Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32
Berbagai pikiran buruk mulai menghantui Regita, sikap Kellano yang tiba-tiba berubah menjadi pemicu ketakutan Regita. Ditambah lagi keberadaan Azelva di rumah itu masih menjadi tanda tanya besar untuknya.
"Kamu jangan terlalu banyak berpikir, tidak mungkin Kellano tahu semuanya. Kita sudah menghilangkan barang bukti dan juga saksi, Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apa pun."
Ayah Regita sangat khawatir melihat kondisi Regita saat ini. Ia takut penyakit depresi Regita kembali kambuh jika putrinya itu terlalu stress.
"Tapi Yah, kenapa wanita kampung itu ada di sana?"
"Itu hanya kebetulan saja, mungkin wanita kampung itu butuh uang, dan mereka memperkerjakan dia sebagai baby sitter. Sudahlah, Kamu jangan mencemaskan yang tidak penting!"
Apa yang diucapkan ayahnya memang masuk akal, namun tetap saja tidak membuat Regita lega. Kellano mungkin belum mengetahui fakta yang sebenarnya, tapi pria itu sudah berani menceraikannya gara-gara wanita itu.
Bagaimana jika Kellano tahu yang sebenarnya? Pria itu bukan hanya akan menceraikannya, tapi juga akan menjebloskannya ke dalam penjara. Memikirkannya saja membuat kepala Regita ingin meledak.
"Ayah benar. Tapi aku tidak suka wanita kampung itu ada di sana," geram Regita.
Regita membayangkan selama tiga bulan ini Azelva dan Kellano selalu bermesraan, atau mungkin mereka melakukan lebih dari itu.
"Tidak... tidak mungkin. Tidak boleh! Kellano hanya milikku," racau Regita sambil menjambak rambutnya sendiri.
Bagaimana mungkin Azelva bisa memiliki Kellano, sementara dirinya yang jelas-jelas istri Kellano, belum pernah sekalipun menyentuh pria itu. Boro-boro olahraga ranjang.
Regita mulai menyesali pelariannya. Andai waktu itu dia tidak pergi, mungkin tidak akan seperti ini jadinya. Wanita kampung itu tidak akan masuk kembali ke kehidupan Kellano.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kellano pun sudah menjatuhkan talak tiga padanya. Satu-satunya yang harus Regita lakukan saat ini hanyalah, mengambil hak asuk Arlend. Dengan begitu, Kellano akan lebih sering bertemu dengannya nantinya. Dan perlahan hubungan mereka akan semakin dekat, pikir Regita.
"Kamu tenang saja, Ayah akan melakukan sesuatu untuk membuat wanita kampung itu sadar di mana posisinya."
Ayah Regita terlihat menghubungi seseorang, "Panggil wartawan ke persidangan Regita besok!"
Klik
Setelah melakukan perintahnya, Ayah Regita langsung mematikan sambungan telponnya sepihak, tanpa menunggu jawaban dari si penerima telpon.
"Kamu akan membayar akibatnya karena sudah berani merebut milik putriku."
Regita dan ayahnya tersenyum puas, keduanya sama-sama membayangkan kehancuran Azelva. Keluarga Gavintara tidak akan mungkin mau menerima wanita yang sudah menghancurkan nama baik keluarga Gavintara. Dan pada akhirnya, Kellano akan kembali menjadi miliknya.
"Terima kasih, Ayah. Ayah memang yang terbaik," ucap Regita sambil memeluk ayahnya "Sepertinya aku harus segera mencari pria yang mau menjadi suami kontrak ku."
"Kamu benar, Sayang. Kalau begitu biar ayah yang akan carikan."
Rujuk setelah talak 3 (talak ba'in kubra) tidak bisa dilakukan langsung. Syarat utamanya adalah mantan istri harus menikah sah dengan laki-laki lain (muhallil), terjadi hubungan badan, pernikahan berakhir (cerai), dan habis masa iddahnya. Setelah itu, mantan suami pertama bisa menikahinya kembali dengan akad dan mahar baru.
...----------------...
Sementara itu, Kellano dan Azelva masih terlihat asyik mengobrol. Keduanya sama-sama menikmati obrolan satu sama lain. Kebaikan Kellano hari ini membuat Azelva memiliki sedikit kepercayaan lagi pada pria itu, padahal sebelumnya Azelva sudah bertekad tidak akan pernah percaya lagi pada mantan kekasihnya itu.
"Memangnya Kamu mau kasih kejutan apa?" Tanya Azelva penasaran.
"Kalau aku kasih tahu sekarang, namanya bukan kejutan dong, Zel."
Jawaban Kellano itu membuat Azelva mencebikkan bibirnya. "Dasar pelit!" Gerutu Azelva.
Kellano tertawa sangat puas sekali. Membuat Azelva kesal benar-benar kebiasaan barunya yang menyenangkan.
