NovelToon NovelToon
Ratu Layla ( Takhta Darah Di Atas Atlas )

Ratu Layla ( Takhta Darah Di Atas Atlas )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Barat
Popularitas:356
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

kisah tentang kekuasaan, pengorbanan, dan perjuangan seorang ratu di tengah dunia yang penuh dengan intrik politik dan kekuatan sihir serta makhluk mitologi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhir dari Sang Raja faramis

Pagi hari membawa suasana yang tegang. Delta dan Ratu Layla mendaki Menara Petir untuk menemui sang penasehat. Layla tidak lagi mengenakan gaun pestanya; ia kembali memakai zirah hitam yang legam. Delta tampak gelisah, tangannya terus memegang hulu pedangnya.

"Jelaskan padaku," tuntut Layla begitu ia sampai di puncak. "Bagaimana bisa kemenangan yang kau bawa semalam berubah menjadi debu dalam sekejap? Apakah kau membunuh bayangan, atau kau sengaja memberikan harapan palsu?"

Penyihir Petir berbalik dengan lingkaran hitam di bawah matanya. "Saya... saya tidak tahu, Yang Mulia. Mantra pemenggal saya sangat nyata. Darah yang menetes itu hangat. Namun, sihir dari faramis tampaknya lebih licin dari yang kita duga. Ada kemungkinan Raja Gris menggunakan sihir pengganti nyawa yang sangat kuno."

Delta tidak mendengarkan penjelasan itu sepenuhnya. Ia melangkah menuju jendela menara yang menghadap ke wilayah musuh. Melalui teropong sihir jarak jauh, panglima itu terperanjat. "Lihatlah ke sana," suaranya bergetar karena amarah.

Layla dan Penyihir Petir mendekat. Di kejauhan, dari wilayah faramis, pasukan musuh bukannya berkurang, justru tampak bertambah berkali-kali lipat. Ribuan Orc baru bermunculan dari balik kabut, diikuti oleh barisan Echidna yang lebih besar. Naga-naga air melingkar di langit seolah-olah kematian raja mereka hanyalah sebuah lelucon.

"Mereka bertambah banyak," bisik Delta. "Seolah-olah setiap tetes darah Gris yang kau tumpahkan menumbuhkan seribu prajurit baru."

Ketiganya terpaku di atas menara itu. Mereka terus mengawasi pergerakan pasukan faramis yang semakin padat dan mendekat secara perlahan namun pasti. Matahari terbit hingga akhirnya tenggelam kembali, namun tidak ada satu pun dari mereka yang beranjak. Ketegangan politik di Atlas mulai bergejolak kembali karena ancaman yang seharusnya sudah mati kini kembali menghantui dengan kekuatan ganda.

Di sisi lain, di jantung kekuatan faramis, Raja Gris yang asli ternyata masih hidup. Ia tampak murka dan terus mendesak Penyihir Hutan agar bekerja lebih keras. "Aku ingin Atlas rata dengan tanah malam ini! Gunakan seluruh nyawa yang tersisa untuk memperkuat sihirmu!" teriak Gris dengan gila.

Penyihir Hutan, yang merasa harga dirinya diinjak-injak setelah mengalami kegagalan sebelumnya, hanya menatap Gris dengan pandangan dingin. Tanpa sepatah kata pun, ia berbalik dan meninggalkan sang raja sendirian di balkon istananya. Gris berteriak memanggil pasukannya, memerintahkan mereka untuk segera menyerbu. Namun, sebuah keanehan terjadi.

"Majulah, kalian binatang bodoh!" teriak Gris sambil memukul punggung seekor Orc besar. Namun, Orc itu diam mematung. Seluruh pasukan—Orc, Echidna, hingga Naga Air—tiba-tiba berhenti bergerak. Mereka berdiri kaku seperti patung batu di tengah medan terbuka.

Di atas Menara Petir, Ratu Layla dan Penyihir Petir yang sedang mengawasi lewat bola kristal terkejut. "Apa yang terjadi? Mereka berhenti?" tanya Layla.

"Ini kesempatan kita," ucap Penyihir Petir. "Apapun yang sedang dilakukan Penyihir Hutan, itu membuat mereka lumpuh."

Layla segera memanggil Naga Api miliknya. Bersama Penyihir Petir, ia terbang rendah menuju kerumunan pasukan musuh yang mematung. Di tengah-tengah formasi yang kaku itu, mereka melihat Raja Gris yang sedang kebingungan dan berteriak-teriak sendiri.

"Gris!" Layla meraung dari atas langit.

Raja Gris yang melihat naga Layla mendekat langsung mencoba melarikan diri ke balik barisan pasukannya yang kaku. Namun, Layla tidak memberi ampun. "Bakar semuanya!" perintahnya. Naga Api menyemburkan lautan api yang sangat panas. Semburan itu menghanguskan barisan Orc yang mematung, dan hawa panasnya mengejar Gris.

