Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amina Bertemu Lagi
"Jadi kamu serius meniti karier jadi guru?" tanya Akira.
"Iya ... Selain aku suka mengajar, uangnya juga oke," senyum Amina.
Belgia adalah negara yang sangat mengapresiasi guru bahkan untuk guru junior mendapatkan gaji €50,000 - €55,000 per tahun atau setiap bulannya sekitar €4,588. Jika dirupiahkan hampir menyentuh angka seratus juta rupiah. Kelihatannya besar tapi pajak di Belgia juga tinggi. Bedanya dengan Konoha, semua uang pajak dikembalikan lagi ke rakyat termasuk pendidikan wajib yang hampir gratis hingga tidak menyulitkan para orang tua.
Pendidikan di Belgia tidak sepenuhnya gratis, tetapi biayanya relatif rendah dibandingkan negara Eropa lain, dan ada banyak beasiswa penuh untuk mahasiswa internasional, terutama jenjang S2, seperti VLIR-UOS, Mastermind Scholarship, dan Erasmus Mundus, yang menanggung biaya kuliah dan hidup, serta tersedia program Au Pair yang menawarkan tinggal gratis dengan tunjangan. Untuk pendidikan wajib (usia 5-18 tahun) juga didanai pemerintah dan hampir gratis, meski ada biaya perlengkapan.
Sejak pemerintahan Sean, semua program pembangunan Belgia tertata rapi dan mengharamkan korupsi. Di Belgia menerapkan hukuman berat pada koruptor bahkan dulu Sean pernah menghukum mati dan mengambil semua aset salah seorang Menterinya saat ketahuan korupsi. Melihat rajanya sangat tegas dan mendapatkan dukungan rakyat, para pejabat terpilih tidak ada yang berani macam-macam. Begitu pula saat kekuasaan diberikan ke Arsyanendra yang jauh lebih tegas dari Sean. Belgia menjadi negara yang tidak bisa disetir negara manapun termasuk Amerika Serikat. Keluarga Léopold dikenal keluarga tegas dan tidak segan melawan ketidakadilan.
"Senang gajinya oke ya Mina?"
"Alhamdulillah cukup buat menabung dan membantu Paman Jalil. Prinsip aku, semuanya serba cukup itu sudah pas buat aku. Jika diberikan rejeki lebih, Alhamdulillah Allah memberikan kepercayaan padaku," senyum Amina.
Akira semakin jatuh cinta dengan gadis cantik di depannya. Lima tahun hanya berhubungan lewat telepon, pesan dan video call. Tapi bertemu secara live itu jauh lebih indah!
"Kamu butuh sesuatu? Tas kerja atau baju kerja?" tawar Akira.
Amina mengernyitkan dahinya. "Buat apa?"
"Buat kamu lah!"
"Kamu mau membelikan aku sesuatu?"
Akira mengangguk. "Kamu minta apa, aku belikan." Bayangan Akira, Amina pasti akan minta baju, tas atau pun sepatu.
"Yakin mau belikan?" tanya Amina lagi.
"Iya!"
"Oke. Habis ini, kita akan pergi suatu tempat!" senyum Amina.
"Oke!"
Mereka menghabiskan kopinya dan pergi ke suatu tempat. Namun bukan butik barang branded melainkan toko buku dan alat tulis! Akira terbengong-bengong saat pemilik toko menyapa Amina ramah.
"Amina, datang sama si ... My Prince?" pemilik toko yang seorang wanita paruh baya, terkejut melihat Akira ikut masuk.
"Iya bibi Isla, ini Prince Akira. My prince, ini bibi Isla, pemilik toko," jawab Amina sambil menoleh ke arah Akira.
Akira menyalami Isla. "Senang bertemu dengan anda Mrs Isla," senyum Akira sopan.
"Suatu kehormatan bagi saya My Prince. Anda sudah pulang dari pendidikan? Ya ampun, saya tidak menduga Amina kenal dengan anda," senyum Isla.
"Amina teman sekolah aku dulu. Mina, kita mau beli apa disini?" tanya Akira bingung.
"Oh, pesanan aku sudah ada bibi Isla?" tanya Amina.
"Sudah Mina."
"Amina pesan apa ya Mrs Isla?" tanya Akira bingung.
"Oh alat gambar dan buku mewarnai. Amina biasa pesan untuk diberikan para pasien anak-anak di rumah sakit Royal dan panti asuhan," jawab Isla.
Akira terkejut. "Benarkah?"
"Iya My Prince ... Setiap bulan Amina selalu pesan dan aku menyediakan."
