NovelToon NovelToon
Kembalikan Cintaku Dokter

Kembalikan Cintaku Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cintapertama / One Night Stand / Konflik etika / Obsesi / Dokter
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Demi menyelamatkan nyawa suaminya yang kritis akibat kecelakaan, Melisa harus berhadapan dengan tagihan rumah sakit yang sangat besar. Di tengah keputusasaan, ia bertemu kembali dengan Harvey, dokter bedah yang menangani suaminya sekaligus mantan kekasih yang ia tinggalkan secara tragis saat SMA.
Terdesak biaya, Melisa terpaksa mengambil jalan gelap dengan bekerja di sebuah klub malam melalui bantuan temannya, Laluna. Namun, takdir kembali mempermainkannya: pria kaya yang menawar harganya paling tinggi malam itu adalah Harvey.
Kini, Harvey menggunakan kekuasaannya untuk menjerat Melisa kembali—bukan hanya untuk membalas dendam atas sakit hati masa lalu, tapi juga menuntut bayaran atas nyawa suami Melisa yang ia selamatkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ISTRI YANG SETIA

Pagi menyapa dengan kejam. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar penthouse itu terasa terlalu silau bagi mata Melisa yang sembab. Tubuhnya terasa kaku dan linu, setiap inci kulitnya seolah masih menyimpan jejak sentuhan kasar Harvey dari malam tadi.

​Ia bangkit dari tempat tidur dengan perlahan, memunguti pakaiannya yang berserakan. Di ruang tengah, ia melihat Harvey sudah rapi dengan kemeja kerjanya, duduk tenang sambil membaca koran digital dan menyesap kopi hitam, seolah badai gairah dan amarah semalam hanyalah mimpi buruk yang tidak pernah terjadi.

​Melisa segera masuk ke kamar mandi. Di depan cermin, ia terkesiap melihat pantulan dirinya. Leher dan bahunya dipenuhi noda kemerahan—tanda kepemilikan yang ditinggalkan Harvey dengan penuh dendam.

​Dengan tangan gemetar, ia mengambil concealer dari tasnya. Ia memulas lapisan tebal untuk menutupi jejak-jejak itu. Ia tidak boleh membiarkan siapa pun di rumah sakit, terutama para perawat yang mengenalnya, melihat kehinaan ini. Ia harus tetap menjadi istri Narendra yang tabah.

​"Cepatlah. Taksinya sudah di bawah," suara Harvey terdengar dari balik pintu kamar mandi, datar dan tanpa emosi.

​Melisa keluar dari kamar mandi dengan pakaian tertutup, syal tipis melilit lehernya meski udara pagi itu cukup hangat. Ia melewati Harvey tanpa berani menatap matanya.

​"Harvey... aku berangkat," pamitnya lirih.

​Harvey hanya bergumam kecil tanpa mengalihkan pandangan dari layar tabletnya. Namun, tepat saat Melisa hendak memegang gagang pintu, Harvey memanggilnya.

​"Melisa."

​Melisa membeku. "Ya?"

​"Jangan terlambat kembali. Dan pastikan kau menghapus semua bau rumah sakit itu dari tubuhmu sebelum aku pulang nanti malam. Aku tidak ingin mencium aroma obat-obatan saat menyentuhmu."

​Kalimat itu bagai tamparan. Melisa hanya mengangguk kecil lalu bergegas keluar.

​Tepat pukul delapan pagi, Melisa sudah berada di depan ruang perawatan Narendra. Saat pintu terbuka, aroma antiseptik yang khas menyambutnya. Ia melihat suaminya masih dalam posisi yang sama, tenang dalam komanya, tidak tahu bahwa istrinya baru saja keluar dari neraka demi membiayai napasnya.

​Melisa duduk di samping tempat tidur, menggenggam tangan Narendra yang dingin. Air matanya yang sejak tadi ditahan akhirnya tumpah.

​"Mas... aku datang," bisiknya serak. Ia mulai mengambil baskom air hangat untuk menyeka tubuh suaminya, rutinitas yang kini terasa seperti satu-satunya penebusan dosa baginya. "Maafkan aku, Mas. Maafkan aku karena harus sekotor ini demi menjagamu tetap hidup."

