ucap Kevandra, lalu ia beralih menuju kamar yang kini di tempati ibunya. dengan langkahnya tegas kini ia menuju kamar ibunya.
Tanpa Kevandra ketahui di dalam sana: ternyata terjadi hal buruk pada orang tuanya dan itu terjadi akibat satu orang yaitu Salsa.
Sementara di sudut lain kamar, saat ini Salsa tidak henti-hentinya mondar-mandir dengan gelisah di dalam kamar. "Tenang! Salsa, Kevandra tidak akan mengetahuinya." gumam Salsa, pada dirinya sendiri, kini ia menghirup udara dalam-dalam. berharap bisa menenangkan kekhawatirannya.
Sementara di sisi lain saat Kevandra sudah berdiri tepat di depan pintu kamar yang ibunya tempati. seketika ia memegang knop pintu dan memutarnya Ceklek! suara pintu terbuka.
Kevandra melangkah masuk ke dalam kamar dan seketika pandangannya tidak mendapati ibunya, yang ia lihat kosong tidak ada seseorang di sana.
"Apa mungkin, Mama di kamar mandi." gumam Kevandra, kini ia memilih untuk menunggu ibunya. Hingga lima belas menit berlalu namun ibunya tidak kunjung keluar dari kamar mandi, membuatnya merasa khawatir.
Akhirnya Kevandra memilih menghampiri ibunya. Ia mengetuk pintu kamar mandi. Tok! Tok! suara pintu di ketuk. "Ma! apa Mama di dalam, Kevan menunggu Mama lima belas menit yang lalu lohh, apa Mama baik-baik saja." panggil Kevandra. Namun, tidak ada tanda-tanda Almaira membalas panggilannya.
Perasaan Kevandra semakin khawatir tentang keadaan ibunya, tanpa membuang waktu lagi ia mendobrak pintu itu. Brak! suara pintu terbuka dengan kasar.
Seketika pandangannya menatap wanita yang ia hormati dan sayangi dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kevandra langsung bergegas menghampiri ibunya yang kini terduduk dan sudah berlumuran darah.
"Maa!" teriak Kevandra. "Apa yang terjadi dengan Mama?" lanjutnya dengan suara bergetar, ia langsung menggendong tubuh ibunya keluar dari kamar mandi.
Kini Kevandra keluar kamar dan langsung bergegas menuju lantai bawah pikirannya hanya satu: yaitu menuju rumah sakit.
"Bertahan Ma!" lirih Kevandra, yang kini bergegas melangkah menuju lantai bawah.
Seketika sayup-sayup Salsa mendengar teriakan Kevandra, ia langsung bergegas keluar dari kamar dan ternyata benar apa yang ia dengar, kini ia melihat Kevandra sedang menggendong Almaira sambil menuruni tangga. Dengan cepat Salsa mengubah mimik wajahnya seolah ia terkejut dengan keadaan ibu mertuanya.
Salsa melangkah menghampiri Kevandra. "Mas! apa yang terjadi dengan Mama" lirih Salsa, dengan wajah sedih yang dibuat-buat.
"Aku tidak tau, nanti aku jelaskan, aku akan membawa Mama terlebih dulu agar secepatnya mendapatkan pertolongan pertama." jawab Kevandra, tanpa mengalihkan pandangannya dari Almaira, ia terus melangkah menuju halaman rumah tempat mobil terparkir.
Sementara Salsa yang berada di belakang Kevandra hanya tersenyum sinis.
Tiba-tiba dari arah lain Bi Ratih terlonjak kaget saat melihat Kevandra menggendong Almaira.
"Ya tuhan, Tuan ada apa ini?" lirih Bi Ratih, seketika Bi Ratih melirik kearah Salsa. yang seolah-olah sedang bersedih
"Saya tidak punya waktu untuk menjelaskan Bi!" balas Kevandra, Ia kini sudah berada di halaman rumah. dan langsung membawa Almaira ke kursi belakang, Salsa langsung menghampiri Kevandra dan dengan cepat ia duduk di belakang menyanggah kepala Almaira.
"Kemari Mas! biar aku yang menjaga Mama di belakang." lirih Salsa, dengan wajah khawatir yang di buat-buat.
Kevandra hanya mengangguk singkat lalu segera beralih kearah kemudi mobil. Ia langsung bergegas mengendarai mobil itu menuju rumah sakit.
"Semoga saja kamu mati." batin Salsa, yang kini berada di belakang bersama Almaira.
kentang banget ini 😭
cepet banget dia bersimpati dan ada tanda peduli lebih
kalau posisinya dibalik dia pun berpotensi selingkuh juga kaya Raka hadehhh...
ku tak jadi kibarkan bendera hijau
padahal sempet simpati sama dia ni 😏
bahaya ga jadi green flag