NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Garis Keturunan dan Keputusan Sang Duke

Setelah perpisahan yang canggung di depan gerbang Elysium Estate, iring-iringan mobil Falkenhayn akhirnya meninggalkan area mansion. Di dalam mobil limosin yang mewah namun terasa sesak karena ketegangan, Grand Duchess Sophie duduk dengan punggung tegak, tangannya mencengkeram kepala tongkat peraknya hingga buku jarinya memutih.

Duchess Elyse (Ibu Matthias) mencoba mencairkan suasana. "Shaneen adalah gadis yang sangat menarik, ya? Dia punya mata yang cerdas. Aku suka caranya bercerita tentang studinya di Oxford."

"Menarik?!" Sophie meledak, suaranya melengking tajam di ruang mobil yang kedap suara itu. "Dia itu bencana, Elyse! Kau lihat sendiri tadi? Dia menjawab setiap perkataanku seolah dia setara denganku! Dia tidak punya tata krama, tidak punya keanggunan, dan pakaiannya... astaga, dia seperti bukan berasal dari garis keturunan bangsawan saja!"

Sophie menoleh ke arah Matthias yang sejak tadi hanya diam menatap jalanan di luar jendela.

"Matthias! Jawab Nenek! Kenapa kau bisa tertarik pada perempuan yang tidak tahu sopan santun seperti itu? Apa kau sudah buta karena kecantikannya saja? Di luar sana banyak Lady yang jauh lebih terhormat, yang mengerti cara bersikap di depan keluarga Falkenhayn!"

Matthias perlahan mengalihkan pandangannya dari jendela. Matanya yang ice blue tampak sangat dingin dan tenang, membuat Sophie terdiam sesaat.

"Justru karena dia tidak seperti Lady yang lain, aku menginginkannya, Nenek," jawab Matthias dengan nada suara yang rendah namun sarat akan otoritas seorang Duke.

"Tapi dia tidak mencerminkan martabat keluarga kita!" protes Sophie lagi. "Darah bangsawan dalam dirinya seolah tertutup oleh sifat 'jalanan' ayahnya. Kau adalah seorang Duke, Matthias! Kau butuh istri yang bisa menunduk dan menjaga nama baikmu, bukan yang mempermalukan nenekmu di depan umum!"

Matthias menyandarkan punggungnya dengan santai, namun auranya sangat mengintimidasi. "Nenek salah. Nama baikku tidak akan hancur hanya karena seorang wanita punya pendapat sendiri. Justru, aku butuh seseorang yang bisa berdiri tegak di sampingku, bukan yang hanya tahu cara membungkuk."

Matthias menarik napas panjang, suaranya kini terdengar sangat final. "Soal tata krama... bagiku, kecerdasannya adalah tata krama yang paling tinggi. Dan soal garis keturunan, dia adalah seorang Asturia. Itu sudah lebih dari cukup. Keputusanku sudah bulat, Nenek. Aku akan menikahinya, dengan atau tanpa restu protokoler yang Nenek agungkan itu."

Sophie terbelalak, mulutnya terbuka namun tak ada kata yang keluar. Dia tahu jika Matthias sudah bicara dengan nada seperti itu, bahkan Raja sekalipun tidak bisa mengubah pikirannya.

Duchess Elyse hanya tersenyum kecil di sudut bibirnya. Dia mengelus tangan ibu mertuanya itu dengan lembut. "Sudahlah, Ibu. Biarkan Matthias mengejar kebahagiaannya. Lagipula, bukankah Ibu dulu juga bilang aku 'terlalu lembut' saat pertama kali bertemu?"

Sophie hanya mendengus keras dan membuang muka ke jendela, sementara Matthias kembali menatap jalanan, membayangkan wajah Ninin-nya yang cemberut gemas saat terakhir kali mereka beradu argumen.

Kembali ke Elysium

Di paviliunnya, Shaneen sedang duduk di depan laptop dan buku yang ia bawah dari perpustakaan dengan perasaan yang tidak karuan. Dia mencoba fokus mengedit demo lagu barunya, tapi kata-kata Matthias di perpustakaan tadi terus terngiang-ngiang.

"Ninin-ku... Ninin-ku..." Gumam Shaneen sambil memukul bantal kursinya. "Dia pikir dia siapa?! Benar-benar Jenderal tidak tahu diri!"

Tiba-tiba, dia menyadari ada sesuatu yang mengganjal di bawah sudut buku yang ia bawah. Dia menarik sebuah kertas kecil yang terselip di sana. Sebuah kertas memo berwarna krem dengan logo elang khas keluarga Falkenhayn.

Di sana tertulis dengan tulisan tangan yang sangat rapi dan maskulin:

"Aku suka aroma stroberinya. Jangan lupa pakai lagi besok. Sampai jumpa besok, Ninin-ku."

Shaneen melempar kertas itu ke meja, wajahnya memanas hingga ke telinga. "SIAPA YANG BILANG KITA AKAN KETEMU BESOK?! MATTHIAS VON FALKENHAYN, KAU BENAR-BENAR HARUS DIMUSNAHKAN DARI BUMI INI!"

Di lantai atas mansion, Stellan dan Samuel yang sedang memperhatikan adiknya dari balkon hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal melihat Shaneen yang sedang mengamuk sendiri di paviliunnya.

"Lihat itu," Samuel menunjuk adiknya. "Macan kecil kita sepertinya sudah mulai masuk perangkap si Jenderal."

"Kita lihat saja," sahut Stellan sambil menyeringai. "Berapa lama Matthias bisa bertahan sebelum Ninin benar-benar meledakkan markas militernya dengan lagu-lagu berisik itu."

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!