​Saat ia sedang menyeka lengan Narendra, pintu kamar terbuka. Seorang perawat masuk untuk memeriksa infus, diikuti oleh seorang dokter dengan jas putih yang sangat ia kenali.

​Itu Harvey.

​Dia datang untuk kunjungan pagi sebagai dokter penanggung jawab. Matanya yang dingin menatap grafik medis di ujung tempat tidur, lalu beralih menatap Melisa seolah wanita itu adalah orang asing yang tidak pernah ia sentuh semalam.

Ketegangan di dalam ruangan itu begitu pekat hingga rasanya oksigen pun sulit untuk dihirup. Melisa terpaku, tangannya yang memegang handuk kecil masih berada di atas lengan Narendra. Ia menunduk dalam-dalam, berusaha menyembunyikan wajahnya yang pucat dan mata yang masih sedikit bengkak.

Harvey berdiri tegak di sisi lain tempat tidur. Jas putihnya yang bersih dan stetoskop yang melingkar di lehernya memberikan aura otoritas yang mutlak. Ia tampak begitu berwibawa, sangat kontras dengan sosok pria yang semalam menghimpit Melisa dalam kemarahan di apartemen.

"Bagaimana kondisinya pagi ini, Suster?" tanya Harvey dengan suara bariton yang tenang, matanya tertuju pada monitor jantung.

"Stabil, Dok. Saturasi oksigen bagus, tapi belum ada respons motorik dari pasien," jawab perawat itu sambil mencatat sesuatu.

Harvey melangkah mendekat, tepat ke arah Melisa. Ia mengambil senter medis dari sakunya. "Permisi, Bu. Saya harus memeriksa refleks pupil suami Anda," ucapnya dengan nada formal yang begitu asing di telinga Melisa.

Melisa terpaksa bergeser. Saat Harvey membungkuk untuk memeriksa mata Narendra, aroma parfum kayu manis yang sama dengan yang Melisa cium semalam di tempat tidur Harvey kini menyeruak kembali. Melisa merasa mual karena ironi ini. Pria yang baru saja meniduri istrinya dengan penuh kebencian, kini sedang bertindak sebagai penyelamat nyawa sang suami.

Saat memeriksa kabel monitor di dekat tangan Melisa, jemari Harvey dengan sengaja bersentuhan dengan tangan Melisa. Sentuhan itu singkat, namun terasa seperti sengatan listrik. Harvey melirik ke arah leher Melisa, memastikan apakah concealer yang dipakai wanita itu cukup tebal untuk menutupi tanda yang ia buat.

"Istri pasien tampak sangat lelah," ucap Harvey tiba-tiba kepada suster, namun matanya menatap tajam ke arah Melisa. "Pastikan dia tidak terlalu memaksakan diri. Kita tidak ingin ada dua pasien di ruangan ini, bukan?"

"Benar, Dok. Bu Melisa memang sangat setia menunggu suaminya," puji perawat itu dengan tulus, tanpa menyadari pedang tajam yang sedang dimainkan Harvey.

Melisa meremas ujung bajunya. "Saya... saya baik-baik saja, Dok. Terima kasih," jawabnya dengan suara bergetar.

Suster tersebut kemudian pamit keluar untuk mengambil cairan infus baru, meninggalkan mereka berdua dalam keheningan yang menyesakkan selama beberapa saat.

Harvey segera mengubah ekspresinya. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Melisa saat ia berpura-pura memeriksa selang NGT Narendra.

"Kau melakukan tugasmu dengan baik, Istri yang Setia," bisiknya dengan nada sarkasme yang sangat tajam. "Tapi jangan sampai air matamu jatuh ke tubuhnya. Itu akan merusak sterilitas tempat ini, sama seperti kau yang sudah merusak kesucian pernikahanmu sendiri malam tadi."

Melisa memejamkan mata, membiarkan penghinaan itu merobek hatinya. "Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau, Harvey. Tolong, jangan hancurkan waktu singkatku bersama suamiku."

