Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 32
Lin Yexue berjalan mendekat dan melihat darah di batu itu. "Darahnya sangat banyak, sepertinya dia terluka parah, jangan-jangan dia sudah mati?" katanya.
"Yexue, aku masih bisa mendengar napasnya." kata Pi Hou dengan nada meremehkan sambil menatap Lin Yexue. Ckckk tampaknya sejak terlahir kembali dan kehilangan ingatannya, dia menjadi semakin bodoh gumam Pi Hou dalam hatinya.
"Dengan darah sebanyak ini yang keluar, kalau orang biasa pasti sudah mati ." Ujar Lin Yexue.
Pi Hou sepertinya sangat tertarik pada orang ini. Sebelum Lin Yexue sampai di dekat orang itu , Pi Hou sudah melompat dari gendongannya dan terbang ke arah orang itu.
Begitu melihat wajah orang yang tergeletak bersimbah darah itu , Pi Hou langsung berseru takjub.
"Yexue, orang ini sangat tampan!"
Lin Yexue yang sudah sampai didekat orang itu akhirnya melihat wajahnya dengan jelas. Wajahnya terpahat indah, hidung mancung, dan bibir seksi yang sedikit terangkat. Matanya tertutup, jadi dia tidak bisa memastikan apakah dia tampan atau tidak, tetapi bulu matanya yang panjang sangat menarik.
Pria ini memang tampan, namun di zaman modern dia telah melihat banyak pria seperti ini , meskipun tidak setampan pria ini, dia merasa biasa saja dan sudah kebal melihat pria tampan.
"Dia jelas lebih tampan dariku. Semua orang yang lebih tampan dariku adalah musuh . Ayo pergi." Ujar Lin Yexue sambil hendak berbalik pergi.
"Yexue, kau tidak akan menyelamatkannya?" Pi Hou bertanya heran saat melihat Lin Yexue hanya menatap wajah pria itu sejenak sebelum hendak pergi.
"Mengapa aku harus menyelamatkannya?" Lin Yexue melirik pria itu dan berkata, "Kau baru saja kembali dari sini kan? Tapi dia tidak ada di sini ketika kau kembali. Mengapa dia ada di sini begitu kita keluar? Tidakkah kau merasa itu aneh?" "
Mungkin dia terluka oleh binatang spiritual ketika aku kembali dan pingsan ketika sampai di sini," kata Pi Hou.
Lin Yexue melangkah ke depan dua langkah lalu menggangkat tubuh Pi Hou yang berdiri di dekat pria itu. Lin Yexue kemudian berkata " Heh monster kecil, jangan kira aku tidak tahu betapa mesumnya hatimu yang tersembunyi di balik penampilanmu yang polos. Kau adalah binatang suci bukan orang mesum!"
"Aku bukan orang mesum!" Pi Hou mengaum kesal sambil menendang-nendangkan keempat kakinya yang pendek ke udara saat Lin Yexue mengangkat tubuhnya dengan mencengkeram lehernya.
"Yexue, jika kita menyelamatkannya, kita bisa bertanya padanya di mana kita berada. Bertanya kepada manusia lebih baik daripada bertanya kepada binatang spiritual. Paling-paling, binatang hanya tahu di mana kita berada, tetapi manusia bisa menunjukkan kita jalan keluar dari sini." Jelas Pi Hou kemudian .
Langkah Lin Yexue tiba-tiba terhenti. Dia merenungkan kata-kata Pi Hou dan berkata, "Apa yang kau katakan masuk akal. Ayo kita selamatkan dia dulu."
Lin Yexue kembali melangkah mendekati pria itu. Setelah dekat Lin Yexue membalikkan tubuh pria itu dan melihat luka panjang di perutnya, seolah-olah telah dicakar oleh binatang buas, membentang dari dada kirinya hingga ke perut kanannya.
" Orang ini menderita luka serius dan kehilangan begitu banyak darah, namun masih belum mati, sungguh sebuah keajaiban." Gumam Lin Yexue sambil mendecakkan lidahnya karena takjub.
"Yexue , apa orang ini masih bisa diselamatkan ? tanya Pi Hou.
"Dia belum mati..." sahut Lin Yexue. Kemudian dia menggeledah cincin spasialnya dan menemukan pil yang ditinggalkan ayahnya. Lin Yexue lalu meminumkannya pada orang itu baru setelah orang itu menelan pilnya , Lin Yexue melihat bahwa botol obat yang terbuat dari giok itu berlabel "Tingkat Empat," harta karun langka bahkan di seluruh Kerajaan Huanglong.
Lin Yexue langsung merasa menyesal dan merasa sayang sekali karena telah memberikan pil tingkat empat kepada orang asing begitu saja.
" Apakah pil itu bisa menyembuhkannya ? " Tanya Pi Hou.
"Ini pil tingkat empat, ketika aku terluka, kediaman kakek saja tidak memiliki pil Tingkat Empat. Kakek harus pergi memohon kepada Guru Liu dan hanya bisa mendapatkan dua pil Tingkat Tiga."
Teringat pada kakeknya, Lin Yexue merasa sedikit merindukannya.
"Bagaimana keadaan Kakek sekarang? Aku sudah lama tidak mendengar kabar darinya, kakek dan kakak - kakakku pasti sangat khawatir" Lin Yexue berkata dengan sedih.