Besok Kamu akan mengetahui semuanya. Aku harap, Kamu tidak akan membenciku, gumam Kellano dalam hati.
Drrttt drrttt
Di tengah-tengah tawa Kellano, tiba-tiba saja ponsel Azelva bergetar. Wanita cantik itu hanya memandang nama yang tertera di ponselnya, tanpa berniat untuk menjawabnya.
"Siapa? Kenapa gak diangkat?" Tanya Kellano.
Azelva menunjukkan ponselnya pada Kellano. "Dia pasti mau bujuk aku pulang lagi," ucap Azelva.
"Memangnya dia pernah minta Kamu pulang?" Tanya Kellano sambil memicingkan matanya.
Anggukkan kepala Azelva berhasil membuat Kellano mengepalkan tangannya. Ternyata Zidan sebrengsek itu, Dia sudah memiliki Venya di sampingnya, tapi dia juga tidak mau melepaskan Azelva.
Namun mengingat perkataan Zidan beberapa waktu lalu membuat Kellano sedikit berpikir, kalau yang Zidan katakan beberapa waktu lalu itu benar, mungkin saat ini Zidan menelpon Azelva untuk mengakhiri semuanya.
"Angkat saja, mungkin dia setuju untuk bercerai," ucap Kellano.
Azelva akhirnya terpaksa mengangkat panggilan dari Zidan, ia hanya berharap apa yang Kellano katakan itu benar, Zidan menghubunginya untuk bercerai.
"Hallo..."
Hening, tidak ada jawaban dari Zidan. Namun, terdengar suara helaan napas dari seberang sana.
"Mas, Kamu mau ngomong apa?" Tanya Azelva.
"Cih, Kamu panggil dia 'Mas'," gumam Kellano. Pria tampan itu mendengus kesal. Kellano merasa panggilan Azel pada Zidan terlalu spesial. Sementara wanita itu hanya memanggilnya dengan nama, tanpa embel-embel lain di depannya.
Azelva melotot pada Kellano, wanita cantik itu mendengar dengan jelas gumaman Kellano. Kellano yang duduk tak jauh dari Azelva membuat wanita cantik itu mendengar apa pun yang pria itu ucapkan.
"Kamu ke kamar aja sana!" Bisik Azelva pada Kellano.
"Oh... jadi Kamu gak mau di ganggu, iya?" Kellano sengaja mengeraskan sedikit suaranya membuat Azelva semakin melebarkan bola matanya.
"Kamu---"
"Zel, Kamu sama siapa di sana?"
Setelah diam cukup lama, suami Azelva itu akhirnya mengeluarkan suaranya. Zidan mendengar cukup jelas suara pria di seberang sana.
"Itu suara---"
"Pantesan Kamu gak mau pulang, sepertinya Kamu kembali ke kehidupanmu yang dulu, dasar wanita liar!" Umpat Zidan di seberang sana.
Azelva memejamkan matanya, lagi-lagi julukan wanita liar kembali keluar dari mulut Zidan. Apakah Azelva menangis? Tidak, Azelva sudah cukup terbiasa mendengar hinaan dari pria itu.
Mungkin awalnya Azelva kecewa karena Zidan menganggapnya sehina itu. Namun, setelah tahu sifat Zidan yang sebenarnya, Azelva tak lagi peduli apa pun anggapan pria itu tentangnya.
"Hmmm... Kamu benar. Kalau begitu, kapan Kamu tandatangani berkas perceraiannya?"
Mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Azelva, membuat Zidan semakin geram. Azelva tak lagi membantah saat ia menghinanya justru membuat Zidan semakin kesal.
"Aku sudah tandatangani berkasnya. Kamu tahu kan konsekuensinya apa?"
"Aku tahu. Silahkan Kamu ambil semuanya, anggap saja sedekah dariku," jawab Azelva.
Zidan mengepalkan tangannya, ucapan Azelva itu benar-benar menginjak harga dirinya. Sedekah katanya? Jadi Azelva menganggapnya fakir miskin yang membutuhkan hidup dari belas kasihan orang lain.
"Kamu akan menyesal, Azelva!" Ucap Zidan penuh penekanan.
"Aku sudah menyesal, Mas. Dan penyesalan terbesarku adalah menikah dengan mu."
Klik
Azelva mematikan sambungan telponnya, ia tidak ingin lagi berbicara dengan Zidan. Setiap kali pria itu menghubunginya, selalu saja berujung pertengkaran.
"Jadi selama ini, pria itu selalu menghinamu?" Tanya Kellano. Pria itu sudah menahan amarahnya sejak tadi. Mendengar Zidan menghina Azelva dengan sebutan wanita liar, membuat darah Kellano mendidih.
"Hmmm... dan itu semua gara-gara Ka---"
Azelva nyaris saja keceplosan. Tapi untung saja sepertinya Kellano tidak mendengar ucapannya.
"Gara-gara aku ya, Zel?"
To be continued