Dengan jubah yang terbakar, Raja Gris melakukan tindakan nekat. Ia melompat dari tepi dermaga dan menyelam ke dalam sungai yang mengalir deras di dekat istananya, menghilang di bawah permukaan air yang dingin. Layla mendesis kesal. Karena pasukannya tidak siap untuk pertempuran air berskala besar, ia memutuskan untuk kembali ke istana bersama sang penasehat guna menyusun rencana terakhir.

Di aula istana Atlas, suasana sedikit lebih tenang namun tetap tegang. Delta sedang duduk di meja panjang, melahap daging babi panggang dengan rakus untuk meredakan sarafnya yang tegang. Saat Layla dan Penyihir Petir masuk dan menceritakan bagaimana seluruh pasukan musuh tiba-tiba membatu dan Gris melarikan diri ke sungai, Delta tersedak potongan daging babi.

"Uhuk! Uhuk!" Delta memukul dadanya sendiri hingga wajahnya memerah. "Maksudmu... mereka semua diam saja saat kau membakarnya?"

Penyihir Petir mengangguk ragu. Delta kemudian bertanya dengan nada penuh harap, "Jadi, apakah kita sudah menang? Apakah perang ini berakhir?"

Penyihir Petir terdiam sejenak, menatap ke arah luar jendela yang masih gelap. "Entahlah," jawabnya singkat.

Jawaban itu terbukti benar ketika tiba-tiba seluruh istana bergetar hebat. Di kejauhan, Penyihir Hutan yang telah mencapai puncak kemarahannya melakukan ritual terlarang. Ia merapal mantra yang membuat tubuhnya sendiri hancur lalu menyatu dengan raga seekor Naga Air raksasa. Makhluk hibrida yang mengerikan itu terbang menuju Atlas, membawa sisa-sisa pasukannya yang kini telah bergerak kembali di bawah kendali langsung jiwanya.

Pertempuran sengit pecah di dalam kota. Tiang-tiang istana yang megah hancur berkeping-keping dihantam oleh ekor naga Penyihir Hutan. Delta berlari ke garis depan dengan pedang raksasanya. Melihat sang penyihir musuh yang kini menjadi naga , Delta mengambil langkah berani. Ia memutar tubuhnya dan melemparkan pedangnya dengan kekuatan penuh.

Pedang itu melesat seperti anak panah, menebas bagian tengah tubuh naga tersebut hingga terbelah dua. Penyihir Hutan meraung kesakitan dan jatuh menghujam tanah. Namun, dengan sisa-sisa sihir hijaunya, ia berhasil menumbuhkan kembali setengah badannya yang hilang meskipun dalam keadaan sangat lemah. Pasukan Minotaur segera mengepungnya dan membawanya ke tahanan bawah tanah khusus untuk diinterogasi oleh Penyihir Petir.

Sementara itu, Ratu Layla dan Delta tidak membuang waktu. Mereka menyisir area di sekitar sungai tempat Gris terlihat terakhir kali. Benar saja, sang raja yang malang ditemukan sedang bersembunyi di bawah akar pohon besar di tepi sungai, menggigil ketakutan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Layla melangkah maju, bayangannya menutupi wajah Gris yang penuh debu. "Kau telah mencoba bermain dengan maut, Gris. Sekarang, maut akan menjemputmu secara nyata."

Tanpa ragu dan tanpa rasa kasihan, Layla mengayunkan pedang zirahnya. Kepala Raja Gris terpisah dari tubuhnya untuk kedua kalinya Layla memungut kepala itu dan membawanya kembali ke gerbang utama Atlas. Di sana, di depan seluruh rakyat dan pasukannya, ia memakukan kepala sang raja musuh pada tiang besi tinggi di depan gerbang sebagai peringatan bagi siapa pun yang berani menentang takhta darahnya.

Langit di atas Atlas masih menyisakan semburat abu-abu bekas pembakaran besar-besaran, namun Ratu Layla tidak memberikan waktu bagi negerinya untuk bernapas. Baginya, kemenangan atas faramis hanyalah pembuktian bahwa ia adalah hukum yang hidup. Istana Atlas yang megah kini tampak pincang dengan tiang-tiang marmer yang retak dan aula yang hancur akibat amukan naga Penyihir Hutan. Layla berdiri di balkon yang tersisa, menatap puing-puing itu dengan kebencian yang mendalam. Ia tidak menginginkan renovasi yang lambat; ia menginginkan kemegahan itu kembali seketika, dan ia tidak berniat mengeluarkan sekeping emas pun dari kas kerajaan untuk itu.

1
Anang Anang
seru
Dini
sungguh mengerikan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!