NovelToon NovelToon
Tolong Perlakukan Aku Dengan Baik

Tolong Perlakukan Aku Dengan Baik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda sri ana

" Aku telah kehilangkan kedua orang tuaku dari karna ulah keluargamu, maka bersiap lah menerima akibat dari perbuatanmu itu!" Ucap seorang pria dengan mata penuh dendam.

” Aku menerima semua kemarahan mu tuan, atas apa yang telah di perbuat oleh orang tuaku untuk menebus semua kesalahan itu. Tapi jika aku lelah aku pamit pergi tuan." Balas seorang wanita dengan wajah sendiri penuh kepasrahan apa yang akan ia terima dengan ikhlas untuk menebus semua kesalahannya pada pria yang membenci dirinya itu.

Bagaimana kelanjutannya ikuti terus cerita ini sampai selesai ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda sri ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedelapan

Jarak antara shaka dan juga naura sangat dekat, bahkan hembusan nafas shaka sangat terasa di wajah naura yang memejamkan kedua matanya saking takutnya.

Mata tajam shaka terus menatap rincian wajah gadis yang ada di bawah kendali nya.

Lalu Shaka kembali membersihkan kata-kata di telinga gadis tersebut dengan penuh ancaman.

"Hidupmu dan mati mu hanya ada di tanganku, jangan berani untuk pergi dari saya tampa izin atau kalo tidak kematian akan menghampiri dirimu saat itu juga!"

Deg.

Bisikan dari pria itu membuat tubuh naura jatuh seketika ke lantai karena ancaman dari pria itu membuat naura hanya bisa menangis.

Sedangkan shaka langsung pergi dari dapur setelah mengatakan hal tersebut yang akan membuat gadis itu akan takut apa bila pergi darinya sedikit pun.

Karena bagi Shaka dirinya tidak akan melepaskan atau membiarkan kebahagiaan menghampiri gadis tersebut. karna yang pantas di dapatkan oleh gadis itu hanya penyiksaan seumur hidup.

Satu persatu air mata Naura terjatuh membasuhi lantai dapur dengan dada yang sesak. dirinya memang sudah ikhlas menerima apa yang pria itu perlakukan terhadap dirinya namun tidak tahu kenapa setiap ancaman setiap bentakan membuat diri Naura menjadi lemah tidak berdaya seperti saat ini.

Rasa lapar yang tadinya Naura rasakan kini sudah hilang digantikan dengan sesak di dadanya serta tetesan air mata yang mengalir di pipinya dan hati yang sedang tidak baik baik saja setelah kejadian ini .

Lalu dengan langkah pelan Naura pun perlahan berdiri dari lantai dan berjalan masuk ke dalam kamarnya yang berada di sebelah dapur tersebut Lalu Mengunci pintu dan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sebenarnya sudah tidak layak pakai. Namun Naura tidak punya pilihan lain selain untuk tetap menggunakannya karena tidak ada pilihan lain.

Memang di rumah besar tersebut masih banyak kamar yang kosong, namun tidak ada dari mereka yang berani untuk menempati di kamar di rumah utama karna takut akan kemarahan pria itu.

Naura pun meringkuk di kasur lantai yang sudah tipis itu dengan air yang masih mengalir dari matanya.

Namun naura membekap mulutnya agar bu ijah yang sedang tidur di kamar sebelah agar tidak mendengar suara tangisannya.

Karena kelelahan menangis Naura pun sampai tidak sadar mulai tertidur dengan air mata yang masih menggenang di pipinya sambil meringkukkan tubuhnya di atas kasur sederhana miliknya.

*

*

*

Pagi sekitar jam 6 pagi matahari sudah memancarkan sinarnya dari arah timur. di rumah mewah itu terlihat pagi pagi sekali semua orang telah sibuk dengan pekerjaannya masing masing.

Di dapur sendiri terlihat dua orang asisten rumah tangga sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk anak dari almarhum majikan mereka.

Pagi ini terasa berbeda saat wanita baru baya itu baru menyadari ketika Naura yang biasanya pagi-pagi sekali sudah bangun dan membantu mereka kini malah tidak kelihatan sama sekali membuat wanita baru Bahagia itu bertanya kepada temannya yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya.

" Sari Kamu tahu nggak ke mana Mbak Naura kok nggak kelihatan biasanya pagi-pagi dia sudah ada di sini kok ini nggak ada." Tanya wanita paruh baya tersebut sambil menghentikan pekerjaannya sesaat.

Wanita yang Sari itu pun menoleh ke arah Ibu tersebut sambil berkata." Aduh saya juga nggak tahu Bu ke mana Mbak Naura biasanya juga udah ada di sini,atau jangan-jangan Mbak Naura Masih tidur ya Bu coba entar saya lihat dulu ya Bu ke kamarnya soalnya tadi pagi saya nggak ada manggil Mbak Naura." Ujar Sari kepada wanita paruh baya tersebut Lalu berjalan ke belakang di mana kamar para art berada.