" Jangan khawatir Yexue, setelah orang ini bangun kita bisa bertanya padanya dimana kita berada dan bertanya jalan keluar dari tempat ini untuk kembali ke rumah." Pi Hou menghiburnya. "
" Ya , kita hanya bisa menunggu dia bangun." Lin Yexue menghela napas lalu berkata , "Tubuhmu bisa membesar, kan?"
"Bisa.." Pi Hou mengangguk.
"Kalau begitu, besarkan badanmu lalu gendong dia kembali ke gua." Perintah Lin Yexue
"A...apa? Kau menyuruhku menggendongnya?" seru Pi Hou kaget.
"Bukankah kau bilang ingin menyelamatkannya?" Lin Yexue mengorek telinganya dan melanjutkan "badannya sangat besar dan guanya sangat jauh. Jika aku menyeretnya kembali, dia mungkin akan mati sebelum kita sampai di sana..Bukankah ini kesempatan bagus untukmu bisa menggendong dan dekat dengan pria tampan." Sindir Lin Yexue.
Aku makhluk suci yang berprinsip dan memiliki batasan!" protes Pi Hou.
"Jadi, kau mau menggendongnya atau tidak?" Desak Lin Yexue
"Aku... aku akan menggendongnya!"
Pi Hou memutuskan untuk mengabaikan semua prinsip dan batasan demi menyelamatkan pria tampan itu.
Tubuh Pi Hou nampak bergetar dan tubuhnya yang semula kecil perlahan membesar hingga lebih panjang dari tubuh manusia sebelum akhirnya berhenti.
Lin Yexue kemudian mengangkat dan meletakkan pria itu di punggung Pi Hou, lalu dia sendiri juga ikut naik ke punggung Pi Hou. Akhirnya Pi Hou menggendong Lin Yexue dan pria itu kembali ke gua.
Sesampainya di gua, Lin Yexue yang luar biasa baik hati, mengeluarkan tempat tidur tua dari mutiara jiwanya. Meskipun tempat tidur itu sangat tua sehingga bergoyang saat diduduki atau tidur diatasnya , setidaknya masih jauh lebih baik daripada hanya melemparkan pria itu ke tanah.
Setelah merapikan tempat tidur, Lin Yexue dengan hati-hati menempatkan pria itu di atas tempat tidurnya, lalu mengeluarkan sepasang gunting dan memotong semua pakaiannya hingga terbuka.
"Yexue,.apakah kau mesum?" Seru Pi Hou saat melihat Lin Yexue membuka pakaian pria itu dengan gunting. Pi Hou yang sudah kembali menjadi kecil, menundukkan wajahnya dan menutupi matanya dengan cakarnya. Namun, setengah matanya masih terbuka untuk mengintip.
Wajah Lin Yexue memerah mendengar kata-kata Pi Hou. Dia berkata dengan kesal "Dasar bodoh, apa yang kau pikirkan? Meskipun dia sudah minum pil, lukanya masih perlu dibersihkan."
"Oh, kukira kau jadi mesum dan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan!" Pi Hou menatap tajam tubuh pria yang berbaring tak sadarkan diri di ranjang itu, mulutnya ternganga, matanya hampir mengeluarkan ratusan gambar hati.
Melihat wajah mesum Pi Hou , Lin Yexue merasa tak tahan lagi , dia meraih leher Pi Hou dan melemparkannya ke dalam Mutiara Jiwa.
Setelah Pi Hou tidak ada, Lin Yexue bisa lebih fokus mengobati. Dia mengambil air dan handuk dari mutiara jiwa dan menyeka noda darah di tubuh pria itu lalu dengan hati-hati membersihkan lukanya. Lin Yexue melakukannya dengan sangat hati-hati dan berusaha selembut mungkin agar pria itu tidak terbangun karena kesakitan.
Saat Lin Yexue mmbungkuk untuk mengobati luka, pria itu sempat sadar dan membuka matanya sejenak.Pandangannya kabur tapi dia bisa melihat sepasang mata jernih dan cerah yang sedang fokus mengobati lukanya.
Apakah aku selamat?. Pria itu bertanya dalam hatinya lalu pingsan lagi.
Lin Yexue sedang mencuci handuk yang penuh darah saat pria itu terbangun, jadi dia tidak menyadarinya. Setelah Lin Yexue selesai membersihkan noda dari tubuh bagian atasnya, dia melihat bahwa luka di tubuh pria itu sudah mulai mengering.
"Aku sudah melihat efek pil ini beberapa kali, tapi aku masih kagum setiap kali melihatnya." Dia mengulurkan tangan dan menyentuh bekas luka pria itu. "Kalau ada waktu, aku harus mencari beberapa buku tentang pil untuk dibaca dan belajar cara memurnikannya." Gumam Lin Yexue penuh tekad.
Setelah selesai membersihkan dan mengobati luka pria itu ,Lin Yexue merasa sedikit mengantuk. Akhir-akhir ini dia sibuk berkultivasi tidak punya waktu tidur diranjang dan beristirahat .
Melihat pria di ranjang yang hanya memakan setengah tempat tidur dan mengingat bahwa dia berpakaian seperti pria, Lin Yexue dengan santai naik ke ranjang dan berbaring untuk tidur disebelah pria itu.