Harvey menegakkan tubuhnya kembali saat mendengar langkah kaki perawat kembali mendekat. "Lanjutkan perawatanmu, Bu Melisa. Saya akan kembali memeriksa kondisi Tuan Narendra nanti sore. Pastikan semuanya tetap bersih."

Harvey berlalu pergi dengan langkah tegap, meninggalkan Melisa yang nyaris ambruk di samping ranjang Narendra. Ia menatap wajah suaminya yang damai, merasa sangat berdosa karena di ruangan yang sama, ia baru saja dilecehkan secara verbal oleh pria yang telah merenggut kehormatannya.

***

Bersambung...

......................

......Sebelum lanjut, bantu author lebih semangat dengan memberikan Like, komen, vote, dan gift semampu kalian ya 🥰🥰🥰......

1
Durrotun Nasihah
karyamu luar biasa kak menguras emosi....banget....👍👍👍
Ariany Sudjana
sebaiknya biarkan Melisa menyembuhkan dirinya di Ambarawa, jangan biarkan Harvey atau Narendra mengganggu lagi, please kak penulis 🙏
Shifa Burhan
istri = pemeran utama wanita
suami = pemeran utama pria

jika novel bertema suami selingkuh, 100% dilaknat, tidak akan da pembelaan sama sekali, suami salah 100%, suami dibuat menyesal, dapat karma, menderita dan mengemis maaf, istri 100% korban dan dibuat tegas pergi dan tidak mudah memaafkan dan pada akhirnya hanya tentang kebahagiaan sang istri yang jadi korban
bandingkan dengan novel2 bertema istri selingkuh, kalian akan melakukan berbagai cara dan berbagai alasan untuk membela pe selingkuhan istri, kalian akan buat drama yang memutar balik fakta istri malah jadi korban dan suami jadi orang jahat nya, suami kalian buat bodoh dan tidak punya harga diri yang trima saja diselingkuhi, malah suami yang mengemis tidak mau cerai, dan pada akhirnya tetap saja tentang kebahagiaan sang istri

mau istri selingkuh atau pun suami selingkuh tetap saja pada akhirnya hanya tentang kebahagiaan sang istri,

alasan satu karena novelis wanita,
pemikiran wanita ketika suami salah 100% salah tapi ketika dia salah maka dia akan mencari 1000 alasan untuk membela kesalahannya dan malah memutar balik fakta seolah dia korban

dari novel mu kelihatan sekali jalan pemikiran mu dan watak mu
Ariany Sudjana
sudah mbak, lupakan masa lalu, lelah yang kamu rasakan sekarang, itu wajar, karena kamu baru mulai. kalau pelanggan puas dengan toko roti kamu, kamu tinggal petik hasilnya nanti
Ariany Sudjana
betul sekali Melisa, kamu ga bisa kerjakan semuanya sendiri, tetap perlu asisten, apalagi toko kue kamu sudah mulai dikenal, meski baru hari pertama. semangat yah mbak Melisa, semoga jadi berkat 🙏
Nda
di tunggu double up-nya thor🤭
MissSHalalalal: siap kak. 🙏
total 1 replies
Nda
double up donk thor🤭
Ariany Sudjana
Harvey dan Melisa, juga Narendra dan arneta, dua-duanya juga salah. kan sudah menikah, kenapa selingkuh dari pasangannya? biarpun alasan Melisa itu mengobati Narendra
Ariany Sudjana
Melisa dan Harvey ga ada bedanya dengan Narendra dan arneta, sama-sama berkhianat
Nda
karyamu keren thor
MissSHalalalal: terima kasih kak🙏
total 1 replies
Bunda Idza
oh begitu.... wajarlah sekiranya Melisa begitu mencintai Narendra....
kelak jika skenario yang kau buat terwujud Harvey "Narendra memilih cinta lamanya" apakah mungkin kamu akan mendapatkan cinta lamamu juga???? dengan cara datang dengan luka....
penasaran si..... semoga alurnya gak lamban
Dede Dedeh
oke lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!