Sesampainya Sari di depan pintu kamar Naura Ia pun mencoba mengetuk pintunya dan memanggil Mama gadis tersebut.

Tokkk.

Tokkk.

Tokkk.

" Mbak Naura. Mbak ini saya Sari Mbak masih tidur kah di dala"

Namun sampai 3 menit tidak ada sahutan dari dalam yang membuat sari mengerutkan keningnya karena tidak ada jawaban dari Naura.

" Mananya Mbak Naura kok nggak menyahuti panggilanku, apa memang benar masih tidur makanya nggak kedengeran tadi aku manggil apa aku masak aja ya." Gumam sari dengan pelan lalu tangan sari memegang kenop pintu dan membuka nya dengan pelan.

"Mbak naura saya izin masuk ya." Ucap sari dengan membuka pintu kamar naura lebar lebar. namun saat Sari sampai di dalam kamar Naura ia tidak mendapati Gadis itu di dalam kamar yang membuat sari tampak terkejut.

" Ya Allah Mbak Naura ke mana kok nggak ada di kamarnya." kata Sari dengan panik lalu langsung buru-buru keluar dari kamar untuk melaporkan hal tersebut kepada bu ijah yang sedang masak di dapur.

" Bu Ijah Bu Ijah Naura Naura nggak ada di kamarnya Bu." ucap Sari dengan nafas ngos-ngosan karena berlari dari kamar hingga ke dapur dengan wajah panik.

"Apa...!"

Jelas aja Bu Ijah yang mendengar ucapan dari sari pun terkejut lalu membalikkan badannya menatap Sari yang masih ngos-ngosan.

" kamu jangan asal ngomong Sari coba kamu cari yang bener Siapa tahu Mbak Naura lagi ada di kamar mandi jangan bikin saya panik ya Sari."

Sari menggelengkan kepalanya." Sari nggak bohong Bu Ijah beneran Mbak Naura nggak ada di dalam kamarnya Sorry cuma nggak tahu ke mana perginya Mbak Naura." jawab Sari dengan jujur kepada Bu Ijah kalau memang dirinya tidak mendapati Naura di dalam kamarnya yang terlihat kosong.

" Ya Allah Mbak Naura Kamu ke mana Mbak Nggak pagi-pagi udah nggak ada di kamar kamu Apa kamu sudah masuk sekolah tapi nggak mungkin ini masih baru jam 06.00 pagi." Kata bu ijah dengan wajah panik duduk di kursi yang ada di dapur itu.

Bu Ijah takut kalau Mbak Naura kenapa-napa apalagi Bu Ijah takutnya den shaka melakukan hal buruk pada gadis itu.

”Ada apa ini...?"

Tiba-tiba saja suara Bariton dari seorang pria mengejutkan Bu Ijah dan juga Sari yang langsung berdiri sambil menundukkan kepalanya saat kedatangan anak dari almarhum majikan yang kini berdiri di depan pintu keluar masuk dapur.

"Gak papa den shaka." Ucap bu ijah dengan cepat untuk menutupi hal tersebut.

" Yakin nggak ada yang kalian sembunyikan dari saya!" Shaka menatap kedua asisten rumah tangganya dengan mata yang tajam dengan tidak percaya.

"Bener den gak ada apa apa kok." kata bu ijah lagi dengan gugup.

Sedangkan Sari hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah takut tidak berani menatap ke arah Pemuda di hadapannya itu.

Shaka masih belum percaya pada kedua art nya itu, sampai shaka menyadari kalo gadis semalam yang ia marahin tidak ada di sana.

" Ke mana Gadis itu kenapa tidak kelihatan?"

Bu ijah dan sari pun langsung terdiam seketika dengan wajah pucat pasih. apa lagi sari tampak gemeteran takut kalo shaka tau mereka tengah berbohong.

.....

1
moms D'ana
kasian Naura 😢
Anonymous
yaudah cok
Lenty Fallo
lanjut thor 💪😍
olyv
lanjutt
Ryn
lanjut thor
Sry Alwiana: Iya kk💪🥰
total 1 replies
olyv
yawlah naura.. sakit bgt jadi naura peluk sini nak 😭
اختی وحی
sbrnya bagus ceritanya tpi typo ny luar biasa,
olyv
nextt...
olyv
lanjut thor
Sry Alwiana: 🥰💪 oke kakak
total 1 replies
olyv
lanjut thor 👍👍💪💪💪💪
olyv
bagus cerita nya thor, semoga banyak yg baca n like ☺
Sry Alwiana: Amin makasi kk🤲🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!