NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

"Vin, dengerin aku dulu. Jangan langsung blokir nomor aku begitu saja. Kamu tahu kan aku nggak mungkin setuju kalau nggak ada alasan yang kuat?"

Cahaya menggenggam ponselnya dengan tangan gemetar. Ia sedang bersembunyi di balkon kamarnya, memastikan tidak ada orang yang lewat, terutama Jeremy yang telinganya setajam serigala.

Di seberang telepon, hanya ada keheningan panjang sebelum akhirnya helaan napas berat Alvino terdengar.

"Alasan kuat apa, Ay? Menikah? Kamu bilang mau menikah sama pria itu? Pria yang bahkan nggak tahu cara tersenyum pada anaknya sendiri?" suara Alvino terdengar serak, ada luka yang sangat nyata di sana.

"Ini pura-pura, Vin! Hanya kontrak! Kumohon mengertilah," bisik Cahaya. "Aku terpaksa. Kakek Elio mau mengambil Elio secara paksa ke Indonesia kalau Om Jeremy nggak segera menikah. Elio hancur, Vin. Kamu lihat sendiri kan kemarin dia nangis sampai pingsan? Aku nggak bisa biarin itu terjadi."

"Terus kamu jadi korbannya? Kamu jadi tumbal untuk keluarga mereka?" balas Alvino dengan nada tinggi. "Kenapa harus kamu, Ay? Kenapa nggak dia cari model atau sosialita saja untuk diajak kontrak?"

Cahaya terdiam sejenak, ia menatap langit sore Milan yang mulai berganti malam.

"Karena Elio cuma mau sama aku. Setelah semua ini selesai, setelah posisi Elio aman dan kakeknya percaya mereka baik-baik saja, kontrak ini selesai. Kita bakal jalanin hidup masing-masing lagi. Aku akan bebas, Vin."

"Kamu nggak paham, Ay. Cinta itu biasanya tumbuh karena terbiasa. Kamu tinggal di satu rumah, berbagi meja makan, bahkan berakting mesra setiap hari. Apa kamu jamin hati kamu nggak akan goyah? Kamu pikir aku bisa tenang nungguin kamu di sisi lain, sementara kamu jadi milik orang lain meski hanya pura-pura ?"

"Vin, demi Tuhan... itu nggak akan terjadi. Pria itu dingin banget, kaku, dan sombong. Gimana mungkin aku jatuh cinta sama monster kayak dia?" Cahaya mencoba meyakinkan Alvino, meski jauh di lubuk hatinya, bayangan Jeremy yang meniupkan sup untuknya semalam melintas sesaat. Ia buru-buru menepisnya.

"Tipeku itu kamu. Pria yang lembut, yang sabar. Bukan pria yang hobinya marah-marah."

"Cinta itu bisa pudar seiring berjalannya waktu, Ay. Tapi dia juga bisa tumbuh di tempat yang paling mustahil," gumam Alvino. "Aku bener-bener nggak siap kehilangan kamu. Kamu itu... separuh hidupku sejak kita bareng-bareng."

Cahaya memejamkan mata, air matanya mulai menetes. Ia merasa sangat bersalah karena telah menyeret Alvino ke dalam drama ini tanpa persetujuan pria itu lebih dulu.

"Maafin aku, Vin. Aku egois. Aku mengambil keputusan ini sendiri karena aku terlalu sayang sama Elio. Aku minta maaf sudah membuat kamu sakit hati. Tapi tolong, percaya sama aku kali ini saja. Sampai kapan pun, aku nggak akan pernah jatuh cinta padanya. Hati aku nggak semurah itu untuk dijual lewat kontrak."

Alvino di seberang sana sedang berperang dengan logikanya sendiri. Ia sangat mencintai Cahaya, tapi ia juga tahu betapa keras kepalanya gadis itu jika sudah menyangkut urusan kemanusiaan dan anak kecil.

"Oke," jawab Alvino akhirnya.

"Vin?"

"Untuk saat ini, aku akan percaya sama kamu. Aku akan pegang kata-kata kamu kalau ini cuma kontrak dan kamu nggak akan jatuh cinta sama dia," kata Alvino dengan pasrah. "Tapi Ay, kalau sampai pria itu nyakitin kamu lagi, atau kalau kamu merasa mulai nggak kuat... tolong lari ke aku. Jangan dipendam sendiri."

Cahaya tersenyum di balik tangisnya, merasa sedikit lega karena beban di pundaknya berkurang satu.

"Makasih, Vin. Kamu memang yang terbaik. Aku janji bakal jaga diri baik-baik."

"Jangan terlalu sering menatap matanya, Ay," pesan Alvino sebelum menutup telepon. "Bahaya."

"Iya sayang."

Cahaya menurunkan ponselnya dari telinga. Ia menyeka air matanya dengan punggung tangan. Ia merasa sudah melakukan hal yang benar.

Ini demi Elio, demi masa depan bocah itu agar tidak terpisah dari ayahnya. Dan soal Jeremy? Ia yakin benteng di hatinya terlalu kuat untuk ditembus oleh pria sedingin es itu.

Saat Cahaya hendak berbalik untuk masuk kembali ke kamar, ia tersentak kaget.

Jeremy sudah berdiri di ambang pintu balkon dengan tangan bersedekap di dada.

Rahangnya mengeras, dan tatapannya sangat tajam, seolah baru saja mendengar setiap kata yang diucapkan Cahaya di telepon tadi.

"Sudah selesai laporannya pada pacarmu itu?" tanya Jeremy dengan suara rendah.

"O—om? Sejak kapan ada di situ?!" Cahaya kaget bukan main, jantungnya serasa mau copot.

Jeremy melangkah maju, mempersempit jarak hingga Cahaya kembali terdesak ke pagar balkon.

"Cukup lama untuk mendengar bahwa kau menganggap ku monster yang mustahil dicintai."

Cahaya menelan ludah, mencoba mencari keberanian di tengah aura intimidasi Jeremy.

"Lho, kan memang benar! Ini cuma kontrak. Om dan aku tidak boleh baper!"

"Jangan baper?" Jeremy mendengus dingin, ia membungkuk sedikit hingga wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Cahaya. "Ingat satu hal, Cahaya. Selama tanda tanganmu ada di atas kertas kontrakku, kamu adalah milikku di mata dunia. Dan aku tidak suka milikku menangisi pria lain di balkon rumahku."

Setelah mengatakan itu, Jeremy berbalik dan pergi begitu saja, meninggalkan Cahaya yang terpaku dengan perasaan campur aduk.

Ada amarah di mata Jeremy tadi, tapi entah kenapa, Cahaya juga melihat kilatan luka yang sama seperti yang ia lihat pada Elio.

"Dia kenapa sih? Bukankah ini hanya pura-pura? Kenapa dia jadi melarang ku berhubungan dengan Alvin?”

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!