Akira manggut-manggut. Jadi aku disuruh bayarin ini? Ya ampun ... Ini tidak seperdelapan harganya dari jam tangan aku!
"Sebelah sini, Mina." Isla memperlihatkan dua kardus yang masih terbungkus rapi. "Ini crayon dan pensil warna lalu ini buku gambar dan mewarnai seperti pesanan kamu."
"Terima kasih Isla," senyum Amina dengan mata berbinar.
"Kamu mau kirim kemana?" tanya Akira.
"Bawa kemana, maksudnya, Akira," jawab Amina. "Kita akan ke Royal Hospital. Aku sudah berjanji dengan Suster Kepala Bangsal Anak-anak untuk membawa kesana."
Akira melongo. "Malam ini?"
"Iya. Supaya besok anak-anak bisa langsung beraktivitas. Bukan apa-apa Akira, ini memang sudah rutin aku lakukan semenjak kuliah. Aku banyak mendapatkan kepuasan hati untuk melakukan ini. Aku tahu semua rumah sakit ada anggaran untuk bangsal anak-anak tapi jika aku menyumbang, tidak apa-apa kan?" jawab Amina.
"Tidak hanya ke Royal Hospital, My Prince. Semua rumah sakit di seluruh Brussels mendapatkan sumbangan dari Amina. Begitu juga dengan panti asuhan. Setidaknya setiap bulan bergantian yang mendapatkan kiriman Amina," timpal Isla.
Akira mengangguk. "Amina memang baik dari dulu. Berapa semuanya?" Akira mengeluarkan kartu debitnya.
"My Prince ... Yang membayar?" Isla tampak terkejut.
"Iya. Aku sudah janji pada Mina."
Isla tampak gugup. "Ba ... baiklah My Prince. Totalnya ...." Isla menyebutkan nominalnya dan Akira membayarnya. Pria itu juga tidak masalah dengan mengangkat dus dus itu ke dalam mobil. Keduanya berpamitan ke Isla setelah mengucapkan terima kasih. Akira pun meminta pada supir dan pengawalnya untuk mengantarnya ke Royal Hospital.
Sesampainya disana, Suster Kepala yang sudah menunggu Amina, terkejut saat gadis itu datang bersama dengan Pangeran Akira Léopold. Akira hanya bilang ini kunjungan tidak resmi. Suster Kepala pun menerima bingkisan dari Amina dan memuji gadis itu yang suka menghibur anak-anak yang sakit parah dengan memberikan cerita dua Minggu sekali.
Bagaimana Akira tidak semakin cinta dengan gadis cantik itu karena memang hatinya baik.
"Aku tidak tahu kamu suka berbuat kemanusiaan begini, Mina," puji Akira saat mereka di dalam mobil.
"Aku pernah merasakan tidak enak di Gaza waktu kecil, Akira. Jadi aku sudah berjanji, jika aku ada rejeki, aku berbuat sosial pada anak-anak. Tahu sendiri kan berapa ribu anak-anak meninggal di Gaza? Aku memang tidak bisa kembali ke Gaza tapi aku ingin berbuat disini. Terutama rumah sakit anak-anak dan panti asuhan. Sekalian praktek bahasa Belanda aku," senyum Amina.
Akira merangkul bahu Amina. "Aku semakin suka sama kamu."
Amina hanya diam saja. Sayangnya, Akira ... Jurang perbedaan kita sangat jauh.
Akira mengantarkan Amina ke rumah paman dan bibinya. Setelah diajak makan malam bersama, Akira pun pulang. Amina mengantarkan hingga ke depan pintu dan pangeran Belgia itu mencium keningnya sebelum masuk ke dalam mobil.
Amina masih galau. Satu sisi dia menyukai Akira tapi sisi lain, dia tahu pria itu adalah calon raja Belgia dan sudah pasti parlemen akan mengulik semua masa lalu Amina. Bahkan hari ini pasti sudah ramai di sosial media. Amina memutuskan tidak membuka ponselnya karena dia tidak mau tertekan.
***
Keesokan paginya Amina berangkat menuju rumah sakit untuk mengadakan acara dongeng pagi. Gadis itu sedang berjalan ke halte bis ketika sebuah mobil mendekati dirinya. Amina menoleh dan dirinya terkejut saat tahu siapa yang di dalamnya saat kaca mobil diturunkan.
"Ferina ...."
"Hai anak imigran!"
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
The sableng family, yg nyuruh turun genteng aja, mama Rarasati bawa prince Akira 😂😂😂😂😂